Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 6. Malam kelabu


__ADS_3

Dikota J, suasana pagi yang hiruk pikuk diluar sana tidak menyurutkan keinginan Shakira untuk sembunyi dibawah selimut. Dengan jarinya sibuk men scroll sosial media, tak disengaja Shakira melihat postingan terbaru Juliana. Ya meskipun sahabatnya itu sudah menyakiti tapi Shakira tetap berhati besar untuk tetap berteman di media sosial.



sebuah foto dengan tulisan #kamuaku4everin❤ cukup membuat hati Shakira mencelos. Mentari bersinar cerah tetapi hati Shakira terasa mendung kelabu.


Tring..bunyi notifikasi pesan masuk.


"Hei tukang tidur! Ada tugas untukmu menanti, bersiaplah. Benji"


Tring...notifikasi pesan masuk kembali


"Jangan lupa sarapan agar singa diperut mu tidak mengaum. Benji"


"Aaaaa sial bangettt pagi-pagi bikin orang gedeg aja sih", teriak Shakira sama menggaruk-garuk rambutnya yang semakin mengembang. Dengan langkah diseret, Shakira memaksakan diri untuk mandi dan bersiap-siap berjibaku dengan tugas dan tanggung jawabnya di perusahaan.


Jam tangannya menunjukkan pukul 8.30. Shakira mengusap jam tangan tersebut. Teringat bahwa jam yang dia pakai dipergelangan tangan kirinya adalah hadiah terakhir pada saat kelulusan dari alm. papa dan mamanya. Jam tangan dengan merk Fossil type Mechanical Stainless Steel Watch berwarna rose ini berbeda dengan jam tangan merk lainnya, type ini tidak memakai komponen listrik satupun, cukup memutar crown searah jarum jam bila penunjuk waktu berhenti. Jam tangan yang bisa dibilang cukup mewah bagi wanita yang memakainya. Benda yang selalu menemaninya dan tak pernah lepas kecuali mandi dan tidur.


Doakan aku dari sana ya..batinnya.


Ketika hendak turun sarapan di restoran, terdengar ketukan pintu diluar. Seorang wanita muda dengan postur tinggi semampai serta pancaran wajah yang cukup serius, memperkenalkan diri bahwa dirinya ditugaskan oleh Tuan Muda Benjamin ntuk mendampingi Shakira selama berada di kota J.


"Nama saya Nola, Nona. Mohon kerja samanya", ucap Nola memperkenalkan diri. "Tunggu, aku punya asisten begitu maksudmu?" yang ditanya pun hanya mengangguk.


"Ok, mari temani aku sarapan sebelum singaku ngamuk", ajak Shakira berlalu dari hadapan Nola yang kemudian dengan langkah cepat mengikuti nonanya.


Hari ini sebelum malam acara penghargaan, Shakira ditugaskan untuk berkunjung kebeberapa anak perusahaan. Sibuk perkenalan dan mengecek program-program apakah semua anak perusahaan termasuk cabangnya telah menerapkan standard sesuai dengan mandatory perusahaan.


Disalah satu anak perusahaan yang baru saja diresmikan, tak sengaja Shakira bertemu dengan Tuan Roy dan Bobby sang asistennya.


"Well well..halo Nona Shakira, tidak disangka kita akan bertemu disini. Sungguh ini suatu kebetulan yang sangat tak terduga", Tuan Roy menyapanya dengan senyum yang membuat Shakira bergidik.


"Apa kabar Tuan Roy, rupanya anda juga berada disini. Apakah ada hubungan kerja sama dengan anak perusahaan kami di kota J juga?" tanya Shakira dengan senyum yang agak dipaksakan, karena suka atau tidak suka, InD Comp. merupakan salah satu mitra kerja perusahaannya.


"Bagaimana jika anda bergabung dengan kami, Nona Shakira? Bukankah Three Sibling's Corp., juga turut menghadiri acara penghargaan malam nanti", ucapnya lagi sambil mengedipkan mata. Nola yang melihat bos nya di goda, langsung memutuskan pembicaraan "Maaf Nona, kita harus lanjut lagi dengan perusahaan B jika tidak ingin terlambat ke acara nanti malam".


"Maaf Tuan Roy, saya harus melanjutkan agenda hari ini. Sampai bertemu kembali", pamit Shakira undur diri dengan sopan tanpa bermaksud menyinggung.


"Sayang sekali anda menolak tawaran saya. Yah sampai bertemu nanti malam kalau begitu", jawab Tuan Roy dengan muka memerah menahan malu karena tidak pernah ada kata dalam kamusnya untuk penolakan.


"Bobby, aku harus dapatkan wanita itu", lalu berjalan arah keluar menuju mobil yang telah menanti mereka berdua.


Didalam mobil, menuju hotel S tempat Shakira menginap, Nola mencoba mengingatkan Shakira untuk lebih berhati-hati dengan Tuan Roy dari InD Comp.


"Nona maaf jika saya lancang, tetapi saya merasakan perasaan buruk tentang Tuan Roy".


