Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)

Si Kembar Yang Bertukar Tubuh (Gea&Gio)
Akting


__ADS_3

"Lo apa-apaan sih Ge?" Tanya Gio dengan nada tidak senang.


"Bukannya kamu mau semua orang menganggap kita pacaran, aktingku bagus bukan? Hehe…," tanya Gea dengan tersenyum.


"Ini berlebihan Ge, gue ngerasa risih tau gak? Masa tali sepatu aja sampe Lo benerin juga, gue jadi inget drama Korea yang Lo puter di kamar, kalau mereka sih so sweet, kalau Lo ngelakuin itu sama gue? Hmm…," ucap Gio.


"Hahaha, kita juga so sweet." Gea


"Sudahlah, aku mendadak sangat lapar, pesankan aku nasi goreng dan juga es jeruk!," Perintah Gio dengan seenaknya, dia benar-benar kesal dengan tingkah kembarannya yang berlebihan tadi.


"Baiklah sayang…," ucap Gea dengan mesra pada Gio, membuat semua mata tertuju pada mereka.


Gio mengambil buku menu di meja dan langsung menutupi wajahnya dengan buku itu, dia merasa sangat malu.


Gea, Lo keterlaluan. Batin Gio


Gadis itu kembali menemui kembarannya, duduk dengan santai disana meski banyak mata memperhatikan mereka. saat makanan datang, Gea mulai berulah lagi.


"Hmm, mau aku suapin sayang?" Tanya Gio dengan tatapan penuh damba, seketika membuat Gio langsung mengambil piringnya dan menyuapkan nasi goreng itu sesuap demi sesuap dengan sangat cepat agar Gea tidak bisa menyuapinya.


Gea tak kuasa menahan tawanya melihat Gio nampak kesal karena sikapnya.


Ternyata Gio lucu juga ya? pikir Gea


***

__ADS_1


Cantika kembali ke kelas dengan wajah kesal, dia menghampiri Lili disana, duduk di sebelah gadis itu.


"Li, kamu kenapa bohongin aku, aku liat Gea dan Gio bermesraan di kantin, katanya mereka saudara, mana mungkin so sweet begitu?" Tanya Cantika dengan nada biasa, sebenarnya dia ingin memaki Lili namun dia tahan sebisa mungkin.


"Benarkah? Kamu kali yang salah, aku kan temenan sama mereka sudah lama sejak SMP, oh iya kemarin Gea cerita katanya dia ditinggalin sama kamu, dia hampir celaka karena disana ada dua kelompok anak sekolah yang tawuran, apa benar begitu?" Tanya Lili.


Sontak Cantika panik, dia tidak tahu harus beralasan apa hingga dia menjawabnya asal, "emm.. kemarin aku mencarinya tapi tidak ada , aku juga takut pas lihat banyak yang tawuran, aku pulang aja karena ku pikir Gea juga sudah pergi dari sana."


Hmm, alasan. Batin Lili 


Cantika mengalihkan pembahasan itu dengan mengatakan kalau dia ingin pergi ke toilet.


Lili pun pergi ke kantin untuk menemui dua sahabatnya, sesampainya disana dia melihat Gio yang kekenyangan, dia duduk sambil menepuk-nepuk perutnya.


"Gio jangan gitu dong! Kamu harus bersikap anggun layaknya perempuan cantik sepertiku..!" Perintah Gea.


"Hahaha, cantik-cantik ko jorok," ucap Mirna yang sengaja melewati meja mereka.


Namun Gio tidak merasa jika Mirna menyindirnya, dia mengabaikan gadis menyebalkan itu sampai membuat Mirna semakin kesal.


"Udah jorok eh tuli pula, haha…," Mirna mulai mengejek lagi.


Namun Gea juga merasa kesal melihat Gio diperlakukan seperti itu.


"Pergilah! Mau dia jorok mau dia tuli kek, tapi menurutku dia tetap lebih baik dari kamu." Ucap Gea.

__ADS_1


Mirna pergi dengan rasa kesal, dia merasa sakit hati karena yang lelaki yang dia sukai selalu membela Gea. Bahkan Mirna berpikir jika Gea memakai guna-guna sehingga Gio begitu menyukainya meski Gea memperlihatkan sifat jeleknya.


Sementara Lili bertepuk tangan lalu bergabung dengan mereka berdua.


***


Saat semua siswa hendak pulang, semua guru di setiap kelas memberikan selembar kertas kepada murid kelas 10.


Kertas itu adalah formulir pendaftaran untuk ekstrakurikuler yang akan mereka ikuti. Setiap siswa diharapkan mengikuti salah satu dari kegiatan itu, dan diperbolehkan memilih lebih dari satu kegiatan.


Gio dan Gea memandang kertas itu dengan tatapan bingung, mereka sedih karena mereka tidak bisa mengikuti kegiatan apa yang mereka inginkan.


Sesampainya di rumah mereka langsung berganti pakaian dan pergi mengunjungi ibu dan adiknya.


Di Dalam mobil pun mereka tampak diam, jika biasanya Gea cerewet, tapi kali ini dia nampak berbeda.


"Kalian kenapa?" Tanya Gita yang merasa heran melihat kedua anaknya sama-sama murung. si kembar sudah Samapi di Rumah Sakit dan kini berada dikamar ibunya.


"Aku gapapa Mah," jawab Gea.


"Kalian jujur aja, kalian kenapa?" Tanya Gita lagi.


Gea memberikan selembar kertas pada ibunya, Gita semakin heran, saat membaca formulir itu Gita belum menyadari apapun.


"Memangnya kenapa? Tinggal diisi aja kan? Mamah selalu mendukung apa yang kalian mau, isi aja.. jangan takut kalau Mamah atau papah marah, Mamah pasti setuju kok..!" ucap Gita sambil tersenyum, namun si kembar masih saja lesu.

__ADS_1


Astaga, mereka kenapa sih? Batin Gita.


Bersambung....


__ADS_2