
Pada bab sebelumnya...
Lalu, tentang Mr. X ini, apakah kalian pernah mendengar sebuah nama yang hampir sama seperti kalian?"
"Nama seperti kami? Maksudnya bagaimana, Kira?" tanya Tuan Abimanyu mencoba mengerti.
"Maafkan aku sebelumnya Tuan, namun apakah kalian pernah mendengar sebuah nama Samuel Abimanyu Negara?" tanya Shakira pelan menanti reaksi mereka.
Seketika raut wajah kedua orang tua Benjamin mendadak pucat. Mereka tidak bisa berkata apa-apa.
"Kira...bagaimana kamu mengetahui nama tersebut...?!" tanya Tuan Abimanyu dengan suara tercekat.
Deg....aduh aku salah langkah nih, sepertinya mereka sangat terkejut mendengar nama itu. Shakira.
Dirinya mencoba mencari cara penyampaian yang tepat kepada kedua orang tua tersebut. Terlihat olehnya, raut wajah si babang tampannya pun sedikit bertanya-tanya.
"Shakira....kami menunggu jawabanmu," sahut Tuan Abimanyu dengan tegas.
"Eh...begini, Tuan Abimanyu, pria yang bernama Samuel Abimanyu Negara lah yang telah menculik para gadis untuk dilelang kepada laki-laki hidung belang diluar sana," jawab Shakira dengan tenang.
"Apakah kamu bisa menggambarkan wajahnya kepada kami, Shakira?" tanya Tuan Abimanyu kembali.
Benjamin semakin tertarik dengan pembahasan ini.
Seorang pria dengan nama yang sama denganku dan papa juga. Siapa dia sebenarnya. Benjamin.
"Bisa Tuan," jawab Shakira lagi.
Terdengar helaan nafas yang berat berasal dari Mama Seila. Entah mengapa timbul perasaan tidak enak.
Shakira memandang ibu dari atasannya yang semenjak mendengar nama tersebut, mulai bertingkah tidak sewajarnya.
__ADS_1
Timbul perasaan ingin tahu yang besar. Alias jiwa kepo Shakira meronta-ronta.
"Maria, apakah bisa dirimu membantuku mencari data tentang pria tersebut, si Mr.X yang kalian namakan atau Samuel Abimanyu Negara," pintanya pada Maria, asisten Benjamin.
"Dengan senang hati, Nona. Segera saya laksanakan, permisi kalau begitu," pamit Maria kepada semua yang ada didalam ruangan tersebut.
"Kira, kenapa kamu usir Maria keluar dari ruangan ini?" tanya Benjamin dengan mengernyitkan dahinya.
Tak disangka olehnya Benjamin mengetahui maksud terselubungnya.
Dengan senyum manis dan menawan hati, Shakira memberikan jawaban atas pertanyaan lelaki tersebut. "Karena, apa yang akan aku sampaikan kepada Tuan dan Mama Seila sangatlah pribadi, Benji..."
"Maksudmu apa? Jelaskan jangan bertele-tele," tegur Benjamin tidak sabar.
Hisss tidak sabaran banget sih?! Shakira.
"Baiklah, akan aku jelaskan alasannya," sahut Shakira dengan tenang.
"Mama Seila, apakah mengenali nama tersebut?" tanya Shakira dengan lembut karena wanita cantik paruh baya tersebut sedang melamun.
Tidak ada jawaban dari ibu Benjamin. Mama Seila hanya termenung dengan jari jemari saling bertautan. Justru Tuan Benjaminlah yang menjawabnya. "Kami mengenali nama tersebut, Shakira...nama Samuel Abimanyu Negara adalah nama yang kami berikan bagi putra pertama kami. Dia adalah anak lelaki yang sangat tampan...."
Benjamin yang mendengar pernyataan Tuan Abimanyu, bereaksi dengan cepat.
"Hah?! Maksud papa, aku mempunyai seorang saudara?!" tanya Benjamin dengan nada bicara sedikit berteriak.
"Kemarilah Benji, duduk dekat Papa. Akan kami ceritakan tentang Samuel," panggil Tuan Abimanyu seraya menggeser duduknya memberikan tempat bagi Benjamin.
"Namun, sebelum papa bercerita mengenai kakakmu Samuel, terlebih dahulu papa ingin mendengar cerita dari Shakira, siapa Samuel yang dia sebutkan. Apakah benar itu adalah Samuel kakakmu atau orang lain dengan nama yang sama," tukas Tuan Benjamin dengan pandangan matanya tak lepas dari Shakira.
