Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 16. Perasaan apa ini


__ADS_3

Setelah menghabiskan Siomay beserta es lemon tea dengan sekali teguk, Shakira melanjutkan pekerjaannya dengan melakukan beberapa pertemuan dengan para mitra kerja hingga tidak terasa waktu telah menunjukkan pukul 8 malam.


"Wahh Nola, hari ini aku sangat produktif kerjanya hahaha", sambil tertawa berdua Shakira dan Nola pun bertolak menuju arah pulang.


Didalam mobil, mereka asyik mendengarkan musik dari playlist Shakira dan bertukar cerita mengenai kehidupan masing-masing.


Tiba-tiba terdengar suara letusan ban mobil duarrrrr....mobil yang dikendarai oleh Nola pun oleng, Nola pun hampir menabrak pembatas jalan dan beberapa mobil disampingnya, syukurlah kecepatan mobil tidak terlalu cepat sehingga masih bisa dikendalikan.


Shakira pun ketakutan dengan situasi saat ini. Belum pernah mengalami yang namanya pecah ban dijalan bahkan sampai meledak.


Mobil akhirnya berhasil di pinggirkan oleh Nola. Mereka menunggu di bahu jalan hingga bantuan datang. Nola berinisiatif memeriksa keadaan ban mobil yang tiba-tiba saja bisa meledak. Dan menemukan beberapa kejanggalan lalu mengirimkannya kepada Dio, atasannya di Black Klan. Dio yang telah mengetahui kecelakaan yang dialami oleh Nona Muda dan Nola pun langsung memerintahkan anak buahnya yang sangat jago dibidang IT untuk memeriksa CCTV di gedung basement Three Sibling's Corp.


Selang beberapa waktu menunggu "Shakiraaa!!!! teriak suara yang sudah sangat dikenalnya..


"Benji...!!"


"Apakah kamu baik-baik saja?" Benjamin turun dari mobilnya dan berlari mendekat.


Shakira pun menganggukkan kepalanya, meski dengan pucat pasi yang jelas terlihat di wajahnya, berusaha tetap tersenyum.


"Terima kasih Benji, sudah mau datang menemaniku".


"Mobilmu akan diderek dan akan diurus oleh tim ku".


Shakira masih saja belum bisa berkata banyak, hanya mengiyakan dan menganggukkan kepala.


"Ayo kita pulang", sambil menarik tangan Shakira dan membawanya masuk kedalam mobil. Nola masih tinggal di lokasi bersama dengan 2 orang dari tim mereka hingga mobil diderek ke bengkel.


"Kenapa kamu menyetir sendiri? Bukannya tadi siang diantarkan pak sopir?" tanya Shakira yang telah sadar akan situasinya. "Hari ini ada pekerjaan yang sangat penting harus aku lakukan, dan lebih cepat rasanya kalo aku menyetir sendiri", jawab Benjamin santai menanggapi pertanyaan Shakira yang dinilai cukup kritis.


Hari ini setelah mengantarkan Mama Seila ke bandara, Benjamin memang langsung menuju markas Black Klan setelah sebelumnya mengganti pakaian dan mobil.


Kriukk...kriukk...terdengar suara perut berbunyi..


Shakira yang takut Benjamin mendengar perutnya berbunyi pura-pura batuk.


"Hmmm... singamu sudah mulai mengaum ya....", goda Benjamin.


"Issss apaan sih.." jawab Shakira dengan malu


Benjamin lalu membanting setir mobilnya dan mengarahkan ke arah kota, mencari tempat makan yang dirasa nyaman dan enak.


Mobil berhenti tepat didepan kedai mie ayam pangsit yang terkenal di kota ini.


"Wahhhhh... sudah lama aku enggak makan disini", Shakira pun merasa kegirangan.


"Ayolah kita turun", ajak Benjamin.

__ADS_1


Mereka memilih bangku paling pojok agar tidak terganggu pengunjung lainnya.


"Pesanlah sebanyak yang kamu mau....",Benjamin mengerlingkan matanya.


"Kamu emang bener-bener niat nyindir aku ya...?!" Shakira mulai terpancing emosinya.


"No no...bukan seperti itu maksudku..", sahut Benjamin cepat.


"Aku takut singa betina di perutmu akan lepas kalo terlambat di beri makan", sambil nyengir kuda Benjamin menoel pipinya.


Shakira membalas Benjamin dengan menginjak kakinya.


"Aduhhh kira-kira dong, bisa patah tulang ini!!!" teriak Benjamin pura-pura.


"Bodooooo aku laparrrr jangan buat orang lapar emosi yahhh!!!!!" Shakira menahan geram dengan kedua matanya melotot kepada Benjamin.


Benjamin pun tertawa melihat Shakira bertingkah seperti itu, sungguh sangat menggemaskan baginya.


Mereka pun memesan dua mangkuk pangsit mie ayam dan 3 jeruk hangat Karena Shakira bilang "Kalau hanya 1 gelas gak cukup adekkk bang...".


Dipertengahan makan, Shakira melihat dua sosok orang yang sangat dikenalnya. Tak ingin bertatap muka dengan mereka, Shakira pun berpura-pura asyik menyantap makanan didepannya. Benjamin yang melihat Shakira mulai gelisah bertanya "Ada apa Kira? Apa makanannya enggak enak?".


