
Di Three Sibling's Corp. lantai 25, departemen komunikasi. Terlihat semua staff sedang hilir mudik kesana kemari. Sibuk mengerjakan tugas bagian masing-masing. Karena pada hari ini adalah jadwal untuk mempresentasikan program yang hendak ditawarkan kepada perusahaan telekomunikasi berplat merah. Benjamin sangat menekankan Shakira beserta teamnya untuk memenangkan tender yang bernilai milyaran tersebut. Saat inilah keahlian Shakira diuji.
"Nona Shakira, tepat pukul 2 siang, perwakilan mereka akan tiba. Masih ada waktu 1jam untuk makan siang sejenak", info Nola mengingatkan Shakira karena sejak tadi, Nonanya tidak menyentuh makan siang yang sudah dipesankan oleh Benjamin untuknya.
"Hmmm Nola, karirku tergantung pada presentasi hari ini, kalau sampai berantakan bisa-bisa aku di pecat oleh bos besar.. hiiii mau makan apa aku nantii?!" jawab Shakira bergidik membayangkan kemungkinan tersebut.
"Tenanglah Shakira, semua akan berjalan lancar, kami percaya dengan kemampuanmu", ucap Nola menepuk pundak Shakira sembari menyodorkan kotak makan siangnya.
Shakira bersama timnya standby di ruangan pertemuan mempersiapkan segala sesuatunya termasuk berkas data yang akan dipresentasikan. Ketukan di pintu terdengar, perwakilan dari calon mitra bisnis mereka telah tiba, total ada 8 orang yang datang untuk ikut mendengarkan dan melihat program teknologi apa yang akan di tawarkan oleh perusahaan sebesar Three Sibling's Corp.
Tak disangka oleh Shakira, salah satu perwakilan mereka adalah Juliana.
"Helloo again Shakira", ucap Juliana mengerlingkan matanya sembari mencari tempat duduk.
Shakira terkejut akan hadirnya Juliana tetapi masih bisa dia simpan rapat-rapat keterkejutannya. Sedang Benjamin telah mengetahui jika salah satu peserta adalah mantan sahabat Shakira.
"Perketat keamanan!" hanya dengan 2 kata dari Tuan Mudanya, Nola beserta Maria dan beberapa penjaga yang berasal dari Black klan yang menyamar menjadi peserta rapat bersiap jika ada kemungkinan buruk terjadi kembali.
Ketika presentasi akan dimulai, Benjamin datang bersama Mama Seila. Semua mengangguk hormat kepada mereka berdua. Bahkan Juliana tak sanggup memalingkan wajahnya memandang Tuan Muda yang bernama Benjamin Lingga Adiwijaya sang pewaris utama.
"Ternyata Tuan Muda satu ini tampan sekali ya..kabarnya masih single", bisik salah satu rekan Juliana yang ikut hadir diruangan tersebut.
Juliana hanya diam menanggapi.
Selama pertemuan tersebut, Shakira sanggup mempengaruhi para calon mitra kerjanya. Bahkan CEO nya pun Tuan Ramli sangat terkesan dengan pemaparan Shakira yang gamblang tidak bertele-tele. Bahkan data dan angka-angka yang disebutkan masuk logika dan tidak mengada-ada.
"Sekian presentasi dari kami, Three Sibling's Corp. jika ada yang hendak ditanyakan kami buka sesi tanya jawab", Ucap Shakira menutup presentasinya.
Tak disangka, CEO Ramli yang terkenal tangan besi dan tidak mudah di ambil hatinya bertepuk tangan meriah untuknya.
Semua orang pun akhirnya ikut bertepuk tangan.
"Respect saya buat anda, Nona Shakira. Saya rasa tidak ada yang perlu di pertanyakan dari sesi presentasi anda, saya sudah cukup mengerti dan paham. Nanti akan ditindak lanjuti oleh tim saya, Joshua kepala tim proyek kami, agar langsung berhubungan dengan perusahaan anda", kata CEO Ramli membuat Juliana tersentak atas keputusan CEO nya. Karena diawal sudah ditetapkan siapa yang akan mengawal proyek besar ini dan dia dijanjikan memegang proyek ini.
"Tapi CEO Ramli...anda berjanji memberikan proyek ini kepada saya kan??" protes Juliana sedikit keras membuat CEO Ramli terlihat tidak suka dan hanya menjentikkan jari saja, membuat Juliana dipaksa keluar ruangan agar tidak membuat keributan dalam pertemuan.
Benjamin yang duduk tak jauh dari Shakira pun hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Maafkan salah satu tim kami, Tuan Benjamin, mari kita lanjutkan, dimana saya harus menandatangani berkas persetujuan kerja sama kita?", ucap CEO Ramli lagi, membuat Shakira beserta tim girangnya bukan main. Tak jauh dari situ, Mama Seila yang duduk diam di pojok sedang memerintahkan seseorang untuk mencari tau latar belakang Shakira. Karena Mama Seila merasakan deja vu, melihat sosok Shakira seperti melihat sosok sahabat kecilnya yang sudah lama tidak dia temui bahkan kabarnya pun tidak diketahui sampai saat ini.
Shakira Putri Prajogo.. ternyata kamu yang sanggup membuat pelangi di hati anakku...ucap Mama Seila dalam hatinya.
