Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 25. Berita tak terduga


__ADS_3

Seminggu telah berlalu semenjak pembicaraan Shakira dan Benjamin di malam itu. Pertemuan mereka pun hanya sebatas pada pembahasan pekerjaan. Bahkan tidak jarang, Shakira sering melihat Benjamin pergi dijam-jam kantor.


Ingin rasanya Shakira mempunya keberanian untuk memulai percakapan atau sekedar menyapa. Tapi apa daya, Benjamin sepertinya berusaha menjaga jarak. Padahal, dimalam itu Shakira tidak memberikan jawaban apapun, ya atau tidak kepadanya atau bahkan menanggapi pernyataan perihal 3 bulan tersebut.


"Baiklah..kalau memang seperti itu maumu, 3 bulan bukan waktu yang sebentar untuk mencari tahu isi hatiku untukmu", ucap Shakira berbicara dengan dirinya sendiri, saat tidak ada Nola disekitarnya.


Saat ini, Shakira sedang sibuk dengan rencana gathering yang telah direncanakan sebelumnya.


Wina telah menyerahkan draft proposal dan pengajuan anggaran yang akan digunakan. Shakira mengecek semuanya secara detil. Wina mengajukan beberapa tempat sebagai pilihan yang tepat nantinya.


"Bagaimana Mbak Kira? Sudah sesuai enggak kira-kira dengan keinginan Tuan Muda?"


"Hmm...kalau menurut saya sih sudah ok Win, toh ini hanya makan malam untuk keakraban aja sih, sekaligus ucapan terima kasih dari perusahaan untuk karyawannya", jawab Shakira.


"Kalau begitu, bisa diajukan secepatnya kan, Mbak?"


"Enggak sabaran banget sih Win..mentang-mentang mau dapet bonus", sahut Shakira membalas pertanyaan Wina.


"Bisa aja. Nanti akan kuserahkan melalui Maria, karena setahu saya, Tuan Muda sedang tidak ada di tempat".


"Ck...oiya Mbak Kira, Wina punya cerita nih bukan gosip loh ya..entar dikira Wina hobi ngegosipin orang".


Shakira yang mendengarnya celoteh Wina hanya menanggapinya dengan santai. Siapa sih yang tidak tahu Wina, sang ratu gosip.


"Nola, tolong serahkan pada Maria proposal ini ya...", perintah Shakira pada Nola, asistennya.


"Mau cerita apa Win?" tanya Shakira setelah dengan sengaja mengusir Nola secara halus agar keluar dari ruangan tersebut.


Wina pun bersemangat "Tentang Tuan Muda dan Nona Lena, Mbakkk".


"Sssstttt jangan keras-keras kali Win..tembok punya telinga!", tegur Shakira.

__ADS_1


Lalu, merasa mendapatkan lampu hijau dari atasannya langsung untuk membahas dua sejoli yang lagi hangat-hangatnya di perusahaan tersebut, Wina pun menceritakan semuanya. Bagaimana Lena bersikap layaknya istri sang penguasa, bersikap memerintah dan mengatur para karyawan seenaknya sendiri. Dan yang paling terpenting adalah, ada beberapa karyawan yang tidak sengaja melihat Lena diam-diam bertemu dengan seorang pria di parkiran basement.


"Awalnya kita kira itu adalah Tuan Muda, Mbak...karena postur tubuhnya pun kurang lebih hampir sama dengan Tuan Muda Benjamin. Setelah kita pura-pura mendekati, ternyata bukan. Sosoknya keliatan menyeramkan. Keliatan banget Mbak Kira, kalau orang itu berusaha menutupi mukanya. Kan aneh Mbak...", jelas Wina dengan panjang lebar menjelaskan pada Shakira yang terlihat antusias mendengarkan ceritanya.


"Emangnya maereka berdua lagi apa,Win diparkiran itu?"


"Kita enggak tahu persis apa yang sedang dibicarakan, karena mereka sambil berbisik-bisik. Kita jadinya curiga Mbak, ada yang aneh dengan Nona Lena", jawab Wina sambil mengerucutkan bibirnya.


"Terus nih Mbak, pasti enggak nyadar atau enggak tahu kan kalau ada yang mau ngejahatin Mbak Kira...", tanya Wina menyelidik.


Shakira yang sedang membaca surel dari salah satu kliennya pun bertanya pada Wina, "Apaan lagi, Win? Enggak nyadar tentang apa?".


"Ban mobil, Mbak Kira...!", Wina pun merasa senang sekali bisa memberikan berita paling hangat, sehangat kompor rinai kalau kata Wina.


Shakira yang bingung dengan perkataan Wina pun bertanya lebih jelas, "Ban mobil apa dan punya siapa Win? Kamu kok hobinya tebak-tebakan sih. Kalo uda selese sana gih balik ke meja".


