Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 63. Kesalku meluap


__ADS_3

Happy Monday, readers tersayang..


Selamat beraktifitas semuanya ♥️♥️


...********...


Shakira dan Benjamin telah tiba di apartemen tepat pukul 11 malam. Sedang Dio, kembali ke markas BK. Rasa lelah menghampiri keduanya. Makan malam pun terlewatkan oleh mereka.


Setelah kejadian malam ini, tidak ada yang ingin mereka lakukan selain beristirahat.


Saat ini, Shakira dan Benjamin sedang berada didalam kamar masing-masing.


Ditempat tidur bernuansa merah muda, dibawah selimut tebal, Shakira sibuk memikirkan nasib Juliana. Selamat atau tidak, bagi seorang Shakira sosok Juliana sangat berbekas dihatinya. Terkenang akan semua momen yang telah dilewati bersama. Persahabatan yang solid, menurutnya. Jarang ada perselisihan antar mereka berdua. Hingga akhirnya dibangku kuliah, Shakira bertemu dengan Reyhan. Juliana memang tidak pernah terlihat dekat dengan pria manapun. Setiap digoda, sahabatnya itu selalu beralasan belum menemukan seseorang yang cocok dengannya. Tidak diduga oleh Shakira jika sahabatnya itu ternyata juga jatuh cinta dengan kekasihnya. Dan tergiang-ngiang perkataan Juliana sebelum hilang kesadaran bahwa sahabatnya itu sangat membenci dirinya.


"Hiks ... hiks ... kenapa kita seperti ini, Juli? Seharusnya kamu jujur padaku mengenai Reyhan dan isi hatimu selama ini," tangis Shakira sembari memandang foto mereka berdua yang sedang mengenakan seragam abu-abu.


"Aku yang kurang peka terhadapmu. Seharusnya aku bisa membaca semua sikapmu, Juli. Maafkan aku kalau begini jadinya," ucap Shakira berbicara sendiri.


Semoga kamu bisa selamat malam ini. Aku yakin hatimu masih tersimpan belas kasih .... Shakira.


Setelah memanjatkan do'a dan harapan untuk Juliana dan semuanya, Shakira tertidur pulas setelah berhari-hari tidak dapat beristirahat dengan baik.


...********...


Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian rusuh di kafe malam tersebut.


Pagi ini, Shakira telah bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dengan dandanan modis dan sederhana, tetap saja aura kecantikannya tidak dapat ditutupi.


Benjamin yang telah menantinya dimeja untuk sarapan, hanya bisa diam memandangi wanita yang sedang menikmati kopi lattenya sambil berdiri di pantry tidak jauh darinya.


Merasa ada seseorang yang memandanginya, Shakira pun menatap balik. Dan berjalan santai kearahnya.


"Good morning Tuan Muda ... ayo dimakan buburnya, kalau dingin tidak enak loh ya ...." goda Shakira lalu mengambil tempat duduk tepat didepan lelaki tersebut yang sedang bengong melihatnya tanpa berkedip.


Shakira pun tertawa terkekeh melihatnya sembari menjentikkan jarinya, untuk menggoda Benjamin.


"Ayo kita makan, sudah hampir siang!" Benjamin mengalihkan perhatiannya pada mangkuk bubur ayamnya. Terlihat raut wajah Benjamin memerah menahan malu.


Shakira pun mengulum senyum. Bahagianya jika tiap pagi disuguhi pemandangan segar seperti ini. Pemandangan pria tampan, huhu segarnyaaa! Shakira.


Hari pun berlalu begitu saja. Benjamin dan Shakira kembali pada kehidupan nyata sehari-harinya. Meski mereka tinggal satu atap, tetap saja jika berangkat dan pulang kerja, Nola yang akan menemaninya. Sedang Benjamin akan menggunakan kendaraannya sendiri.


...********...

__ADS_1


Jam telah menunjukkan pukul 6 sore, teng. Hampir sebagian karyawan bergegas merapikan meja kerja mereka. Lain halnya dengan Shakira. Setelah kurang lebih seminggu mangkir dari pekerjaan, dirinya menghabiskan waktu untuk mengecek semua laporan yang telah di siapkan Wina.


"Nona, apakah Anda ingin membawa pulang semua laporan-laporan tersebut atau tetap diam disini?" tanya Nola disela-sela kesibukan mereka masing-masing.


"Hmm ... menurutmu bagaimana? Apakah kira-kira aku bisa membawa ini semua pulang ke apartemen?" jawab Shakira berbalik tanya pada Nola.


"Menurut saya, dan ini juga adalah perintah Tuan Muda, pekerjaan tersebut silahkan Anda bawa pulang, Nona Muda."


Karena Nola menyebutkan tuan muda, teringatlah Shakira akan atasannya tersebut.


