Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 18. Black Klan in action


__ADS_3

Di tempat terpisah, Dio sang tangan kanan Tuan Muda Benjamin sedang menjalankan misinya. Ditemani oleh Willy dan Rio, mereka sedang melakukan pengintaian.


"Bos kecil, kenapa kita tidak ringkus aja langsung orang itu? Kan kita sudah tahu bahwa dia yang merusak ban mobil Nona Muda", tanya Willy diikuti anggukkan Rio kepada Dio yang mendapat julukan Bos kecil, julukan itu disematkan oleh anak buah mereka.


"Ckk...kalian ini gak sabaran banget jadi orang. Kita harus tahu dengan siapa dia berkomunikasi dan berhubungan", jawab Dio menjelaskan.


"Masa lagi-lagi kita harus ngasih makan Bobo?" mendengar perkataan terakhir Dio, Willy dan Rio pun bergidik mengingat dua orang tawanan mereka yang telah habis menjadi santapan Bobo, buaya peliharaan Dio.


Terdengar bunyi panggilan pada handphone Dio.


"Bagaimana Bos..kami sedang di tkp", jawab Dio


Terdengar suara di seberang. Dio pun menyahut dengan patuh. Dan bisa dipastikan bahwa yang menghubungi adalah Tuan Muda Benjamin.


Black Klan sendiri merupakan organisasi para gangster yang terdiri dari berbagai macam latar belakang kehidupan. Ada yang berasal dari tukang bangunan, satpam di suatu perusahaan, penjual makanan, bahkan ada beberapa mantan napi yang sudah bertobat. Benjamin mengumpulkan orang-orang ini untuk mendidik mereka menjadi berguna. Bukannya untuk menakuti masyarakat, justru mereka dididik untuk membantu dan mengayomi lingkungan dari para preman yang bertingkah seenak jidatnya. Apalagi, Benjamin sangat tidak setuju peredaran nar**ba dan minuman terlarang ditubuh Black Klan, jika hanya bertato masih bisa diterima olehnya.


Para anggota Black Klan juga ditempa dengan ilmu bela diri yaitu Taekwondo yang berasal dari Negeri Ginseng yaitu Korea Selatan. Ilmu bela diri yang lebih banyak menggunakan kaki dan tangan untuk membela diri serta menaklukkan lawan. Bahkan anggota Black Klan pun jika diketahui melakukan kekerasan demi ego dan kesenangan diri mereka sendiri, sudah dapat dipastikan akan berakhir menyedihkan. Selain habis babak belur di tangan Dio sang eksekutor, akan mendekam di penjara selama mungkin. Maka dari itu, tidak sedikit para penegak hukum resmi meminta bantuan mereka untuk menyelidiki suatu perkara.


"Bagaimana Bos kecil, kita terus ikuti orang tersebut sampai kapan?" tanya Willy lagi dengan tidak sabar.


"Plakkk...!!!! Bisa diam enggak sih mulut kamu ini!" jawab Dio sambil memukul kepala Willy menggunakan majalah.


Tiba-tiba Rio pun berisik didalam mobil sambil menunjuk kearah seberang jalan dimana mereka sedang memata-matai orang yang dicurigai menyabotase ban mobil yang ditumpangi Shakira.


Terlihat sepasang pria dan wanita mendatangi orang yang dicurigai mereka. Mereka bertiga menuju ke arah cafe terdekat yang ada dijalan tersebut. Dio pun lantas berusaha mengambil gambar dari ketiga orang itu, tetapi sepertinya mereka tahu dan takut identitas mereka akan terbongkar, sepasang pria dan wanita itu menggunakan jaket panjang, masker dan topi untuk menutupi sebagian wajah dan postur mereka.


"Siapa sebenarnya mereka itu? Apakah masih berhubungan dengan Nona Muda atau dari lawan Tuan Muda..." Dio pun berpikir keras. Karena banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi.


Sebab, setelah Tuan Muda Benjamin memerintahkannya untuk menyelidiki kehidupan Nona Muda sebelumnya, banyak kejanggalan yang terjadi didalam kehidupannya.

__ADS_1


Baru kali ini dalam sejarah per Black Klan-nan mendapatkan tugas yang super jelimet bikin puyeng dalam hati Dio mengomel.


"Willy, Rio ayo ikut, pakai topi kalian dan bertindaklah normal, kutraktir kalian minum kopi", ajak Dio kepada dua kurcacinya.


Dengan cepat Willy dan Rio pun mengikuti perintah Dio.


Dio dan para kurcaci duduk tak jauh dari incaran mereka.


Mereka mencoba mencuri dengar apa saja yang dibicarakan oleh orang-orang tersebut. Dio mengenali salah satu dari mereka, yaitu pria yang dibayar untuk menyabotase ban mobil.


"Dia adalah salah security yang bertugas di gedung Three Sibling's Corp. ini tidak bisa dibiarkan..pikirnya, aku harus melaporkan secepatnya" ucap Dio dalam hati.


