Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 39. Juliana & Dendam


__ADS_3

...**Happy Reading & Saturday Night all**...


Setelah meninggalkan rumah ibunya, Juliana mengendarai mobil dengan penuh amarah. Ia benar-benar tidak bisa menerima semua perlakuan orang-orang disekitar yang selalu membandingkannya dengan mantan sahabat, Shakira.


"Dasar siall! Selalu Shakira, kenapa aku selalu dibandingkan dengannya?!" teriak Juliana didalam mobil.


Ia membawa mobilnya dengan kesetanan, melampiaskan kemarahannya. Hingga sampai pada parkiran apartemen yang berada di kawasan tengah kota lengkap dengan hiruk pikuk keramaiannya. Pintu mobilpun dibantingnya. Secepat kilat ia bergegas menaiki lift dan berhenti di lantai 36, dan setengah berlari menuju pintu kamar lalu memasukkan kode password, membukanya dan menutup pintu kemudian tanpa mengganti pakaian melemparkan dirinya di sofa depan tv.


"Huftt...sungguh sial sekali hari ini. Tidak ada satupun orang yang peduli dengan ku, bahkan ibu kandungku. Sial sekali.." ucap Juliana berbicara pada dirinya sendiri.


"Shakira..Shakira...mau sampai kapan aku terus dibandingkan dengan mu?!"


Disaat seperti ini, dirinya ingin sekali berbicara pada seseorang. Lalu, tangannya meraih tas kerja dan mengambil ponsel miliknya berwarna hitam. Banyak sekali telpon dan pesan masuk. Semuanya mengenai pekerjaan.


"Ah...malas sekali aku berurusan dengan kalian, orang-orang bodoh!" umpatnya. Kemudian, Juliana mencoba menghubungi Reyhan, kekasihnya saat ini. Terdengar nada sambung, tetapi hingga kesekian kali, tidak ada satupun yang diangkat oleh pria tersebut.


"Hisshh sial benar-benar sial! Lelaki sialan!! maki Juliana dengan melempar ponselnya kekarpet saking emosinya.


Juliana lama termenung, merenungi nasibnya. Rasa iri, dendam, dengki terhadap Shakira semakin menjadi. Ingin rasanya meluapkan emosi didalam hati. Sungguh aku tidak terima. Bahkan ibuku pun selalu membelamu. Juliana.


Pekerjaan yang kamu impikan, lelaki yang mencintaimu semua sudah aku rampas darimu. Bahkan orang tuamu pun telah dirampas. Tapi, kenapa hingga detik ini aku masih saja dibandingkan denganmu..sialannn kauu Shakiraaaa!!!! teriak Juliana membabi buta.


Setelah merasa lelah dengan emosinya, Juliana mencoba menghubungi Reyhan kembali.


Hingga dering ke lima akhirnya terdengar suara lelaki diseberang sana.


"Halo, Juli...." ~ Reyhan.


"Hi Sayang..kamu dimana?" Juliana merespon suara Reyhan.


"Lagi dijalan nih..." ~ Reyhan.


"Sayang...aku lagi badmood, mampir dong ke apartemenku," pintanya pada Reyhan.


"Boleh..dandan ya..." ~ kode Reyhan.


Juliana yang mengerti arti kode Reyhan pun beranjak dari sofa menuju kamar utama dan membersihkan dirinya, bersiap menyambut kedatangan sang kekasih.


Perjalanan Reyhan menuju apartemen Juliana tidak sampai memakan waktu banyak, sekitar 30 menit kemudian dirinya telah berada didepan pintu apartemen.


Ting tong...bel berbunyi.


Terdengar langkah dan pintu terbuka.

__ADS_1


Munculah Juliana dengan dandanan fresh memakai rok mini dengan atasan berwarna putih dengan model sabrina off shoulder crop top yang menampilkan perutnya yang rata.


"Hai Rey sayang...ayo masuk," tarik Juliana dengan kerlingan manjanya.


