Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Mengeluh


__ADS_3

Gea yang baru sampai dirumah, dia melihat nenek dan kakeknya sedang mengajak bermain Denada, meski masih berumur beberapa hari namun saking sayangnya, nenek dan kakek mengajak ngobrol bayi kecil itu meski tidak ada jawaban atau sahutan dari sang bayi.


Gea menghampiri mereka, mengucapkan salam dan mengecup punggung tangan mereka, Gea pun memeluk neneknya dengan erat, ya… dia merindukan pelukan hangat sang nenek, ingin bermanja-manja dengannya disaat kini dia merasa sedih, namun dia tidak bisa melakukannya karena dia kini sebagai Gio.


Nenek Hana melepaskan pelukan itu, "Gio, kamu udah pulang? Gimana sekolahnya?" 


"Iya Nek, hari ini kurang seru Nek karena Gea gak masuk." Gea


"Ya udah sana lihat adikmu dulu..! Kasian dia demam." Nenek Hana


Gio beranjak pergi dan melihat keadaan Gio, benar saja Gea melihat saudaranya terbaring di kasur.


Biasanya dia yang selalu gampang sakit, namun sekarang malah Gio yang merasakannya.


Gea mengecek suhu badan Gio dengan menempelkan telapak tangannya diatas dahi kembarannya itu. "Masih panas. " 


Gea mengganti air kompresan itu dengan yang baru dan mulai mengompres kening Gio, "seharusnya kita memang bertukar tubuh kembali, aku tidak mau kalau kamu merasakan sakit yang terlampau sering sepertiku, tapi bagaimana caranya?"


Gea pergi menuju kamarnya, berganti pakaian dan mulai makan siang. Sejak menjadi Gio perutnya menjadi sering terasa lapar. Sementara ibu, nenek , dan kakeknya masih berada didalam kamar melihat kegemasan sang adik bayi.


Nenek Hana dan kakek Baskoro melihat keadaan Gio yang sedang sakit dan pamit pulang.


***


Beberapa hari kemudian Gio akhirnya sembuh, sikembar akhirnya bisa pergi ke sekolah bersama lagi.


Gea senang melihat Gio sehat, dia menjadi lebih cerewet mengingatkan kakaknya untuk tidak terlalu memaksakan diri.


"Iya iya, Lo makin bawel sekarang," keluh Gio.


"Aku gak mau kalau kamu sakit lagi, kamu seharusnya tahu kalau badan aku memang gampang sakit kalau dipaksakan melakukan banyak aktivitas yang melelahkan..!" Gea


"Iya… " Gio


Tiba-tiba Cantika datang dan langsung menggandeng tangan Gea dengan tersenyum manis. "Selamat pagi Gio.."

__ADS_1


Gio yang asli menatap dengan ketidaksukaannya, ya.. setelah kejadian ditinggalkan waktu itu, Gio membenci Cantika, namun dia tidak tahu mengapa sekarang Gea dekat dengannya.


"Iya, pagi juga…," jawab Gea lalu melepaskan tangan Cantika, sebenarnya Gea juga tidak suka dengan gadis itu, namun sejak Gio sakit Cantika semakin menempel padanya dan Gea seakan mulai terbiasa.


Gio seakan marah sebagai seorang gadis yang sedang cemburu, dia berjalan cepat meninggalkan mereka berdua, sementara Gea ikut menyusul sang kakak dan meninggalkan Cantika sendirian.


"Hahaha, apa dia cemburu? Baguslah…," ucap Cantika dengan senyum kemenangannya.


***


Hari ini ada ulangan matematika, Gio yang baru masuk tentu saja kaget apalagi dia belum sempat belajar dan menyalin pelajaran yang tertinggal dari Gea.


Aduh, bagaimana ini? Keluh Gio dalam hatinya.


Gea yang juga lupa tidak memberitahu Gio sebelumnya, dia merasa bersalah, untuk pertama kalinya dalam hidup Gea, Gea bermain curang, setelah dia selesai dengan lembar jawabannya, dia menukar kertasnya dengan milik Gio dan mengisi jawaban kertas Gio yang kosong.


Setelah selesai, Gio bisa bernafas lega. "Nah gitu dong Ge.. makasih adikku yang can… eh tampan, hehe.." Gio 


Gea menatap kakaknya sekilas, dia seakan menyesali perbuatannya, ya.. dia tidak terbiasa berbuat curang seperti itu, namun apa boleh buat, jika dibiarkan maka nilainya yang jelek, nilai dengan nama dirinya sendiri.


