Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Pulang


__ADS_3

"Maaf Mah, tadi pas nyari Gea gak sengaja ketemu sama Meta, eh papah dipaksa nemenin dia. Papah bingung cara nolak dia," Reza mengakui.


"Papah kebiasaan deh, apa susahnya sih tegas sama cewek kegatelan itu. Bukannya dia kesini sama suami dan anaknya? Dia bohong kali Pah, buktinya masih mepetin kamu." Gita


"Papah gak tau Mah, asli tadi udah nolak tapi Meta yang maksa Mah," Reza membela dirinya.


"Papah sama aja sama dia, seharusnya bisa menolak dengan tegas bahkan kasarin aja Pah, cewek kaya dia memang pantes kok digituin," ucap Gita yang berlalu pergi menuju kamarnya lalu terdengar suara kunci yang diputar.


"Yah, papah tidur dimana dong, kalian sih pake bilang ke Mamah, jadi gini kan?" Reza menatap pada kedua anaknya itu.


"Hehe, maaf Pah aku gak tau kalau ternyata Tante Meta yang salah, dia kaya ulet bisa bikin gatel. Maaf ya Pah," Gea mulai merasa bersalah.


"Yaudah papah tidur dikamar kamu aja Gio, disini kan rumahnya gak besar, kamarnya sedikit, yang itu dipakai nenek kalian." Reza


Gea diam sejenak, dia bingung kalau menyetujuinya dia pasti akan merasa canggung bila harus tidur dengan papanya, karena tetap saja meski tubuh luarnya lelaki tapi dia masih Gea , gadis yang tidak suka jika ada lelaki tidur bersamanya, meskipun itu saudara kembarnya atau papanya.


Karena tidak ada pilihan lain, maka Gea mengangguk dengan terpaksa.


"Haha...makanya punya mulut jangan ember..!" Bisik Gio ditelinga Gea.


Gio berlalu pergi dengan menahan tawanya.


***


Ketika malam tiba, Gea memilih mengendap-ngendap keluar kamar, dia tidur di sofa yang ada di tengah rumah. Menyalakan televisi agar suasana tidak sunyi, membawa selimut dobel agar dia tidak kedinginan dan membiarkan televisi itu balik menonton Gea yang sedang tertidur.


Gea bangun dipagi hari dengan badan yang terasa remuk, "tidur di sofa itu menyiksa." Gumamnya pelan lalu kembali ke kamarnya untuk mengusir yang ayah dari kamarnya.


"Pah bangun, ini sudah pagi!" Gea 


"5 menit lagi Mah." Reza


Papah masih berpikir kalau dia tidur bersama Mamah, oh .. astaga. batin Gea

__ADS_1


"Pah bangun, sebaiknya papah segera bujuk mamah biar gak marah lagi karena masalah Tante Meta kemarin!" Gea mencoba membuat papanya sadar.


"Apa? Oh iya papah lupa," Reza nampak kaget dan langsung bangun, bahkan langsung menuju kamar istrinya, mengetuk berkali-kali namun tak kunjung terbuka.


Sementara Gea melanjutkan acara tidurnya di kamarnya yang nyaman, tak lupa dia mengunci kamarnya karena takut papanya malah kembali.


Baru saja Gea menikmati tidurnya lagi, dia sudah mendengar ketukan pintu yang berulang-ulang.


Tok


Tok


Tok


"Gio…." Gita


Tok


Tok


Tok


"Ada apa Mah?" Gea


"Kamu cepetan mandi, lalu sarapan..! Kita pulang hari ini juga." Gita


"Apa Mah? Serius?" Gea langsung membulatkan matanya, dia mendadak segar dan tidak ngantuk lagi.


"Iya cepetan!" Gita


"Tapi Mah, aku belum puas main disini, liburan juga masih lama." Gea


"Udah jangan banyak protes, kamu bisa liburan di tempat lain, yang penting jangan di sini, oke? Mamah tungguin kamu." Gita 

__ADS_1


Ternyata Gita tidak mau jika suaminya berurusan dengan Meta lagi. Dia lebih baik mengakhiri liburannya dan mencari tempat lain.


"Gara-gara Lo sih, harusnya cukup kita bikin Tante Meta kapok, kita kerjain dia selama disini..!" bisik Gio ditelinga Gea.


"Tapi kan aku gak tahu kalau sebenarnya bukan papah yang salah, aku gak tahu masa lalu mereka, kan aku belum lahir waktu itu," jawab Gea 


Gio memalingkan wajahnya, dia lelah kalau berbicara dengan saudaranya itu. Selalu aja ngeles, dia memang pintar mencari alasan maupun jawaban, mau itu mengenai pelajaran sekolah ataupun alasan seperti ini.


***


Siang itu mereka pun melakukan perjalanan untuk kembali ke kota asal. Mereka akan melanjutkan liburan di dalam kota saja, mencari beberapa tempat wahana yang dekat.


Selama sisa liburan mereka dihabiskan untuk liburan dirumah bersama keluarga, terkadang keluar rumah hanya untuk sekedar bermain basket, nonton di bioskop, belanja, dan hari-hari terakhir diisi dengan belajar untuk menghadapi tes masuk Sekolah Menengah Atas.


"Yang ini bukan pake rumus ini Gio!" Gea 


"Terus pake yang mana?" Gio


Ya… mereka belajar bersama untuk masuk ke sekolah yang sama. Meski nilai ujian akhir Gea bagus, tapi tidak dengan Gio, dan memang ada ujian tulis untuk masuk ke sekolah yang diinginkan Gea.


***


"Ge, gue kok grogi gini ya? Gue gak yakin bakalan masuk deh," keluh Gio saat sampai di depan gerbang sekolah SMA favorit itu.


"Gapapa, kita coba dulu, usaha dulu lah, masa nyerah sebelum perang..!" Gea menyemangati kembarannya yang tidak PD itu.


Mereka masuk, di sana sudah banyak siswa yang mengantri untuk memberikan formulir. Mereka langsung diarahkan memasuki ruangan khusus untuk melakukan tes tulis.


Gio merasa bersyukur karena telah berhasil mengisi semua soal, meski tidak yakin semuanya benar.


Mereka langsung pulang dan menunggu hasilnya besok pagi.


Semoga hasilnya sesuai dengan apa yang gue harapkan. pikir Gio

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2