
Gea dan Lili berlari dengan kencang karena rasa takutnya. Hingga mereka melihat sebuah harapan, Gea melihat mobil yang dikenalinya.
"Syukurlah, sepertinya itu mobil Papah," ucap Gea lalu berhenti , mobil itu mulai mendekat dan Gea langsung masuk dengan menarik Lili bersamanya.
Di dalam mobil Gea langsung disambut pelukan dari ayahnya, mobil itu melaju kencang untuk kembali ke kediaman Reza. Lili juga ikut pulang ke rumah Gea, dia yang tidak ingin membuat orang tuanya khawatir dia menelpon ibunya mengatakan jika akan menginap dan mengerjakan tugas bersama Gea.
Sesampainya di rumah, Gea langsung disambut oleh tangisan ibunya, Gio juga yang sakit memaksakan dirinya menunggu dengan khawatir di depan teras rumah.
"Gea…," teriak Gita sambil memeluk anaknya itu.
"Aku gapapa Mah, Mamah jangan nangis lagi..!" Gea
"Li, kamu gapapa?" Tanya Gio dengan khawatir.
"Aku gapapa kok, untung aja Gea bisa mengalahkan mereka, membuat mereka semua pingsan." Lili
"Apa?" Gita yang kaget, dia menatap ke arah Gea dan Ge menunjukkan cincinnya, membuat Gita dan Gio bernafas lega.
Untung saja dia membawa cincin itu. Pikir Gita
Syukurlah, cincin itu berguna. Pikir Gio
Mereka masuk kedalam rumah, sementara Reza masih diluar yang sedang berbicara serius dengan anak buahnya. Reza juga menelpon seseorang untuk mengusut kasus ini dengan cepat.
Mereka ingin bermain-main denganku? oke aku akan buat mereka mendapatkan hukumannya, ya... ayah dan anak itu. Pikir Reza
***
Pagi ini Lili dan Gea berangkat sekolah bersama, Lili menggunakan seragam Gea karena mereka memiliki postur tubuh yang sama, bahkan tadi malam Lili memakai baju tidur sahabatnya itu.
Ibu Lili juga sempat menelpon Gita untuk memastikan jika anaknya tidak berbohong, "Tenang aja Bu, Lili baik-baik aja kok, dia sedang sarapan sekarang, dia sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah."
"Hmm, iya sama-sama," jawab Gita untuk yang kedua kalinya yang terdengar oleh si kembar dan juga Lili.
__ADS_1
Tut
Telepon pun terputus, "makasih ya Tante…" ucap Lili yang merasa tertolong , meski ibu si kembar itu berbohong namun ini demi kebaikan orang tua Lili, nanti Gita akan menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada orang tua Lili secara langsung.
Reza yang ikut sarapan bersama, dia menatap istrinya dengan serius. "Papah akan melaporkan kasus kemarin ke kantor polisi Mah, ada bukti ancaman mereka juga kemarin, Papah tidak mau membuat anak kita terancam bahaya lagi, lebih baik mereka ditahan agar tidak meresahkan."
"Mamah setuju kok Pah." Gita
Pak Denis dan Pak Beni yang sempat kena marah ibu si kembar kemarin, kini bekerja seperti biasanya mengantar Gea ke sekolah dan hari ini namun mereka ditugaskan untuk tidak lengah, memantau Gea terus sampai pulang sekolah.
Bagaimana tidak marah? mereka sangat lalai sampai membuat anaknya diculik.
Meski risih diikuti pengawal, namun ini yang terbaik untuk Gea, dia tidak mau mengulang kejadian kemarin, dia juga membawa cincin ibunya di dalam tas untuk berjaga-jaga.
Sesampainya disekolah, "Ge, menurut kamu yang nyulik kita itu siapa?" Lili
"Aku gak tahu, Papah belum cerita." Gea
"Apa mungkin saingan Papa kamu?" Lili
Mereka masuk ke kelas masing-masing, kedekatan Gea dan Lili menimbulkan gosip yang tidak sedap, dimana mereka berasumsi jika Lili mendekati Gio pacar Gea. Mereka seperti menjalin hubungan rumit cinta segitiga dalam persahabatan.
Gosip itu pun sampai ke telinga Gea, dia hanya bisa tersenyum menanggapi kekonyolan mereka semua.
Astaga, aku terlibat cinta segitiga? Lucu sekali. Pikir Gea
Saat istirahat pun mereka mendapatkan perhatian dari banyak orang, begitu banyak mata memandang ke arah mereka berdua yang sedang makan bersama, bahkan sesekali tertawa bersama.
"Ya ampun, Li kamu itu sahabat macam apa? Sahabat Lo si Gea lagi sakit, Lo malah main serobot pacarnya aja," tegur Mirna yang sengaja mendatangi meja mereka untuk mencari keributan.
"Hahaha… kalau gak tahu gak usah sok tahu deh," jawab Lili yang mulai kesal.
"Sahabat yang menusuk dari belakang." Mirna
__ADS_1
"Hmm, sudah aku bilang jangan menyebarkan sesuatu yang tak pasti, bisa jadi Fitnah!" Lili
"Mirna, gue sama Lili cuma sahabatan aja, Lo gak usah bikin masalah..!" Gea
"Tapi Gio, gue juga rela kok walau cuma jadi cadangan Lo.." bisik Mirna ditelinga Gea yang mampu membuat Gea tak bisa menahan tawanya, perutnya terasa geli.
"Hahahaha … ya ampun." Gea
Kenapa dia malah tertawa? Bukannya gue lebih cantik dari Lili? Apa dia menganggap aku cuma bercanda saja melihat kecantikanku yang pari purna ini? Hmm … Pikir Mirna
"Aku serius." Mirna
"Gue juga serius kok, Lo salah paham dan jangan berbisik seperti itu lagi ditelinga orang lain..!" Ucap Gea sambil menahan tawanya.
Perkataan Gio Itu berhasil membuat Mirna kesal dan memilih pergi.
***
Kini saatnya mereka pulang, bel sudah berbunyi, Gea sudah membereskan semua alat tulisnya. Dia pulang menunggu kelas Lili dibubarkan karena mereka akan pulang bersama lagi, mengingat tadi pagi mereka datang bersama, Gea akan mengantar lili pulang.
Saat mereka sudah berjalan sampai ke depan gerbang sekolah, mereka dihampiri beberapa petugas kepolisian. Mereka membawa Lili dan Gea masuk ke mobil polisi dan membiarkan sopir pribadi Gea mengikuti dari arah belakang.
"Eh mereka dibawa polisi loh, liat deh!" Karin
"Iya bener tuh, gak nyangka deh, mereka kena kasus apa ya? Memalukan." Mirna
"Mungkin karena perselingkuhan dan yang melapor adalah Gea si pacar sah, hahaha … " Putri
"Gak lucu, gue lagi serius tau..!" Mirna
Sepanjang perjalanan pulang geng Mirna sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing yang penasaran dengan apa yang mereka lihat tadi.
Apa mungkin Gio idola gue terjerat kasus serius? pikir Putri
__ADS_1
Bersambung...