Saat di kantin sekolah, Gio ingin sekali mengajak Lili bergabung, namun saat melihat Cantika bersama Lili, dia mengurungkan niatnya. "Ge, Lo jangan panggil Lili oke..! Gue gak mau Cantika ikut gabung, cuekin ja , pura-pura gak lihat..!" Bisik Gio ditelinga adiknya.


Gea mengangguk, meski sebenarnya dia merindukan Lili sahabatnya, dia juga kesal melihat Cantika yang menempel pada Lili, seakan dia cemburu melihat kedekatan sahabatnya yang direbut Cantika.


Namun tetap saja Cantika melihat keberadaan mereka dan menarik lengan Lili untuk bergabung di sana. Gio mengutuk Cantika dalam hatinya, dia benar-benar membenci gadis so polos itu.


Bahkan saat mereka les piano, Cantika begitu menempel pada Gea. Kalau saja dia tahu jika yang dia dekati itu Gea, lucu sekali… pikir Gio.


Gio yang tidak suka bermain piano, dia rasanya ingin segera pulang berbeda dengan Gea yang menikmati setiap apa yang diajarkan oleh sang guru, Gio memaksakan dirinya untuk bertahan karena dia berjanji akan selalu saling mendukung mereka. Peserta les piano kebanyakan wanita, hanya ada 3 lelaki saja yang ikut.


Karena Gio kesal, saat les itu berakhir, Gio langsung menarik tangan Gea, dan mengajaknya pulang duluan meninggalkan Cantika disana.


"Dasar cewek gatel, padahal Gio sepertinya lebih nyaman sama gue," guamam Cantika kesal saat melihat Gio dan Gea sudah jauh disana.


***

__ADS_1


Saat didalam mobil, Gea mempermasalahkan sikap Gio yang seperti itu, membuat Gio juga kesal dengan Gea.


"Ge, Lo jangan deket-deket sama dia, dia itu tak sepolos yang Lo kira..!" Gio


"Iya aku tahu dia pernah ngerjain kamu sampe hampir celaka, tapi kan dia tidak jahat sama aku Gio, dia main pianonya juga jago, aku bisa belajar banyak dari dia." Gea


"Hmm, terserah Lo aja deh, yang penting gue udah ingetin Lo ya!" Gio memalingkan wajahnya.


Sesampainya dirumah mereka tampak diam, Gita yang melihatnya pun kini harus mengurusi anak besarnya yang bertengkar itu.


Gita menghampiri Gea di kamarnya, "ada apa lagi dengan kalian? Berantem lagi?" 


"Biasalah Mah, nanti juga baikan lagi, Mamah gak usah khawatir, hehe… " Gea mencoba tersenyum dan tidak mau membuat ibunya banyak pikiran karena mengurus bayi sudah sangat melelahkan.


"Hmm, ya Mamah harap begitu. Oh iya papah kalian tidak akan pulang selama beberapa hari karena ada kerjaan diluar kota jadi kalian harus bantuin Mamah jagain Denada oke?" Gita 


"Iya Mah.." jawab Gea.


Gita beralih menghampiri Gio, anaknya itu mengeluh sudah tidak betah berlama-lama tinggal di badan kembarannya.


"Kalian tukeran kamar aja, kembali ke kamar kalian yang semula biar kalian merasa jadi diri sendiri, bagaimana? Lagian papah gak akan pulang selama beberapa hari ini," usul Gita yang ingin membuat mereka merasa lebih baik.


Gio nampak diam memikirkan sesuatu, bagus juga ide Mamah, lagian gue ingin tidur dikamar gue yang lama, disini serba pink, silau bener di mata. Pikir Gio


Mereka pun sepakat, dan malam itu mereka kembali ke kamar masing-masing, Gea yang merindukan pakaian miliknya yang serba pink, dia mengambil satu set baju tidur dan memakainya.


Saat Gea haus dan mengambil minum yang ada di dapur, ada Bi Mina disana yang sama dalam keadaan terbangun, namun Bi Mina keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya Bi Mina saat melihat majikan lelakinya memakai baju tidur perempuan.


"Den Gio… " Bi Mina.


"Iya Bi ada apa? Aku haus, aku hanya mengambil air minum saja karena air minum di kamar habis," jawab Gea yang bahkan tidak sadar dengan bajunya dan bergegas kembali ke kamarnya.


"Den Gio sejak kapan aneh begitu?" Gumam Bi Mina bergidik ngeri.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2