
Percakapan antara Ibu dan anak baru akan dimulai. Pak Yohan hanya diam membisu menantikan reaksi dari pewaris tunggal TSC dan ketua gangster yang paling sadis dia kenal.
"Begini Benji, kami, papa dan mama mempunyai alasan akan hal ini. Tapi, sebelumnya akan mama ceritakan latar belakang kami mengapa baru sekarang bisa Mama jelaskan padamu, Nak," Mama Seila kembali menarik nafas, mencari kata-kata yang bagus untuk disampaikan kepada Benjamin agar tidak salah paham.
"Untuk kamu ketahui, papa dan mama mengenal kedua orang tua Shakira. Mereka adalah teman kami. Diluar sebagai sesama relasi bisnis, papamu dan papa Shakira adalah teman satu sekolah di SMA sedang mamamu ini dan mama Shakira juga teman satu sekolah sedari SMP hingga SMA. Maksud Mama, kami berteman dengan sangat dekat, Benji. Pak Yohan ini juga teman kami semasa SMA."
Banyak hal yang akan Mama ceritakan padamu..bahkan seharusnya dari awal sudah Mama ceritakan padamu," jawab Mama Seila dengan penuh kelembutan.
"Apa?! Aku tidak salah mendengar? Lalu kenapa Mama diam saja, pura-pura tidak mengenali mereka?!" cecar Benjamin meminta penjelasan dengan mencondongkan tubuhnya kedepan.
"Terus terang, ketika Shakira datang menemui kita di apartemen pada waktu itu, Mama belum sepenuhnya percaya bahwa Shakira adalah Kira anak dari Darius dan Kirana Prajogo."
Jeda sejenak, Mama Seila kemudian melanjutkan ceritanya setelah mendapat anggukan persetujuan dari Yohan, asisten Tn. Prajogo.
"Selama ini keluarga Prajogo tidak pernah menunjukkan atau mengenalkan putri mereka ke ranah publik. Meski kami mengenal mereka, terakhir kali mama bertemu dengan Kira ketika dia berumur 3 tahun. Jadi ketika mama mendengarnya memperkenalkan diri menggunakan nama lengkapnya, jujur Mama sungguh terkejut dan tidak mempercayainya."
Mama Seila pun melanjutkan ceritanya. "Maka dari itu, Mama meminta Andi, untuk menyelidiki latar belakangnya persis dengan yang kamu lakukan, namun Mama melakukannya dengan tujuan yang berbeda dengan mu, Nak," sambil memandang raut wajah Benjamin yang semakin tegang terlihat.
"Aku mendengarkan, Ma. Ceritakanlah semuanya, jangan ada yang ditutupi lagi. Karena siapa tahu bisa membongkar penculikan Shakira," perintah Benjamin dengan tegas dan tak bisa di tawar.
"OK, Mama lanjutkan. Karena berita kematian mereka, sungguh mengejutkan dan Kira, putri mereka tidak ada kabar beritanya sama sekali, kami berpikir mungkin Shakira disembunyikan dengan baik oleh mereka. Ternyata tidak, justru Shakira terkatung-katung tanpa kejelasan mengenai keluarganya yang tidak dia ketahui sama sekali. Dan di point ini, Mama bersyukur sekali bahwa kamu yang menolongnya ketika dia ingin terjun dari jembatan malam itu."
Kemudian Mama Seila beranjak dari duduknya, berjalan mondar-mandir didalam ruangan dengan kedua tangan berada di belakang tubuh. "Kami mengerti bahwa mereka mempunyai alasan tersendiri dan memang bermaksud menyembunyikan keberadaan Kira dari semua relasi bisnis dan lawan bisnis, agar Shakira tidak dijadikan sasaran empuk orang-orang yang ingin mencoba mencelakainya."
Benjamin terus mendengarkan cerita yang disampaikan oleh ibunya. Mencoba menyelami dari sisi seorang Shakira.
Kasian dirimu, Kira. Kedua orang tuamu seharusnya menempatkan pengawal untuk melindungi dirimu dari awal. Seharusnya mereka berterus terang padamu siapa dan bagaimana pekerjaan serta usaha apa saja yang sedang mereka lakukan. Benjamin.