Reyhan bergegas mengikutinya, seraya menyerahkan bingkisan makanan untuk Juliana yang dibelinya saat sedang menuju kesini.


"Untukmu, Juli. Aku yakin kamu pasti belum makan siang," ucapnya.


"Oh thank you Rey sayang...ternyata kamu masih perhatian denganku setelah kejadian di cafe waktu itu," sindir Juliana mengingatkannya.


"Hmm...jangan terlalu dipikirkan hal itu, menambah beban untukmu dan untukku juga," Reyhan menjawab sindiran wanita itu dan melangkah menuju sofa menghidupkan televisi.


"Apakah kamu sudah makan, Rey? Kalau belum ayolah temani aku.."


"Sorry Juli, aku sudah makan dengan klien baru saja.." tolak Reyhan dengan halus.


Juliana merasa Reyhan semakin dingin dengannya. Tetapi demi rasa dendamnya membalas sakit hati kepada Shakira, hatinya memantapkan untuk menerima semua perlakuan Reyhan padanya.


Akhirnya, Juliana mengisi perut secukupnya lalu menemani Reyhan yang saat ini sedang melihat acara favoritnya.


"Rey...aku mau curhat nih..boleh kan?" tanya Juliana sok sendu dan menempatkan dirinya tepat disebelah lelaki tersebut.


"Ada apa lagi denganmu?" Reyhan bertanya padanya.


Juliana pun menceritakan segala sesuatunya yang terjadi hari ini. Mulai perselisihannya dengan ayah tirinya, Dina dan Jonathan lalu terakhir dengan ibunya sendiri.


Juliana pun melanjutkan curahan hatinya, "Ayah tiriku mengancam jika aku tidak bisa bekerja lebih baik aku angkat kaki dari situ, begitupun ibu, mengatakan agar aku menyerahkan jabatan tersebut kepada yang lebih berhak yaitu Shakira."


Tenanglah, jangan berpikir terlalu jauh, tidak mungkin CEO Ramli memecatmu. Dia hanya emosi, begitupun dengan dirimu. Semua hanya emosi sesaat," Reyhan mencoba memberikan pandangannya setelah mendengar keluh kesah Juliana.


"Ah, Rey..kamu memang dari dulu selalu mengerti aku. Tetapi, kenapa sekarang susah sekali menghubungimu? Kamu seperti menjaga jarak denganku, Rey..." tutur Juliana dengan bermanja-manja di lengan kekar milik Reyhan.


Sesungguhnya, lelaki ini tidak mencintai Juliana. Dia menyadari bahwa, dirinya hanya menginginkan kesenangan semata yang tidak bisa didapatkannya dari mantan kekasihnya yaitu Shakira. Bagaimanapun cara Juliana berusaha menaklukkan hatinya, terasa sia-sia, karena hatinya telah dipenuhi oleh sebuah nama yaitu Shakira Putri Prajogo, yang hingga saat ini masih menempati tempat nomor satu.


Mendengar celotehan dan pertanyaan Juliana, Reyhan tidak berusaha menjawabnya. Justru dirinya lebih fokus dengan yang ada didepan matanya saat ini.


"Juliana..kamu sungguh cantik saat ini," Reyhan dengan cepat mencium bibir merah merona tersebut. Gayung pun bersambut. Sisa hari mereka, hanya dilewati dengan kegiatan yang melelahkan jiwa dan raga...


*********


Di gedung pencakar langit, Three Siblings Corp. Buildings.


Shakira yang telah kembali ke meja kerjanya, telah disibukkan oleh rutinitas sehari-hari. Berbagai laporan pekerjaan dari anak buahnya, di cek satu persatu. Lalu, memantau dan menganalisis program-program pemasaran produk mereka yang saat ini tengah dijalanlan oleh seluruh cabang TSC pun tidak dilewatkannya. Semua sungguh sangat memguras pikiran Hingga jam yang melingkar dipergelangan tangan menunjukkan pukul 15.05.

