
Keesokan harinya Gea sarapan dengan masih menggunakan baju pink nya itu.
"Ge, walau sarapan sebaiknya kamu ganti baju dulu dong, gak enak liatnya, masa makan masih pake piyama gitu, udah gitu gak cocok di badan kamu yang sekarang," keluh ibu si kembar.
"Tapi aku masih betah Mah, baju ini tuh baju yang paling nyaman, baju kesayangan aku Mah," jawab Gea.
Bi Mina yang datang mengantarkan teh manis hangat itu terkejut untuk yang kedua kalinya, dia pikir semalam dia salah lihat tapi ternyata memang benar jika majikan lelakinya memakai baju perempuan.
Begitupun Gio yang berniat sarapan dia tak kalah terkejutnya sama seperti bi Mina. Ini anak apa-apaan sih? mentang-mentang gak ada papah dia seenaknya begitu, Kan nanti dipikirnya gue laki-laki jadi-jadian. Batin Gio saat melihat Bi Mina yang menatap aneh pada Gea.
Gio duduk dengan kesal, dia ingin segera memarahi adiknya namun masih ada Bi Mina disana.
"Bu, itu beneran Den Gio? Kok bajunya aneh?" Tanya bi Mina pada Gita.
Sontak ibu si kembar baru sadar kalau ada orang lain diantara mereka. "Hahaha… biasalah Bi, mereka lagi tukeran kamar sama tukeran baju, mereka lagi dihukum Bi, karena bertengkar terus," Gita terpaksa berbohong.
"Oh gitu toh…" jawab Bi Mina yang tampak masih bingung namun memilih pergi karena masih banyak pekerjaan dibelakang.
"Astaga Gea, tuh kan bi Mina aja sampe mikir yang enggak-enggak. Kamu ngapain pake baju itu?" Gio menatap Gea dengan kesal.
"Sayang aja lah baju ini udah gak pernah dipake lagi, nanti keburu kecil dan gak muat." Gea
"Tapi kan, tanggapan Bi Mina, gimana kalau aku dianggap lelaki setengah-setengah?" Keluh Gio.
"Hahahaha.. kan kamu memang setengah laki dan setengah perempuan," jawab Gea apa adanya karena pertukaran tubuh mereka.
Gio yang kesal, berusaha mengejar Gea yang berlari menghindar, pagi ini suasana rumah sudah berisik, Gita menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak kembarnya itu.
***
Hari ini libur sekolah, Gea dan Gio bergantian menjaga adik bayinya, Gea juga sudah berganti pakaian menggunakan baju Gio, sementara Gio lebih nyaman dengan baju-baju di kamarnya.
Namun Bi Mina masih saja melihat dengan tatapan anehnya saat melihat akhir-akhir ini nona mudanya memakai pakaian lelaki, Biasanya non Gea selalu tampil cantik dan anggun kenapa jadi seperti ini ya? kenapa keluarga ini jadi aneh, apalagi Den Gio. Batin Bi Mina.
Ibu si kembar yang lelah begadang akhirnya bisa tertidur di siang hari dengan menitipkan anaknya pada bi Mina dan si kembar, sementara pekerjaan rumah dikerjakan oleh asisten rumah tangga yang lain. Dia juga menyimpan stok ASI di lemari es sehingga tidurnya tidak terganggu.
Saat jam menunjukan pukul 2 siang bi Mina memberitahu jika ada Tante dan om sikembar, benar saja ternyata ada om Angga dan juga Tante Nisa, mereka datang bersama anak bungsunya yang berusia 6 tahun sekarang.
"Tante….," Teriak Gea yang hendak memeluk Nisa namun dengan segera Gio menarik tangan adiknya itu, "hmm… gak enak kan masa sama Tante Nisa main peluk-peluk aja Gio!" Bisik Gio ditelinga Gea dengan mengucapkan nama Gio penuh penekanan agar dia sadar kalau dia bukan Gea yang bisa memeluk tantenya seperti dulu.
__ADS_1
"Eh Gea , Gio … mamah kalian mana?" Tanya Nisa.
"Iya, mamah kalian mana? Apa dia lagi malas-malasan?" Tanya Angga yang memang sudah biasa saling mengejek dengan Gita sang adik.
"Hus… Mas jangan gitu dong..!" Ucap Nisa menyenggol lengan suaminya.
"Hehe .. om mau lihat adik kalian dong, dimana kamarnya?" Tanya Angga pada si kembar.
Mereka pun membawa om dan tantenya ke kamar ibunya, keponakan mereka juga ikut serta. Namun disana hanya ada Denada dan Bi Mina, karena Gita tidur dikamar Gea dengan nyenyaknya.
Tente Nisa melarang sikembar membangunkan ibunya, mereka memilih menunggu sampai Gita bangun.
