Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Rencana


__ADS_3

"Sorry, gue yang salah, jadi gimana caranya kita membereskan masalah Lili dan Bianka ini?" Gio


"Hmm… sebaiknya kita bawa Lili paksa buat kita ajak bicara bertiga saja, sepulang sekolah aja."Gea 


"Ini namanya penculikan Ge." Gio


"Hahaha, gak lah Gio , ini bukan mencari keuntungan tapi kita mencoba menyelesaikan Masalah, udah kamu harus ikut rencana aku!" Gea


"Terserah Lo deh, tapi gue bingung besok ngadepin Lili kaya gimana," keluh Gio sambil menatap langit-langit kamar.


"Itu sih derita kamu ya,  hahaha… , " ledek Gea dan langsung melarikan diri secepat mungkin dari kamar itu, dia tidak mau kalau harus digelitik Gio terus menerus yang akan membuatnya tak tahan ingin pipis.


"Gea… ," teriak Gio saat melihat kembarannya lari secepat kilat.


***


Keesokan harinya, mereka akrab kembali , mereka saling sapa dan bercanda saat sarapan yang membuat pasangan suami istri itu merasa lega.


"Tuh liat..! Papah gak usah mengkhawatirkan anak-anak, mereka itu ya memang begitu, kadang akur dan kadang marahan." Gita


"Bukannya kemarin Mamah yang khawatir, hmm… ," Reza balik menyindir istrinya itu yang membuat Gita tersenyum.


Mereka berangkat sekolah bersama dengan pak Denis, di dalam mobil mereka menyusun rencana untuk menculik Lili.


Sesampainya di sekolah, Gea pergi ke kelas Gio yaitu kelas 9D, dia merasa merindukan kelas lamanya, lebih tepatnya dia merindukan sahabatnya Lili, saat dia baru sampai diujung pintu kelasnya, dia sudah mendapatkan sambutan yang menegangkan pagi ini dari Haikal.


Mereka mengagetkan Gea dibalik pintu.


"Kalian menyebalkan…," teriak Gea, dia lalu duduk di kursinya, membuka tasnya, mengeluarkan bukunya lalu belajar dengan serius.


"Apa gue tadi gak salah denger ya? Gue ngerasa Gio mengucapkan kalimat yang biasanya cewek yang mengatakannya, iya kan Brian?" Haikal


"Iya, pagi ini dia aneh ya? Apa setiap hari dia aneh? Atau malah kita yang aneh?" Tanya Brian kebingungan.


"Astaga, percuma gue ngomong sama Lo," Haikal merasa kesal lalu meninggalkan Brian untuk menyusul Gea yang sedang serius disana.


"Lo so rajin banget," ucap Haikal lalu duduk di kursi disebelah Gea.


"Hmm, bentar lagi kan ujian akhir, wajar kalau aku belajar, yang aneh tuh kalian, masih aja menyia-nyiakan waktu kalian." Gea


Haikal menelaah kata demi kata yang dikeluarkan Gea, dia memang mengerti nasehat yang dikatakan Gea dan membenarkan ucapan Gea , namun tetap saja itu aneh menurutnya.

__ADS_1


"Iya, gue akuin Lo sekarang banyak berubah, nilai Lo sekarang selalu seratus, nanti kalau ujian inget gue ya, inget kasih contekan sama gue, oke! Hehe …," Haikal


"Dasar … " Gea 


Pletak


Kepala Haikal terkena peluru ketapel Brian, membuat Gea tertawa karena seolah Brian mewakili apa yang akan dilakukannya pada Haikal.


"Hahahaha… ," Gea tertawa puas, sambil melihat mereka main kejar-kejaran, Haikal memang sepertinya tidak akan melepaskan Brian begitu saja setelah kepalanya merasakan sakit.


*


*


*


Di Kelas 9A , Gio merasa gelisah, dia melirik ke arah Lili, namun saat gadis itu menoleh maka Gio pun seolah membuang muka.


