
Sebuah mobil sedan sedang melaju dengan sangat kencang di sebuah jalan tol. Terlihat 2 buah mobil jeep berwarna hitam mengikuti dari belakang. Jam menunjukkan pukul 11.30 malam. Dimana lalu lintas jalan tol terlihat sepi dari kendaraan.
"Bos..sepertinya dia akan mengambil lajur kiri, arah keluar tol!" sahut Willy dari sambungan radio yang saling terkoneksi satu mobil dengan yang lainnya. Saat ini, Dio bersama timnya sedang mengkuti mantan asisten alm. Tuan Prajogo sesuai mandat Tuan Muda Benjamin.
"Sepertinya dia tahu ada yang mengikuti. Karena, tujuan dia sebenarnya adalah kota M, menurut informanku. Jangan sampai kita kehilangan jejaknya", Dio menyahuti serta memberi perintah kepada Willy yang berada di Jeep sebelah.
"Siap, 86 Bos!", sahut Willy melalui sambungan radio.
Dio dan tim terus mengikuti mobil yang dikemudikan oleh mantan asisten alm. Tuan Prajogo.
Cari keterangan darinya dan bila perlu, jika dia melawan, bawa paksa ke markas! itu adalah perintah yang harus dilaksanakan tanpa kesalahan sedikitpun.
"Dia memasuki kawasan perumahan. Kita harus menjaga jarak, karena dari tadi terlihat dia melihat kaca spion", Willy memberikan informasi kembali.
"Dicopy, tetap ikuti", sahut Dio.
Mobil yang dikendarai oleh mantan asisten tersebut berhenti tepat didepan sebuah rumah berwarna coklat muda, bertingkat dua.
Dari jauh, Dio mengamati gerak gerik orang tersebut. Tak lupa, Willy mengambil gambar rumah itu untuk dokumentasi mereka nantinya.
Tak seberapa lama muncul seorang perempuan diperkirakan berumur 50an keatas, membuka pintu gerbang dan membiarkan pria tersebut masuk tanpa membawa mobilnya, lalu mengunci kembali.
Willy berusaha mengambil semua gambar. Baik perempuan paruh baya, maupun gerak gerik sang mantan asisten.
Ketika mereka masuk kedalam rumah, Dio, Willy beserta beberapa tim BK berusaha menyelinap untuk mencari tahu siapa yang tinggal dirumah tersebut serta apa hubungannya dengan mantan asisten.
Rio yang bertugas untuk mengawasi pergerakan dan sekeliling memberi tahukan bahwa terdapat kamera pemgawas atau biasa disebut dengan CCTV seputaran rumah.
Dio mengontak tim IT yang berada di markas untuk membantu mengacaukan kamera pengawas tersebut.
Ketika mendapat lampu hijau dari tim IT BK, mereka bergegas masuk ke dalam halaman rumah. Willy tetap dengan seksi dokumentasi, Dio fokus memberikan perintah kepada beberapa orang yang mengikutinya.
"Rio, tetap standby didalam mobil, segera informasikan jika ada pergerakan dari dalam rumah".
__ADS_1
"Kalian yang bersama dengan ku pecah menjadi 2 bagian. Dua orang ikut dengan ku, dan sisanya ikut dengan Willy".
"Siap, bos", jawab mereka semua.
Dengan kepintaran mereka yang telah terlatih, tanpa suara dan tanpa meninggalkan jejak, Dio beserta anggota BK lainnya telah berada di dalam rumah.
"Sstt...Bos, ruangan ini terlalu sunyi. Kita harus berhati-hati", bisik Willy melalui radio kecil mereka, yang selalu digunakan jika dalam menjalankan misi.
Sebenarnya kami ini gangster apa pasukan khusus militer sih, dibilang gangster tapi rasa pasukan bayangan. Willy
"Willy, ada suara orang bercakap-cakap dilantai dua, aku dan tim akan naik, kalian menyebar siapa tahu ini jebakan karena terlalu sunyi", perintah Dio.
"Di copy, Bos", Willy dan tim menjalankan perintah. Menyusuri lorong, kamar dan ruangan-ruangan kosong. Hingga mereka menemukan sepasang pria dan wanita sedang bercakap-cakap dalam satu ruangan yang berada di sebelah area dapur hanya disekat oleh tembok gypsum sebagai pemisah.