Mama Seila melanjutkan ceritanya. "Kemudian sebagai tambahan informasi agar kamu tahu, keluarga Prajogo bukan hanya sekedar pebisnis handal. Mereka adalah penanam saham terbesar untuk perusahaan yang bergerak di bidang private investigators, PT. Prata Mulia, kamu pasti pernah mendengar perusahaan tersebut. And kamupun pasti tahu kan, kalau usaha seperti itu belum mempunyai payung hukum di negara Indonesia. Jadi, mau tidak mau mereka harus menyembunyikan jati diri. Lalu menugaskan orang kepercayaan untuk menjalankan bisnisnya. Usaha ini sudah mencapai ke tiga benua terbesar yaitu Asia, Amerika dan Eropa. Bahkan kartel-kartel besar dari Amerika dan Eropa terkadang menggunakan jasa mereka untuk menyelidiki lawan bisnis mereka yang di Asia, sebelum setuju melanjutkan perjanjian bisnis mereka."
"Apa Mama bilang?! Mereka yang memiliki perusahaan tersebut?" Benjamin tersentak mendengar penjelasan dari ibunya.
"Ehm ehm..betul Tuan Muda Benjamin. salah satu usaha Tn. Prajogo adalah PT. Prata Mulia, bukanlah perusahaan ekspedisi seperti yang diketahui banyak orang, semua itu hanya sebagai kamuflase usaha yang sesungguh," Yohan menambahkan penjelasan Nyonya Negara.
__ADS_1
"Lalu kalau begitu, apakah bisa PT. Prata Mulia menyelidiki kasus kematian mereka serta membantu BK mencari keberadaan Shakira saat ini, Pak Yohan??" tanya Benjamin dengan penuh harap.
Yohan menarik nafas dan menghembuskannya secara kasar. "Maaf Tuan Muda, PT. Prata Mulia, semenjak tragedi yang menimpa kedua orang tua nona Shakira, harus kami tutup dengan cepat. Ditengarai, satu dari anggota penyelidik kami bekerja sama dengan salah satu kartel narkoba di negara Amerika, yang mungkin dendam dengan kami karena membantu salah satu lawan bisnis mereka, dengan menyelidiki latar belakang kartel tersebut sehingga perjanjian bisnis mereka batal dan mengakibatkan kerugian besar di pihak mereka hingga miliaran USD. Mungkin Anda mengetahui mantan kekasih nona?"
Raut muka Benjamin bisa dipastikan merah membara menahan emosi.
"Sialan, baji^ngan! Aku mengetahuinya, Pak Yohan. Jelaskan padaku, siapa sesungguhnya Reyhan ini dan apa tugasnya di PT. Prata Mulia? Lalu apakah Shakira mengetahui siapa sesungguhnya si Reyhan ini?!"
"Yang pertama, nona tidak mengetahui siapa Reyhan ini sesungguhnya. Mereka bertemu pada saat kuliah. Bahkan, kedua orang tua Reyhan juga tidak mengetahui pekerjaan anaknya, karena bekerja dengan PT. Prata Mulia, harus bisa merahasiakan identitas. Jadi, disurat keterangan kerja mereka, Reyhan bekerja sebagai staff ahli di bidang IT."
Pak Yohan kemudian melanjutkan menjawab pertanyaan Benjamin.
"Lalu yang kedua, nona juga tidak mengetahui bahwa Reyhan bekerja sebagai intel kami dibagian IT atau bekerja sebagai peretas mengingat sosoknya yang pintar mengutak-atik komputer, serta terkenal akan kemampuannya yang masuk ke sistem komputer orang lain tanpa izin sang pemilik. Tujuannya adalah untuk mengakses data tertentu atau melakukan berbagai tindakan ilegal lainnya agar kami dapat mendapatkan data bukti yang diinginkan oleh klien. Tuan mengajak Reyhan untuk bergabung di PT. Prata Mulia karena mengetahui kepandaiannya serta menaruh kepercayaan pada kekasih putrinya sendiri."
"Jadi untuk mempersingkatnya, Reyhan mengkhianati orang tua kekasihnya dan bekerja sama dengan salah satu barisan kelompok kartel yang sakit hati akibat penyelidikan yang dilakukan oleh lawan bisnis mereka dengan cara melenyapkan sang pemilik perusaahan tersebut," Benjamin menyimpulkan.
Tapi dengan iming-iming apa sehingga Reyhan mau berkhianat? Benjamin.
