Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 64. Singa cantik


__ADS_3

Hari ini adalah hari Kamis, dimana rapat penting dengan calon mitra bisnis dari Amerika akan datang untuk membahas kontrak kerja sama dengan Three Siblings Corp. Perusahaan asing yang bergerak di bidang jasa. Berencana mengembangkan sayapnya di Indonesia, lebih tepatnya menyasar kota-kota besar.


Shakira beserta beberapa kepala departemen yang berkepentingan diharapkan hadir dalam pertemuan kali ini.


"Win, tolong keruangan saya sebentar dong," perintah Shakira kepada Wina asistennya via sambungan internal.


Wina pun menjawab panggilan tersebut. "Siap Mbak Kira, meluncur."


Shakira sibuk menyiapkan data-data perusahaan yang sekiranya bakal bermanfaat dalam pertemuan kali ini, mengingat calon mitra bisnis mereka adalah perusahaan asing.


Wina sang asisten pun tidak kalah sibuknya membantu menyiapkan keperluan atasannya.


Selagi sibuk dengan berkas, Wina menyempatkan diri untuk sekedar bertanya. "Mbak Kira, are you okay?"


"Hmm ... tumben nanya hal begituan, Win?!" jawab Shakira yang masih sibuk melototi layar komputernya.


Wina yang merasa bebas berbicara karena Nola sedang tidak ada ditempat mencoba mengulik informasi.


"Mbak ... benar ya gosipnya kalau Mbak Kira diculik kemarenan?"


Shakira langsung mengerutkan alisnya. Menatap wajah Wina yang takut melihat reaksi atasannya.


"Duduk!" perintah Shakira pada Wina yang sedang berdiri mengatur berkas.


"Jangan marah ya Mbak ...." ucap Wina memasang tampang memelas, lalu duduk mengikuti perintah Shakira.


Shakira saat ini menatap tajam kearah Wina yang sudah ketakutan. "Ceritakan darimana kabar itu kamu dapatkan! Jangan menutupi sesuatu dariku, Win?!"


Wina akhirnya menjelaskan kejadian selama Shakira tidak berada di tempat.


"Begini Mbak, seminggu lalu kantor kita, sistemnya kena sasaran hacker. Lalu Maria dan beberapa orang IT kita sibuk meredam dan syukurnya tidak berhasil membuat sistem down, meski sempat membuat si Maria hampir banting meja diruangannya."


Ketukan bolpen yang Shakira lakukan sangat mengintimidasi Wina. Seakan-akan tak sabar menantikan lanjutan penjelasan bawahannya.


"Lalu, saya kebetulan memang hendak menuju ruangan Maria untuk menyerahkan beberapa data yang harus ditanda tanganinya, tidak sengaja kok Mbak, saya mendengar sepenggal percakapan antara Maria dengan orang yang ditelponnya, bahwa Mbak Kira sedang diculik."


Shakira mengerucutkan bibir, berpikir sejenak.


Melihat reaksi Shakira, Wina segera berkata. "Tenang Mbak Kira, tidak ada yang tahu mengenai hal ini. Karena Maria telah mengancam karir saya huhuhu ...." ungkap Wina dengan sedih.


"Kenapa kamu sedih? Karena harus tutup mulut, hah?!" sindir Shakira.


"Ish Mbak ... enggak gitu juga kali," jawab Wina malu-malu.


"Awas ya Win, kalau kamu tidak bisa menjaga bibirmu untuk memilah perkataan, atau bahkan jari jemarimu diatas tuts keyboard ponselmu, bisa dipastikan tidak ada jenjang karir untukmu!" ancam Shakira dengan tegas.


Wina tersentak mendengar ancaman itu. "Ba-baik, Mbak Kira. Saya akan tutup mulut, anggap tidak pernah tahu akan hal tersebut," jawab Wina sambil mengacungkan dua jempolnya.


"Bagus. Sekarang, selesaikan tugasmu dan setelah itu makan sianglah sebelum tamu kita datang," ujar Shakira masih dengan muka tegangnya.


...********...


Di Rumah Sakit Daerah, Nola dan Dio mendapat tugas dari tuan muda mereka untuk mengunjungi Juliana yang masih dalam perawatan. Meski bekas luka tembaknya telah mengering, namun kondisi psikis nya belum pulih benar.

