
Halo Readers...maafkan author tidak bisa up selama tiga hari karena ada kedukaan🙏
Bab sebelumnya, mereka berlima yang terdiri dari Shakira, Benjamin, Tuan Abimanyu, Mama Seila dan tak lupa Maria, asisten Benjamin sedang berada di ruang kerja milik ketua Black Klan. Membahas siapa sesungguhnya Samuel aka Mr. X yang di gadang-gadang menjadi dalang kecelakaan tragis yang menimpa kedua Tuan serta Nyonya Prajogo dan yang menculik Shakira serta beberapa gadis untuk di lelang di semacam situs yang menyasar para lelaki hidung belang dengan berbagai macam latar belakang dan status.
Siapakah Samuel Abimanyu Negara yang sesungguhnya, apakah dia yang dijuluki Mr. X? Dan apakah Samuel ini adalah anak sulung dari pasangan Tuan dan Nyonya Negara?
Tapi dari semua hal tersebut, ada fakta yang belum diketahui oleh Shakira mengenai kedua orang tuanya. Apakah Benjamin beserta kedua orang tuanya akan memberi tahukan kepadanya atau justru menyembunyikan kenyataan yang ada untuk menjaga keselamatan semua orang? Mari kita temukan jawabannya dibawah ini.
Selamat membaca readers tersayang 🥰
"Kamu memang mempunyai seorang kakak Benji, terpaut tujuh tahun. Namun, sebelum dirimu lahir, kami kehilangannya. Jejaknya benar-benar tidak berbekas...." kedua mata Tuan Abimanyu menerawang jauh mengingat hari dimana, mereka berdua telah kehilangan anak sulung dan calon pewaris di keluarga Negara.
Mama Seila terlihat menyusutkan airmatanya menggunakan tisu.
"Apa yang terjadi Pa, Ma?" desak Benjamin kepada kedua orang tuanya.
"Sebelum kami pindah ke Den Haag, rumah kakekmu yang berada di Malang kota, habis terbakar berikut dengan kebun buah dan sayurnya. Saat itu, papa dan mamamu sedang berada di Surabaya, mengurus anak cabang di kota Probolinggo."
Tuan Abimanyu pun melanjutkan penjelasannya tadi setelah mencoba mengingat kejadian 34 tahun lalu.
"Kebakaran tersebut selain menghabiskan semua harta benda kakekmu, juga turut merenggut nyawa nenekmu, Benji."
Lalu terdengar lagi penjelasan Tuan Abimanyu mengenai kejadian saat itu.
"Pada saat kejadian tersebut, kakek diberitahukan oleh asisten rumah tangga, bahwa kakakmu sedang dibawa pengasuhnya berjalan-jalan ditaman tidak jauh dari perkebunan. Jadi, mereka semua fokus mencoba menyelamatkan nenek yang terkurung di kamar atas, meski akhirnya tidak dapat bertahan akibat sesak nafas karena menghirup karbondioksida."
"Dan kemudian, setelah beberapa waktu, Kakek dan yang lainnya baru menyadari bahwa kakakmu telah hilang bersama pengasuhnya," lanjut Tuan Abimanyu
"Berarti kebakaran tersebut karena kesengajaan seseorang, Pa?"
"Betul, Nak. Kebakaran itu adalah memang perbuatan para mafia tanah dan orang-orang yang ingin merebut lahan kakekmu, serta mengalihkan perhatian semua sehingga Sammy menghilang tanpa bekas," jawab Tuan Abimanyu seraya menggelengkan kepala.
"Setelah papa dan mamamu mendapat berita, dengan cepat kami bertolak kembali ke Malang. Namun, Sammy sudah tidak ditemukan lagi keberadaannya," tambah Tuan Abimanyu dengan nada sangat menyesal.
"Hingga beberapa tahun kemudian, setelah semua usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil, akhirnya kami hanya mampu berpasrah kepada yang diatas."
Tiba-tiba Benjamin berdiri dari duduknya. "Ada yang menculiknya. Dan bisa dipastikan siapa yang bertanggung jawab. Pengasuhnya saat itu, apakah kalian sudah menangkapnya?" tanya Benjamin dengan nada menakutkan.
"Pengasuhnya ditemukan tidak bernyawa di kamar kost setelah itu, dengan luka tubuh yang sangat mengenaskan. Sepertinya, ada yang ingin menutupi jejak dengan membunuhnya," sahut Mama Seila dengan sedih.
Melihat rahang putranya mengeras, buru-buru Tuan Abimanyu menambahkan.
"Polisi pun tidak banyak membantu. Bahkan terkesan ditutupi. Maka dari itu, dengan latar belakang inilah Black Klan terbentuk, Benji...."
Mama Seila menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan Tuan Abimanyu.
"Karena keadilan tidak kita dapatkan...."
Benjamin dan Shakira akhirnya memahami alasan sesungguhnya, arti sebuah Black Klan bagi kedua orang tua tersebut.
"Artinya kalian menjadi hakim sendiri, bagi orang-orang yang tidak mendapatkan keadilan, bukan begitu?" sahut Shakira menebak-nebak.
