
"Lalu bagaimana dengan kematian kedua orang tuaku? Apakah kalian ada yang mengetahuinya?", Shakira kembali bertanya.
Semua memandang kearah Benjamin, berharap Tuan Mudanya yang akan membantu menjelaskan.
Melihat semua mata memandangnya, Benjamin pun mengambil nafas sebelum berkata-kata...
"Benji..apakah kamu mengetahui sesuatu tentang mereka?", tanya Shakira dengan wajah bertanya-tanya.
"Sulit mengiyakan pertanyaanmu, Kira". Benjamin kembali terdiam menimbang perkataan apa yang harus ia pilih untuk menjelaskan secara gamblang dan tidak membuat Shakira shock.
"Malam itu, setelah aku mengetahui dirimu sebenarnya, aku langsung menghubungi teman-teman dikepolisian. Karena, kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Tuan Prajogo beserta istri cukup mengejutkan kami, dikalangan pebisnis. Mereka berdua adalah pasangan yang disegani, Kira. Kamu tentu tidak mengira hal tersebut, bukan?"
Shakira yang mendengar perkataan Benjamin, semakin tidak habis pikir. Aku kira aku tahu siapa papa dan mama. ternyata enggak...Shakira.
Melihat wanita yang duduk disebelahnya tidak merespon, maka dilanjutkannya, "Temanku dikepolisian memberikan informasi bahwa mesin mobil tidak bekerja dengan baik, seperti ada yang mensabotase kendaraan tersebut".
Raut wajah Shakira seketika pucat dan shock mendengar kata sabotase ditelinganya.
"Apa ada buktinya? Bukti yang menyatakan ada yang membunuh kedua orang tua aku??", cecar Shakira.
"Karena saat kejadian tersebut aku dihubungi oleh paman Surya, yang mengatakan bahwa papa dan mama terlibat kecelakaan dan tidak dapat diselamatkan. Bahkan, saat aku bertanya dimana jasad kedua orang tuaku pun paman Surya bilang aku harus tunggu dirumah mempersiapkan segala sesuatu. Aku enggak diperbolehkan melihat mereka terakhir kali" jelas Shakira dengan kilat mata yang menunjukkan emosi dan sakit hati.
"Ada Nona, ada buktinya, tetapi sewaktu kami hendak mengambil bukti dan berkas-berkas tersebut, semuanya hilang. Bahkan kasusnya pun ditutup. Dan orang yang mewakili keluarga Prajogo saat itu adalah Tuan Surya Prajogo, adik kandung ayah anda, Nona", Dio ikut bersuara menambahkan penjelasan Tuan Mudanya.
"Ohh Tuhan..aku tidak tahu apapun tentang ini. Siapa mereka yang telah tega melakukan perbuatan seperti itu?? Aku sudah jadi yatim piatu tanpa kedua orang tuaku...", air mata pun menetes di kedua pipi Shakira tanpa bisa membendungnya.
Nola pun segera menghampiri Nona Mudanya, memberikan pelukan serta kekuatan.
"Anda tidak sendirian, Nona. Ada kami semua disini", ucap Nola memberikan tepukan di pundaknya.
Benjamin pun memberikan sentuhan lembut pada tangan Shakira.
"Tenang Nola, aku enggak apa-apa. Aku shock mendengar informasi ini. Sungguh, aku enggak pernah tahu sedikitpun tentang kedua orang tuaku. Aku hanya di tunjukkan bahwa mereka adalah pebisnis. Punya perusahaan media dan hanya itu. Makanya aku memilih meneruskan kuliah dibidang Digital Marketing, agar dapat meneruskan usaha papa satu-satunya. Tapi ternyata usaha papa banyak banget, dan siapa kawan siapa musuh mereka aku enggak tahu sama sekali. Mereka berdua adalah orang rumahan, enggak pernah macam-macam", Shakira mencoba mengungkapkan isi hatinya. Semua terasa berat baginya saat ini.
"Benji, Nola, Maria dan kamu C O G A N", tunjuknya pada Dio.
"Bantu aku yang hanya sebatang kara ini untuk mencari keadilan. Keadilan untuk ku dan untuk kedua orang tuaku! Mereka salah mencari korban. Hah!!! Korban??? Aku bukan korban mereka, melainkan aku lawan mereka!!!!!", semangat Shakira berkobar-kobar.
Semua mata yang memandangnya terpukau...
