
Hari ini adalah hari yang dinantikan oleh Shakira serta semua karyawan Three Sibling's Corp. Yaitu hari Sabtu dan Minggu. "Weekend timee!!", teriak Shakira menggeliat diatas tempat tidur empuknya.
Saat itu jam menunjukkan pukul 7.30 pagi. Setelah berjibaku dengan pekerjaan, Shakira bermaksud memanjakan diri selama 2 hari ini.
Ketika hendak melangkahkan kaki menuju kamar mandi, terdengar Nola memanggilnya dari luar kamar.
"Ya Nola..masuk aja", sahut Shakira dengan handuk melingkar di pundaknya, siap-siap mandi.
"Shakira, maafkan saya mengganggu sepagi ini, Tuan Muda tadi sempat kemari mencarimu. Dia berpesan pukul 9 nanti, dirimu sudah harus siap untuk pergi menemaninya ke suatu tempat".
Mendengar ucapan Nola, bibir Shakira terbuka lebar sembari menepuk jidatnya "Gagal maning deh ahhhh!!! Mau me time nih, Nola huhuhuhu".
Melihat reaksi Nona Mudanya, mau tidak mau Nola menahan senyum kemudian permisi keluar.
"Nolaaa dia ada bilang gak sih mau ngajak kemana??", teriak Shakira.
Hanya dengan menyembulkan kepalanya di pintu, Nola menggelengkan kepala sambil tertawa.
"Selamat bersenang-senang ya Nona Muda ku", goda Nola kemudian menghilang.
"Aduhh sial banget sihh", sambil menatap kaca dikamar mandi, Shakira merutuki dirinya sendiri.
Entah mau dibawa kemana oleh Benjamin, Shakira pun bingung memilih pakaian yang akan digunakan.
"Duh susah banget entar salah kostum lagi kan bisa malu aku, Nola!?!" omel Shakira kepada asistennya.
"Sini saya yang pilihkan, Nona Shakira tersayang...", sahut Nola seraya memilah-milah baju yang pantas dikenakan saat bersama Tuan Mudanya. Nola pun tidak mengetahui rencana Tuan Muda hari ini.
Akhirnya, jam 9 tepat, terdengar suara Benjamin di ruang tamu. Sedang berbincang-bincang dengan Bik Ima.
Tak ingin membuat Benjamin menunggu lebih lama, Shakira pun bergegas keluar dan menemuinya."
Bagaimana penampilanku? Aku tidak salah kostum kan?" tanya Shakira sambil berputar-putar dihadapan Benjamin.
Yang ditanyapun hanya diam dengan alis terangkat satu, tanpa bisa di perkirakan apa yang ada di pikirannya.
"Ayolah kita berangkat, ini sudah sangat terlambat", tanpa memperdulikan pertanyaan dan tatapan Shakira.
Saat ini mereka sedang berkendara dijalanan. Karena hari ini adalah penghujung minggu bisa dipastikan jalanan cukup lengang tidak seperti hari-hari kerja biasanya.
"Aku tau kamu adalah atasanku, tapi satu mobil seperti ini terus diem aja gak ada yang bicara, kepalaku mau migrain loh..", ucap Shakira memecah kesunyian.
"Hmmm..aku lagi fokus menyetir", jawab Benjamin sekenanya membuat Shakira geregetan.
__ADS_1
"Ini kamu maunya kemana sih? Gak fair dong tiba-tiba merintah orang harus menemani setelah itu didiemin. Emang aku tembok ya?!" omel Shakira kemudian membuang muka keluar jendela.
"Gak usah ngambek, tar bunganya rontok", sindir Benjamin sambil menggodanya.
"Aduhhh bos aku ini gak lucu banget kalo ngelawak yaaa....", balas Shakira.
Tiba-tiba Benjamin membanting setir kemudi kearah kiri. Shakira pun sedikit terpelanting ke kanan hampir menyentuh pundak Benjamin.
