Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Ditinggalkan


__ADS_3

Mereka pulang bersama, Gio nampak senang mendapatkan teman baru yang berani seperti Cantika.


Ya, setidaknya dia berguna. Pikir gio 


Mereka pun naik ke mobil warna merah itu, "kamu mau aku anterin ke Rumah Sakit Ge?" Tanya Cantika.


"Emm, iya.. ibuku masih disana," jawab Gio singkat.


Namun baru juga mobil itu melaju selama 15 menit, mobil itu tiba-tiba berhenti, membuat Gio sedikit heran.


Cantika mengajak Gio untuk mengantarnya membeli sesuatu yang dia butuhkan. 


"Kita mau kemana? Tempatnya kok gini?" Tanya Gio sambil memperhatikan bangunan yang ada disana, nampak kumuh dan sepi.


Gio yang fokus memperhatikan bangunan yang ada disana, dia tidak mendengar jawaban dari Cantika, dia menoleh namun gadis itu sudah tidak ada disampingnya.


"Kemana dia pergi? Apa gue sengaja ditinggalin disini?hmm…," ucap Gio lalu merogoh sakunya mengambil ponsel untuk menghubungi sopirnya.


Namun belum sempat dia berbicara, Gio melihat dua kelompok remaja dari dua arah berlawanan, mereka membawa balok kayu dan berteriak.


Astaga, apa mereka mau tawuran? Disini? sekarang? apa gak bisa ditunda dulu? Batin Gio.


Gio berada di situasi yang bingung, dia ingin pergi namun jalannya terhalang oleh kedua kelompok itu. Dia terpaksa berbaur seolah dia salah satu kelompok mereka, Gio menyerang siapa saja yang menghalangi jalannya hingga dia bisa keluar dari kerumunan itu.


"Hah, hah… gue harus cepat pergi dari sini, kalau gak... gue pasti nanti kena masalah..!," ucap Gio hendak berlari namun ditahan seseorang.


"Heh, mau kabur kemana Lo? Lo bukan kelompok kita, pasti Lo musuh sekolah gue." Ucap lelaki itu sambil membawa balok kayu.


"Gue bukan peserta tawuran, Lo gak liat seragam gue berbeda?" Ucap Gio dengan berani.


"Hahaha, cantik-cantik kok galak sih, kalau bukan mau tauran trus Lo ngapain disini?" tanya Lelaki itu.

__ADS_1


"Gue nyasar, ya udah kasih gue jalan!" Gio


"Nyasar? hahahaha... alasan yang lucu dan tidak cerdas sama sekali, Gak segampang itu kalau Lo mau pergi darisini, gue minta nomor hp Lo, cepetan..!" Lelaki itu mulai berteriak.


Cantik, lumayan lah.. siapa tau jodoh. Batin lelaki itu


"Hmm, awas.. gue gak mau kejebak disini, yang ada gue malah kena sasaran mereka, Lo cuma buang-buang waktu gue tau gak?" Gio mulai kesal.


"Gue Kasih jalan asal Lo kasih nomor Lo dulu..!, gampang kan?" pinta Lelaki itu.


Gio dengan terpaksa menuliskan nomor Gea adiknya, dia malas harus berurusan dengan lelaki yang tertarik dengan kecantikan Gea.


"Inget ya, nama gue Hendrik..!" Teriak Hendrik.


Sementara Gio terus saja berlari setelah memberikan nomor ponsel Gea , dia tidak peduli dengan nama lelaki itu. Dia hanya memikirkan Cantika yang pergi begitu saja meninggalkannya.


***


"Kamu kok pulang telat? Kenapa baju kamu kotor Gio?" Tanya Gita.


Gio yang tidak ingin membuat ibunya khawatir, dia memilih menyembunyikan apa yang dialaminya tadi siang. "Iya Mah, tadi aku ada urusan sebentar sama temen, jadi telat deh," Gio beralasan, dia tersenyum untuk meyakinkan ibunya.


Sementara Gea yang curiga, dia langsung mengajak saudaranya itu berbicara di luar ruangan.


"Gio, kamu jangan bohong! Sebenarnya kamu darimana aja?" Tanya Gea yang penasaran.


"Hmm, gue abis kejebak Ge, kejebak sama anak SMA yang lagi tawuran," Jawab Gio yang terpaksa jujur.


"Maksudnya?" Tanya Gea yang Benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan kembarannya itu.


Gio menceritakan semuanya dari awal agar Gea mengerti, Gea mulai mengutuk Cantika, dia akan membuat perhitungan pada gadis itu.

__ADS_1


"Kok bisa sih? Tapi dia kelihatannya benci sama kamu Gio sampe ninggalin gitu, padahal kita baru kenal sama dia ya?, kamu punya salah apa sama dia?" Tanya Gea.


"Mana gue tau," jawab Gio yang kemudian duduk dengan pemikirannya.


Si kembar akhirnya pulang ke rumah karena di Rumah Sakit sudah ada nenek mereka ditambah ayah mereka yang menjaga ibunya.


Mereka sampai rumah saat hati sudah berubah gelap, Gea mencoba menelpon Lili, dia ingin membahas tentang Cantika. Lili sepertinya ragu dengan apa yang diceritakan Gea karena menurutnya Cantika orang yang baik, namun gadis itu akan mencoba mencari tahu.


***


Keesokan harinya saat di sekolah, Lili mencoba memancing Cantika. Dia memberitahu dia jika lelaki yang bernama Gio menyukainya, wajahnya mulai terlihat tersipu malu.


"Lalu bagaimana dengan Gea?" Tanya Cantika.


"Oh, dia cuma adik Gio, mereka kembar, tapi Gio sangat menyayangi Gea, dia tidak suka melihat orang yang menyakiti adiknya, dia akan membela Gea sekuat tenaga." Lili


"Apa?" Tanya Cantika yang kaget bukan main.


Disini Lili mulai memahami jika kejadian kemarin adalah tindakan Cantika yang disengaja, Lili kecewa, namun dia tidak mungkin langsung menjauhi Cantika.


Aku hanya ingin mempunyai sahabat yang berhati tulus bukan licik seperti ini. Pikir Lili 


Saat istirahat tiba, Cantika pergi keluar ruangan kelas tanpa mengajak Lili, gadis itu seperti terburu-buru.


"Apa dia sedang kelaparan atau kebelet sih?" Gumam Lili yang berpikiran positif pada Cantika.


Padahal Cantika ingin mencari keberadaan Gea tanpa mempedulikan Lili yang menurutnya tidak penting, dia ingin meminta maaf atas kejadian kemarin pada gadis yang bernama Gea , akhirnya dia menemukan orang yang dicarinya, namun saat dia ingin menghampiri Gio yang dianggapnya Gea itu.


Dia malah melihat Gea dan Gio seperti sedang bermesraan, dia melihat  lelaki yang dia sukai sedang mengikat tali sepatu gadis yang dianggapnya Gea, lalu menggandeng tangan gadis itu, mempersilahkannya duduk untuk menikmati makanannya siangnya, membuat Cantika merasa jika mereka memang berpacaran.


"Jadi Lili bohong sama gue? Awas aja Lo Li!" Gumam Cantika yang kemudian berputar badan untuk kembali ke kelasnya menemui Lili.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2