Mama Seila hanya tersenyum simpul mendengar perkataan anak gadis teman mereka tersebut.
"Namun jangan khawatir, mereka yang telah membakar lahan kakek sudah tertangkap dan diadili," ucap Tuan Abimanyu menambahkan.
"Berarti bisa kuanggap, pria setengah tampan yang disatu sisi telah menolongku dari perbuatan Reyhan, namun disatu sisi juga ingin menjualku akibat dendam dengan papa dan mama adalah Samuel anak Tuan dan Mama Seila...bukan begitu?!" sahut Shakira dengan bertanya-tanya sendiri.
"Jangan dulu menarik kesimpulan, Kira. Kita tidak tahu siapa sesungguhnya PRIA SETENGAH TAMPAN yang kau sebut baru saja...." dengus Benjamin dengan menekankan tiap kata.
__ADS_1
Tiga pasang mata pun langsung menatap Benjamin, setengah heran dengan perkataannya yang menyiratkan suatu perasaan....
"Uhukk....uhukkk..tampan hmm....tampan mana denganku?!" desis Benjamin membuang muka tidak mau memandang wajah wanita yang tengah memandangnya dengan penuh pertanyaan.
Shakira hanya tersenyum simpul mendengar sindiran Benjamin yang bisa dibilang cemburu....
Uppsss apakah dia cemburu denganku? Begitukah pria datar ini cemburu? Shakira.
"Hahaha.....ternyata anakku yang tidak bisa berekspresi juga mempunyai rasa cemburu...hahaha...." tawa Tuan Abimanyu pecah seketika mendengar sahutan Benjamin.
"Jangan salah, justru orang dengan tipikal Benji juga bisa cemburu, bahkan bisa-bisa menjadi sosok posesif, Pa...." timpal Mama Seila yang sudah bisa tertawa meski air mata masih menggenang di pelupuk matanya.
Wajah Shakira seketika merah padam. Apalagi dengan wajah babang tampan tersebut, Benjamin. Hihihi pipinya merah sekali. Lucunya melihat pria berbadan kekar namun hatinya hello kitty. Shakira.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak, Kira...." ancam Benjamin dengan menaikkan satu alis, kedua tangan berada di pinggangnya. Persis seperti seorang guru sedang memarahi murid nakalnya.
Semua tertawa mendengar hal itu.
"Kamu sungguh lucu, Benji. Lihatlah wajahmu, seandainya aku bisa mengambil gambarmu agar menjadi kenang-kenangan untukku," balas Shakira dengan tertawa.
Tokk tokk...tokk...terbukalah pintu. Maria masuk bersama Nola dan Dio.
Shakira sangat bahagia melihat pengawalnya, Nola baik-baik meski menderita luka. Suasana haru menyeruak seketika.
"Nolaaa! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu, kemarilah...." panggilnya dan bergegas memeluk pengawalnya tersebut.
Nola yang saat ini dalam kondisi satu tangan sedang dibalut perban tidak dapat memeluk Shakira dengan sempurna.
"Saya senang bisa bertemu denganmu, Nona...maafkan saya tidak bisa menjagamu dengan baik, Nona," ucap Nola dengan penuh sesal.
"Aku yang salah, Nola. Jangan salahkan dirimu. Disini aku yang salah, membuat susah kalian semua."
Mereka berdua pun saling menepuk pundak, mengisyaratkan bahwa semua baik-baik saja.
"Dio...apakah kamu menangis?" tanya Mama Seila dengan heran.
"O-ohh tidak Nyonya Besar, saya kemasukan debu...." kilah Dio sambil memalingkan mukanya.
Semua tertawa melihat Dio dengan tubuh kekarnya, sedang mengelap air matanya yang turun di pipi.
Ah Dio, hatimu ternyata halus banget ya...Nola.
"Baiklah semua, maafkan jika saya memecah suasana haru ini, namun saya telah membawa data beserta informasi yang anda perintahkan ke saya," ucap Maria sambil menatap Shakira dengan raut wajah sulit dilukiskan.
Shakira yang memandang wajah Maria bergegas duduk kembali di sebelah Mama Seila, sedang Nola berdiri tegak di belakangnya.
"Ah iya...bagaimana Maria? Apakah ada informasi yang kalian dapatkan?" tanya Shakira sambil memainkan ujung bajunya dengan gelisah. Berharap, Samuel yang ditemuinya bukanlah bayi yang diceritakan oleh mereka. Melainkan si Mr. X yang mereka curigai telah membunuh kedua orang tuanya.
"Begini...menurut data yang kami temukan, orang yang bernama depan Samuel sangatlah banyak. Namun, setelah kami mencoba menelusuri lebih lanjut dengan meretas data kependudukan serta kepolisian dalam dan luar, hanya ada satu orang yang bernama Samuel Abimanyu Negara, dengan nama yang sama serta lahir pada tanggal, hari dan jam yang sama pula dengan bayi dari Tuan dan Nyonya Besar saat itu."
Maria berhenti sebentar. Menghidupkan layar monitor berukuran sedang yang terhubung dengan komputer di ruang kontrol mereka.
