Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 28. Tanda tanya besar


__ADS_3

"Tenang Nona, biarkan saya berkonsentrasi dulu melepaskan diri dari kejaran mereka".


Dan kejar-kejaran pun masih berlangsung. Hingga tak disadari oleh mereka semua..


Sayup-sayup terdengar suara helikopter diluar sana. Sebuah helikopter besar berwarna hitam terbang diatas mereka.


Shakira bingung dengan kedatangan helikopter disaat mereka sedang dikejar mobil yang tidak diketahui maksud dan tujuannya.


Tidak terlihat logo apapun pada helikopter tersebut. Tetapi terlihat bahwa sedang mengikuti dan mengawasi mereka dari atas.


Bunyi ponsel Nola berdering, tanpa ragu Nola menggeser tanda hijau "Ya bagaimana??!!"


"Kami sudah berada diatas kalian. Teruskan melalu jalan ini, kami akan memandu kalian menuju markas BK", ucap pria bersuara serak diseberang sana.


"Ok, good", Nola pun mengikuti saran pria yang ternyata berada di helikopter tersebut.


Jalanan pun tampak lengang, hanya lampu-lampu jalan yang menyinari jalanan gelap. Saat ini jam telah menunjukkan pukul 8 malam, dan daerah yang mereka tuju masih sepi dari pemukiman warga. Terlihat banyak gedung dan bangunan yang masih dalam tahap rekonstruksi.


"Nola siapa sih mereka yang berada dimobil belakang itu?" Setengah berteriak dan berpegangan erat pada kursi mobilnya.


"Nanti akan saya ceritakan, Nona. Sekarang Nona pegangan yang kuat dan berdoa semoga tidak terjadi apapun pada kita".


Kepala Shakira menoleh kebelakang dan melihat sekarang mobil yang mengejar mereka bertambah lagi satu.


"Nolaa mobilnya bertambah satu lagi. Dan lebih cepat mengejar kita!!"


Semakin tegang Shakira dibuatnya. Sedang Nola sangat fokus dengan kemudi dan jalanan diluar.


Terlihat dari kaca spion kanan, salah satu mobil mini van tersebut mencoba mendekat dan berusaha menabrak mobil yang dikendarai Nola dari samping kanan.


Nola seketika menginjak rem dan membanting stir mobil ke arah kanan seraya menginjak pedal secepat mungkin. Beruntungnya, mobil yang saat ini dikemudikan Nola adalah Sedan Alpina B5, mempunyai 8 kecepatan, bermesin turbo, produksi negara Jerman, yang diimport oleh keluarga Abimanyu Negara, ke Indonesia.


"Dorrr...dorrr...", suara tembakan terdengar dari arah belakang mobil.


Satu peluru mengenai bumper mobil mereka berdua.


"Nona bertahanlah..!!!", ucap Nola, semakin menggila menginjak pedal dan berzig-zag menghindari tembakan dari arah belakang.


"Aku takut Nola, apa yang diinginkan oleh mereka??!!"


Terdengar tembakan dari atas yang berasal dari helikopter mengenai salah satu mobil yang berada dibelakang mereka. Shakira melihat dari kaca spion, mobil tersebut oleng, lepas kendali lalu menabrak pepohonan yang ada disebelah kiri.


"Yessssss satu sudah hilang, Nolaaaa!!!!!", teriak Shakira kegirangan sambil bertepuk tangan.

__ADS_1


Tersisa satu mobil yang juga menembakkan peluru ke arah mobil dan helikopter secara membabi buta. Seketika, Nola merundukkan kepala Shakira hingga tersembunyi.


"Jangan bergerak, mereka menembaki kita, Nona. Kita akan sampai beberapa menit lagi".


Ponsel Nola berbunyi kembali.


"Masuklah kearah bangunan pabrik yang kosong disebelah kanan, rekan-rekan sudah menanti kalian", ucap pria bersuara serak memberikan panduan.


Setelah memutuskan komunikasi secara sepihak, terdengar rentetan bunyi tembakan yang berasal dari helikopter mengarah kepada mobil mini van. Terdengar baku tembak. Shakira mengintip dari kaca spionnya, bahwa ada 4 orang pria memakai baju berwarna hitam serta masker yang menutupi wajah mereka sedang menembaki helikopter yang berisi teman Nola.


Jadi, mereka yang mengikuti kami berdua dari tadi? Astaga...Shakira.


Mobil Sedan Alpina mereka memasuki kawasan bangunan sepi. Terlihat 6 mobil Jeep berwarna hitam dan 3 buah MoGe berjejer membentuk barikade. Ketika mobil yang dikendarai Nola mendekat, seketika mereka membuka jalan, membiarkan mobil sedan Alpina tersebut masuk, lantas menutup kembali barikade.


Nola menghentikan laju kendaraan dan bersembunyi di balik mobil-mobil tersebut.


"Nona, diamlah disini. Mereka yang akan menyelamatkan kita", ucap Nola dengan sungguh-sungguh. Kemudian mengeluar sebuah pistol dari balik blazer kerja yang digunakannya sehari-hari.


Shakira hanya mengganggukkan kepala sambil menatap bingung kearah Nola. Nola sang asisten, Nola pengawalku membawa sebuah pistol selama ini..Shakira hanya bisa membatin dalam hati.


Bingung dengan semua keadaan yang akhir-akhir ini dialaminya.


