Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 73. Jalan-jalan


__ADS_3

...**Happy Sunday, all**...


Seminggu telah berlalu begitu saja. Bagi Shakira, tujuh hari dan delapan malam di rumah apung keluarga Negara, sangat berkesan.


Sudah lama dirinya tidak merasakan kebersamaan ditengah-tengah keluarga. Bagaimana Tuan Abimanyu dan Mama Seila memperlakukannya seperti anak mereka sendiri. Mereka tidak membedakan antara Benjamin maupun dirinya.


Diruang kerja Tuan Abimanyu, yang saat ini digunakan sementara oleh Benjamin berkantor, selama mereka di Utrecht, Belanda.


Siang ini, Shakira mencoba meminta Benjamin untuk memberinya ijin bertamasya ke tempat-tempat yang menarik, yang ada di kota ini.


"Boleh ya, Benji ... please ... aku belum sempat pergi kebeberapa tempat nih," pinta Shakira dengan wajah memelas.


"Bukannya, aku tidak mengijinkanmu pergi, Kira. Aku takut kamu kenapa-kenapa di jalan."


"Kan ada Nola dan Dio yang ikut denganku," rayu Shakira seraya menunjuk kearah Nola dan Dio yang tidak tahu menahu.


Benjamin menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan pelan. Menimbang, apakah diberi ijin atau tidak.


Terdengar pintu diketuk dari luar.


"Masuklah," sahut Benjamin yang saat ini sedang duduk disofa mengecek semua kerjaan kantor yang telah ditinggalkan selama seminggu.


Maria masuk dengan kepala pengawal yang ditugaskan untuk menjaga kedua orang tuanya.


"Ada apa Maria?!"


"Begini Tuan Muda, kami menerima berita dari informan kami kalau Tuan Samuel berada di negara ini semenjak beberapa hari lalu."


"Kamu serius Maria?! Samuel ada di negara ini? Dikota ini, maksudmu?!" potong Shakira dengan cepat.


"Kira, tenanglah dulu. Berikan Maria kesempatan untuk menjelaskan."


Benjamin memberikan tanda kepada Maria untuk melanjutkan informasi yang sempat terputus karena kekasihnya.


"Iya Tuan Muda, ada yang menyelundupkannya ke negara ini, dengan menggunakan paspor palsu. Karena, seperti yang kita ketahui semua saat ini kakak anda adalah buronan Interpol," jelas Maria dengan panjang lebar.


"Tidak ketinggalan, asistennya pun ikut bersama dengannya."


Bibir Benjamin mengerucut, menandakan tuan muda tersebut sedang berpikir keras.


"Menurut informan kalian, kapan dia akan tiba disini?"


"Sepertinya dia sedang dalam perjalanan menuju kemari," jawab kepala pengawal yang bertubuh kekar dan berwajah sangar.


Shakira yang duduk di sofa seberang, menutup wajahnya dengan kedua tangan lalu mendengus kasar.


Dengan ekor matanya, Benjamin melirik kearah Shakira yang terlihat sangat jengkel dengan berita terbaru ini.


Kedua sudut bibir pria tampan itu terlihat naik keatas menandakan dirinya sedang tersenyum.


"Ada lagi, Maria?" tanya Benjamin kepada asisten dan kepala pengawal.


"Tidak ada, Tuan Muda," jawab mereka serempak.

__ADS_1


"Kalau begitu, kami permisi dahulu Tuan Muda," ucap Maria mengganggukkan kepalanya kepada Benjamin dan Shakira, lalu berjalan keluar menuju rumah sebelah yang menjadi markas mereka.


"Dio, Nola!" panggil Benjamin kepada mereka yang sedang duduk dipojokkan menanti perintah.


"Siap, Tuan Muda!"


"Siap, Bos!"


Jawab mereka berdua serempak, membuat Shakira yang tadinya cemberut menjadi tertawa geli mendengar kekompakan tersebut.


"Kalian memang sehati ... awas jatuh cinta beneran loh ya ...."


Lalu terdengar tawa Shakira pecah didalam ruangan. Membuat suasana yang kaku serta tegang seketika menjadi cair.


...****************...


Saking tidak teganya Benjamin kepada Shakira, kekasihnya yang sedari siang terus merengek ingin keluar dan berjalan-jalan menikmati Utrecht dengan segala keindahannya, akhirnya memberikan ijin. Dengan catatan, Nola serta Dio harus selalu berada di sampingnya. Dan tak lupa, GPS yang diletakkan di jam tangan Shakira, harus di aktifkan.


Sebelum Shakira, Nola dan Dio pergi dari kediaman Negara, Mama Seila memberikan masukan agar Shakira belajar memegang pistol dan berlatih sedikit bela diri. Shakira pun berjanji, sekembalinya mereka ke tanah air, dirinya akan belajar di markas Black Klan.


Jadi untuk saat ini, dirinya masih harus ditemani Nola dan Dio.


"Baiklah Mama Seila dab Benji, kesayanganku, aku akan pergi dan cepat kembali sebelum kalian menyadarinya," jawab Shakira seraya berpamitan.