"Aduhh kenapa sih kok nyetir kayak pembalap gini??".
"Diamlah, aku sedang fokus! Kencangkan sabuk pengamanmu", perintah Benjamin.
Shakira pun menurutinya tanpa menyela.
"Tolong bantu aku dial angka 1", Ucap Benjamin menyerahkan handphonenya kepada Shakira.
"Ada apa Benji? Aku harus bicara dengan siapa??"
"Tekann saja Shakiraaa!" bentak Benjamin yang masih fokus dengan jalanan diluar serta spion kanan dan kiri.
"Ok okkk!! Aku takut Benjiii??!!", dengan gemetar Shakira men dial angka 1 dan yang menjawab diseberang adalah Dio.
"Kode 3!!! Teriak Benjamin begitu terdengar suara Dio.
Mobil yang dikendarai oleh Benjamin pun melesat jauh. Shakira bingung dengan situasi saat ini.
"Tenanglah Kira, anak buahku akan membantu kita", jawab Benjamin menenangkannya.
Benjamin pun terus berzig zag mencari celah untuk menghindar dari mobil yang mengikuti dibelakang mobil mereka. Perasaannya tidak enak, karena saat ini ada Shakira disampingnya. Siapa yang berani melakukan hal ini kepadanya batin Benjamin. Dia sebenarnya tak heran jika ada lawan yang berusaha mencelakainya.
Terlihat ada 2 buah mobil berwarna hitam mengikuti mereka dan salah satunya berusaha menyalip dari samping dan hendak menyerempetkan mobilnya ke mobil Benjamin. Dengan sigap, Benjamin langsung menginjak pedal gas tanpa ampun. Syukurlah mobil yang dikendarai hari ini adalah mobil sport Ferarri 458 Speciale Coupe. Jadi para penguntit mereka kesusahan untuk mengejar mereka.
"Benjiii mengapa ada yang mengikuti kita? Mereka membawa senjata!" teriak Shakira ketakutan.
"Sudah kubilang duduklah dan diam jangan banyak bergerak", perintah Benji dengan muka tegang. Lalu secara tiba-tiba Benjamin mengeluarkan sebuah pistol berwarna perak dari bawah jok mobilnya, semakin Shakira ketakutan.
Tak berapa lama kemudian beberapa MoGe berukuran besar dengan suara menggeber jalanan langsung mengambil posisi disekitar mobil yang mereka kendarai.
"Benjii siapa mereka?? Nakutin banget tampang-tampangnya??!!", teriak Shakira ketika melihat para pengendara MoGe didekat mereka.
"Tenang saja, mereka adalah anak buahku", jawab Benjamin.
Mobil mereka terus melaju dijalanan, kecepatan mulai melambat. Sudah tidak terlihat lagi kedua mobil yag telah menguntit. Para pengendara motor MoGe pun masih menyertai perjalanan mereka.
Terlihat raut wajah Shakira yang dipenuhi kecemasan dan menarik nafas panjang. Benjamin pun berkata kepada Shakira "Akan aku jelaskan semuanya padamu, aku berjanji'.
__ADS_1
Mendengar perkataan lelaki disampingnya ini membuat Shakira mencibirkan mulutnya.
"Kamu berani mencibirkan bibirmu ke aku, hah????", Kata Benjamin kepada nya sambil menjewer telinga Shakira.
"sakit tauuuu!!!" Jawab Shakira mengusap telinganya.
"Berapa kali sih harus bilang akan kujelaskan, akan aku jelaskan hah??!" Kata Shakira lagi.
"Pasti akan kujelaskan, sabar ok..", Benjamin mengulum senyum dengan ekor mata melihat Shakira yang tengah memonyongkan bibirnya.
"Duhh itu bibir bisa dikondisikan gak kira-kira?" tanya Benjamin lagi menggodanya, meski fokus menatap kedepan sambil mengemudi.
"No comment!" jawab Shakira sekenanya.
