Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Dimana Ini?


__ADS_3

Ketika Lembar pertama mereka buka, tidak terjadi apa-apa, membuat mereka merasa lega, mereka membaca komik itu sampai lupa waktu, mereka membayangkan jika ibunya berada disana, apalagi di dalam komik tergambar sangat jelas sekali jika ibunya takut jarum suntik, ya… sampai sekarang pun ibunya takut.


Mereka tertawa membaca lembar demi lembar, membacanya sampai larut malam, hingga Gio sudah tidak kuat menahan kantuknya dan pergi ke kamarnya untuk segera tidur.


"Dimana gue?" Ucap Gio yang kaget.


Gio melihat sekeliling tempat itu, namun dia merasa seolah tidak asing dengan tempatnya. Ini zaman kuno gitu ya? Kaya di komik tadi, tapi.. astaga apa gue juga masuk ke dunia komik tadi?. Pikir Gio


Gio terus berlari, dia menabrak beberapa orang yang menggunakan baju yang sangat aneh menurutnya, "gue dimana sih? Gea….." teriak Gio memanggil nama saudaranya berharap bisa bertemu dengannya, namun nihil. Dia hanya melihat orang-orang yang sibuk memasak.


"Cepat bawa ini ke paviliun sang Ratu..!" Ucap sang koki pada Gio.


Gio yang bingung, dia hanya menuruti perintah pria itu, dia membawa makanannya itu ke dalam tandu dan membawanya bersama 3 orang laki-laki lainnya.


Gue dimana? Jika ini dunia komik? Astaga... mati gue. Pikir Gio


Gio akhirnya sampai di paviliun sang Ratu, pelayan wanita mengambil makanan itu dan masuk ke dalam, sementara dia kembali bersama yang lainnya ke dapur istana.


Saat di dapur istana dia melihat sosok wanita yang  mirip dengan Lili, "Lili… syukurlah gue gak sendirian," ucap Gio yang memandang Lili dengan memegang kedua tangan gadis itu.


"Cepatlah kembali bekerja, namaku Nana, apa kau sudah lupa? Jangan bercanda lagi, aku tidak suka!" Ucap gadis itu yang mampu membuat Gio terdiam saking kagetnya. Dia bukan Lili? Ini sebenarnya dunia apa? Gue bisa gila karena sering mengalami hal ajaib seperti ini. Batin Gio 


Gio bukannya bekerja, dia malah pergi keluar mencari seseorang yang dia kenal, dia berlari kesana kemari, berteriak memanggil semua orang yang dikenalnya. Dia seperti orang gila sekarang.


"Hey, dia kenapa?"


"Entahlah."


"Apa dia sakit? Atau dia baru saja kehilangan keluarganya?"

__ADS_1


"Bisa jadi, mungkin ibunya meninggal atau salah satu keluarganya yang lain."


Begitulah orang-orang yang melihat tingkah Gio.


Gio akhirnya duduk di pinggir danau sambil menangis, dia merasa sendirian sekarang. Dia menangis dengan berlinang air mata untuk pertama kalinya saat dia tumbuh dewasa. Sebelumnya dia selalu bisa menahan air matanya, namun kali ini berbeda dia merasa benar-benar tidak punya harapan untuk kembali.


Terdengar suara kuda yang berlari kencang, kuda itu hampir menabrak tubuh Gio, membuat Gio kaget, dia hilang keseimbangan dan jatuh ke danau.


"Tolong…" teriak Gio.


Entah mengapa dia tidak bisa berenang, sepertinya Gio terlalu panik, dia mulai tenggelam dan kehabisan nafas. Apakah ini akhir dari segalanya? Pikir Gio.


*


*.


*


Gio pun bangun dengan nafas yang cepat, "hah.. hah.. Gea." Gio langsung memeluk adiknya dengan erat.


"Kamu kenapa? Mimpi buruk? Sampai berkeringat begitu." ucap Gea lalu melepaskan pelukan Gio.


"Iya, gue mimpi buruk." Gio


"Yaudah cepetan mandi, kita kan hari ini sekolah..!" Ucap Gea yang berlalu pergi dari kamar Gio.


Sementara Gio yang masih lemas, dia merasa tidak bisa berdiri, kakinya masih terasa lemah tak bertenaga. Hingga beberapa menit kemudian Gio pun turun dari ranjang dan bersiap-siap.


Mereka sarapan bersama, sarapan bertiga tanpa Reza yang masih berada diluar kota. Gio nampak murung pagi ini.

__ADS_1


"Kamu kenapa Gio?" Tanya Gita


"Gapapa Mah, aku hanya masih teringat mimpi tadi, mimpi aneh dan terasa nyata." Gio


"Makanya kalau mau tidur itu baca doa dulu Gio..!" Ucap Gea


"Iya Gio, baca doa dulu, lagian itu cuma mimpi, gak usah kamu pikirin..!" Gita 


"Iya Mah, " jawab Gio sambil mengangguk, dia melanjutkan sarapan meski sulit rasanya untuk menelan makanan itu.


***


Sesampainya di sekolah Gea begitu ceria berbanding terbalik dengan ekspresi Gio. Cantika yang masih mengejar Gio dan berharap menjadi pacar Gio, dia langsung menarik Gea menjauh dari Gio, ya .. Gea yang ditarik tentu saja dia adalah Gio Dimata cantika.


Gio memilih pergi bersama Lili, dia malas harus mencari masalah dengan Cantika, membiarkan Gea pergi dengan gadis itu.


Gio duduk di kursi taman bersama Lili, "kamu kenapa Gio?" 


"Aku gapapa, hanya saja banyak kejadian aneh yang gue alami, rasanya ingin cepat kembali hidup normal dan kembali ke tubuh gue deh," keluh Gio.


"Hmm, kalian sebenarnya curhatin masalah yang sama, Gea juga begitu. Menurutku kalian saling mengeluh tanpa mengerti satu sama lain." Lili


"Maksud Lo?" Gio


"Iya Gea merasa kamu egois karena ketika permainan basket kamu tidak memperhatikan perasaan Gea yang terpojok, dia diejek karena kami bermain terlalu keren sementara Gea. Hmm.. begitupun sebaliknya saat kamu mengeluhkan kelakuan Gea yang kamu anggap menyebalkan." Lili


"Hmm.. iya, gue nanti minta maaf deh sama dia, gue juga gak tahu kalau anak lain mojokin dia." Gio


Apakah ini sebuah jawaban? Semoga saja. Pikir Gio

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2