Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 24. Kejujuran


__ADS_3

Entah bagaimana bisa, Shakira yang masih berumur 22 tahun, hanya sekali mengenal cinta meskipun kandas akibat pengkhianatan, tidak pernah menyangka dalam fase kehidupannya yang sekarang dipertemukan oleh seorang lelaki bernama Benjamin Abimanyu Negara. Sosok lelaki terkenal dengan kepintarannya. Aura kepemimpinan yang tiada banding. Sanggup menaklukkan lawan. Lelaki yang digandrungi oleh banyak wanita. Lelaki yang misterius. Sangat misterius bahkan. Tidak pernah terdengar berita mengenai dirinya dengan wanita manapun. Wajar, mengingat kehidupan asmaranya yang tragis. Wanita mana yang akan menolak keberadaannya?


Tanpa sadar, Shakira terus menatap Benjamin yang sedang menyantap sate beserta lontongnya. Meski tidak pernah makan di kaki lima, Benjamin tidak mengeluh, malah terlihat sangat menikmatinya. Jas yang dipakainya pun sudah dilepas dan hanya menggunakan kemeja bahkan dasinya juga telah di simpan di dalam mobil. Melihat Benjamin melipat lengan kemeja hingga ke siku tangan. Sungguh menggemaskan melihatnya. Aku pun sudah pernah merasakan dipeluk oleh lengan kekar yang padat menonjol itu...Shakira senyum-senyum sendiri.



"Hati-hati..entar air liurnya tumpah banyak.." sahut Benjamin menyadarkannya dari lamunan halunya.


Tak sadar Shakira mengusap bibirnya. Membuat Benjamin tertawa. Sadar jika telah digoda oleh lelaki tampan yang sedang makan didepannya ini, Shakira hanya bisa membuang muka, menahan malu akibat ketahuan ulahnya.


"Enggak perlu malu, aku memang sudah tercipta sempurna seperti ini dari pabriknya. Kata seseorang, aku seperti Captain America.."


"Uhukkk uhuk.", Shakira terbatuk-batuk mendengar perkataan Benjamin baru saja. Sambil meminum air mineral yang disodorkan oleh Benjamin, Shakira hanya menggelengkan kepala.


"Dasar narsis..!", bisik Shakira meski terdengar lirih ditelinga Benjamin.


"Tapi suka kan...".


"Idihhhh...siapa yang suka? Situ emang bos tapi pedenya ketinggian...", ledek Shakira sambil menjulurkan lidah.


Benjamin hanya tersenyum tipis menanggapi ejekan Shakira. Kemudian berdiri dan membayar makan malam mereka.


Tak jauh dari lokasi mereka, ada sepasang mata yang terus mengamati dan mengawasi mereka. Sesekali orang tersebut mengambil gambar kedekatan mereka dan langsung mengirimkannya pada seseorang yang sedang menanti kabar.


Jam dipergelangan tangan Benjamin telah menunjukkan pukul 9.30 malam.


"Ayo..jalan kita masih panjang..", ajak Benjamin seraya meraih pergelangan tangan Shakira.


"Kemana lagi kita, Benji?"


"Ikut saja..ini adalah malam untuk mu".


Shakira terdiam seketika dan menuruti ajakan Benjamin.


Mobil pun berjalan kembali membelah lalu lintas malam.


Rasa bahagia membuncah didalam hati masing-masing pun dirasakan oleh keduanya. Menikmati keindahan jalanan dimalam hari, menikmati keberduaan mereka walau tidak terucap satu katapun dari bibir mereka berdua. Menikmati waktu yang ada saat ini.


Lagu dari Brent Morgan pun mengalun dan mengiringi perjalanan mereka.


...Don't listen to the voice inside your head...


...You're doing just fine...


...You're trying your best...


...If no one ever told you it's all gonna be okay...


...We're just people never sleeping over stupid ****...


...We won't remember in the morning...


...Yeah, we're gonna forget...

__ADS_1


...And no one ever told you it's all gonna be okay...


...When you lose faith in everything you ever knew...


...Don't give up on you...


...When life gets overwhelming...


...Relying on yourself its hard to do...


...But don't give up on you, no...


...If you've been lost and lonely...


...Ashamed to be alone with only you...


...With no one left to lose...


...If it's the last thing that you do...


...Don't give up on you...


...You've been living off opinions for way too long...


...Afraid to be right, ashamed to be wrong...


...If no one ever told you it's all gonna be okay...


...Those people always keeping up to keep you down...


...I know they never told you it's all gonna be okay...


...When you lose faith in everything you ever knew...


...Don't give up on you...


Dan akhirnya mereka pun bernyanyi bersama Brent Morgan, saling tersenyum satu sama lainnya, seakan saling menguatkan.


...When life gets overwhelming...