"Apakah dia sudah pulang, Nola?"


"Belum, Nona. Maria menginformasikan jika tuan muda sedang sibuk dengan kontrak kerja sama yang baru dengan perusaan asing dari Amerika," jawab Nola sembari membereskan mejanya.


"OK, berarti kita pulang sendiri?" tanya Shakira kembali.


Nola hanya menganggukkan kepala tanpa menjawab lebih lanjut.


"Baiklah, ayo kita pulang. Bantu aku membawa berkas-berkas ini semua," ujar Shakira kepada pengawalnya.


"Baik Nona ...."


Dalam perjalanan pulang, Dio memberikan informasi melalui pesan singkat di aplikasi hijau.


Setelah membaca pesan tersebut, timbulah ide.


"Nola ... ayo kita jenguk Juliana," ajak Shakira pada Nola.


"Hah?! Anda serius, Nona?! Saran saya jangan Nona Shakira. Maksud saya, Tuan pasti tidak setuju."


"Hmm ... baiklah, aku akan tanyakan padanya langsung. Tapi aku bersikeras ingin menengoknya, Nola."


Shakira dengan cepat menekan tombol angka satu.


Tidak perlu menunggu lama, terdengar suara Benjamin menyapanya.


"Halo Kira, ada apa?" ~ Benjamin.


"Halo Benji, baru saja Dio mengirimkan pesan padaku mengenai keadaan Juliana," ~ Shakira.


"Lalu ...?" ~ Benjamin.


"Aku ingin mengunjunginya di rumah sakit. Apakah boleh?" ~ Shakira.

__ADS_1


Hening sesaat. Terdengar tarikan nafas Benjamin.


"Tunggu aku, kita menjenguknya bersama-sama," ~ Benjamin.


Shakira menghembuskan nafas dengan kasar dan itu terdengar jelas ditelinga Benjamin.


"Dengarkan aku baik-baik, Kira. Sudah berulang kali aku menyelamatkan kamu. Itu bukan karena aku ingin berlagak sok menjadi pahlawan untukmu," ~ Benjamin.


"OK ... aku mengerti. Tidak perlu kau ingatkan. Aku memang berhutang budi banyak padamu," ~ Shakira.


Entah mengapa, Shakira merasa sangat kesal mendengar ucapan Benjamin. Jadi, tanpa mengucapkan banyak hal lagi, dia memutuskan sambungan telpon setelah mengucapkan terima kasih.


Nola yang melihat nona mudanya merajuk mencoba menyemangati.


"Nona ... maafkan saya jika lancang berkata-kata."


Shakira hanya mendengus mendengar Nola. Melemparkan pandangannya keluar jendela.


"Coba dengarkan dulu, menurut saya mengapa tuan tidak mengijinkan itu disebabkan dia sangat khawatir padamu, Nona. Yang kami lihat selama ini, tuan muda sangat peduli pada Anda, meski terlihat biasa saja bagi Anda."


Shakira pun menjawabnya dengan malas. "Oiya?! Peduli padaku dengan cara membatasi segalanya, Nola. Semuanya! Apa itu suatu bentuk kepedulian?" gerutu Shakira tanpa henti.


"Karena tanpa dia sadari, tuan muda mencintaimu, Nona. Dia tidak ingin melihatmu terluka bahkan kehilangan seorang Shakira ...." tawa Nola pecah seketika.


"Nola! Kamu hanya menggodaku saja?!" Shakira setengah merajuk. Memajukan bibirnya.


Cekrek ...


Sent!


"Nola! Jangan bilang kamu kirim fotoku kepada tuan mudamu yang menyebalkan itu?" teriak Shakira sambil mencubit lengan pengawalnya.


Seketika keduanya pun tertawa terbahak-bahak melihat foto yang dikirimkan kepada Benjamin.


"Astaga Nona, mengapa bibirmu sungguh seksi begitu kalau sedang cemberut, hahahaha ...." Nola terus tertawa tidak dapat menahannya.


"Ah ... indahnya, jika kita bisa tertawa seperti ini terus ya, Nola ...." ucap Shakira dalam tawanya.


Di kantor Pres. Direktur Benjamin, disaat sedang sibuk membaca segala laporan dari para bawahannya, menerima pesan dari pengawal Shakira, membuatnya tersenyum. Melihat foto Shakira yang sedang merajuk, setelah menghubunginya sesaat lalu.


"Aku menyayangimu, Shakira. Entah mulai kapan rasa ini datang. Maafkan aku yang terlalu mengekangmu," batin Benjamin.


...*******...

__ADS_1


Bersambung yaa 🙏♥️ terima kasih dukungannya kaka². Semoga kebaikan dan ketulusan hati kalian dibalas oleh yang Empunya segalanya 🙏🙏🙏 God Bless 😘


__ADS_2