Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 13. Makan Malam


__ADS_3

Jam di kantor menunjukkan pukul 5 sore. Setelah melewati pertemuan dengan para mitra kerja dan beberapa tim produksi yang cukup menyita waktu dan pikiran, akhirnya Benjamin dan Shakira bisa menarik nafas panjang.


Saat ini mereka sedang berada di ruangan Benjamin bertiga bersama Maria membahas hasil pertemuan hari ini.


"Tuan, hasil rapat akan saya kirimkan melalui email berikut dengan berkas presentasinya", ucap Maria menutup pembahasan hasil rapat dan undur diri dari ruangan tersebut.


Hanya tertinggal Benjamin dan Shakira diruangan tersebut.


"Tunggulah sebentar disini, aku tidak akan lama", kata Benjamin kepada Shakira.


Sambil menaikkan satu alis, Shakira pun bertanya "Emang ada apa kok disuruh nunggu? kan sebentar lagi jam pulang, aku belum balik keruangan juga nih".


"Bisa gak sih sekali aja gak bertanya dan membantahku?" balas Benjamin dengan tatapan mata tajam memandang Shakira.


Yang dipandang pun terdiam tidak berani membantah.


Tak beberapa lama, terdengar ketukan pintu dari luar. Nola datang membawa semua barang-barang Shakira dari ruangannya.


"Maaf Nona, ini barang-barang anda semua sudah saya letakkan didalam tas", ucap Nola seraya menyerahkan tas kepada Shakira.


Semakin bingung Shakira dibuatnya. "Benji, ini maksudnya apa?" Shakira menatap Benjamin lalu menatap Nola mencari tahu jawaban. Nola hanya menggelengkan kepala tanda tidak mengerti. Nola pun permisi dan berjaga diluar ruangan. Saat ini status Nola telah menjadi pengawal pribadi Shakira setelah kejadian penguntitan beberapa minggu lalu.


Tanpa menjawab pertanyaan Shakira yang menurutnya cukup berisik, Benjamin pun berdiri membereskan barang-barangnya, memakai jasnya kembali lalu berkata kepada Shakira "Ayo, aku rasa semua sudah beres. Kita bisa pulang sekarang".


"Tunggu maksudnya gimana sih? aku bingung nih duh Gusti....aku bingung,", sahut Shakira sambil me re mas ujung baju saking emosinya.


"Kamu pulang dengan ku. Nola akan mengikuti kita dari belakang", ujar Benjamin sambil berlalu begitu saja dari hadapan Shakira.


"Hissss tunggu akuuuu!!!", teriaknya.


Dalam perjalanan pulang, dimobil pun acara saling bantah-membantah pun masih berlangsung. Aahhh cape deh..


"Ini maunya kemana sih benernya? aku uda capek, laper, pengen mandi, pengen bobok...", ucap Shakira sambil menselonjorkan kakinya kedepan.


"Kamu emang berisik banget ya", gemas Benjamin menoel pipi Shakira.


Shakira pun melotot ke arah Benjamin yag pura-pura tidak melihat kedua bola mata Shakira yang sudah mau melompat.....


Tak disangka pun, selama perjalanan yang hanya memakan waktu kurang lebih 45 menit sangat dimanfaatkan oleh Shakira untuk memejamkan mata sejenak hingga tak sadar dirinya pun tertidur.


Benjamin yang melihat Shakira tertidur pulas, ingin sekali merapikan anak rambut yang jatuh menutupi kedua mata wanita tersebut tetapi diurungkan niatnya. Belum saatnya ucap Benji dalam hati.


Akhirnya tibalah mereka di apartemen. Selama ini Shakira hanya tahu bahwa Benjamin tinggal di satu gedung apartemen yang sama tetapi tidak tahu pastinya disebelah mana.


"Bangunlah...kita sudah sampai", Benjamin membangunkan Shakira dengan lembut.


Shakira lalu terbangun, sambil mengerjap-ngerjapkan matanya "Aduh maaf, aku ketiduran...", merasa tidak enak hati dan malu.

__ADS_1


"Menyesal aku sudah mengajakmu pulang bersama. Aku hanya dijadikan sopir saja ternyata....", Benjamin menjawab dengan kerlingan mata menggoda. "Hapus dulu tuh air liur mu...kan kotor sekarang mobilku".