Sangat terasa aura didalam ruangan tersebut, semua orang menanti dengan tegang.
"Dengan ciri-ciri fisik seperti yang telah disampaikan oleh Nona Shakira, ini adalah pria yang bernama Samuel Abimanyu Negara, pria berkewarganegaraan Indonesia, walau kedua orang tuanya berasal dari Amerika. Ada bukti surat yang menyatakan bahwa Samuel ini diadopsi oleh pasangan tersebut," ucap Maria dengan sangat hati-hati.
"Dan, telah kami pastikan, menurut data klien Tuan Prajogo, Mr. X inilah mantan klien yang seharusnya bekerja sama dengan mereka," tambah Maria dengan raut wajah yang seketika terlihat muram.
Suasana menjadi hening seketika. Semua mata yang berada disalam ruangan tersebut memandang kearah layar monitor.
__ADS_1
Mereka terpaku ketika melihat dengan jelas wajah si Samuel yang diduga adalah Mr. X.
"Pa..."
"Sayang..."
Tuan Abimanyu dan Mama Seila bersuara pada saat bersamaan.
Tidak ada satupun yang bersuara.
Bagi Shakira, dialah pria setengah tampan tersebut tanpa menggunakan masker, karena gambar tersebut hanya menampakkan sisi kirinya saja. Sangat jelas terlihat kemiripan antara Samuel dan Benjamin, bagi Shakira.
Tetapi, bagi Tuan Abimanyu dan Mama Seila, gambar yang terpampang dilayar monitor seakan-akan menghantam keduanya.
"Sayang...apakah kamu masih membawa foto bayi Sammy didalam dompetmu?" tanya Tuan Abimanyu setengah berbisik kepada Mama Seila.
Tanpa bersuara, seperti mengikuti kata-kata suaminya, Mama Seila bergegas membuka tas lalu mengeluarkan dompetnya. Dengan tangan gemetar, diambilnya sebuah foto usang, namun masih sangat jelas meski diambil 34 tahun yang lalu.
"Bagaimana bisa kedua orang tuanya berasal dari Amerika, Maria? Apakah ada penjelasan yang kamu dapatkan?" tanya Benjamin dengan raut wajah yang dingin. Tubuhnya menegang.
"Menurut sumber, surat adopsi tersebut sah dan legal, Tuan Muda. Yang kami temukan, pada saat itu, sedang marak perdagangan manusia, termasuk anak-anak dibawah umur. Kami duga, mereka membeli Samuel melalui pasar gelap. Karena tidak ada data mengenai yayasan yatim piatu ataupun yayasan sejenis yang menampungnya," jelas Maria dengan hati-hati, karena topik yang mereka bahas sangat sensitif bagi tuannya.
Deg....
Tangan Shakira tiba-tiba berkeringat dingin.
"Berarti, kalau aku tidak salah lagi, Maria....dia adalah orang yang sama?" tanya Shakira dengan ragu-ragu.
"Kalau yang Nona maksud adalah sama dengan dugaan saya, iya benar Nona....Samuel yang anda maksud bisa jadi anak sulung Tuan dan Nyonya besar serta si Mr. X," jawab Maria dengan pelan.
"Oh...lalu...berarti....Benji.....?!" bisik Shakira menoleh kepada lelaki tampan yang sedang berdiri didekatnya dengan tangan mengepal.
"Kira, kalau memang dugaan kita semua benar, hanya satu kemungkinan dialah yang bertanggung jawab atas kecelakaan kedua orang tuamu," ucap Benjamin.
"Iya Benji, benar. Dan yang membuatku kehilangan mereka," jawab Shakira dengan sedih.
"Ehm...mengenai hal tersebut, ada yang harus kami sampaikan kepadamu, sayang...." sahut Mama Seila seraya mengelus pundaknya.
"Apa itu Mama Seila?" tanya Shakira penasaran.
"Mereka masih ada sini. Kedua orang tuamu selamat, Kira..." Benjamin menambahkan.
Shakira yang mendengar berita tersebut sangat terkejut sehingga tidak dapat berkata-kata dan seketika itu menangis. Ya dirinya menangis bahagia. Tidak menyangka akan hal ini.
"Saat ini, kalian tidak berbohong padaku kan?" ucapnya sambil menghapus air mata yang terus mengalir di kedua pipinya.
Melihat gelengan kepala dan wajah Benjamin, Shakira sangat bersyukur. Terima kasih Tuhan atas keajaiban ini. Shakira.
"Dimana mereka sekarang, Benji?"
"Sabarlah dulu, nanti akan kubawa dirimu kesana," jawab Benjamin dengan tersenyum manis yang sangat jarang ditunjukkan kepada siapapun.
"Terima kasih...." bisik Shakira seraya memeluk Benjamin dengan sepenuh hati.
"Duh, uwu banget sih mereka...."bisik Mama Seila..
...********^^********...
Lalu, bagaimana dengan Tuan Abimanyu dan Mama Seila, apakah bisa menerima kenyataan tersebut?
__ADS_1
stay tune, all....
bersambung 🥰 jangan lupa like nya ya semua. terima kasih 🥰