Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Putih Bedak


__ADS_3

Gio dibiarkan terlentang, dia diikat dari mulai kaki dan tangannya, mulutnya pun ditutup kain, dia pasrah karena tidak bisa bergerak. Kemudian Gio dibuat posisinya menjadi duduk oleh mereka si bayangan hitam, keadaan rumah memang gelap, sehingga yang Gio tidak bisa melihat wajah mereka, mereka juga memakai penutup kepala.


Gio dibiarkan sendirian di sana, setelah beberapa menit berlalu dia merasakan jika ada satu korban lagi yang duduk disampingnya. Apa ini Gea? Atau Mamah? Ayu bi Mina? Sebenarnya para penjaga diluar rumah pada kemana sih? Kesel gue.


Seseorang di samping Gio yang sama diikat, sepertinya memberontak terus menerus, bahkan kepalanya membentur kepala Gio, Gio kesakitan jika Gio tidak dibekap, dia pasti sudah memaki seseorang disebelahnya itu.


Astaga, lengkap sudah penderitaan gue. Ini pasti Gea, dia kan emang gak bisa diem orangnya. Batin Gio


Ingin rasanya Gio berteriak, namun tidak bisa. Dia khawatir dengan ibu dan adik bayinya, dia hanya bisa berdoa dalam hati supaya mereka baik-baik saja.


Tiba-tiba lampu rumah menyala dan…


*


*


*


"Surprise ….. " semua orang berteriak kompak, mereka bahkan tertawa melihat Gea dan Gio dalam keadaan diikat duduk di sofa, mereka menggeliat seperti ulat.


"Happy birthday to you..," Gita mulai bernyanyi tanpa membuka ikatan si kembar.


Si Kembar yang tadinya bingung, takut, dan cemas kini tahu jika ini hanyalah rencana ayah dan ibunya saja. Antara kesal, marah, terharu, bahagia semua bercampur jadi satu, ingin marah namun tidak bisa, mereka benar-benar melupakan hari ulang tahu mereka sendiri.


Mereka terus menggeliat, ingin ayah dan ibunya mengerti bahwa mereka ingin tali pengikatnya dibuka, namun bukannya menolong, Gita malah terus tertawa, begitu pun dengan Reza, Bi Mina, pak Denis, Pak Beni, Mang Ujang, dan yang lainnya.


Si Kembar seperti hiburan untuk mereka semua, hingga akhirnya Reza membuka tali itu karena dia sudah lelah tertawa sampai perutnya sakit.


"Papah…. Kenapa baru dibuka sih?" Keluh Gea.


"Jadi gak mau nih? Ya udah papah ikat lagi." Reza

__ADS_1


"Jangan dong Pah!" Gea


Gea pun terlepas, dia langsung membuka ikatan Gio saudara kembarnya yang sama-sama dalam keadaan tak berdaya.


"Aku gak ingat kalau ini hari ulang tahun kita, aku pikir ada pencuri, Papah pulang juga tiba-tiba, benar-benar rencana yang matang dan gokil, iya kan Ge?." Gio 


"Bener, aku hampir tak bisa mengontrol rasa takutku, aku kira aku benar-benar diculik," ucap Gea kesal.


"Maaf deh, ini rencana Mamah kalian, salahin aja Mamah kalian..!" Ucap Reza yang tak mau disalahkan.


Gea dan Gio menghampiri sang ibu, namun mereka bukannya marah, mereka malah memeluk sang ibu, membuat Reza iri dan ikut berpelukan dengan mereka.


Suara tepuk tangan pun terdengar, ya… Bi Mina dan yang lainnya bertepuk tangan melihat majikan mereka yang sedang berbahagia.


Mereka melepaskan pelukan itu dan mulai merayakan acara ulang tahun si kembar, waktu menunjukan pukul 00.30, mereka bernyanyi dan melakukan permainan sederhana, membuat Reza yang kalah banyak itu kini berwajah putih karena dipakaikan bedak oleh yang lainnya.


Acara itu penuh canda tawa sekarang, Gita memilih membubarkan diri terlebih dahulu karena khawatir dengan Denada, sementara Gea dan Gio tertidur di kamar mereka karena mengantuk dan ingat kalau besok mereka harus pergi ke sekolah.


"Kita ngalah aja lah, dibedakin sekali gapapa, aku ngantuk..!" Bisik bi Mina ditelinga mang Ujang.


Namun ego lelaki memang tinggi, Bi Mina memilih mengalah dan tidur lebih dulu, sementara para lelaki masih betah bermain sampai bedak Denada habis 2 botol besar. Bisa dibayangkan bukan badan mereka seputih apa, hehe ..


***


Saat Gita terbangun pukul 5 pagi, Gita begitu syok melihat para lelaki di tengah rumah, wajah mereka bahkan tidak terlihat karena semuanya putih.


Ya ampun, mereka benar-benar menikmati pestanya. Batin Gita


Ibu si kembar itu pun mencoba membangunkan suaminya, setelah itu Reza menyuruh yang lainnya untuk kembali ke kamar mereka masing-masing, bahkan tidak ada yang berjaga di depan rumah karena mereka semua bermain sepanjang malam dan tertidur di sana.


Gea dan Gio bangun saat alarm mereka berbunyi, mereka ingat kalau hari ini mereka harus sekolah, namun mata mereka yang masih tak sanggup untuk terbuka lebar membuat mereka tertidur lagi.

__ADS_1


Gita yang sadar jika pagi ini belum melihat si kembar sarapan, dia bergegas membangunkan mereka, membuatkan mereka bekal makanan untuk dimakan di dalam mobil.


"Aku masih ngantuk, apa hari ini kita bolos saja ya Gio?" Ajak Gea yang tidak bersemangat itu.


"Ish .. sejak kapan kamu jadi pemalas?, udah kita sekolah aja, nanti juga ada saatnya kita libur." Gio 


Akhirnya Gea memilih tidur di bahu Gio hingga mobil itu sampai ke sekolah.


"Ge bangun! Kita udah sampe nih," ucap Gio sambil menggoyangkan bahunya keatas dan ke bawah.


"5 menit lagi…" Gea 


"Astaga, ini bukan di kasur Ge, ini di mobil dan kita sudah sampai di sekolah," Gio berteriak tepat ditelinga Gea, membuatnya langsung terbangun.


"Gio .. telingaku sakit tau..!" Gea pun berteriak tak kalah berisiknya.


Mereka turun dari mobil, Gea berpegangan pada Gio karena dia masih mengantuk dan berjalan sempoyongan. Semua mata memandang ke arah mereka, Gea… Lo malu-maluin aja.


Gio berjalan semakin cepat karena ingin cepat sampai, membuat Gea kewalahan mengikuti langkah Gio dalam keadaan mengantuk, hampir saja Gea jatuh, untung masih bisa ditahan oleh Gio.


"Kasian juga ni anak, yaudah gue jalan pelan deh." Gumam Gio pelan.


Untunglah Gio bertemu Lili, dia bisa membantu membawa Gea sampai ke kelas.


"Kalian habis ngapain semalaman sampe Gea ngantuk berat gini? Apa kalian gak mandi? Kalau mandi kan biasanya seger tuh." Lili


"Hehe .. nggak, kita kesiangan." Gio


"Ya ampun, berarti ini cuma wangi parfum aja, dasar…," protes Lili.


Hingga akhirnya mereka sampai di toilet, "kenapa kita malah belok kesini Li?" Tanya Gio heran.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2