Ohh princess warriorku..Benjamin.
Pilihan Tuan Muda memang tidak salah. Semoga Nona tidak mempunyai jiwa psikopat seperti Tuan Muda. Maria
"Nona Muda..aku sang C O G A N akan siap berdiri di garda terdepan untuk melindungimu!!!!", teriak Dio ikut terbakar semangatnya.
"Dio......apakah kamu mau dimakan oleh Bobo, peliharaanmu sendiri?" tanya Benjamin dengan lirikan setajam silet.
"Tidak Bos, saya hanya ingin menyemangati Nona Muda. Karena kita pasti akan membantunya, bukan begitu Bosku yang tampan?", rayu Dio dengan muka diimut-imutkan.
"Hisss.. jijay..body tampang tukang pukul, kelakuan hello kitty... na**s deh..", dengus Nola sambil menjulurkan lidahnya pada Dio.
"Apaan...mau ku c*pok kahh??", balas Dio menantang.
__ADS_1
"Hehhh sudah-sudah, kok kalian malah buat drama korea sendiri sih", lerai Maria melihat teman-teman senasib dan seperjuangannya.
Benjamin dan Shakira yang melihat kelakuan minus kedua asistennya hanya tertawa dan menggelengkan kepala.
"Nola, jangan sadis dong sama Dio, entar jatuh cinta beneran loh...ingat hukum karma masih berlaku..", Shakira ikut menimpali ucapan Maria.
"Hahh....amit-amit dah Nonaaa, najong ama dia nih", masih dengan lirikan ganasnya pada Dio.
Hah..lihat aja entar siapa yang bertekuk lutut..bucin-bucin dah entar dirimu padaku..Dio.
"Oiya satu lagi, bagaimana perusahaan dan harta kedua orang tuaku? Apakah ada informasi mengenai hal ini?", tanya Shakira pada Benjamin dan semua yang ada diruangan tersebut.
Maaf Nona, saat ini kami belum bisa menginformasikan hal ini, karena data-data yang lengkap belum kami terima", jawab Maria menanggapi pertanyaan Shakira.
"Ok..lalu apa yang akan kita lakukan? Aku mau membalaskan dendamku kepada orang-orang itu. Tidak terkecuali", ucap Shakira dengan tegas.
"Kita akan buat rencana dengan matang, jangan tergesa-gesa. Kita harus mencari tahu lingkaran ini berisi siapa saja orang-orangnya, tentunya selain paman dan bibimu. Rencana kami, Dio dan tim akan melacak keberadaan asisten Tuan Prajogo. Jika kita temukan dia, jalan akan terbuka lebar", sahut Benjamin memberitahukan rencana awal mereka.
Shakira mengganggukkan kepala tanda setuju.
Tiba-tiba seorang pria berbadan tegap dengan memakai pakaian hitam-hitam, masuk kedalam ruangan dan berbicara dengan suara rendahdengan Dio.
Terlihat sang asisten hanya diam mendengarkan dan kemudian memberikan perintah pada bawahannya.
Tak lama setelah pria yang berbicara dengan Dio keluar dari ruangan, Benjamin bertanya, "Kira, apakah kamu mau bertemu dengan seseorang?"
"Hah..siapa? Dimana?" yang ditanyapun bingung.
Kali ini, suasana di Markas BK cukup sibuk. Disinyalir ada segerombolan preman sedang mengamuk di pemukiman warga yang lokasinya tidak begitu jauh dari markas.
Terlihat oleh Shakira kurang lebih ada 10 orang berbadan kekar dengan tato tergambar jelas di lengan serta tangan mereka, sedang menyiapkan peralatan perang. Ada samurai, busur panah, senjata laras panjang, pisau jagdkommando. Bukankah itu pisau dilarang digunakan yah batin Shakira. Dirinya merinding melihat berbagai macam persenjataan mereka.
"Benji, apa yang terjadi?".
"Ada gerombolan preman sedang mencari masalah di perkampungan sebelah", jawab Benjamin dengan santai menjawab dan terus berjalan menuju ruangan yang tersembunyi di bagian belakang gudang.
Shakira terus mengikutinya dengan segala macam pertanyaan yang ingin ditanyakan pada Benjamin. Siapakah kamu sebenarnya, Benji? Aku memang tidak banyak mengetahui tentang mu. Shakira
Lalu mereka berdua berhenti tepat didepan sebuah pintu yang tertutup. Dijaga oleh dua orang penjaga yang perawakannya pun sama dengan semua yang ada disini.