Pesan pun terkirim kepada Benjamin berikut dengan rekaman percakapan mereka.


Ketika incaran mereka akan beranjak pergi, Dio bergegas mengikuti mereka. dengan memerintahkan Willy dan Rio untuk cepat mengambil mobil mereka. Didepan Coffee Shop, ketiga orang tersebut berpisah. Dio terus bergerak mengikuti si security itu hingga hilang dari pandangan.


"Sialll!!!! maki Dio sambil meninju udara.


Dio pun bergegas masuk kedalam mobil dan menuju gedung yang dimaksud. Gedung tua, yang dulunya merupakan sebuah minimarket, dengan rak-rak berjejer, mesin pendingin minuman rusak dan sepertinya sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.


Willy memarkirkan mobilnya agak jauh dari gedung tua. Mereka bertiga turun dari mobil dan dengan diam-diam berusaha mencari cara agar bisa masuk kedalam.


Rio dan Willy, menemukan pintu belakang gedung tua tidak terkunci. Dengan perlahan-lahan mereka masuk kedalam mencoba mencari suara dari mana suara orang sedang bercakap-cakap.


Dio mengarahkan jari telunjuknya kearah sebuah pintu yang sedikit terbuka. Dengan mengendap-endap, mereka mencoba mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan dan siapa mereka sebenarnya.


"Bagaimana..apakah mereka mau bekerja sama dengan kita?" tanya suara seorang laki-laki yang terdengar berat dan serak. Dio tidak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut karena berdiri membelakangi pintu. Hanya sosoknya yang tinggi tegap berotot terlihat sangat kuat, bahkan Dio merasa tidak asing dengan lelaki itu meski dengan tampilan berbeda.


Security itu pun menjawab pendek "Iya, Tuanku".

__ADS_1


"Good...seperti pepatah berkata 1 tepuk 2 nyamuk mati...Sekarang pergilah dan jangan datang jika tidak aku cari" ucap pria tersebut.


Dio dan para kurcacinya bergegas mencari tempat persembunyian.


Siapa mereka ini, aku tidak pernah mendengar tentang sosok pria tersebut di kota, harus kulaporkan secepatnya pada Tuan Muda ucap Dio dalam hati.


Dengan sebuah kode, mereka bertiga keluar dari gedung tua itu secepatnya.


"Bos...kira-kira siapa mereka itu? dari genk mana ya bos...karena aku tidak pernah melihat mereka", sahut Willy sambil menyetir mobil menuju markas mereka.


"Biarkan aku berpikir dulu. Sosok pria itu..sangat familiar buatku", jawab Dio pelan seperti berbicara kepada dirinya sendiri.


Di lantai 25, gedung Three Sibling's Corp.


"Maria, aku perlu bertemu dengan Bos Besar, ada yang harus aku bicarakan dengan beliau", Shakira tergesa-gesa menuju ruangan Benjamin tanpa memperdulikan gelengan kepala Maria.


Shakira pun terburu-buru lupa mengetuk pintu ruang CEO dan langsung membukanya begitu saja..


"Aaaa...maaf-maaf Pak eh Tuan Muda, saya lupa mengetuk pintu". Melihat pemandangan didalam ruangan membuat Shakira kembali menutup pintu dengan keras dan setengah berlari kembali ke ruangannya sendiri. "Duhhh tolol banget sih aku ini", sambil memukuli dirinya sendiri dengan berkas penting yang ingin diserahkan pada Benjamin.


Terduduklah Shakira di sofa sambil menenangkan hatinya dan merenung.


"Itu kan Lena..kenapa dia bisa masuk ke gedung ini lagi? Dan bukankah Benjamin menolak bertunangan dengannya?" ucap Shakira pada dirinya sendiri.


"Terus kenapa aku kayak orang bodoh tadi? Terus kenapa rasanya nyesek sekali lihat mereka berduaan sedekat itu? Terus apa maksud dari sikapnya semalam itu?" dan banyak kata-kata terus yang diucapkan oleh Shakira.


"Nona, apakah anda baik-baik saja?", Nola yang baru saja kembali dari ruangan direktur keuangan kaget melihat Shakira terpekur di sofa dengan muka ditutupi oleh berkas ditangannya.


Shakira hanya menggelengkan kepala lalu menarik nafas panjang "hmm.. ok aku baik-baik saja, aku yang salah menafsirkan sikapnya". Nola pun bingung dibuatnya, tak lama setelah itu Nola mengerti apa yang telah terjadi, Maria mengirimkan pesan padanya dna tidak bertanya lagi pada Shakira.

__ADS_1


Nola mendekati Shakira dan berkata dengan lembut "Semangat untuk Nonaku" dengan dua jempol diacungkan lalu Nola pun keluar melanjutkan pekerjaannya.


Shakira hanya tersenyum, hingga ketika Nola hilang dari pandangannya, ingin rasanya menangis. Entah menangisi apa...


__ADS_2