Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 21. Pusing melanda


__ADS_3

Seharian penuh, Shakira berkutat dengan pekerjaan. Mukanya sangat menakutkan bagi siapapun yang melihat. Bahkan Wina sekalipun, yang suka menggoda atasannya tidak berani mendekat. Tidak ada yang tahu mengapa Shakira sangat galak hari ini.


"Nona...saatnya makan siang. Tadi pagi pun anda melewatkan sarapan, bukan?" Nola mencoba mengingatkannya, sebagai asisten pribadi Shakira.


"Hm.. aku enggak lapar Nola, saat ini aku enggak merasa lapar. Entahlah..", jawab Shakira sekenanya, masih dengan mata tertuju pada layar komputer.


"Pergilah makan siang dengan Maria dan yang lainnya, Nola".


"Tidak Nona, saya akan terus berada disini", jawab Nola tegas.


"Terserah mu sajalah, aku benar-benar tidak nafsu makan".


Nona ternyata memang seperti ini, jika sedang sedih pasti mogok makan batin Nola. Bagaimana ini...batin Nola.


Lain Shakira, lain halnya dengan Benjamin.


Saat ini dirinya begitu bingung dengan sikap dan tingkah laku Shakira. Benjamin tidak sadar, hampir satu jam dirinya berdiri memandangi lalu lintas kota yang terlihat dari ruangannya. Tidak dipedulikannya Lena yang seharian ini terus menempel bak cicak, memanggil namanya berulang kali. Sebenarnya, Benjamin ingin menjelaskan mengapa Lena bisa berada di tempat ini pada Shakira, belum sempat menjelaskan, Lena sudah mencarinya dan Shakira pun mengusirnya.


Terbayang raut wajah Shakira menahan gejolak emosi, bahkan air mata yang menggenang..sakit rasanya melihat wanita yang telah menempati hatinya secara diam-diam, tersakiti olehnya sendiri.. Hmm pertama kali dalam hidupku diusir begitu saja..pikirnya. Benjamin menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal. Bingung dengan situasi semacam ini. Kalau masalah bisnis, dengan cepat dirinya bisa mengambil keputusan. Beda dengan wanita..aku bisa gila batin Benjamin berteriak.


"Maria, siapkan mobil segera!" perintah Benjamin pada Maria.


Dengan cepat Maria pun meminta sopir untuk siap berangkat.


Lena yang mendengar bahwa Benjamin akan pergi keluar kantor bergegas mendekat meninggalkan kesibukannya yang tidak jelas, "Sayang...apa boleh aku ikut denganmu?" tanya Lena padanya.


"Tidak. Bukankah alasan kamu berada disini karena ingin belajar mengenai administrasi perusahaan? Maria sudah siap untuk menjadi mentormu. Dan satu lagi, jangan pernah panggil aku sayang. Namaku Benjamin", dengan begitu, Benjamin pun pergi meninggalkan Lena dan Maria berdua saja.


"Sial...", batin keduanya.


"Kita akan kemana Tuan Muda?" tanya Pak Rudi, sopir yang selalu siap mengantarkan kemana saja Tuan Mudanya pergi. Meski terlalu sering Benjamin ingin menyetir sendiri.


"Bawa saya ke tempat Andre, Pak".


"Siap, Tuan Muda".


Di Coffee Shop 'Ndrey......


"Wahh tumben nih Tuan Muda Benjamin datang tiba-tiba..sepertinya akan ketiban rejeki nih", ucap Andre, seraya menepuk pundak Benjamin dengan akrab.


Andre, pria single berumur 28tahun, sebaya dengan Benjamin, pemilik franchise Coffee Shop 'Ndrey, merupakan sahabat karib semenjak mereka berdua duduk di bangku sekolah dasar. Keluarga Andre, yaitu kedua orang tuanya, mempunyai bisnis sendiri berkecimpung di bidang jasa lebih tepatnya makanan dan minuman. Sedang coffee shop ini, adalah murni hasil Andre sendiri setelah menempuh pendidikan di LN, yang merupakan impiannya sejak dibangku celana abu-abu memiliki kedai kopi atau istilah kerennya coffee shop.