"Pak, katanya tadi ada yang coba mengikuti asisten Bapak", bisik wanita tersebut kepada pria lawan bicaranya.
"Ah masa buk? Nanti kita cek kamera pengawasnya. Mulai sekarang kita harus lebih berhati-hati. Apa lebih baik kita bilang pada asisten Bapak untuk menambah penjagaan ya?"
Hm...ini menarik sekali. Kira-kira siapa yang dibicarakan oleh mereka ini? Willy.
Sedang dilantai dua , Dio dan dua orang lainnya sedang menyusuri koridor serta mengecek ruangan yang terdiri 3 kamar tidur. Dan ada satu ruangan dengan pintu tertutup, terlihat sinarnya keluar dari celah pintu.
Dio memberi tanda, agar mereka mendekat dengan diam.
"Tuan, sepertinya saya sedang diawasi dan diikuti oleh orang".
"Baik Tuan, saya akan berhati-hati".
Nona baik-baik saja. Tenang Tuan, semua akan berjalan sesuai dengan rencana".
Dio merasa heran dan bingung sesungguhnya ada berapa orang didalam yang bercakap-cakap, karena dari tadi yang terdengar hanya komunikasi satu arah. Entah apakah lawan bicaranya bisu tidak dapat berbicara atau bagaimana. Dio bingung memikirkannya. Namun, semua telah direkam oleh Dio, persis seperti yang dilakukan oleh Willy.
Terdengar lagi suara berbicara didalam ruangan tersebut , " Tuan, sudah saatnya saya kembali. Kalau terlalu lama akan ada orang curiga".
__ADS_1
Dengan cepat Dio memerintahkan semuanya untuk cepat keluar dari dalam rumah ini.
Semua sudah menanti di luar terkecuali Dio yang masih berusaha mencari bukti. Ketika Dio berada di lantai satu, mantan asisten tersebut turun dan menemui seorang pria di dekat ruang makan.
"Tuan, saya dapat informasi katanya ada mengikuti ya? Kami takut, Tuan, kami hanya bertiga disini. Meskipun ada kamera pengawas, namun hati kami tidak tenang", ujar pria yang lebih tua kepada mantan asisten.
"Saya mengerti keresahan Bapak. Saya pun juga demikian. Tapi ini demi Tuan, apapun akan kita lakukan".
"Apakah kita bisa menyewa beberapa penjaga untuk disini, Tuan? Tolong bicarakan dengan Tuan", pinta pria setengah baya.
"Baiklah, akan saya bicarakan dengan Tuan. Semoga bisa terealisasi secepatnya. Baiklah saya permisi dahulu", pamit sang asisten undur diri dan melangkah menuju pintu keluar ditemani sepasang pria dan wanita paruh baya itu. Dio pun bergegas keluar melalui jendela yang terdekat dengannya agar tidak diketahui keberadaannya.
Ketika dilihat oleh Dio, sang asisten hendak memasuki mobil, dengan secepat kilat dirinya menahan pintu mobil agar tidak tertutup.
"Geser, jika dirimu masih sayang dengan nyawamu", bisiknya tepat ditelinga sang asisten.
Dengan penuh ketakutan dan gemetar, sang asisten menurut dan lekas berpindah pada kursi penumpang sebelah kiri.
"Siapa anda? Ambil saja mobil dan uang, tapi tinggalkan saya disini", pinta sang asisten dengan suara tenang, meski terlihat takut.
"Huft..sayangnya aku dilarang mencuri mobil dan uang dari musuh...", sahut Dio sambil mengangkat bahunya.
"Sekarang kamu ikut denganku. Kalau tingkahmu baik dan menurut, akan kami pikirkan untuk melepasmu, jika tidak, apa boleh buat, Bobo buaya peliharaanku yang akan mengunyahmu", ucap Dio sambil mengemudikan mobil menuju markas kesayangan.
"Apaaa???? teriak sang mantan asisten....
********
bersambung ya kaka².
selalu kuucapkan terima kasih atas dukungannya terhadap Shakira dan Benji berserta Black klan genk 🥰
minta komen saran dan kritiknya yang membangun yah..pencet love, favorit yang belum favorit dan tak lupa selalu stay tune utk notif up selanjutnya...makasihh 😍😍
__ADS_1