Yohan yang seperti mengetahui benak Benjamin berkata lagi. "Reyhan dijanjikan akan diberikan kekuasaan untuk mengendalikan PT. Prata Mulia dibawah pimpinan Mr. X pemimpin kartel itu, sebagai salah satu sindikat narkoba."
"Tidak, Benji. Seperti yang dikatakan oleh Yohan sebelumnya, setelah kejadian tragis tersebut, Yohan langsung menonaktifkan para anggotanya dan menutup kantor tersebut begitu saja, karena tidak ada payung hukumnya alias ilegal," Mama Seila ikut membantu menjawab.
"Darimana kalian tahu bahwa Mr. X dari Kartel M yang mendalangi pembunuhan dengan dalih kecelakaan tersebut bekerja sama dengan Reyhan?" kedua alis Benjamin mengernyit, mencoba menelaah satu persatu semua penjelasan yang diungkapkan oleh ibu dan asisten orang tua Shakira.
"Saya menemukan bukti percakapan mereka serta bukti Reyhan dibayar dengan uang USD tunai," sahut Yohan menunjukkan alat bukti digital dan menyerahkannya pada Benjamin.
"Disini, tidak mungkin Reyhan bekerja sendirian. Siapa kaki tangannya? Apakah kedua paman dan bibi Shakira?!" desak Benjamin ingin segera menuntaskan percakapan panjang ini dan ingin segera menemukan Reyhan. Ya..menemukan Reyhan pasti akan menemukan Shakira, pikir Benjamin.
"Bukan Tuan Muda. Paman dan bibi nona muda, justru membantu kami," jawab Yohan dengan meyakinkan.
"Ah..bagaimana mungkin?! Apakah ada buktinya?" kejar Benjamin pada Yohan.
Mama Seila memandang Yohan seakan bertanya apakah ini saatnya?
__ADS_1
"Tuan Muda Benjamin, mari ikut saya kelantai dua, ada yang ingin saya tunjukkan kepada Anda," ajak Yohan pada Benjamin seraya berdiri dari kursi dan melangkah keluar dari ruangan.
"Mama..apa dia bisa kita percaya? Segala omongannya??" Benjamin ragu mengikutinya. Karena saat ini, Benjamin hanya berdua dengan ibunya dirumah tersebut, sedang Dio, Andi dan beberapa anggota BK berjaga diluar.
"Percayalah, Nak. Demi kebenaran agar terungkap dan Shakira bisa kita temukan siapapun dalang penculikannya," jawab Mama Seila seraya menggamit lengan Benjamin dan mengikuti Yohan yang telah menanti mereka diujung tangga.
"Dio, masuklah dan berjaga dilantai dua," perintah Benjamin melalui saluran radio mereka.
"Dicopy, Bos..." ucap Dio diseberang.
...********...
Didepan pintu sebuah ruang kamar yang terletak paling ujung. Ada dua orang penjaga yang sedang berdiri sepertinya sedang menjaga yang ada didalam ruangan tersebut.
Hm..mencurigakan. Aku harus bersiap-siap. Benjamin
Dengan tangan kiri berada didalam jaket memegang desert eagle, senjata api kesayangannya, Benjamin bersiap-siap jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Meski bersabuk hitam dari seni olahraga beladiri Taekwondo, tetap saja Benjamin tidak mau kecolongan. Cukup sekali kehilangan Shakira dibawah hidungnya sendiri.
"Tenanglah Benji...tidak akan terjadi apapun," Mama Seila menenangkannya.
Sesampainya didepan pintu yang terjaga, kedua pengawal menyingkir dari hadapan mereka bertiga, dan Yohan kemudian membuka pintu mempersilahkan mereka masuk.
Ketika sampai didalam ruangan, Benjamin terhenyak melihat pemandangan tepat didepan matanya.
Mama Seila memeluk lengan anaknya.
"Tuan Prajogo..?!" sahut Benjamin setengah berbisik..
...********...
Bersambung ya..
Terima kasih kaka² yang telah mendukung Benjamin agar secepatnya menemukan Shakira. Jangan lupa ya komen, like setelah membaca dan difavoritkan jika belum. Dukungan kalian sangat besar artinya bagiku yang hanya remahan peyek di pinggiran toples astor...1🥰🤗
__ADS_1
see you 😍