...Relying on yourself it's hard to do...


...But don't give up on you, no...


...If you've been lost and lonely...


...Ashamed to be alone with only you...


...With no one left to lose...


...If it's the last thing that you do...


...Don't give up on you...

__ADS_1


...There's no one like you, yeah...


...One to one...


...Never gonna find another like you, yeah...


...You, there's no one like you, yeah...


...One to one...


...Never gonna find another like you, yeah...


Mobil yang dikemudikan Benjamin membawa mereka kedaerah pinggiran Kota. Kerlap kerlip lampu yang terpancar dari jembatan ikonik dikota tersebut.



Jembatan Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, Indonesia. Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang, jembatan penghubung, dan jembatan utama.


Mobil pun berhenti tidak jauh dari pemandangan tersebut.


"Indah bukan, Kira...", ucap Benjamin membuka pembicaraan sambil menunjuk kearah jembatan.


"Entah kenapa, aku selalu terobsesi dengan jembatan. Bahkan, aku pun bertemu denganmu di jembatan, bukan?" Benjamin terkekeh jika mengingat kejadian malam itu.


Sedangkan Shakira yang telah mengetahui lebih dahulu trauma dan rasa bersalah berkepanjangan yang dialami oleh pria yang duduk disebelahnya dari Mama Seila, hanya sanggup menarik nafas dalam. Ingin rasanya memeluk dan memberikan tepukan dipundaknya serta mengatakan semua akan baik-baik saja seperti lirik lagu yang baru saja didengarkan mereka berdua.


Hening kembali mengisi kecanggungan mereka. Hingga akhirnya Benjamin bersuara. Kali ini dengan suara berat setengah berbisik, "Don't give up on me, Kira...".


Tubuh Shakira pun seketika membeku mendengar ucapan Benjamin yang sarat dengan makna namun tidak terucap.


Pandangan mata Benjamin pun masih lurus menatap ke arah kerlap-kerlip lampu dijembatan itu, dengan kedua tangan mencengkeram kuat kemudi dengan eratnya.


Ingin rasanya memeluk tubuh pria tersebut. Meski terlihat angkuh, arogan dan dingin dari penampakan luarnya, Shakira tahu, Benjamin rapuh, tidak terlihat baik-baik saja.


"Aku bukan seperti pria kebanyakan yang bangga dengan kelakuan mereka, dengan hedonisme dunia. Mempermainkan wanita bukan dalam kamusku. Hidup berpindah dari wanita satu ke wanita lainnya juga bukan sifatku. Aku bukan salah satu dari mereka, Kira. Aku juga pria biasa yang dilahirkan dari rahim seorang wanita", jelas Benjamin dengan mengalihkan pandangannya kepada Shakira. Menatap kedua mata Shakira seakan-akan ingin menegaskan bahwa semua itu benar adanya.


"Benji...", Shakira yang ditatap oleh kedua mata elang pun tidak sanggup berkata apapun.


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun saat ini, karena kamu tahu sendiri bukan, ada Lena. 3 bulan waktu yang diminta oleh kedua orang tuaku untuk mencoba memberikan kesempatan padanya. Jika 3 bulan itu gagal, maka semua rencana perjodohan itu batal sendirinya. Tunggulah aku, Kira".


"Maksudmu apa Benji? Aku bingung dengan semua perkataanmu?!"


Benjamin yang merasa jika perkataannya berputar-putar tanpa arah pun merasa frustasi dan mengusap wajahnya dengan kasar.


"Bagaimana aku mengatakannya padamu..", "Mengatakan apa Benji? Bicaralah yang jelas..menunggu mu untuk apa? Apa yang harus aku tunggu?"


"Entah mulai kapan, rasa ini ada. Aku menyukai keberadaanmu, membuat aku bersemangat kembali", ungkap Benjamin dengan penuh kejujuran.


Shakira pun tersentak mendengar ungkapan kejujuran dari seorang PresDir perusahaan terkemuka. Seorang Benjamin mengungkapkan isi hatinya.


"Benji...aku...aku enggak tahu harus bilang apa. Bagaimana dengan Lena?"


"Tunggulah 3 bulan sesuai perkataanku tadi. Dan dalam kurun waktu 3 bulan ini cari tahulah seperti apa sesungguhnya perasaan mu terhadap ku, setelah itu ayo kita bertemu kembali seperti saat ini", tutup Benjamin tanpa ingin mendengarkan jawaban dan reaksi dari Shakira, menghidupkan mesin mobil dan mengemudikannya kembali ke arah kota menuju apartemen mereka masing-masing..

__ADS_1


bersambung dulu. ini masih tentang awal hubungan mereka yang belum jelas ya kaka² readers tersayang..


terima kasih dukungannya selalu untuk Shakira dan Benji 🤩🤩🤩


__ADS_2