"Terima kasih Nola, kamu sungguh perhatian denganku padahal baru hari ini kita bertemu. Aku merasa tenang karena ada kamu disampingku", jawab Shakira dengan senyum polosnya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar hotel, tepat jam 4 sore, MUA yang telah di tugaskan oleh Maria datang hendak merias Shakira.


"Nola, apa harus sampai mendatangkan MUA? aku kan bisa berdandan sendiri", tanya Shakira kaget tiba-tiba datang 2 orang spesialis wajah dan rambut untuk mendandaninya. "Maaf Nona, semua atas perintah Tuan Muda. Ini gaun yang sudah disiapkan", jawabnya sambil menunjukkan sebuah gaun selutut berwarna hitam lengkap dengan stilleto yang dapat dipastikan sesuai dengan ukuran tubuh dan kaki Shakira.



Setelah 2jam lebih di make over oleh Cindy si MUA yang gagah gemulai.."Cus kenakan dress mu zeyenkkk", dengan mengibaskan jarinya.


"Waaa cantik banget deh.. isshh dirimu beruntung bangets loh..eike jadi ngiri bet..aa cucok dehh", Cindy terus saja mengoceh melihat tampilan Shakira yang berubah bak Cinderella.


Shakira mematut dirinya sendiri didepan cermin. Tak pernah menyangka bahwa yang didepan kaca adalah dirinya.


"Satu lagi Nona, sebelum lupa", ucap Nola menyerahkan satu set kotak perhiasan kepada Shakira.


Semakin terkejutlah Shakira menerima ini semua "Nola, ini bukan punyaku, aku sudah gak punya perhiasan apapun", tolak Shakira halus. "Ini dari Tuan Muda, Nona. Jangan ditolak", kemudian Nola membantu memasangkan kalung serta anting-anting.


"Ok darling..kereta labu mu sudah tiba, cuss eike anterin turun ke lobby", ajak Cindy dengan kerlingan matanya.


Disepanjang perjalanan menuju tempat acara, Shakira merasa gelisah. Firasatnya mengatakan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Nola yang merasakan perubahan sikap Nonanya, berusaha menenangkan "Tenang Nona, saya akan selalu berada di sampingmu". "Terima kasih Nola", balas Shakira dengan tersenyum lembut.


Tiba ditempat tepat waktu. Shakira melangkahkan kakinya diikuti oleh Nola dibelakang. Semua mata memandangnya. Tak terkecuali Tuan Roy dan Bobby sang asisten.


Merasakan banyak mata memandangnya, Shakira tersenyum simpul hingga menuju tempat duduknya.


"Ternyata kabar burung tak selamanya kabar burung", sahut seorang perempuan yang berdiri tepat dibelakang kursinya.


Shakira mengenali suara tersebut dan menoleh dengan cepat "Kamuu..?!"


Shakira mulai merasakan emosinya meluap.


"Tenang Nona, tahan emosimu. Ada saya disini", bisik Nola sambil pasang kuda-kuda untuk mengantisipasi keadaan.


"Tanpa aku, tidak akan ada acara ini asal kau tahu", ucap Juliana lagi dengan senyum mencemooh.


"Rasanya aku gak perlu ngeladenin kamu deh Jul, waktuku gak banyak untuk urusan seperti ini", Shakira mengibaskan tangan kanannya dan menyuruh Juliana menyingkir dari hadapannya.


Tanpa disadari, Tuan Roy, yang memang sudah kepincut dengan Shakira melihat perdebatan dua wanita tersebut dan memberi kode kepada Bobby.


Puncak acara pun berlangsung. Three Sibling's Corp. menerima penghargaan tertinggi untuk tahun ini sebagai perusahaan yang menawarkan aplikasi, solusi bisnis TI/software, produk hardware, yang dinilai terbaik oleh pengguna dan masyarakat yang menjadi customer.


Tepuk tangan meriah mengiringi langkah kaki Shakira menuju ke panggung. Kilatan lampu cahaya kamera terlihat dimana-dimana. Hatinya sangat bahagia bercampur sedih, seandainya kedua orang tuanya masih ada dan melihatmya.


Disudut ruangan terlihat Juliana menggertakkan gigi dengan kedua tangan mengepal dipaha. "Shakira, saat ini kamu boleh tertawa senang..", berbicara dengan dirinya sendiri.


Tiba-tiba dari belakang punggungnya, "Jul, kamu sudah lama menungguku? tanya Reyhan sambil memeluk pinggang Juliana dan mencium sekilas pipinya.


"Ah Rey, aku kangen kamu.. ", ucapnya sambil berbisik ditelinga Reyhan. "Aku lagi kesel banget. Coba liat itu mantan kamu, gayanya sok selangit!", sambil menunjuk Shakira diatas panggung.

__ADS_1


Reyhan mengarahkan pandangannya pada Shakira yang masih berada diatas panggung. Sorot mata yang masih dipenuhi cinta dan kerinduan.