Shakira pun dibuat gelagapan.Benjamin akhirnya tertawa keras, merasa senang bisa mengerjai Shakira.


"Aaaaaaa.....akhirnya kamu bisa tertawa normal juga ya?!" balas Shakira menggoda Benjamin.


"Udahlah ayo kita turun", Benjamin langsung terdiam dan mengalihkan pembicaraan.


Mereka kemudian berjalan beriringan, Nola mengikuti mereka dari belakang.


Sampailah mereka didepan pintu apartemen Benjamin yang dihuni oleh Shakira bersama Bik Ima dan Nola.


Ketika Shakira hendak masuk kedalam apartemen yang telah terbuka pintunya, Benjamin berkata "Ku beri waktu satu jam untuk beristirahat dan bersiap-siap. Aku akan menjemputmu. Pakailah gaun yang cantik", menoel pipi Shakira kemudian membalikkan badan dan membuka pintu apartemen yang jaraknya hanya 5 langkah dari pintu, dimana Shakira sedang berdiri saat ini.


Shakira hanya terdiam tak sanggup berkata-kata. Dalam benaknya ingin berteriak seakan mau mengungkapkan isi hatinya, istirahat hanya satu jam lalu disuruh bersiap-siap, kemudian ternyata dia tinggal didepan pintu apartemen ini dan sekarang dia hobi sekali menoel pipikuuuu....Shakira pun lantas masuk kedalam apartemen dengan mengoceh tidak jelas.


"Shakira, lebih baik sekarang beristirahatlah sebentar, nanti aku bantu menyiapkan kebutuhanmu untuk pergi dengan Tuan Muda", ucap Nola sambil mengusap pundak Shakira, seolah-olah berkata "aku tahu kamu capek, karena aku pun juga capek ngekorin kalian berdua"....dengan kedua tanduk dikepala Nola.


**Author be like : "capek kan Nola, jones sihhh makanya cari pacar...


Akhirnya satu setengah jam kemudian, Benjamin dan Shakira meluncur menuju daerah elit perkotaan.


Dimana lampu gemerlap kota menyala dengan terang.


Hingga akhirnya mobil pun menepi di satu restoran mewah yang termasuk salah satu spot tongkrongan para crazy rich di kota ini.


Ketika mereka berdua berjalan masuk menuju tempat yang telah direservasi oleh Maria, banyak mata memandang mereka dengan penuh kekaguman. "Bukankah itu Tuan Muda Benjamin dari Three Sibling's Corp. ?!" bisik salah satu pengunjung. Bahkan ada salah satu wanita dengan sengaja berkata agak keras "Beruntung sekali perempuan itu. Pasti hanya mau hartanya...", disambut dengan cekikikan tawa teman satu groupnya.


Shakira yang mendengarnya pun berjalan dengan kepala tegak, tidak memerdulikan ocehan sirik mereka. Benjamin bahkan memegang lengan Shakira seperti menegaskan kepemilikannya secara tidak langsung.


Benjamin memilih spot yang sangat cantik pemandangannya, meski tidak privat, tetap menawan bagi Shakira.



"Terima kasih, ini indah banget pemandangannya", ucap Shakira tersenyum manis setelah mereka duduk dikursi masing-masing.


"Bagaimana nona tukang tidur, apakah ngantukmu sudah hilang?", goda Benjamin.


Shakira hanya melotot kearah Benjamin.


Mulai lagi nih ngajak duet maut..batinnya.


Benjamin hanya tertawa kecil melihat kedua mata Shakira membulat besar.


Tak lama setelah memesan makanan pun berdatangan.


Sambil menikmati makan malam, mereka pun berbicara banyak hal. Dari kehidupan sehari-hari hingga pada hal yang sangat pribadi. Bagaimana kronologis kematian kedua orangtuanya pun diceritakan kepada Benjamin.

__ADS_1


"Aku merasa ada yang aneh dengan kematian Tuan dan Nyonya Prajogo, Kira. Ada yang salah dengan hal tersebut", Benjamin mencoba mengungkapkan pemikirannya setelah mendengar cerita tersebut.


"Apa maksudmu, Benji? Aneh bagaimana?" tanya Shakira balik.


"Biarkan aku selidiki dulu hal ini, kalo ada informasi yang pasti akan kuberitahu dirimu", jawab Benji sambil menuangkan Red Wine ke gelas milik Shakira.