Gio merasa tak enak hati pada gadis itu, namun dia rasanya gengsi untuk meminta maaf terlebih dahulu.


Minta maaf gak ya? Tapi seharusnya kan dia yang minta maaf duluan karena kemarin udah ngerjain gue habis-habisan? Pikir Gio


Sampai akhirnya jam pulang tiba, Gio tidak berhasil berbicara satu kata pun kepada gadis itu.


***


Gea menunggu Gio dengan rasa tak sabar, dia memang ingin cepat menyelesaikan masalah Lili agar tidak berlarut-larut.


Hingga dia melihat sosok yang dicarinya datang.


"Kamu lama banget sih Gio, kemana aja?" Gea


"Aku dipanggil pak Agus tadi, buat izin kalau hari ini gue gak ikut latihan, kan Lo yang pengen gue ikut rencana Lo hari ini, aneh.." Gio 


"Oh, hehe .. yaudah cepetan kita ikuti kemana mobil Lili pergi!" Gea


"Ya kerumahnya lah Ge," jawab Gio dengan santainya.


"Aku juga tau, maksud aku kita ikuti siapa tau Lili mampir di suatu tempat dan kita bisa menculiknya." Gea


"Gue salut deh, ilmu penjahat Lo keluar juga, haha … " Gio 

__ADS_1


"Cukup ya becandanya, cepetan naik!" Gea kini memasang muka menakutkan pada saudara kembarnya itu.


"Oke." Gio


Cewek kalau marah memang nyeremin, pikir Gio 


Mereka akhirnya siap memasang mata mereka untuk memantau mobil Lili, Gea berdoa dalam hati agar hari ini mereka diberi kesempatan untuk bisa menculik Lili.


Untung saja Bianka hari ini tidak membawa Lili pergi untuk sekedar menemaninya dan membawakan barang belanjaannya, itu membuat rencana Gea berjalan.


Hingga mereka sampai di sebuah rumah yang sederhana dan yang jelas setahu Gea itu bukanlah rumah Lili.


"Rumah siapa ini?" Gea


"Rumah Lili lah, masa dia pulang ke rumah orang." Gio


"Ih Gio, ini itu bukan rumahnya Lili, aku sering kok pulang bareng sama dia nganterin dia pulang pas sopir nya telat jemput." Gea


"Terus itu rumah siapa?" Gio


"Hmmm, kamu malah mengulang pertanyaan aku Gio, menyebalkan." Gea


Sementara pak Denis yang mendengarkan pertengkaran mereka hanya melirik sekilas tanpa ekspresi, ya lelaki itu memang dingin dan datar.


Mereka menunggu sekitar setengah jam namun tidak ada tanda-tanda Lili keluar dari rumah itu, membuat mereka merasa lelah menunggu, tapi Gea tidak mau menyerah, dia membiarkan Gio yang mengomel sedari tadi minta pulang.


Hingga dimana Gea melihat Lili dan kedua orang tuanya keluar dari rumah dan berdiam di teras rumah, mereka sepertinya sedang berbincang-bincang.


"Baju mereka, baju santai kok, bahkan Lili sudah berganti pakaian, apa mungkin?" Gea


"Mungkin apa? Kita pulang aja yu, lagian gue juga laper nih, cuma mantengin rumah itu doang, ini perut terlantar, udah bunyi minta diisi," Keluh Gio.


"Sebentar Gio, aku lagi mastiin sesuatu, sebentar aja..!" Gea


"Tuh, itu bi Tukiyem," Gea menunjuk ke arah wanita dengan daster bunga, wajahnya yang nampak lelah yang sedang membawakan minuman itu, membuat Gio menoleh.


"Siapa lagi bi Tukiyem? Gea Gea, kesabaran gue mulai abis nih, ayo kita pulang!" Gio


Tukiyem, Tukiyem. Batin Gio mengeluh


Bersambung. ….

__ADS_1


__ADS_2