Angga begitu asyik mengajak main bayi itu, begitu pula dengan Nisa yang ingin sekali menambah momongan lagi. Sementara si kembar keluar kamar bersama keponakannya untuk mengajak main keponakannya itu yang bernama Reno.
Ternyata anak lelaki itu suka jahil seperti ayahnya Angga. "Kak Gio aku ingin digendong, aku ingin naik ke punggung kakak." Ucap Reno
"Kamu kan sudah besar Reno, udah berat," keluh Gea yang enggan menggendong anak itu.
Namun Reno menjatuhkan mainannya, membuat Gea harus mengambilnya dan saat itu pula Reno naik ke atas punggung Gea minta digendong.
"Hahaha, gendong aja paling cuma 5 menit minta turun lagi..!" Ucap Gio sambil tertawa menatap Gea.
Gea pun menggendong Reno berkeliling rumah, sementara Gio hanya menunjukan beberapa bagian rumah pada anak itu serta mengajaknya bercanda.
Dut…
"Hehe… maafin Reno ya..!" Ucap anak itu sambil tersenyum.
Gea yang menggendong pun langsung berjongkok berniat menurunkannya karena Gea merasa hidungnya telah terkontaminasi oleh bau kentut Reno. Namun anak lelaki itu tampaknya tidak mau turun, dia tidak mau melepaskan tangan yang melingkar di leher Gea, semakin dipaksa makan tangan itu melingkar semakin kuat, membuat leher Gea sakit dan tidak bernafas.
"Oke baiklah 5 menit lagi ya?" Tanya Gea, dan anak lelaki itu pun berkata iya sambil tersenyum lagi. Anak ini manis juga kalau lagi tersenyum, aku tak bisa marah padanya meski dia nakal, ah .. dia menggemaskan. Batin Gea
Gio hanya tertawa melihat penderitaan adiknya itu, "Gio , gantian dong!" Keluh Gea yang sudah lelah.
Namun ternyata Reno ingin berenang, dia mengajak Gea untuk menemaninya. Akhirnya ini anak turun juga. Batin Gea
Baru saja Gea menurunkan anak itu, tiba-tiba Gea didorong dan langsung tercebur ke kolam.
Byur…..
__ADS_1
"Hore kita belenang bersama," ucap Reno yang kegirangan, namun anak itu nampak diam dan berjongkok di pinggir kolam.
"Kak Gio, ini pasti dalam, aku gak bisa belenang, gak jadi deh, ayo kak Gea kita masuk ke dalam..!" Ajak Reno pada Gio membuat Gio tak kuasa menahan tawanya karena melihat Gea dikerjai anak kecil.
Sementara Gea yang kesal, dia segera keluar dari kolam renang, dia mandi dan berganti pakaian, dia ingin marah namun tak bisa saat melihat senyuman anak kecil itu.
Nampaknya om dan tante si kembar hendak pamit pulang, mereka tidak bisa menginap karena memiliki keperluan penting lainnya.
Gita mengucapkan salam perpisahan dengan memeluk sahabatnya Nisa.
Nisa memberikan buku komik yang dulu pernah dibaca Gita, dia juga memberikan beberapa buku yang lain, karena Nisa berpikir sahabatnya itu suka membaca buku komik dan buku cerita lainnya.
"Makasih ya Nis, kak Angga kenapa tidak menginap saja?" Tanya Gita
"Lain kali saja ya, pasti kalau ada waktu luang lagi kami main kesini lagi." Angga
Mereka pun pergi bersama Reno yang telah membuat si kembar kewalahan selama seharian. Mereka akhirnya bisa bernafas lega.
"Mah itu apa?" Tanya Gea
"Ini buku komik yang sempat mamah ceritain itu." Gita
"Wah, aku pinjam dong Mah? Tapi aku gak akan masuk ke dalam sana kan?" Tanya Gea yang sedikit takut.
"Entahlah, sepertinya tidak." Gita
"Aku pinjam ya Mah?" Tanya Gea.
Gita mengangguk, Gea mengajak Gio untuk membaca komik itu bersama dikamarnya.
"Lo gak takut nanti masuk ke dunia komik kaya mamah? Itu kan buku ajaib," ucap Gio yang enggan membaca karena takut. Jangan sampai gue sudah bertukar tubuh dan harus ditambah dengan terjebak di dalam komik.batin Gio
"Kayaknya aman deh, bukannya mamah udah menyelesaikan misinya? Udah gak usah parno Gio!" Ucap Gea yang kemudian menarik lengan Gio dan duduk di sofa kamarnya untuk membaca komik itu bersama.
"Kamu siap Gio?" Tanya Gea yang memegang jilid buku itu dan bersiap membuka halaman pertama.
"Hmm…," Gio sebenarnya gugup, namun dia tidak mau menunjukkannya, dia mengangguk kecil.
Bersambung ….
__ADS_1