"Jadi karena hal tersebut, kamu berencana terjun bebas malam itu?"


"Tidak. Banyak hal terjadi setelah kedua orangtuaku meninggal. Rumah kami tiba-tiba disita oleh pihak Bank, padahal setahuku kami tidak pernah bermasalah secara finansial, kemudian perusahaan yang sudah dibangun oleh papa dengan susah payah, dinyatakan bangkrut secara mendadak juga. Dan satu lagi yang paling mengenaskan adalah kedua orang yang kupikir akan selalu ada bersama ku bahkan ternyata dibelakang mereka menikung aku", jelas Shakira panjang lebar.


Benjamin melihat kilatan amarah dan emosi terpendam di kedua mata Shakira.


"Menikung mu seperti apa?" tanyanya pada Shakira.


"Aku menemukan mereka sedang berhubungan b**an di apartemen Reyhan tiga hari setelah pemakaman kedua orang tuaku. Bahkan pekerjaan yang seharusnya aku dapatkan, Juliana pula yang mengambilnya dariku. Bisa kamu bayangkan bagaimana rasanya menjadi aku??"


"Aku paham..mungkin aku gak bisa merasakan yang kamu rasakan karena tidak mengalaminya, tapi aku tahu pasti bagaimana rasanya kehilangan seseorang dan dikhianati", ucap Benjamin lembut dengan menyentuh pergelangan tangan Shakira.


"Lalu, bagaimana dengan kamu? Kenapa sampai berbohong didepan Mama Seila dan Lena bahwa kita sepasang kekasih?".


"Ok aku akan jujur padamu. Aku berutang penjelasan, Kira", jawab Benjamin sambil menarik nafas panjang.


"Aku tidak tertarik sama sekali dengan Lena. Bagiku Lena hanya sebatas teman di circle pertemananku. Kedua orangtua kami sepakat untuk berbesanan karena mereka takut anaknya ini akan jadi bujang lapuk...hahahaha", Benjamin menjelaskan dengan santai.


"Terus, kalo kamu menolak pertunangan itu apa tidak bermasalah kedepannya?"


Benjamin hanya menggelengkan kepala serta mencebikkan bibirnya.


"Ini masalahku, biar aku yang menyelesaikannya. Kamu gak perlu takut akan Lena. Kami tidak ada hubungan apapun", tegas Benjamin dengan mengerlingkan matanya membuat Shakira salah tingkah.


Makanan penutup pun datang, malam semakin gelap. Bintang-bintang bertebaran di langit semakin menambah suasana menjadi romantis. Ditambah iringan musik.


"Aku mengajakmu makan malam karena ada yang ingin aku sampaikan padamu, Kira", ucap Benjamin pelan menutupi kegugupannya.


"Aku mau bilang terima kasih karena sudah hadir dan bisa membuatku tertawa. Tetaplah seperti ini, Kira. Aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun selama beberapa tahun terakhir. Aku merasa bahagia yang sudah lama gak pernah aku rasakan. Tetaplah seperti ini", urai Benjamin dengan tatapan mata yang terlihat merindukan seseorang.


Shakira yang telah mengetahui cerita Benjamin melalui Mama Seila sebelumnya berpura-pura tidak tahu menahu dan berkata "Baiklah, aku akan menjadi temanmu. Tapi bukan teman untuk di bully loh yaaaa... camkan itu, wahai Tuan Muda Benjamin!!!!", dengan sedikit bercanda.


Dan makan malam itupun berjalan dengan canda tawa. Cerita pun mengalir dari keduanya. Lebih banyak Shakira yang bercerita dan Benjamin seperti biasa menjadi pendengar yang baik.


Sesampainya di depan pintu apartemen, mereka saling memandang satu sama lain. Ada yang berbeda sekarang. Tetapi mereka mencoba menyangkal perasaan masing-masing.


Ah biarkan waktu yang menjawabnya batin Shakira kemudian mengucapkan terima kasih dan selamat malam, mereka berpisah dan menuju peraduan masing-masing.


Bersambung ya gaisss...


Terimakasih yang buanyak atas waktunya sudah membaca kisah mereka berdua.

__ADS_1


Mohon terus beri dukungannya ya LIKE, KOMEN, Hadiah TABURAN BUNGA kalo bisa sih 😘😘😘😘😘


__ADS_2