Melihat kedatangan Tuan Muda, kedua penjaga tersebut memberikan jalan lantas membuka pintu tersebut.
Tampak seseorang sedang meringkuk dibawah sana. Tidak ada penerangan sama sekali didalam. Terdengar suara merintih, suara perempuan.
Shakira yang cukup mengenal suara rintihan dari sang empunya suara, tercengang dan memandang penuh tanya pada wajah tampan yang sedang berdiri disebelahnya.
"Nona Lena....apakah itu anda?", Shakira bergegas menghampirinya.
Lena yang tersadar, berusaha memicingkan pengelihatannya, tersentak merasakan ada seseorang yang mendekatinya.
"Nona Lena..anda baik-baik saja?", tanya Shakira berusaha mendudukan Lena dengan tegak setelah sebelumnya Lena meringkuk di lantai.
Tanpa Shakira sadari, tangan Lena telah mencengkeram pundaknya, dan berteriak kesetanan sambil mengguncang-gucamgkan pundak Shakira yang gemetar, "Dasar perempuan laknattt, kamu mengambil milikkuu. Kembalikan padaku!".
__ADS_1
Benjamin yang telah menduganya segera berlari kearah mereka dan menarik berdiri Shakira menjauh dari Lena.
"Kauuuu!!!! Beraninya kau berteriak padanya...apakah kau tidak sayang dengan nyawamu sendiri???", Bentak Benjamin dengan suara yang menyeramkan bagi siapapun yang mendengarnya.
"Ohh Benji...sayangku..apa salahku..", Lena berusaha menggapai kaki Benjamin yang terlihat menjulang tinggi dihadapannya.
"Keluarkan aku dari sini, Benji. Aku ingin pulang. Biarkan aku pulang, tolong Benji", Lena pun menangis tersedu-sedu, memohon kepada Benjamin.
"Jawab dulu dua pertanyaan dariku, setelah itu aku akan menimbang apa yang harus kulakukan dengan dirimu selanjutnya".
Mendengar perkataan lelaki yang sedang memandangnya dengan tatapan sadis, Lena pun menyetujuinya asalkan bisa bebas dan pulang ke negaranya di Belanda.
Shakira yang masih terkejut dengan kejadian barusan, berdiri dibelakang Benjamin, takut jika Lena kembali berulah.
"Ok..satu, apa benar kau memerintahkan salah satu orang security di perusahaanku untuk mensabotase ban mobil yang dikendarai Nola dan Shakira?".
"Hah..apaa", Shakira benar-benar tidak menyangka akan hal ini.
Lena hanya diam membisu, memandang lantai.
"Jawab pertanyaanku, sialan!", Benjamin menggebrak meja yang ada didekat situ.
Kedua perempuan sangat kaget.
Haduh jantungku mau copot. Shakira
"Kenapa kamu menuduhku, Benji? Apa aku sejahat itu bagimu?", Lena masih berusaha mengelak.
Benjamin pun telah habis kesabarannya, serta merta ditariknya Lena hingga berdiri dan dengan sekuat tenaga mencekik wanita itu hingga kakinya terangkat tidak menyentuh lantai.
"Stoppppp Benji..!!!! Shakira berteriak dan berusaha menyadarkan lelaki itu.
Lena terlihat mulai lemas karena saluran pernapasannya terhambat.
"Jangan Benji, aku mohon, jangan jadi pembunuh", tangan Shakira melingkar dari belakang dan memeluk tubuh kekar Benjamin.
Seketika cekikan tangan Benjamin pun terlepas. Lena terbatuk-batuk dan berusaha menghirup udara sebanyak mungkin.
"Berterima kasihlah padanya, wanita yang kau sebut benalu itu yang sudah menyelamatkan nyawamu kali ini. Aku tahu bahwa kau membayar orang untuk mencelakainya..", dengan lugas Benjamin membeberkan fakta.
Sekali lagi, Shakira pun terkesiap...
"Benji..apa benar itu..", tanya Shakira lalu memandang kearah Lena.
"Apa kau yang menyilet ban mobilku? Benarkah kau??", tuding Shakira tepat dimuka Lena.
***************
Bersambung ya kaka²🥰 terima kasih atas dukungannya selalu untuk Shakira dan Benji.
Mohon saran dan kritiknya, like, dan di favorit yah..
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1