Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 44. Milikku seorang


__ADS_3

Disuatu tempat, tepatnya diruangan tempat Shakira tersekap saat ini. Terdengar suara bantingan pintu. Brakkk!!!!! Pintupun terbuka dengan kasar. Langit sudah terlihat gelap dari luar jendela. Tidak ada penerangan apapun didalam kamar tersebut, hanya sinar rembulan yang menembus melalui celah jendela.


Shakira yang sedang melamun didepan jendela tersentak mundur melihat sosok Reyhan memasuki kamar tersebut dengan rambut acak-acakan, tercium aroma minuman beralkohol dari mulutnya. Shakira yang saat ini tidak terikat oleh tali apapapun bergegas menghindari.


"Reyhan..." ucap Shakira tersekat.


Kedua mata Reyhan terlihat memerah. Matanya menatap Shakira seakan ingin melahapnya.


"Kamu, perempuan nakal...kemarilah," desis Reyhan.


Tubuh Shakira gemetar, keringat dingin mengalir. Berusaha menjauhi lelaki kepa^rat tersebut. Namun, Reyhan terus berusaha mendekatinya.


"Pergi Rey..menjauhlah dariku.." pinta Shakira berbisik.


Reyhan berdecih mendengar perkataan Shakira. "Pergi..pergi..kata-kata itu yang terus kau ucapkan padaku. Pergilah Rey, menjauhlah Rey...apa kau lupa akan cintamu padaku??"


Saking takutnya Shakira melihat Reyhan yang menatapnya dengan tatapan lapar, terus menjauhinya sehingga tubuhnya mentok menabrak dinding kamar.


Melihat mangsanya sudah terpojok, Reyhan semakin mendekat dengan seringai menyeramkan. "Kau milikku Shakira..hanya milikku..apa kau lupa siapa yang mengajarimu berciuman? Apa kau tidak rindu dengan sentuhan bi^birku ini?"


"Tidak..menjauhlah aku mohon. Sadarlah Rey, kita sudah selesai..aku mohon.." bisik Shakira memelas. Bertahan tidak meloloskan air mata yang sudah menggenang dipelupuk mata. Bertekad tidak ingin menunjukkan kelemahannya lagi dengan menangis didepan baji^ngan tersebut.


Jarak mereka hanya terpisah dua langkah saja. Matanya mencari-cari benda yang sekiranya bisa digunakan sebagai alat untuk melindungi diri. Sayangnya, tidak ada satupun benda kecuali tempat tidur kayu yang ada di kamar ini. Shakira semakin gemetaran dan terus berdoa agar ada yang menyelamatkannya dari serangan Reyhan. Hanya tinggal selangkah lagi, kedua tangan Reyhan telah merengkuh pundaknya. Tercium nafas yang kental dengan aroma alkohol. Shakira mencoba membuang mukanya dan kedua tangannya dengan sekuat tenaga berusaha mendorong tubuh Reyhan. Namun apa daya, kekuatan lelaki itu sangatlah kuat ditambah dengan alkohol yang bercampur didalam darahnya.


Reyhan mencoba memaksa ingin menc*um bibir yang terlihat pucat.


Shakira berteriak dengan kencang. "Papa mama tolong aku!!"


"Hahahaha....dasar bo^doh! Mereka sudah mati, to^lol!" ejek Reyhan menanggapi teriakan wanita didepannya wajahnya.


"Biarkan aku merasakan lagi manisnya strawberry di bi^birmu ini..Kira.." bibir Reyhan hampir menyentuh milik Shakira, ketika tiba-tiba datanglah seseorang menarik kerah baju pria yang ingin memaksa men^ciumnya. "Dasar an^jing! Bugh..bugh.." terdengar bentakan dan pukulan bertubi-tubi didepannya, namun Shakira tidak berani membuka kedua mata. Siapa yang memukuli Reyhan pun tidak dapat dilihatnya.


Detak jantungnya berdebar kencang, adrenalin memompa edaran darah semakin cepat. Masih dengan menutup kedua mata dan kedua tangan menutupi tubuhnya, Shakira berteriak dengan kuat dan lantang. "Stop! Berhenti! Hentikan semuanya!" Kemudian luruh kelantai dan menangis sejadi-jadinya.


"Lepaskan aku, tolong..lepaskan aku..." tangis Shakira berderai lolos.


Tidak terdengar lagi suara pukulan dan erangan kesakitan, sunyi seketika. Shakira masih belum berani membuka matanya. Dengan kaki tertekuk didepan dada, Shakira masih terdengar menangis sesegukan.

__ADS_1


"Jangan menangis cantik..it's my bad,".


Shakira mengenali suara tersebut. Itu adalah suara pria setengah tampan yang sempat mendatanginya kemarin.


"Tidak ada seseorang yang akan menyakitimu lagi..kecuali kamu bertingkah buruk, OK..?!" tanpa menunggu jawaban, pria setengah tampan itu berlalu dari hadapan Shakira, dan tertutuplah kembali pintu tersebut.


Shakira membuka mata, melihat kesekelilingnya, Reyhan tidak ada. Lalu terpekur di lantai dengan memeluk kedua kakinya. Tangisannya pun sudah berhenti. Pikiran-pikiran mengenai apa hubungan Reyhan dengan pria setengah tampan itu. Lalu apa alasan mereka membawanya ketempat ini. Semua sungguh membuatnya bingung. Apakah ada hubungannya dengan orang-orang yang ingin mencelakainya akhir-akhir ini?