Mendapat pandangan tajam dari seorang tuan besar membuat Shakira terpaksa menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya hingga bagaimana keluar sebuah nama yang cukup membuatnya terkejut. Bahkan, Shakira menggambarkan perawakan pria setengah tampan itu. Dari gestur tubuh, raut wajah yang hampir setipe dengan Benjamin dan Mama Seila, serta ucapan pria bernama Samuel yang menyiratkan bahwa dirinya memang bersaudara kandung dengan Benjamin dan hanya berjarak beberapa tahun saja.
__ADS_1
"Awalnya saya pun tidak percaya, Tuan Abimanyu. Namun, disaat dia menghajar Reyhan karena mencoba meruda paksa saya, disitulah saya yakin ada kemungkinan Samuel tersebut adalah salah satu anggota keluarga kalian. Satu yang tidak bisa saya lupakan adalah tatapan matanya sama persis denganmu, Benji. Kedua bola matanya, persis dengan milikmu."
Suasana hening memenuhi ruangan tersebut. Hanya tarikan nafas yang terdengar dari masing-masing orang.
"Pa, apakah itu benar Sammy? Sammy anak kita yang hilang dulu dan dinyatakan meninggal?" sahut Mama Seila tiba-tiba dan menatap suaminya dengan tatapan sendu.
"Hm...kita belum bisa memastikannya, sayang. Kita tunggu Maria membawa informasi mengenai Mr. X atau Samuel ini," jawab Tuan Abimanyu seraya menggenggam kedua tangan istrinya.
"Apalagi yang dia katakan, Kira?" tanya Benjamin penuh selidik.
"Sepertinya dia mempunyai dendam kepada mu, Benji. Bahkan, mungkin terhadapku juga? Ah entahlah, aku tidak tahu pasti. Karena dia terus mengatakan bahwa dia terpaksa menculikku karena aku berada tepat ditengah-tengah hal yang sedang dia lakukan, dan hal apa aku pun tidak tahu. Yang aku tahu, Reyhan adalah kaki tangannya dan Rosa menyamar menjadi asisten si Samuel ini demi mencari anak gadisnya yang akan diperjual belikan kepada penawar tertinggi saat itu," jelas Shakira berusaha mengingat semua kejadian selama dua hari dirinya disekap tanpa melewatkan sesuatu yang penting.
Hmm....sangat menarik. Aku harus berbicara dengan asisten Tuan Prajogo lagi mengenai Mr. X ini. Benjamin.
"Ada dua hal yang menurut saya kalian harus tahu. Satu, Samuel ini mempunyai bekas luka bakar yang sangat menakutkan bagi orang yang baru pertama kali melihatnya. Luka tersebut di bagian pipi sebelah kanan. Makanya dia terkadang memakai masker di pagi hari. Lalu yang kedua, Samuel menggunakan dua bahasa. Yaitu bahasa Indonesia dan Inggris," jelas Shakira ketika mengingatnya anak buah Reyhan berbicara menggunakan bahasa Inggris kepada bosnya.
"OK, sambil menunggu Maria berhasil atau tidaknya meretas data milik Samuel ini, apakah papa dan mama bersedia bercerita mengenai Samuel, kakakku?" tanya Benjamin kepada kedua orang tuanya.
Tuan Abimanyu dan Mama Seila saling berpandangan, akhirnya Tuan Abimanyu mengambil inisiatif untuk bercerita.
"Kamu memang mempunyai seorang kakak Benji, terpaut tujuh tahun. Namun, sebelum dirimu lahir, kami kehilangannya. Jejaknya benar-benar tidak berbekas...." kedua mata Tuan Abimanyu menerawang jauh mengingat hari dimana, mereka berdua telah kehilangan anak sulung dan calon pewaris di keluarga Negara.
Mama Seila terlihat menyusutkan airmatanya menggunakan tisu.
"Apa yang terjadi Pa, Ma?" desak Benjamin kepada kedua orang tuanya.
...********...
**Hayo...apa yang terjadi ya sama Samuel kakaknya Benjamin?
Bersambung ya 🥰
__ADS_1
Ceritanya masih ngebahas siapa sih Mr. X yang mencoba membunuh kedua orang tua Shakira. Dan apakah Mr. X ini orang yang sama dengan Samuel?
Maafkan author ya kalo rada bosen ngebacanya 🙏🙏🙏