Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Mereka Kemana?


__ADS_3

Gita dan Reza sedang membakar ayam dan jagung di halaman belakang sore itu, sementara Denada sedang bermain dengan Bi Mina.


"Mamah, aku mau dong ayam bakarnya.., laper nih," keluh Gea mendekati sang ibu.


"Baru juga Dateng, eh langsung minta makan aja, hehe… kalian bawa apa?" Tanya Gita yang melihat mereka menenteng sesuatu.


"Ini buah strawberry Mah, aku petik tadi buat dibikin jus." Gea


"Mantep tuh Gio, yaudah kamu dan Gea bikin jus aja ya..! Biar pas ayam bakarnya matang dan jusnya pun sudah siap." Reza 


"Oke Pah." Gea dan Gio 


Malam itu mereka makan bersama, menikmati kebersamaan yang jarang mereka rasakan, meski ibu si kembar sedikit dibuat kerepotan oleh anak bungsunya namun Gita juga bisa menikmati liburan kali ini.


Setelah itu mereka melakukan permainan sederhana bertiga karena ibu si kembar harus menjaga dan menemani Denada.


Reza yang kalah terus menerus membuat dia jadi bahan tertawaan si kembar, tanpa diketahui sang ayah, Gea dan Gio selalu bekerja sama sehingga mereka selalu kompak dan menang.


Mereka kembar sih, tapi... apa hati dan pikiran mereka juga terhubung, seperti ada telepati gitu? pikir Reza bingung dengan wajah yang sudah hitam dengan arang yang dioleskan oleh si kembar ke wajah sang ayah karena kekalahannya.


Dari kejauhan ibu si kembar memotret moment itu dan menyimpannya di galery ponselnya.


***


Keesokan harinya si kembar membawa Denada bermain berkeliling sekitar rumah, mereka berjalan semakin jauh karena ingin menikmati pagi hari yang menyegarkan itu, cuaca tidak terlalu dingin karena sudah ada cahaya matahari yang muncul pagi itu.


Mereka tertarik saat melihat banyak para pekerja kebun teh yang sedang memetik daun teh dengan keranjang besar dipunggung mereka.


Gea yang ingin mencoba memetik daun teh, dia memberikan Denada pada Gio.


"Jangan lama-lama Ge..!" ucap Gio yang kini menggendong adik kecilnya.


"Iya," jawab Gea lalu berlari, dia begitu bersemangat.


"Dasar, cewek kota masuk Desa." Gumam Gio sambil tertawa melihat Gea berlari.

__ADS_1


"Nada…. Kamu kalau sudah besar jangan seperti kak Gea ya..!" Ucap Gio pada sang adik balita yang kemudian menatap Gea yang sedang pecicilan kesana kemari, bahkan kini dia menjerit karena tak sengaja memegang ulat.


Semua pekerja pun memperhatikan Gea, mereka kira ada ular yang membuat lelaki dihadapan mereka heboh, dan ternyata hanya ulat yang bahkan tidak berbulu.


"Biasalah, orang kota.. harap dimaklum..!"


"Lucu saja, laki-laki takut ulat sampai teriak begitu."


"Tapi dia tampan."


"Hus.. ingat kalian sudah bersuami..!"


"Hahahaha…,"


Mereka pun tertawa dengan masih memperhatikan Gea jauh disana karena Gea berlari dan terus berlari hingga badannya sudah sekecil semut dari pandangan mata Gio.


"Gue pulang aja deh, nanti juga c Gea balik sendiri," ucap Gio sambil menggendong Denada kembali ke villa.


Namun beberapa jam kemudian Gea belum kembali, membuat Gita khawatir dan menyuruh Gio mencari adiknya.


"Biarin aja lah Mah, Gio kan cowok, lagian ini masih siang, dia lagi main kali Mah..!" Reza yang mengira jika Gio yang belum kembali.


"Hmm, aku kebetulan mau keluar juga Pah, gapapa biar aku cari Gio sekalian, Mamah mau dibeliin apa?" Gio


"Gak usah, Mamah besok akan pergi ke pasar di daerah sini." Gita


Reza yang mendengar itu langsung melirik pada istrinya, "lalu Denada bagaimana?"


"Kan ada Bi Mina," jawab Gita dengan santai.


Padahal Reza berharap istrinya itu tidak perlu pergi berbelanja, biar bi Mina dan Pak Denis yang pergi ke pasar.


"Oh, oke." Jawab Reza dengan berat hati, dia tidak ingin ada pertengkaran suami istri disaat liburan meski itu pertengkaran kecil.


Hari sudah sore namun bukan hanya Gea, kini Gio pun hilang dan belum pulang. Pak Denis pun mencari si kembar namun tidak menemukan mereka.

__ADS_1


Gita mulai panik, dia menelpon ponsel kedua anaknya namun tidak ada jawaban. Ibu si kembar mondar-mandir menunggu kabar yang tak kunjung datang.


"Apa mereka diculik Pah?" Gita


"Hmm, jangan bicara yang enggak-enggak Mah..!, Gio bukannya nemuin Gea malah ikut hilang juga." Jawab Reza yang sebenarnya dia juga merasa khawatir.


Mereka memilih menunggu kabar dari Denis yang masih mencari keberadaan si kembar.


Tok


Tok


Tok


"Mungkin itu mereka, tolong bukain pintunya dong bi..!" Ucap Gita yang masih menyusui anaknya.


Ceklek


"Silahkan masuk Bu..!" Bi Mina


Ternyata yang datang adalah Bu Maya dan Pak Sanjaya, orang tua Reza.. membuat Gita menghembuskan nafas kasarnya karena yang datang bukanlah orang yang dia tunggu.


"Hmm..., kenapa sepertinya kedatangan Mamah tidak disambut dengan gembira?" Tanya Maya yang menggoda anak dan menantunya.


"Bukan begitu Mah, tapi kami lagi khawatir menunggu si kembar yang belum pulang dari pagi," Reza menjelaskan.


"Apa? Kenapa kalian masih disini? Ayo kita cari..!" Maya menjadi orang yang paling khawatir, dia bahkan mondar-mandir gak jelas.


"Pak Denis lagi mencari mereka Mah, kalau aku, ya.. nungguin istriku di rumah Mah, karena ada Denada juga kan yang perlu dijagain." Reza


"Bukannya biasanya juga kamu yang dilindungi ibu si kembar?" Maya


"Hmm, itu masa lalu Mah, aku tidak begitu sekarang," jawab Reza dengan cepat, karena sudah ada yang menemani Gita di rumah Reza berjalan menuju kamarnya untuk mencari jaket.


Ketika mereka berlibur selalu saja ada kejadian yang tak terduga, Reza yang sudah siap menyusul mereka, dia kini sudah didepan pintu, namun entah siapa yang mendorong pintu itu dengan tiba-tiba, membuat ayah tiga anak itu jatuh kebelakang.

__ADS_1


"Astaga, siapa sih? Pasti Denis, apa mau kau kupecat hari ini juga? Masuk rumah kan bisa ketuk pintu dulu..!" Teriak Reza tanpa melihat orang yang ada di depannya sekarang karena dia sibuk memegangi jidat dan pant@tnya yang sakit saling bergantian.


Bersambung…..


__ADS_2