Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Dijebak


__ADS_3

"Ini aku Bianka, aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku dimasa lalu, sungguh aku merasa tidak tenang jika terus mengingat kejadian itu, aku hanya ingin mendengar bahwa kamu memaafkanku, meskipun aku tahu kamu pasti masih sangat membenciku." Bianka


"Hmm, coba kamu ulangi lagi Bianka..!" Pinta Gio, karena dia ingin Gea pun mendengarnya.


Setelah Gea mendengarkan apa yang diinginkan Bianka, dia mengangguk pada Gio.


"Hmm, iya aku memaafkanmu, dan kamu tidak boleh mengulanginya lagi..!" Gio


"Benarkah? Terimakasih ya Ge…, aku janji aku akan berubah dan aku bukanlah Bianka yang dulu, aku menyesali semuanya." Bianka 


Saat telepon itu ditutup oleh Gio, dia mulai menatap Gea "apa Lo yakin mau maafin dia? Kalau dia cuma akting gimana?" 


"Iya aku udah maafin dia kok, kalau dia masih sama memperlakukan aku tidak baik, ya… aku lawan lah, aku bukan Gea yang dulu lagi,  kalau perlu akan kubuat dia pingsan dengan cincin ini," ucap Gea yang menunjukan cincin pemberian ibunya.


Gio tersenyum, dia lega karena sekarang adiknya lebih berani.


***


Di akhir pekan, Gio dan Gea mengadakan acara kumpul-kumpul bersama Haikal, Brian dan Lili, mereka berkumpul di cafe terdekat lalu memilih untuk menonton di bioskop.


Kali ini si kembar mendapatkan kebebasan, mereka menikmati hari libur tanpa ada pengawal, mereka pergi berdua dengan motor milik Gio.


Setelah acara nonton selesai, mereka mampir ke taman kota, mereka cuma bercanda, menikmati sore hari ditemani beberapa cemilan dan minuman.


Haikal yang selalu menghibur dengan kelakuan nyelenehnya itu mampu membuat suasana ramai.


"Gimana sekolah kalian? Pasti membosankan, hanya belajar dan belajar," tanya Brian.


"Haha, ya waktu kita paling banyak untuk belajar dan sisanya baru main, pasti kalian kebalikannya?" Tanya Gio sebagai Gea.


"Tau aja Lo, haha… kita masih sama dan belum berubah, sementara Gio sudah berubah, Lo masih mau jadi pembalap jalanan yang hebat dan terkenal?" Tanya Haikal pada Gio.

__ADS_1


Gea yang tidak tahu harus menjawab apa, dia nampak diam.


"Huss… kalian jangan mempengaruhi Gio!, cita-cita gio sudah berubah, dia mau jadi dokter dan menolong banyak orang, iya kan Gio?" Tanya Gio pada Gea, dia juga mengedipkan sebelah matanya, sementara Lili hanya tersenyum melihat tingkah mereka yang lucu saat bertukar tubuh.


"Ah gue gak percaya," ucap Brian.


"Hmm, iya gue mau jadi dokter, tapi gimana kedepannya lah, lihat aja nanti." Jawab Gea yang mewakili Gio.


"hahaha, gue gak yakin," jawab Brian yang hanya sekedar bercanda itu.


Karena hari mulai gelap, mereka berniat pulang, mereka berpisah karena arah jalan pulang yang berbeda-beda.


Gita bahkan sudah menelpon si kembar beberapa kali karena main terlalu lama, membuat si kembar juga ingin segera pulang karena tidak mau membuat ibunya khawatir.


Namun entah mengapa tiba-tiba ban motor Gio bocor, Gio dan Gea  terpaksa mendorong motor hitam itu dan mencari bengkel terdekat.


"Kenapa Dek motornya?" Tanya seseorang.


"Kayaknya bocor Pak," jawab Gio.


"Oh, iya Pak makasih ya." Gio


Lelaki itu mengangguk, setelah si kembar pergi dia menampilkan senyuman misteriusnya.


Motor itu pun dibelokkan, Gio dan Gea terkejut saat melihat sudah banyak orang berbaju hitam mengepung mereka, Sepertinya kita dijebak. Batin Gio 


Gea tampak ketakutan, dia memegang jaket Gio dengan keadaan gemetar. Sementara para pria dewasa di depan mereka malah tertawa puas melihat ketakutan di mata Gea.


"Jangan takut Ge, kan ada gue, Lo pake dong kekuatan cincin Lo..!" Ucap Gio pelan.


Namun kegugupan Gea seakan membuatnya bingung, dia malah terus bersembunyi di belakang punggung Gio karena melihat banyaknya lawan mereka, jika satu atau dua sih Gea masih berani, tapi ini banyak lebih dari 10 orang ditambah tampang mereka juga sangat menyeramkan, banyak tato, tubuh kekar dan kulit mereka berwarna hitam.

__ADS_1


"Aku takut," keluh Gea.


"Aku bakal jagain kamu Ge," Ucap Gio meyakinkan adiknya itu.


Perkelahian pun tak bisa dihindari, namun karena kalah jumlah, Gio menyerah dan mereka pun dibawa pergi oleh mereka.


"Kalian mau bawa kita kemana hah?" Teriak Gio.


"Berisik..! Cewek memang cerewet," ucap salah satu dari mereka , karena berisik akhirnya keduanya pun dibius.


Gea dan Gio diletakan di sebuah ruangan yang kotor, gelap dan sangat berdebu, mereka belum sadar, para penculik pun pergi dengan mengunci pintu besi itu.


***


Sementara ditempat lain, Gita yang panik setelah mendapatkan foto si kembar yang diikat, dia langsung menelpon suaminya yang sedang keluar menemui ayah mertuanya.


"Pah, Gea dan Gio diculik, gimana dong? Mereka minta tebusan uang," Gita bicara dengan cepat karena panik.


"Apa? Mamah jangan bercanda deh, gak lucu tau..!" Jawab Reza yang tak percaya dan mengira dia hanya dikerjai sang istri.


"Beneran Pah, oke Mamah kirim fotonya sekarang." Gita


Tut.. (sambungan telepon pun terputus )


Setelah melihat foto itu, Reza juga memperlihatkannya pada ayah mertuanya Baskoro dan tak berselang lama penjahat itu juga menghubungi Baskoro dan mengancamnya.


"Gimana Pah?" Tanya Reza.


"Sepertinya saingan bisnis Papah, kita coba lacak saja keberadaan mereka." Baskoro


Mereka berdua pun menyusun rencana agar bisa menyelamatkan Gea dan Gio tanpa harus mengorbankan perusahaan Baskoro yang sudah dia bangun sejak lama, penculik itu tidak tanggung-tanggung meminta semua harta keluarga Baskoro.

__ADS_1


Sepertinya dia ingin melihat keluargaku menderita dan jatuh miskin, tidak akan pernah aku biarkan. Batin Baskoro


Bersambung…


__ADS_2