"Apaa ahh ohhh.... enggak..enggak apa kok", sambil terus menundukkan kepala berharapa kedua orang tersebut tidak melihatnya. Apalagi saat ini Shakira sedang makan pangsit mie ayam berdua dengan Tuan Muda Benjamin, apa kata dunia persilatan kalau tahu hal ini.


"Benji, ayo kita pergi dari sini yukkkk", ucap Shakira cepat-cepat menghabiskan minumannya langsung dua gelas habis tak bersisa.


Benjamin yang mengerti akhirnya menyetujui keinginan Shakira untuk pergi secepatnya dari situ. Belum sempat mereka beranjak pergi, tiba-tiba tepukan halus dipundaknya dirasakan.


"Wahhh wahhh...gak disangka kita bertemu disini yah Kira..", ucap Juliana dengan tersenyum sinis. Sedang Reyhan memilih duduk menjauhi Shakira, menanti pesanan mereka berdua datang.


"Lalu...kenapa kalo kita bertemu disini?" balas Shakira dengan intonasi dingin.


"Eh kenalin dong ke aku, ini cowok barumu yah...keren abis nih..", sahut Juliana tidak menanggapi Shakira, melainkan justru tertarik dengan lelaki yang sedang bersama Shakira.


"Bukan urusanmu", Shakira pun berdiri dan menarik tangan Benjamin untuk lekas pergi dari situ.


Dengan cepat Shakira membayar makanan sedang Benjamin sudah berada di belakang kemudi.


"Huftt syukurlah tadi kamu memakai topi dan jaketmu..coba kalau enggak wahh bisa heboh lagi...", sahut Shakira sambil menyilangkan tangannya di dada.


Benjamin yang sedang fokus pada jalanan didepan tidak sengaja menoleh ke arah Shakira dan melihat cetakan kedua asetnya. Jakun Benjamin pun naik turun.


Sial kenapa dia pakai baju kerja tipis begitu sih...ucap Benjamin dalam hati merasakan badannya panas dingin.


Sedang Shakira tidak sadar dengan perbuatannya malah bertanya mengapa Benjamin terlihat gelisah.


"Ada apa Benji, kenapa kok kamu sepertinya gelisah?"

__ADS_1


Benjamin menelan salivanya kembali masih terbayang aset gunung kembar yang tercetak di pelupuk matanya.


"Benjiii, kamu kenapa sih?" Shakira kali ini menyentuh tangan Benjamin dengan halus. Refleks Benjamin pun dengan cepat menepis tangan Shakira.


Shakira pun dibuatnya kaget. "Maaf Kira...aku enggak bermaksud kasar, sepertinya ac didalam mobil panas banget", mencoba berdalih.


Kenapa aku ini...Benjamin membatin.


Sesaat hening tercipta..mereka berdua sama-sama merasakan kecanggungan. Hingga Shakira tak sabar lalu berkata "Benji, sepertinya aku harus mencari tempat untuk diriku sendiri. Sudah lama banget aku menumpang di apartemenmu".


Benjamin tak menyangka akan hal ini "Ada apa Kira, apa kamu enggak nyaman tinggal bersama Bik Ima dan Nola?".


"Bukan itu, aku justru seneng banget bisa tinggal bareng sama Bik Ima dan Nola. Tapi rasanya enggak bener karena itu adalah tempat tinggal mu".


"Lalu, kamu mau dimana tinggal?"


Shakira mengedikkan bahu, matanya memandang kearah luar jendela "Entahlah..aku hanya enggak mau semakin terikat dengan kamu. Sudah terlalu banyak kamu membantuku..terkadang aku berpikir apa benar aku seorang benalu seperti yang Lena katakan..."


"Jangan pernah bilang seperti itu lagi!" tiba-tiba suara Benjamin sedikit meninggi.


Shakira terkejut dibuatnya tak menyangka akan reaksi Benjamin akan tersinggung dengan ucapannya.


"Terima kasih Benji, atas segalanya...", Shakira memberikan senyum manisnya, sedang Benjamin hanya menarik sudut bibirnya sekilas.


Tibalah mereka didèpan pintu apartemen masing-masing yang hanya dipisahkan oleh lorong koridor.


"Kira.."


"Benji..."


Sekali lagi mereka memanggil nama secara bersamaan dan seketika Benjamin pun maju mendekat pada Shakira, sangat dekat hingga terasa hembusan nafas Benjamin dipipi Shakira.


Tubuh Shakira meremang, detak jantungnya pun berdetak kencang...aroma tubuh Benjamin sangat mempengaruhi akal sehatnya.


Ketika kedua mata mereka saling menatap dengan intens, pintu apartemen pun terbuka lebar. Secepat kilat Shakira melarikan diri masuk kedalam kamar. Benjamin sekilas tersenyum dan berbalik masuk kedalam apartemennya sendiri.


"Ahhhhhh enggak kuat adekkk bang...", jerit Shakira didalam kamarnya. Mencoba menata degup jantung.


"Apa aku jatuh cinta padanya atau bagaimana ini??".


Bik Ima dan Nola yang cukup keras mendengar jeritan hati Shakira tertawa kecil "Ada yang jatuh cinta Bik..." sahut Nola dan Bik Ima pun menjawab " Kalau Nona Shakira, Bik Ima mah setuju.."


Bersambung gais...


Terima kasih banyak yah yang uda ngedukung Benjamin n Shakira. Terus beri like, komen dan hadiah ya...biar tambah semangat updatenya.


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2