Semakin berpikir, semakin tidak menemukan jawabannya.


Aku harus mencari jalan untuk mengetahui kenapa Reyhan bisa kenal dengan pria setengah tampan itu dan apa hubungannya mereka berdua. Dan setelah itu, aku harus bisa melarikan diri dari sini. Shakira.


Meskipun didalam ruangan tidak ada penerangan, cahaya bulan dan cahaya lampu dari luar pintu cukup memberinya sinar.


Lalu, dengan mengumpulkan segenap tenaga, Shakira berdiri dan berjalan menuju arah pintu. Terkunci dari luar. Shakira.


Kemudian mencoba menempelkan daun telingan pada pintu mencoba mendegar siapa tahu ada seseorang dibalik pintu yang sedang menjaganya.


Terdengar suara orang berbincang-bincang diluar.


Tokkk tokkk tokkk...Shakira mencoba mengetuk pintu mencari perhatian. Kemudian mencoba kembali kali ini lebih keras, diiringi dengan teriakan. "Buka pintunya, aku mau berbicara dengan bos kalian!"


Tidak perlu menunggu lama, terdengar kunci berputar. Shakira mundur lima langkah, mencoba menutup mata karena silau oleh sinar lampu dari luar.


"Apa kau perlu denganku?" tanya pria setengah tampan yang ternyata adalah bos mereka.


"Iya..aku mau berbicara dengan orang yang paling tertinggi disini kedudukannya," sahut Shakira dengan lantang.


Pria setengah tampan itu tersenyum sinis.


"Sungguh unik dirimu..", ucapnya.


"Jangan mendekat! Tetaplah disitu. Aku mau berbicara denganmu," sentak Shakira ketika melihat pria tersebut melangkah mendekatinya.


"Ok..apa yang mau kau bicarakan, cantik?"


"Aku hanya punya 2 pertanyaan dan 1 permintaan untukmu," ucap Shakira dengan tegas.

__ADS_1


Pria setengah tampan itu tertawa. "Akan kucoba menjawab sebisa mungkin..tanyalah."


"Pertanyaan pertama adalah siapa kalian dan apa hubungannya dengan Reyhan? Lalu yang kedua, dengan alasan apa kalian menculikku?" Shakira menanti jawaban atas pertanyaannya.


Sulit untuk ku jawab kedua pertanyaanmu...sejujurnya kau tidak termasuk didalam rencana awalku. Tapi mungkin sudah digariskan bahwa dirimu harus berada di tengah-tengah kami..," jawab pria tersebut dengan enteng.


Kedua alis Shakira mengkerut. "Kami? Bisa kau jelaskan siapa kami itu?"


"Ckckck...kupikir kau wanita pintar, mampu menganalisa, apa kau tidak melihat kemiripan kami?"


Deg..tidak mungkin...Shakira.


"Melihat raut wajahmu, kukira kau sudah bisa menebaknya. Kami hanya terpaut beberapa tahun saja." sahut pria tersebut.


"Siapa namamu, kalau aku boleh tahu..?" tanya Shakira.


"Aku adalah Samuel Abimanyu Negara. Anak yang tidak diinginkan oleh kedua orang tuaku sendiri.. lalu apa permintaanmu? Jangan bilang ingin kulepaskan..hahahaha tidak semudah itu ferguso...hahahaha..." tanya pria setengah tampan itu sambil membalikkan badan hendak melangkah keluar.


"Apa alasannya? Mengapa aku?! Jawab!" teriak Shakira dengan nada menuntut.


Pria tersebut bergeming, hening sejenak lalu berkata dengan aura yang mencekam. "Karena kau kesayangan Benjamin Abimanyu Negara.." lalu keluar meninggalkan Shakira yang terhenyak mendengar penuturan pria tersebut.


...********...


Benjamin dan Mama Seila saat ini sedang duduk diruang kerja bekas milik Tuan Prajogo. Berhadapan dengan asisten papa Shakira, dirumah bertingkat dua, dengan warna krem mendominasi. Nama beliau adalah Yohan, umurnya lebih dari setengah abad.


"Mama mengenalinya?" kening Benjamin mengekerut.


Mama Seila tersenyum menanggapi pertanyaan anaknya. "Maafkan Mamamu ini, Benji..sudah tidak berterus terang dari awal denganmu, Nak".


"Maksud Mama apa? Jelaskan tanpa berputar-putar, Ma," nada Benjamin naik setengah oktaf, sambil memutar tubuhnya menghadap Mama Seila.


Pak Yohan hanya terdiam melihat interaksi Ibu dan anak didepannya.


"Begini..kedua orang tua Shakira adalah teman kami. Maksud Mama, kami berteman dengan sangat dekat, Benji. Pak Yohan ini juga teman kami semasa SMA. Banyak hal yang akan Mama ceritakan padamu.."


...********...

__ADS_1


Bersambung..🥰


terima kasih yg uda ngedukung selalu..tetap stay tune dengan Shakira dan Benji ya kaka² tersayang.


__ADS_2