"Tunggu Mbak, jangan dulu usir Wina. Ini hal penting yang Mbak Kira perlu tahu".


"Buruan apa, bikin gak sabar orang nih anak!" omel Shakira sembari menyandarkan tubuhnya ke punggung kursi.


"Hahhhh apaaaaaa??!!!!" pensil yang sedari tadi dimainkan oleh Shakira terlempar mengenai muka Wina karena saking terkejutnya mendengar penuturan Wina.


"Bohong ah kamu, Win...Saya enggak percaya ada yang berani berbuat seperti itu.Untuk apa coba, untungnya bagi mereka?"


Wina mengusap dahinya yang sakit terkena lemparan pensil atasannya.


"Wina enggak bohong Mbak Kira. Beneran, Wina berani bilang, karena tahu hal ini bener-bener nyata", jawab Wina tidak mau kalah dari Shakira..


"Coba Mbak Kira tanyakan deh sama Nola", ujar Wina sambil menunjuk kearah Nola yang sedang menuju keruangan.


"Ok..terima kasih infonya Win, entar aku cari tahu untuk pastikan kebenarannya", jawab Shakira berdiplomasi.

__ADS_1


"Ada lagi yang ingin kamu sampaikan?" tanya Shakira sambil melirik kearah luar ruangan, melihat posisi Nola dimana karena Shakira menjaga anak buah dan dirinya sendiri, jangan sampai Nola melaporkan kepada Tuan Mudanya bahwa Shakira mencoba mencari tahu tentang dirinya atau bahkan membicarakannya dengan orang lain. Bisa kena masalah besar kalau ketahuan pikir Shakira.


"Enggak ada, Mbak Kira. Baru itu aja, nanti kalau ada lagi, Wina pasti info. Yuk ah..Wina pamit balik dulu ke meja ya, Mbak...", pamitnya undur diri.


Shakira pun merenungi setiap perkataan Wina barusan. Apakah Benji sudah mulai membuka hatinya kah untuk Lena, sehingga Lena bisa bersikap seenaknya di perusahaan ini? Dan bagaimana dengan sosok pria yang Wina sebutkan. Siapa dia? Mengapa mereka bersembunyi-sembunyi untuk bertemu? Lalu ada yang merusak ban mobil. Nah ini yang harus aku tanyakan pada Nola jika dia telah sampai keruangan, batin Shakira terus berkecamuk.


Melihat Nola masuk kedalam ruangan dan menuju meja kerjanya, Shakira pun bertanya dengan santai, "Nola, apa bisa kamu ceritakan padaku mengenai ban mobil kita yang pecah pada waktu itu?"


Deg...Nola kaget mendengar perkataan Shakira.


"Darimana Nona tahu hal tersebut?"


"Tahu darimana itu tidak penting bagiku, Nola. Yang terpenting adalah, kenapa kamu menutupi hal tersebut? Apa aku ini tidak berhak tahu bahwa ada yang ingin melihatku celaka??" cecar Shakira sambil menatap tajam kearah Nola. Jari jemarinya mengetuk meja kerja.


"Maaf Nona, bukan bermaksud seperti itu. Kami bertugas menjaga dan melindungi anda, Nona. Memang ada yang berencana jahat terhadap anda. Tetapi lebih baik jika anda langsung bertanya pada Tuan Muda", jawab Nola menghindari pertanyaan-pertanyaan lainnya.


Shakira yang cukup mengerti akan posisi Nola, Dia pun berhenti mendesaknya untuk menceritakan kejadian tersebut.


Batinnya bertanya-tanya siapa yang hendak mencelakainya.


Nola mengirmkan pesan kepada Benjamin, memberitahukan bahwa Shakira telah mulai bertanya-tanya akan kejadian ban mobil yang meledak waktu itu.


Benjamin yang menerima pesan tersebut, saat ini tidak ada dikantor, langsung mengirimkan pesan pada Shakira yang berbunyi, "Tenanglah, Kira. Selama aku masih bernafas, kamu akan aman....". Benji.


Shakira yang membaca pesan tersebut serasa mendapat kejutan yang menyenangkan..


"So sweet banget sih Benji...", ucap Shakira sambil mengusap layar handphonenya dan tersenyum sendiri.


"Wait.....how come..??" Shakira yang baru sadar bagaimana Benjamin bisa mengetahui pertanyaannya pada Nola langsung mendatangi meja kerja Nola dan berkacak pinggang, "Nolaaaa...apa lagi yang tidak kamu update kepada bos besarmu ituu ya?! Ucap Shakira sambil menjewer telinga Nola.


"Aduhh maaf Nona..ampunnii saya", jawab Nola memohon maaf sambil mengelus telinganya yang bakal bengkak sebelah ini.

__ADS_1


***********************


Bersanbung dulu ya...terjma kasihh


__ADS_2