__ADS_1


"Wah..cepat sekali waktu berjalan Nola.." ucap Shakira sembari merentangkan tangan dan menyandarkan punggungnya yang terasa kaku.


"Apakah Nona, sudah ingin memakan sesuatu?" tanya Nola.


"Iyah Nola, aku baru saja merasakan singaku mengaum didalam," jawab Shakira tergelak malu.


"Baiklah, akan saya belikan buat Nona Shakira," ucap Nola sembari pamit keluar.


Ketika Shakira hendak mengecek email yang baru saja dikirim oleh salah satu cabang perusahaan yang ada di Negara S, masuk sebuah pesan melalui aplikasi berwarna hijau. Tanpa mengecek siapa pengirimnya, tangan Shakira langsung membuka dan tampak dua buah foto yang menampilkan siapa dan apa yang ada yang didalam gambar foto tersebut.


"Ya Tuhan....." ucap Shakira setengah berteriak kaget.


Melihat foto-foto itu, membuat hatinya sakit kembali, merasakan rasa sesak didalam dada. Walaupun tidak sesakit ketika dirinya menemukan mereka sedang bergumul di tempat tidur untuk pertama kali, tetap saja sakit itu masih ada.


Reyhan dan Juliana, adalah sepasang pria dan wanita yang ada didalam foto tidak senonoh tersebut. Meskipun foto-foto itu diambil tanpa menunjukkan muka, Shakira hapal betul dengan jari jemari Juliana sahabatnya dan tangan Reyhan, mantan kekasihnya.


"Apa mau mereka dengan mengirimkan foto-foto menjijikkan ini padaku?" Shakira kembali berbicara pada dirinya sendiri.


Tidak terasa, air mata mulai menggenang dipelupuk mata. Sedih, sakit hati, kecewa, patah hati berbaur menjadi satu. Meski semua sudah lewat, tetap saja Reyhan adalah cinta pertama dan Juliana adalah sahabat dalam suka maupun duka.


Tega sekali mereka kepadaku...Shakira.


Bergegas Shakira membereskan berkas-berkas di meja dan mengambil ponsel lalu beranjak pergi dari ruangannya hendak menuju rooftop TSC Building.


Sambil mempertahankan air matanya agar tidak tumpah, Shakira berjalan menunduk dan tidak sengaja menabrak lengan seseorang dan membuat ponselnya terlempar tidak jauh dari posisinya, "Ouch...sorry.." ucapnya sambil menjangkau ponsel berwarna merah.


"Are you okay, Kira...?" ternyata orang yang ditabraknya adalah Benjamin dan sialnya, ponselnya telah berada di tangan lelaki itu dengan aplikasi chat berwarna hijau masih terbuka. Bisa dipastikan, Benjamin melihat foto-foto tersebut.


Shakira melengos membuang mukanya tidak ingin melihat Benjamin mengasihani diri saat ini. Lalu dengan cepat mengambil ponsel berwarna merah itu dan berlari menuju lift meninggalkan Benjamin yang penuh dengan tanda tanya.


"Tuan... apakah saya perlu menyusulnya?" Maria bertanya.


Sejenak Benjamin berpikir, "Jangan, biarkan dia menepi sesaat. Berikan dia waktu untuk belajar berdamai dengan luka."


"Baik Tuan Muda, tetapi foto-foto tersebut pasti dikirim dengan maksud tertentu," Maria mengemukakan pendapatnya.


"Hm..tidak ada habisnya mereka berusaha menyakiti Shakira...", sahut Benjamin lalu melangkah pergi menuju ruangannya.


"Maria, sebelum dirimu pergi, cek keadaan Nona Muda. Jangan sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan,"


"Siap Tuan Muda..." jawab Maria menundukkan kepala.


**********

__ADS_1


Bersambung ya.


Maaf readers lambat up dari semalam, karena ada beberapa kalimat yang musti direvisi dari pihak NT nya☺☺Terima kasihh semuanya 😍😍😍 jangan lupa like, favorit dan komen saran kritik yang membangun 🤗🤗


__ADS_2