Jika Shakira dan Three Sibling's Corp. sedang merayakan keberhasilan mereka, lain halnya dengan Juliana yang sedang di caci maki oleh CEO Ramli, karena berani melawan keputusannya di pertemuan tadi.
"Camkan 1 hal di kepalamu, Juliana. Jangan merasa berbesar kepala hanya karena ibumu adalah istri siriku. Seharusnya Shakira Putri Prajogo yang mengisi posisimu saat ini. Kau kira saya tidak tahu akan kelicikanmu? Bahkan hanya dengan melihatnya tadi melakukan presentasi, bisa dilihat kemampuannya sangatlah jauh dibanding dirimu. Tidak ada yang boleh melawan keputusanku demi perusahaan ini. Ingat itu!".
Tangan Juliana mengepal, emosi didalam dirinya seakan-akan ingin keluar. Rasa malu karena diusir dari ruangan pertemuan belum habis ditambah lagi dengan caci maki ayah tirinya.
**Ternyata ya Jul Jull...kamu main ditikungan hmm....
Di ruangan Juliana, terlihat berantakan. semua barang berserakan akibat di lempar. Tidak ada satupun karyawan yang berani mendekatinya. Karena Juliana bukanlah sosok yang bisa diajak berkawan.
Shakira.. kamu harus membayarnya! dalam hati Juliana.
Dengan tangan gemetar menahan tangis dan emosi, Juliana menghubungi Reyhan. Sambil menangis dan berteriak memaki Shakira melalui sambungan telepon. Reyhan yang mendengar cerita Juliana pun merasa tidak terima.
"Tenang sayang, Shakira harus membayar ini semua", sahut Reyhan diseberang sana menenangkan kekasihnya.
Sore itu, hujan turun rintik-rintik. Suasana kantor Three Sibling's Corp. mulai surut dari aktifitas sibuk mereka, meski masih ada beberapa yang menyelesaikan pekerjaan.
Tring...notifikasi pesan masuk ke handphone Shakira.
"Apakah kamu masih sibuk, Kira?" Benji.
Ketika membaca pesan tersebut, Shakira merasa girang, tidak sadar tersenyum sendiri membuat sang asisten bingung melihat kelakuan Nona nya.
"15 menit lagi aku mau pulang. Boleh kan? Aku mau beli Martabak telor sama Nola", balas Shakira senyum-senyum sendiri.
"OK....hati-hati", balas Benjamin.
Ketika sedang menunggu Nola di lobby, tiba-tiba tak disadari oleh Shakira, Juliana telah berdiri disampingnya.
"Apa mau mu Jul? Aku rasa kìta gak ada janji ketemu deh hari ini", Sahut Shakira berusaha menjauh dari Juliana.
"Aku memang sengaja mencarimu wahai sahabatku Shakira...", jawab Juliana sinis.
__ADS_1
"Sahabat macam apa yang sengaja mengkhianati persahabatan?!" sindir Shakira melengos serta mencibir.
Tak lama kemudian, Nola berhenti tepat didepan Shakira dan Juliana menghilang begitu saja.
"Sial..kemana perempuan gila itu?" ucap Shakira menoleh mencari keberadaan Juliana.
"Shakira, ayo cepatlah masuk!" teriak Nola dari dalam mobil.
Dalam perjalanan, Nola berkata "Sepertinya aku melihat Juliana sekilas. Apa dia mendekatimu?".
"Ya sempat dia menyapa aku, tapi belum selesai bicara dia menghilang, takut mungkin dengan mu, Nola", jawab Shakira bertanya-tanya apa maksud kedatangan Ratu Lebah itu.
Cuaca diluar masih gerimis, membuat orang yang berada didalam rumah tidak ingin keluar.
Kenyang menghabiskan martabak telor bersama Bik Ima dan Nola, Shakira pun lantas bersiap untuk tidur. Sedang Mama Seila sudah beberapa hari ini tidur di apartemen Benjamin.
Setelah memasang alarm di handphonenya, terdengar panggilan masuk. "Duh males banget jam 11 malem siapa sih yang kurang kerjaan omel Shakira. Hmm.. nomor tak dikenal", ucapnya.
"Halo..", ucap Shakira.
Terdengar sepi diseberang sana lalu ada suara "Shakira, ini aku Reyhan..aku kangen kamu...", jawab Reyhan.
Shakira terkejut mendengar perkataan Reyhan.
"Shakira... kamu dengar aku kan..ijinkan aku mau ketemu kamu besok", ucap Reyhan lagi diseberang sana.
Shakira menarik nafas lalu berkata "Stop Rey, jangan ganggu aku lagi. Kita sudah selesai Rey. Apa kamu lupa, kamu yang minta kita putus??".
"Aku tahu, aku tahu..makanya aku mau menjelaskan sesuatu padamu, kasih aku kesempatan bertemu..", pinta Reyhan memelas diujung sana.
"Tidak Rey.. aku harap ini terakhir kalinya kita membahas soal ini", jawab Shakira dan memutuskan sambungan telepon secara sepihak serta memblokir nomor tersebut.
"Hufftttt... kenapa mereka terus menggangguku..dasar duo lebah", Shakira setengah berteriak didalam kamarnya.
Dan tak lama kemudian, terlelap dalam tidurnya..
To be continue..
__ADS_1