Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 34. Rindu & Dendam


__ADS_3

Shakira dan Benjamin masih berada diruangan tahanan, Markas BK. Ruangan yang memang dikhususkan untuk menahan bajingan-bajingan te*gik. Terkadang ada yang dilepaskan oleh mereka setelah disiksa dengan begitu kejam hingga membuat mereka akan berpikir dua kali jika akan mengulangi lagi, tetapi lebih banyak yang menjadi santapan Bobo, setelah dimutilasi.


Siapapun orang, yang lingkup pergaulan dan kehidupannya sehari-hari berada didalam dunia premanisme, mafia, mata-mata, tentara bayaran, gangster bahkan kepolisian sangat tahu siapa Black Klan dan para anggotanya.


Mereka tidak akan segan menebas leher, menembak tepat ke jantung atau memanah tepat ditengah kedua mata lawan mereka atau bahkan membuat cacat dibagian alat vital. Mereka terkenal sangat sadis. Terlebih, pimpinan mereka tidak diketahui oleh siapapun. Banyak yang menerka-nerka.


Benjamin memang selalu berada dibelakang layar berkat perintah mutlak dari Tuan Abimanyu Negara. Dengan alasan mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka tidak mengijinkan putranya menunjukkan jati diri sesungguhnya didunia gelap itu, karena Benjamin anak laki satu-satunya.


Jadi, setiap mereka mengadakan pergerakan atau perlawanan, dirinya selalu menggunakan pakain hitam-hitam, lengkap dengan menggunakan topi menutupi bagian kepala dan masker menutupi setengah bagian muka tak lupa senjata andalan samurai, menggantung dibelakang punggungnya.


Jadi bisa dibayangkan ketampanannya yang hakiki bukan....?? Uhhh author meleleh dibuatnya 😍😍😍😍😍.


Kembali kepada Shakira dan Benjamin, beserta Lena..


"Benji..apa benar itu..", tanya Shakira lalu memandang kearah Lena.


"Apa kau yang menyilet ban mobilku? Benarkah kau??", tuding Shakira tepat dimuka Lena.


Tanpa diduga, Lena meludah tepat dimuka Shakira.


Mendapat perlakuan tidak sopan dan sangat tidak beretika bagi seseorang yang menyandang status dari keluarga terpandang, "Kurang ajarr!! Kau pikir kau siapa berani meludah di mukaku yang cantik ini hah?!", dengan sekali sentakan, tangan kiri Shakira telah menggenggam erat rambut Lena yang terurai panjang dan serta merta menariknya kebelakang sehingga perempuan tersebut terjengkang.


"Kau salah mencari lawan dengan ku, wahai Nona Lena yang merasa sok paling hebat..!" desis Shakira dengan tatapan mata menghujam tepat di kedua mata Lena.


Benjamin yang melihat kejadian tersebut hanya diam membisu. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Tatapan matanya susah dijelaskan.


"Benjiii tolong akuuu!!! Perempuan ini gilaa!", teriak Lena ketakutan melihat Shakira menggila. Lena terus mundur kebelakang mencari tempat aman menjauh dari cengkraman Shakira.


"Kau pikir bisa lari dari sini dan dariku?', dengan kerlingan matanya, Shakira mendekati Lena dengan beringas.


"Ti..tidakk..Shakira, aku mohon...lepaskan aku, tolongggg", teriakan Lena menggema di ruangan tersebut.


"Hahhhh...!!!!! Aku belum menyentuhmu tapi dirimu sudah berteriak seperti mau ku cincang..hahahahha", Shakira tertawa keras seperti kerasukan roh psikopat.


"Kira...tenang, tarik nafas, jangan ikuti emosi sesaatmu", ucap Benjamin berjalan menuju arah Shakira kemudian meletakkan kedua tangannya pada pundak Shakira.

__ADS_1


Mendengar ucapan dan usapan lembut dari Benjamin, Shakira pun berbalik dan langsung menghambur memeluk Benjamin dengan erat. Lantas, mengeluarkan semua tangisan yang sarat dengan emosi.


"Huhuhu....aku salah apa, Benji? Kenapa semua orang ingin menghabisi nyawaku?? Aku bisa mati, kalau Nola tidak lihai mengendalikan mobil saat itu...", ucapnya dalam deraian air mata.


Benjamin pun memeluk serta mengusap punggungnya.


Lena yang melihat kejadian tepat didepan matanya hanya bisa terdiam dan sangat emosi, bagaimana lelaki yang telah didambakannya bertahun-tahun lebih memilih perempuan dari kalangan rendahan.


Sejenak, Shakira dan Benjamin melupakan kehadiran Lena didalam ruangan tersebut, hingga terdengar suara..


"Dasar roman picisan..cuihh...!!" umpat Lena sambil meludah.


"Asal kau tahu, perempuan benalu, aku tidak menyilet ban mobilmu. Lebih tepatnya, aku memerintahkan orang untuk merusaknya. Sayang sekali, kau tidak mati sekali..bugghhh", belum selesai Lena menyelesaikan kalimat, sebuah tendangan bersarang di perutnya.