Setelah perjalanan yang dirasa sangat lama setelah berputar-putar akhirnya mobil mereka memasuki kawasan pinggir kota. Tempat yang pernah dia kunjungi bersama Benjamin pada saat bertemu dengan Reyhan terakhir kali di parkiran restoran F.
"Aku ingat tempat ini. Kenapa kita kesini lagi?" tanya Shakira kepada Benjamin. Karena ketika awal dia dibawa kesini oleh Benjamin, tidak sempat melihat kanan kiri, sekarang Shakira berkesempatan untuk puas melihat pemandang indah. Kawasan ini dikelilingi oleh pepohonan rindang. Kebun raya kecil dimana kanan dan kirinya terdapat lahan datar beralaskan rumput, biasa setiap hari Sabtu dan Minggu atau hari libur nasional digunakan untuk wisata keluarga.
Shakira terpukau, karena selama ini, papa dan mamanya selalu sibuk dan tidak pernah ada dirumah hanya sekedar untuk mengajaknya bertamasya. Semua kegiatan Shakira diserahkan kepada pengasuhnya sedari kecil, yaitu Mbak Nining dan Pak Cipto suaminya. Yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya semenjak tragedi yang menimpa kedua orang tuanya. Mbak Nining dan Pak Cipto tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Bagus bangettttt, aku suka sekali tempat ini", ucap Shakira dengan girang sambil" memberikan 2 jempol dan kerlingan matanya kepada Benjamin.
Mendapat perlakuan hangat seperti itu dari Shakira, Benjamin merasakan tubuhnya panas dingin tidak seperti biasanya.
"Ehmmm..panas banget ya didalam mobil", sahut Benjamin berusaha menetralkan hatinya...Padahal ac dimobil sudah cukup dingin pikir Shakira.
Akhirnya sampailah mereka pada tempat tujuan. Didepannya terlihat danau yang sempat dilihatnya juga pada waktu terakhir kali mereka kemari. Kemudian Benjamin keluar dari mobil dan membukakan pintu Shakira.
"Woww..serasa jadi putri nih akuu", ucapnya sambil berkata terima kasih ditelinga Benjamin.
Tubuh Benjamin meremang sesaat timbul perasaan ingin mencium bibir tersebut.
Lalu untuk mengalihkan perasaannya, Benjamin menarik tangan Shakira menuju area yang sudah dipersiapkan untuk mereka. Ternyata setelah sampai di area rekreasi, telah berkumpul banyak orang yang tidak dikenal oleh Shakira, hanya beberapa saja yang dikenal melalui pekerjaannya.
"Acara apa ini Benji? tanya Shakira.
"Nikmatilah, ini acara ramah tamah dengan para kolegaku. Mari kuperkenalkan satu persatu padamu", jawab Benjamin seraya menggandeng Shakira menemui para tamu undangan. Shakira pun diperkenalkan kepada semua para kolega. Tak terkecuali Mama Seila pun turut hadir di acara tersebut. Sepanjang acara, Shakira merasa senang, karena dirinya diterima dilingkungan Benjamin, meski hanya sebatas karyawan dan atasan.
Lalu tak sengaja Shakira pun melihat sekilas para pengendara MoGe pun bersiaga di tempat-tempat tertentu. Timbul perasaan aneh pada diri Shakira, masa sih pengawalnya sampai seperti itu ngejagain tuannya? batin Shakira. Dan siapa orang-orang dimobil yang ngebuntutin tadi ya..rasa penasaran Shakira mulai timbul.
Dirinya pun memutuskan akan meminta penjelasan lengkap dari Benjamin tentang semua hal. Semenjak dirinya terhubung dengan kehidupan Benjamin serasa masuk kedalam dunia petualangan.
**************
to be continue
__ADS_1
terima kasih untuk readers yang sudah menyempatkan waktunya membaca. mohon dukungannya terus ya untuk novel ini. Like, komen, hadiah bunga dan bantuin share yah kalo suka...😘😘😘😘😘