"Rejeki pale lu, bray..", sahut Benjamin sambil memukul lengan sahabatnya dengan bercanda.


"Yuk lah kita ke kantor ku aja diatas", ajak Andre.


"Eh.. sembarangan. Aku kesini karena belum makan, perut uda minta di isi nih..", sahut Benjamin sambil melihat menu lalu kemudian memesan makanan.

__ADS_1


"Oh please Lord...sesultan ini, masih nebeng makan di tempat orang", Andre mengelus dadanya, miris.


"Sok-sok an ...", balas Benjamin sambil menoyor kepala Andre.


"Yuk lah kita naik..sambil ngopi dikantor", ucap Andre sambil merangkul sahabatnya.


'Tumben kemari bray, ada apa nih?" tanya Andre.


"Lagi bingung nih. Pusing kepala", jawab Benjamin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Di ruangan kerja Andre yang berbentuk minimalis. Dengan nuansa warna yang didominasi oleh abu-abu dan hitam, serta tersedia meja kerja dari kayu dan seperangkat komputer.



Ditambah 1 set sofa berwarna abu-abu juga dan ruangan CCTV untuk mengawasi areal coffee shop dibawahnya.


Mereka berdua langsung menjatuhkan diri di sofa. Sambil menunggu pesanan datang Andre pun bertanya, "Ada apa nih, enggak biasanya seorang Benji datang tiba-tiba tanpa kabar dan waktunya di siang hari pula...".


Benjamin hanya tersenyum malas. Menggosok mukanya dengan kasar.


"Jangan bilang ini tentang perempuan ya..", pancing Andre.


"Ah yang namanya Andre, dari dulu selalu sok tahu...!" jawab Benjamin seraya meletakkan kedua kakinya diatas meja.


"Heh dikira ini warkop?? kaki bisa naik keatas segala!" tegur Andre sambil menggeser kaki Benjamin.


"Perempuan kan...masalah perempuan kan?? Jawablah..tentang seorang perempuan bernama Shakira? Anak dari keluarga Prajogo? Putri tunggal keluarga Prajogo?", desak Andre.


Brakkkk...kedua tangan Benjamin menggebrak meja.


Andre pun kaget dan tak sadar meloncat dari duduknya...Sial anak satu ini!!! batin Andre.


"Kok kamu tahuuuuu??! Kamu tahu tentang Shakira? Keluarganya??" giliran Benjamin yang kaget bertanya balik pada Andre.


"Hahahahahhaahaaa....!!!"tawa Andre pun menggelegar puas.


"Tak kuduga seorang Benjamin Abimanyu, CEO Three Sibling's Corp. bahkan bos dari kelompok Black Klan yang ditakuti bisa pusing, klepek-klepek karena perempuan! Oh Lord...ini benar- benar amazingg !!!", ucap Andre dengan tertawa terbahak-bahak.


"Sialan bocah kuprettt!!!", lempar Benjamin dengan bantalan sofa.


"Sorry..sorry man..Benjamin dan masalah hati, ini adalah hal baru bagiku, kawan", ucap Andre setelah tenang.


Ceritalah, apa yang membuatmu seperti ini? Bukankah kalau enggak salah, kedua orang tuamu berencana menjodohkanmu dengan Lena si ulet keket itu??".


"Hmm....itulah. Aku belum sempat menjelaskan situasi dan keadaannya, Shakira telah salah paham denganku. Oiya, apakah kamu mengenal Shakira sebelumnya? Dan darimana kamu tahu bahwa aku pusing karena dia?", Benjamin berpikir keras bagaimana Andre bisa mengenal Shakira sebelumnya.


"Hah...aku satu langkah didepanmu jika masalah perempuan!!!" ejek Andre dengan membusungkan dada serta terseyum lebar.

__ADS_1


"Haissss playboy dodol!!" sahut Benjamin.