Sambil berjongkok, Shakira memandangi Lena yang sudah terlihat sangat kesakitan. Dan berkata, "Sayangnya, kau bukanlah Tuhan. Dan asal kau tahu, Tuhan masih sayang kepadaku".


Tanpa berkata-kata lebih banyak lagi, Shakira menarik tangan Benjamin lalu keluar dari ruangan gelap dan pengap itu. Membiarkan Lena menangis dan merintih minta dibebaskan.


Pintu kembali tertutup serta terkunci.


"Ahhhhhhh.....Akan aku cari kaliannn semua!!!!! Setelah itu, dirinya terduduk di tanah. Memandangi kedua tangannya, lalu terkepal dan melihat kearah langit.


Papa, mama...Kira berjanji, dengan kedua tangan Kira, meski jika nanti tiba saatnya, Kira tidak bisa membunuh mereka seperti mereka dengan mudah membunuh kalian, Kira akan membuat mereka menyesal telah menghirup udara hingga saat ini. Shakira.


Hari yang sangat melelahkan bagi semua pun berlalu.


Saat ini Shakira telah berada di kamar, apartemen Benjamin, seperti biasa Bik Ima menyiapkan malam untuk mereka bertiga dengan Nola.


Bau masakan menyeruak masuk kedalam kamar, membangunkan Shakira dari alam mimpinya. Jam di meja menunjukkan hari sudah menjelang petang.


Masih berguling-guling di tempat tidur, Shakira meraih ponsel dan mengecek chat apakah ada yang penting atau tidak.


Terlihat chat dari Wina, bawahannya di kantor yang sudah dianggap asisten oleh Shakira, memberikan informasi terkini mengenai pekerjaan yang dilakukan oleh tim mereka hari ini.


Ah..syukurlah semua baik-baik saja untuk urusan pekerjaan. Shakira.

__ADS_1


Kemudian dirinya bangkit dari tempat tidur dan membersihkan diri lalu menuju ruang makan, menikmati makan malam dengan tenang bersama dua orang kesayangannya.


"Bik Ima, Nola...aku mau ngucapin terima kasih yang banyak ya, kepada kalian berdua. Kalian sudah menerimaku dengan tangan terbuka meski enggak tahu siapa aku dan darimana asalku", ucap Shakira dengan penuh rasa terima kasih.


"Hanya kalian yang aku punya saat ini, jadi tolong tetaplah selalu bersamaku ya...please", air matapun menetes dipipi Shakira.


Bik Ima pun lansung memeluk tubuhnya yang sedang terguncang menangis.


"Bibik tahu semuanya Non, Tuan Muda langsung cerita sama Bibik dimalam itu. Relakan dan iklhaskan mereka, Non. Biarkan mereka beristirahat dengan tenang. Kita yang masih diberikan kesempatan untuk bernafas didunia ini, cukup mengirimkan doa untuk mereka yang sudah berada di alam sana, agar dilancarkan jalannya..".


Disela tangisan, Shakira berkata, "Terima kasih Bik Ima, saat ini aku kangen sama papa mamaku, Bik..kangen banget. Mereka orang tua terbaik Bik Ima, kenapa mereka jahat sekali menghancurkan keluargaku, Bik..huhuhuhu...", masih dengan deraian air mata, Shakira berkata lagi, "Antar aku besok ke tempat peristirahatan mereka, Nola..aku mau membawa bunga kesayangan mama..".


Nola yang mengerti betapa hancurnya hati Nona Mudanya, hanya sanggup mengiyakan dengan anggukan kepala saja.


Di sebuah kamar apartemen yang berada tepat persis didepan pintu apartemen yang didiami Shakira, seseorang sedang mengawasi sebuah monitor CCTV. Orang tersebut adalah Benjamin. Semenjak Shakira menempati apartemennya, Maria memerintahkan orang untuk memasang CCTV tepat didepan pintu masuk dan didalam ruangan tv yang juga menjangkau area ruang makan dilengkapi dengan suara.


Pantas saja kamu mau melompati jembatan saat malam itu. Kehilangan orang tua, pacar, sahabat, warisan, pekerjaanmu. I feel you, Kira. Benjamin.


Ting....sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Dio malam itu.


Sang COGAN yang hendak menuju club malam tempat tongkrongan hampir tiap malam jika tidak ada kerjaan memburu dan membunuh para bajingan bersama teman-teman BKnya, membaca pesan yang berasal dari Tuan Mudanya.


"Cari tahu hubungan Reyhan, Shakira dan Juliana, selengkapnya!" (Bos Psikopat), nama Benjamin yang tertera di ponsel Dio.


"86, Bos...", Dio membalas pesan tersebut, lalu secepat kilat dengan mengendarai MoGe kesayangannya, melesat menuju Club Malam.



Honda CMX 500 Rebel kesayangan Dio. Keren gak tuh...Duh Dio mau dong eike dibonceng....#edisiauthorngarep.


*****************


Bersambung yah kaka² tersayang. Terima kasih selalu kuucapkan atas dukungan, saran dan masukannya serta tak lupa like, fav untuk karyaku yang receh...


Support terus ya biar semangat updatenya.

__ADS_1


jangan lupa komen, like dan fav ya kaka²🥰


__ADS_2