"Cantik sekali kamu, Kira...sungguh sangat cantik", ucapnya dalam hati.


"Tuh kan, kamu masih cinta kan sama dia?!", tuduh Juliana kepada Reyhan. yang dituduhpun hanya tersenyum tipis. "Sudahlah, yuk kita happy-happy malam ini", jawabnya menghindari tuduhan Juliana.


Makan malam pun dimulai, Shakira duduk dikelilingi oleh mitra perusahaan yang selama ini bekerja sama dengan Benjamin. Lalu seorang pelayan perempuan menghampiri mejanya "Nona, ini minuman khusus untuk anda", ucapanya sambil tersenyum.


"Wowww ramah sekali pelayanan di tempat ini sampai dibawakan minuman", ucap salah seorang mitra kerja yang tak jauh duduknya dari Shakira. Shakira pun hanya tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada pelayan tersebut.


"Nona, tolong jangan diminum. Berbahaya buatmu", bisik Nola sambil menggelengkan kepala tanda tidak.


Shakira yang merasa aneh pun mengernyitkan alis "Kenapa berbahaya, Nola?".


"Ada yang aneh dengan minuman tersebut", bisik Nola kembali.


"Dengarkan saya baik-baik Nona, berpura-puralah seakan meminumnya tetapi tumpahkanlah kepiring secara tidak sengaja, saya akan mencari tahu siapa yang melakukan hal ini padamu", perintah Nola.


Shakira pun menuruti perintah Nola "Aduh, tumpah deh minumanku..", ucap Shakira berdiri mengibaskan gaunnya yang tertumpah oleh minuman. "Nola, aku akan ke toilet sebentar, nanti carilah aku disana", bisik Shakira kepada Nola yang sedang mencari tahu siapa yang mengirimkan minuman tersebut.


"Tidak, jangan Nona, tunggu saya!", Nola setengah berteriak karena Shakira dengan cepat hilang dari pandangan. Nola pun langsung bergegas mencarinya. Shakira yang tak sadar jika dirinya diikuti dari belakangpun dengan santainya berjalan menuju toilet, hingga tiba-tiba hidungnya ditutup oleh sebuah kain dan pandangan matanya pun gelap.


Selang beberapa waktu, Shakira tersadar dari pingsannya. Dia menyadari dirinya tidak berada di toilet atau pun di ruang pertemuan.


Kemudian terdengar suara lelaki duduk disebelahnya "Hai cantik.. kau sudah bangun?" tanya lelaki tersebut yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah Tuan Roy.


Shakira yang menyadari dirinya berada di atas tempat tidur langsung berteriak "Apa yang kamu lakukan??? Biarkan aku pergi!".


Kedua tangan Shakira berusaha menutupi semua bagian tubuh yang masih tertutup lengkap oleh gaunnya. Ketakutan luar biasa dirasakannya. Air mata pun mengalir deras di pipinya. "Shhh shhh jangan menangis cantik, aku baik kok", sambil mengelus pipi Shakira dengan jarinya. "Aku tidak sudi dipegang sama om-om model kamu. Biarkan aku pergiii!!!", Shakira memberontak ingin melepaskan diri dari Tuan Roy.


"Plakkk..", sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Dasar wanita jahanam kau pikir dirimu berharga kah? kau hanya wanita murahan. Sekarang turuti aku!" bentak Tuan Roy.


Seketika itu juga terdengar bunyi Brakkkk...!! pintu kamar hotel terbuka dengan sekali tendangan. "Hentikan kalau kau tidak ingin mati!", sebuah suara dengan intonasi dalam, berat dan sangat mengerikan bagi yang mendengarnya.


Seketika Shakira pun melepaskan diri dari kungkungan Tuan Roy.


"Benjii.... tolong aku!!!!" Shakira berlari sepenuh tenaga dan kemudian memeluk tubuh Benjamin dengan erat.


Nola dan tim keamanan hotel segera meringkus Tuan Roy beserta Bobby sang asisten yang telah babak belur habis dihajar oleh Nola.


Tuan Roy tidak terima digelandang begitu saja. Sumpah serapah pun keluar dari mulutnya. "Urusan kita belum selesai..", ancam Benjamin dengan aura yang menakutkan.


Shakira menangis tersedu-sedu tidak menyangka hal ini akan menimpanya. "Maafkan aku, seharusnya tidak kubiarkan kau pergi menghadiri acara ini sendiri. Tenanglah, jangan menangis lagi..", bisiknya pelan serta menghapus air matanya.


"Terima kasih, kamu telah menyelamatkanku lagi...",sahut Shakira di tengah-tengah tangisannya.


Nola pun menundukkan kepala siap menghadapi amukan Tuan Mudanya.

__ADS_1


"Mari kita pulang", ucap Benjamin dengan tangan kiri masih memeluk tubuh Shakira. Nola pun mengikuti mereka dari belakang.


To be continue ya readers..mohon dukungan like, komen dan taburan bunganyaa biar semangat upp. makasih 😘


__ADS_2