Benjamin men ci um kening kekasihnya dengan lembut.


"Maafkan aku tidak bisa menemanimu hari ini," ungkap Benjamin dengan sedih.


Didalam mobil, Shakira minta diantarkan ke beberapa tempat yang masuk kedalam Top ten list, tempat yang harus di kunjungi selama di Utrecht, Belanda.


"Dio, aku mau ke Dom Tower!"


"OK, kita meluncur kesana sekarang, Nona Muda."


Mobil pun meluncur. Dan tak berapa lama, tibalah mereka di tempat tersebut.



Shakira terkagum-kagum melihatnya.


Dio dan Nola hanya tertawa melihat dirinya yang terkagum-kagum melihat menara yang menjulang tinggi itu.


"Inilah menara gereja tertua dan tertinggi seantero Belanda, Nona Muda," ucap Nola menjelaskan tempat yang mereka tuju saat ini.


"Menurut sejarah, Dom Tower yang dibangun pada tahun 1321-1328 ini memiliki tinggi 112 meter. Dari puncak menara ini, kita dapat menikmati pemandangan indah kota Utrecht yang cantik."


"Wah tinggi banget ... aku mau dong naik keatas. Yuk Nola, Dio. Antar aku keatas," ajak Shakira dengan semangat membara.


Nola yang sempat tinggal di Utrecht, mengikuti Tuan Mudanya, memang sedikit banyak mengetahui tempat-tempat wisata yang ada di kota tersebut.


"Ups ... maaf Nona Muda, bukannya saya tidak mau, tetapi kita harus menaiki 465 anak tangga untuk bisa tiba di puncak Dom Tower."


"Apa?!" sahut Shakira dan Dio berbarengan tak lupa mata mereka melotot kearah Nola.

__ADS_1


Nola hanya tertawa menanggapi reaksi mereka berdua.


"Gila bener, bisa naik lalu tidak bisa turun dong nanti," umpat Shakira menggelengkan kepala.


"Ayo Nona Muda, jangan patah semangat. Mumpung ada disini, kapan lagi kita bisa jalan-jalan," Sahut Dio menyemangati nona mudanya.


Shakira berpikir sejenak.


"OK lah, ayo kita bersenang-senang hari ini!"


Akhirnya, setelah perjuangan yang melelahkan, tibalah mereka bertiga dipuncak menara.


Tak lupa, mereka mengabadikan momen tersebut.


Kedua mata Shakira memandang jauh ke bawah.


"Seandainya Benjamin mau ikut dengan kita, pasti semakin asyik dan rame ya ...."


"Buat Nona Muda sih, asyik saja. Buat kami, sangat menyesakkan," ungkap Dio dengan raut wajah dibuat sedih.


"Lah, kenapa memangnya, Dio? Apakah kalian tidak menyukai hubungan kami berdua?" tanya Shakira dengan heran.


"Kami jones , Nona Muda. Jadi, kalau melihat yang mesra-mesra sedikit itu rasanya jiwa kami meronta-ronta," jawab Dio tanpa beban.


Shakira dan Nola hanya bengong memandang kearah Dio.


"Minta dibunuh kau ya, oleh Tuan Muda?!" maki Nola dengan marah yang dibuat-buat.


"Hahahaha ... kalian ini bisa saja. Tenang Dio, nanti akan aku sampaikan kepada tua muda kalian agar menahan diri jika didepan semua orang," sahut Shakira menanggapi ucapan Dio.


Minta di gebukin nih orang-orang sama Tuan Muda Benjamin. Shakira.


"Tapi, aku tidak bisa janji yah. Karena, tuan muda kalian mana bisa di debat," tambah Shakira dengan cengiran lebar.


"Nona, jangan dipikirkan yang di sampaikan Dio."


"Ah sudahlah, yuk sekarang kita turun. Perjuangan kita belum selesai, hahahaha," jawab Shakira seraya berjalan didepan pengawalnya menuruni tangga-tangga.


Setibanya dibawah, Shakira bernafas terengah-engah. Beda halnya dengan Dio dan Nola, yang memang mendapat pelatihan khusus.


"Ayo Nona Muda, kita kemobil sekarang," gandeng Nola setengah menarik Shakira untuk berjalan.


Shakira yang masih terengah-engah mencoba mengatur nafas. Tanpa disadari olehnya, sesosok pria tengah memandanginya dari kejauhan.


Pria tersebut hanya tersenyum simpul, lalu meninggalkan tempat tersebut bersamaan dengan wanita yang telah menggoda hatinya.


"Sudah kubilang, aku akan meminta semua hakku, semuanya ...." batin Samuel, lalu beranjak pergi dari tempat tersebut.


...----------------...


Wah wah ... Samuel udah main ke Utrecht nih, gimana jadinya ya? yuk terus kepoin karyaku ini. Jangan lupa kasih like tiap bab setelah baca dan komentar yang membangun serta menyemangti authornya.


Terima kasih semuanya ... ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2