__ADS_1


Mereka berdua bergegas meminta waktu dengan dokter yang menanganinya.


"Bagaimana dokter perkembangannya?" tanya Dio pada dokter Widi, yang menangani Juliana.


"Untuk luka tembaknya, sudah mengering. Tidak akan bermasalah baginya. Namun, semenjak sadar, pasien menangis dan menjerit secara terus menerus. Sudah kami tanyakan kepada orang tuanya, apakah pasien sedang mengalami permasalahan yang cukup berat hingga membuatnya menderita depresi berlebihan."


"Lalu apa yang harus dilakukan selanjutnya, Dok?" tanya Nola sembari menatap Juliana yang sedang tertidur akibat obat penenang yang baru saja disuntikan melalui alat infusnya.


"Setelah bekas luka tembak benar-benar sembuh, akan saya rujuk kepada seorang Psikolog untuk ditindak lanjuti. Kedua orang tuanya sudah menyetujuinya," jawab dokter Widi dengan jelas.


Setelah mendapat penjelasan yang lengkap, Dio dan Nola pun bergegas kembali untuk memberikan laporan terkait Juliana pada tuan muda mereka. Sesuai janji Kombes Pri pada Shakira, Juliana tidak akan ditahan oleh Kepolisian, karena Benjamin selaku wali Shakira tidak akan menuntutnya. Atas dasar kemanusiaan kalau Shakira bilang.


"Kasihan juga yah dia, saking benci dan dendamnya pada nona, mentalnya ikut tersakiti. Jiwanya, bahkan ikut tersakiti," ucap Nola pada Dio yang sedang mengirimkan laporan melalui pesan singkat kepada bos besarnya.


Dio yang mendengar perkataan perempuan jadi-jadian hanya melongo, tumben baginya mendengar satu kalimat panjang dari mulut wanita tersebut.


"Hei! Apaan bengong sampai seperti itu?!" bentak Nola mengagetkannya.


"Eits kuda lumping!" latah Dio saking kagetnya.


Nola hanya berdecak heran melihat kelakuan pria disampingnya ini.


Sumpah laki satu ini super duper aneh! Baperan, cengeng, hobi ngeghibahin bos, ehh masih latah juga! Pengen aku tampol aja. Nola.


"Ayo cepatlah sedikit, aku harus kembali ke tower," ajak Nola sembari menggeret tangan Dio menuju mobil.


"Iyaa ... sabar Singa ... Singa Cantik!" sindir Dio namun tetap mengikuti langkah si Singa. Eh ... maaf Nola, author ikut khilaf hehehehe.


Dalam perjalanan kembali menuju TSC building, Nola masih sempat membelikan jajanan kesukaan nona mudanya. Yaitu Sempol dan Cilok.


...*******...


Berita mengenai Juliana belum sampai ditelinga Shakira. Benjamin berusaha menutupinya. Karena bisa dipastikan Shakira akan terus memaksa untuk membawanya menjenguk Juliana. Sedangkan Reyhan, siap akan di sidangkan karena telah terbukti melakukan penculikan dan perdagangan manusia dengan bukti-bukti yang sudah ada. Namun hingga saat ini, Reyhan masih menutup mulutnya mengenai sosok dibelakang ini semua yaitu Samuel, kakak Benjamin yang hilang.


Benjamin sempat berpikir apakah dialah yang semestinya mengunjungi kakaknya atau hanya menunggu kedatangannya untuk membalaskan rasa sakit hati selama ini.


Dirinya saat ini merasa serba salah. Mau melakukan penyerangan, atau bagaimana.


Sedangkan kedua orang tuanya sudah dipaksa olehnya untuk kembali ke Utrecht, Belanda.


Disaat dirinya masih sibuk dengan pikirannya sendiri, Maria masuk kedalam ruangan setelah mengetuk pintu beberapa kali.


"Tuan Muda, maafkan saya lancang masuk kemari. Apakah semua baik-baik saja, Tuan Muda?"


"Oh ya ... semua baik-baik saja," jawab Benjamin dengan datar seperti biasanya, berusaha tidak menunjukkan kekalutannya.