Siapa mereka sebenarnya dan siapa yang berusaha mencelakaiku..Shakira terus bertanya-tanya dalam hati.


"Apaaa itu Nola??", tanya Shakira reflek menutup kedua telinganya, bola matanya membulat kaget.


"Sepertinya itu mobil terakhir yang mengikuti kita, Nona", jawab Nola menenangkannya.


"Apaaaa...meledak gitu maksudnya?? Seperti di film-film action gitu?!"


Nola hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Seorang pria bertubuh tinggi dan berbadan kekar, raut wajah yang menyeramkan serta memakai jaket kulit berwarna hitam mendekati mereka yang saat ini sedang bersembunyi didalam mobil.


Kaca mobil diketuk dari luar. Meski yang berada didalam mobil dapat melihat kearah luar dengan jelas, tetap saja tidak ada seorangpun yang dapat menatap kedalam mobil karena kaca mobil dilapisi kepekatan hingga 80%.


Nola menurunkan kaca mobil dan berbicara cepat dengan pria tersebut sambil berbisik.


Tak lama, pria itu pun berbalik kearah mobil yang berbaris membentuk barikade, kemudian mengklakson Nola agar mengikuti mereka.


"Sudah aman, Nona", ucap Nola.


Shakira masih terdiam, berusaha mencerna, apa yang sedang terjadi, dimana saat ini dirinya berada dan siapakah sebenarnya Nola dan para pria tersebut.

__ADS_1


Melihat tidak ada reaksi dari Shakira, Nola pun diam.


Duh..aku harus bicara pada Tuan Muda, untuk berbicara terus terang dengan Nona Shakira keadaan yang sesungguhnya. Mereka mengincar Nona Muda. Nola


Mobil yang beriringan didepan dan dibelakang mereka, membawa sedan Alpina tersebut menuju suatu gudang yang lama tidak digunakan.


Mobil terpakir dengan baik. Semua orang-orang yang berada didalam jeep tersebut turun termasuk 3 orang berbadan kekar yang menaiki MoGe pun memasuki gudang tersebut.


Shakira melihat sekelilingnya. Menerka-nerka tempat apa ini sesungguhnya.


"Ayo Nona, kita masuk kedalam", ajak Nola seraya membukakan pintu baginya.


"Enggak Nola, aku enggak mau. Aku takut, ini dimana sebenarnya?"


Nola menyadari ketakutan Shakira. Dia berusaha meyakinkan Shakira bahwa tempat ini aman, justru disinilah Shakira akan terlindungi.


"Apa kamu yakin??" tanya Shakira dengan tatapan tajam. Terlihat jelas saat ini Shakira meragukan Nola dan semuanya.


"Saya yakin. Saya berjanji melindungi anda bahkan dengan nyawa saya sekaligus. Percayalah, Nona..".


Tiba-tiba datanglah seseorang mendekati mobil sedan Alpina mereka. Karena situasi gelap saat itu, tidak dapat ditebak siapa orang tersebut. Kemungkinan salah satu dari orang-orang bertubuh kekar itu. Shakira


"Keluarlah, Kira. Jangan takut, ada aku disini..."


Suara yang sudah sangat dikenalnya bahkan selalu mengisi pikirannya selama kurun waktu terakhir ini. Suara berat dan terasa menyejukkan hati dan pikirannya, suara yang menyiratkan kecemasan.


Reflek dan tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Shakira berhamburan keluar dari dalam mobil dan berlari menuju sumber suara itu, langsung memeluk pemilik tubuh kekar yang selalu dirindukannya.


"Hikkss..hikss. Benjjiii!!! Kamu kemana aja selama ini??" tangis Shakira pecah seketika.


Benjamin yang tidak menduga akan mendapat pelukan erat, mendadak panas dingin. Tangan kanannya tergerak untuk membelai rambut wanita yang sedang memeluknya erat, sedang tangan kirinya terkepal, mencoba meredam emosi yang bercampur aduk. Ingin rasanya memerintahkan Dio dan seluruh klan untuk menghabisi orang-orang yang telah berusaha menyakiti orang terkasihnya.


Benjamin sibuk menenangkan Shakira dan membujuknya untuk masuk kedalam. Sedang Nola, masih berada disitu berjaga-jaga dengan posisi membalikkan badan.


"Aku takut sekali, Benji. Aku punya salah apa dengan orang-orang itu? Dan siapa mereka? Apakah kamu tahu siapa mereka sebenarnya?? Lalu satu lagi pertanyaanku, kenapa Nola bisa membawa pistol dan siapa orang-orang yang menyeramkan memakai baju hitam????? Jawab aku, Benji!!!" Masih dengan airmata yang membanjiri pipinya, Shakira menuntut jawaban dari lelaki yang berdiri dihadapannya sekarang, karena dirinya yakin bahwa pria ini menyembunyikan banyak hal darinya.


"Ayo ikut aku masuk kedalam. Akan kujelaskan semuanya padamu, Kira", Jawab Benjamin seraya mengusap airmata Shakira dan menggandeng tangannya masuk kedalam.


Dengan bujukan Benjamin, Shakira akhirnya menurut dan mengikutinya.


*******************


bersambung dulu ya.🥰🥰

__ADS_1


mohon dukungannya selalu teman² semua. like, favorit dan komen spy semakin semangat uppp.


__ADS_2