Andre pun menjawab, "Nanti aku ceritakan bagaimana aku kenal dengan Shakira. Sekarang ceritalah, apa masalahnya", sambil menyodorkan piring yang berisi makanan yang dipesan oleh Benjamin sebelumnya.


Benjamin pun mulai menceritakan awal mula pertemuannya dengan Shakira hingga hari ini. Dengan Andre, dia bebas terbuka mengungkapkan segala isi hati, pikiran dan beban yang dirasakannya tanpa takut akan bocor kemana-mana. Karena berkat Andre lah, Benjamin merasakan pertemanan yang murni, dimana persabatan yang ditawarkan Andre ada pada titik saling menghargai, menerima apa adanya tanpa memandang status keluarga yang disandang olehnya.


Bahkan disaat titik terendah, kehilangan Tiara untuk selama-lamanya, si sahabat songong satu ini selalu ada disamping, menemani tak kenal lelah, menyemangati untuk tetap berjuang dan move on.


Meski Andre bukan berasal dari keluarga kaya tujuh turunan, tetapi Andre beserta keluarganya bisa dibilang cukup sukses saat ini berkat usaha dan kerja keras mereka sendiri.


"Ok...aku coba simpulkan..apakah kamu menyukainya?" pancing Andre.


Benjamin berpikir sejenak, lalu berkata, "Aku menyukai keberadaannya. Dia berbeda dari kebanyakan perempuan yang selalu berusaha cari-cari perhatian".


Lalu, apa pernah kamu mengungkapkan isi hatimu yang sesungguhnya? Pada Shakira maksud aku..".


Benjamin hanya menggelengkan kepala. Pandangannya menerawang jauh keluar jendela. "Entahlah..aku ragu dia pun menyukaiku. Karena mantan pacarnya masih berusaha mendekatinya. Jadi, aku berusaha menahan perasaanku untuk berkembang".


Satu hal yang aku bingung, si Lena gimana sih statusnya? Calon tunangan mu kah atau bagaimana ini?", tanya Andre lagi sembari menenggak habis Lime Juice.


"Aku sudah menolak rencana ini, Lena dan aku. Bahkan, mama pun tahu, kalau Lena berusaha mencelakai Shakira. Tapi entah bagaimana, kedua orang tuaku meminta tolong, berikan Lena waktu 3 bulan untuk menjadi sekretaris pribadiku dan belajar mengenai administrasi perusahaan. Jika dalam kurun waktu 3 bulan kami tidak ada kemajuan, rencana pertunangan itu batal", jelas Benjamin.


"What?! Are you kidding me?? Nonsense!! Dan kamu sekarang mempertaruhkan perasaanmu sendiri dan perasaan Shakira, jika tebakanku benar, dia pun menyukaimu. Oh Benji..kamu kawanku yang terhebat tetapi untuk masalah hati kamu adalah yang terbodoh!!!" sentak Andre, yang membuatnya di lempar garpu oleh Benjamin.


"Ochhh sakitt tahuu!!", teriak Andre mengelus hidungnya yang terkena lemparan garpu.


"Kalau masih ingin hidup, jaga bicaramu...", ancam Benjamin dengan suara setengah berbisik dan pancaran aura yang membunuh..


Andre pun bergidik dan menjauh. "Serem banget anak setan ini", ucap Andre pelan dan mendapat lirikan maut lagi dari Benjamin.


"Ok-ok..lantas apa yang mau kamu lakukan sekarang?"


"Itulah..aku enggak tahu musti berbuat apa"..suara Benjamin terdengar putus asa.


"Saranku, bersikap wajar pada Shakira layaknya atasan dan bawahan. Jangan mendekatinya selama 3bulan waktu berjalan".


"Lalu, gimana caranya menghindarinya? Aku tinggal di apartemen persis didepannya", jawab Benjamin


"Pindahkan dia..."


***************************


Bersambung dulu...😁😁😁


mohon supportnya selalu 🙏🙏🙏🙏🙏


minta dukungan laik, favorit, hadiah bunganya ya manteman..kakak2 tersayang

__ADS_1


__ADS_2