"Katakan saja jika ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda."


"It's okay, Maria. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," jawab Benjamin sembari menegakkan punggungnya di kursi.


"Maria, apakah tamu kita sudah tiba?" tanya Benjamin melirik kearah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


"Saya datang kemari hendak mengabarkan bahwa, lima belas menit lagi mereka akan tiba disini, Tuan Muda," jawab Maria dengan lugas.

__ADS_1


"Semua orang yang berkepentingan telah menunggu diruang rapat," tambahnya kemudian.


Benjamin menganggukkan kepala, lalu berdiri merapikan kemeja dan tak lupa menyampirkan jasnya yang berwarna biru tua ke pundak.


"Ayo, kita keruangan rapat sekarang. Jangan sampai tamu kita tiba terlebih dahulu."


"Baik. Mari Tuan Muda ...."


...********...


Diruang rapat, semua telah berkumpul. Saat ini, Benjamin sedang menanti kedatangan calon mitra bisnisnya di koridor ruang rapat sembari membaca laporan Dio dan Nola yang terkirim via pesan singkat.


Setelah membaca pesan Dio, Benjamin kembali berpikir bagaimana caranya menyampaikan perihal Juliana kepada Shakira, mengingat pada waktu malam kejadian, Benjamin mendengar tangisan pilu dari dalam kamar bernuansa merah muda itu.


Saat sedang memikirkan solusi, Maria datang memberitahukan bahwa tamu mereka telah tiba dan sedang diantar menuju ruang rapat.


Entah bagaimana, Benjamin merasa gelisah dan tidak nyaman saat ini. Hatinya merasakan hal yang tidak benar.


Beberapa pria bersetelan hitam keluar dari lift diikuti seorang pria berwajah oriental.


Maria mengawal kedatangan mereka hingga pria berwajah oriental tersebut mengenalkan dirinya sebagai perwakilan dari SAN Group, bernama Zacky Liung.


Mendengar nama perusahaan tersebut membuat Benjamin semakin gelisah.


"Maafkan saya, Tuan Muda Benjamin. Tuan saya sebentar lagi akan tiba. Maklum, beliau adalah orang yang sangat sibuk," ucap Zacky dengan tatapan mata yang aneh.


"Tidak masalah. Mari kita mulai saja rapat ini," jawab Benjamin dengan datar.


Lima belas menit berlalu, rapat berjalan dengan lancar. Tiba-tiba terhenti karena Zacky menginformasikan bahwa tuan besarnya telah tiba dan sedang menuju keruang rapat.


Shakira saat ini merasa aneh. Melihat Benjamin yang sedari tadi terus terlihat gelisah. Tidak seperti biasanya, seorang Benjamin bersikap aneh. Kemudian Shakira memberikan pandangan matanya seakan menanyakan keadaan lelaki tersebut. Benjamin hanya tersenyum tipis, seakan menjawab pertanyaan Shakira.


Kemudian, terdengar ketukan pintu dari luar. Maria bergegas membukakan pintu. Lalu, masuklah seorang pria, membawa dua orang pengawalnya yang berjaga diluar.


Pria tersebut bertubuh tinggi. Memakai setelan jas mahal. Wajahnya tertutup oleh fedora berwarna abu-abu gelap, masker berwarna senada menutupi sebagian wajah, menambahkan kesan misteriusnya.


Tiba-tiba, Shakira terpekik seraya menutup kedua mulutnya.


Benjamin bingung melihat Shakira yang terkejut serta raut mukanya yang pucat pasi karena takut.


"Shakira, ada apa?!" bisik Benjamin yang duduk tidak jauh darinya.


Belum sempat Shakira menjawab, terdengar sapaan halus dari pria tersebut yang sedang membuka fedora-nya. Bagi Shakira, terlihat jelas siapa pria tersebut.


"Apa kabar, Benjamin dan Nona Shakira ....?"


Deg ... deg ....


"Samuel ...." ucap Shakira dan Benjamin secara bersamaan.


...********...


bersambung yah semua 🙏🙏 terima kasih atas dukungan kaka² tersayang. please bantu like dan komen ya. Sudah membuat Shakira dan Benjamin bahagia pollllll. lope lope lope all of you. ♥️♥️♥️🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2