
"Gak tau Mah, aku gak pernah dapat firasat, mimpi, petunjuk atau semacamnya, coba nanti tanyakan pada Gio saja kalau dia sadar, siapa tau Gio tau sesuatu." Gea
"Astaga, kalian benar-benar membuat Mamah khawatir… aduh kepalaku," Gita memegangi kepalanya yang mulai pusing.
Ibu si kembar mencoba mencoba menenangkan dirinya, dia bersandar di sofa yang ada di kamar Gea, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
Ingat Gita kamu sedang mengandung, jaga emosi dan kesehatanmu! Pikir Gita
Gea membawakan ibunya itu air teh hangat, dengan segera ibu si kembar itu meminumnya, berharap minuman itu bisa membuatnya lebih baik.
Gita ingat jika dia belum makan siang, dia pergi untuk makan siang dan menitipkan Gio yang sedang berbaring tak sadarkan diri pada Gea.
"Kalau Gio udah bangun, kamu segera kasih tahu Mamah ya..!" Gita
"Iya Mah." Gea
Gea duduk ditepi ranjang, melihat tubuhnya sendiri yang terlentang tak berdaya, dia merindukan tubuhnya, sangat merindukannya.
Dimana disaat dia bisa me time, melakukan perawatan saat mandi, dia bisa menghabiskan waktu satu jam hanya untuk mandi, dia bisa mengubah gaya rambutnya dan pergi ke salon.
Merindukan Lili, menghabiskan waktu bersama sahabat setianya itu. Dia juga ingin dekat dengan lelaki yang dia sukai.
Tiba-tiba Gio mulai menggerakkan mata dan tangannya, dia bahkan mulai bangun namun terkesan linglung.
"Kok gue bisa ada disini?" Tanya Gio pada saudaranya.
"Kamu gak ingat apapun?" Tanya Gea.
"Gue ingat pas gue masuk rumah, sampai rumah baru pulang sekolah, tapi kenapa tiba-tiba gue ada disini?" Tanya Gio heran.
"Kamu tadi pingsan?" Gea
__ADS_1
"Kok bisa? Gue gak pernah pingsan selama ini." Gio
"Hmm, kamu pingsan ketika di tubuh aku beberapa kali Gio. Apa kamu gak ingat? Mungkin emang pengaruh dari tubuh aku, tapi kalau tadi kamu pingsan karena… hmm bagaimana menjelaskannya ya? Nanti kamu tanya aja deh sama Mamah..!" Gea
"Mamah dimana?" Gio
"Tadi sih lagi makan, aku Anterin kamu kesana aja ya, sekalian makan." Gea
"Gue bisa sendiri, gue gapapa kok." Gio
Mereka mencari ibunya, ternyata Gita sedang ada dihalaman belakang, sedang duduk santai sambil melamun.
Mereka yang berniat menghampiri ibunya malah membuat Gita terkejut.
"Mamah ngelamunin apa sih?" Gea
"Mamah kepikiran masalah kalian aja, eh Gio udah sadar ya? Syukurlah." Gita
"Hmm, iya Mamah tau kalau kalian itu bertukar tubuh, dan mari kita cari jalan keluarnya." Gita
Gio terkejut dengan ibunya yang tahu akan rahasia mereka bahkan ibunya itu percaya sekaligus ingin membantu mereka.
Gita menceritakan saat dimana dia dulu pernah terjebak di dunia komik pada si kembar. Mereka begitu serius mendengarkan pengalaman ibunya itu.
"Serius Mah? Lalu bagaimana caranya Mamah bisa kembali?" Gio
"Mamah menyelesaikan misinya, mamah harus membuat nasib Ratu Anggrek berubah dan membuat komik itu berakhir bahagia." Gita
"Wah, Mamah hebat sekali." Gea
"Iya Mamah seperti kalian yang berpindah ke tubuh orang lain, bahkan terdampar di dunia lain sendirian, Mamah tidak menceritakan ini kepada siapapun, bahkan papah kalian tidak tahu, ini rahasia kita bertiga, oke?" Gita
__ADS_1
"Kenapa dulu Mamah merahasiakannya sendirian?" Gea
"Hehe, Mamah hanya tidak mau dianggap pembohong, berhalusinasi bahkan yang parah bagaimana kalau mamah dianggap gila? Hahaha gak lucu kan?" Gita
"Tapi kita percaya ko Mah, iya kan Gio?" Tanya Gea sambil melirik kembarannya itu.
Gio hanya mengangguk, dia tidak menyangka jika ibunya mempunyai pengalaman diluar nalar yang hampir sama dengan yang sekarang mereka alami, Gio setidaknya lega, ibunya akan bisa memahami mereka dan situasi mereka saat ini.
Mereka mengobrol dengan asyik sampai kedatangan Reza pun tak disadari oleh mereka.
Mereka terpaksa menghentikan apa yang mereka bicarakan, mereka menyambut kedatangan Reza dan menemani Reza makan, kebetulan si kembar juga belum sempat makan karena malah asyik mengobrol dengan ibunya.
***
Ketika malam hari Gea mengetuk pintu untuk menemui ibunya, memanggil ibunya untuk berbicara di kamarnya. Kebetulan suaminya juga sudah tertidur lelap, membuatnya pergi dengan leluasa.
Sesampainya di kamar ternyata sudah ada Gio juga disana.
"Gio, sebenarnya kalian mau membahas apa sampai mengundang Mamah ke kamar kalian di malam hari?" Tanya Gita yang kemudian duduk ditepi ranjang.
"Banyak hal yang perlu kami tanyakan Mah." Gea
"Apa pembicaraan tadi siang tidak cukup memuaskan rasa penasaran kalian?" Gita
"Masalah cincin ini Mah, kenapa bisa Gio sampai pingsan? Aku juga gak berani melepasnya aku takut jika aku juga pingsan," keluh Gea.
"Hahaha, kamu itu lucu sekali Gea, mana ada senjata yang malah menyerang tuannya dengan sendirinya. Kecuali kalau kamu sengaja mengarahkan cincin itu pada tubuhmu sendiri," ibu si kembar mencoba menjelaskannya.
Namun Gio yang tidak mengerti karena dia tidak tahu menahu soal cincin itu, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mulai bertanya, "cincin apa? Jadi tadi siang aku pingsan gara-gara apa?"
Bersambung ….
__ADS_1