
Halo semua, Shakira dan Benjamin kembali. Selamat membaca ya..
...********...
Sesampainya di markas Black Klan, Shakira kembali beristirahat di kamar tersembunyi yang berada dibalik ruang kerja Benjamin. Tentu saja bersama Benjamin didalamnya, meski pria tersebut sekarang yang mengalah merebahkan dirinya di sofa empuk yang terdapat di dalam kamar minimalis itu.
Tak perlu menunggu lama, keduanya langsung tertidur pulas.
Matahari telah menampakkan dirinya. Meski markas mereka berada di daerah terpencil jauh dari keramaian dan lalu lalang manusia, tetap saja burung-burung berkicau diluar sana.
Hingga beberapa jam kemudian terdengar ketukan halus didepan pintu.
"Hmm ... sepertinya mereka benar-benar nyenyak sekali tidur. Tidak seperti biasanya Benji seperti ini," bisik Mama Seila kepada suaminya, yang ternyata sedang menunggu didepan pintu kamar agar dibukakan.
"Sudahlah, ayo kita sarapan dahulu. Biarkan mereka beristirahat," ajak Tuan Abimanyu seraya menggamit lengan istrinya yang masih saja menempelkan telinganya pada daun pintu.
"Hish ... dasar Papa, jiwa kepo Mama meronta-ronta nih?!" tukas Mama Seila dengan kesal.
...********...
Di tempat lain, terdengar dering ponsel berbunyi berulang kali. Juliana yang sedang berada didalam kamar mandi bergegas keluar hanya berbalut handuk, meraih sumber suara tersebut.
"Halo ....?!" ~ jawab Juliana.
"Aku menemukan lokasi orang yang kamu cari. Tetapi, sepertinya dia dalam perlindungan sosok yang kuat dan sangat berkuasa," ~ informan.
"Maksudmu, siapa yang melindunginya?" ~ Juliana.
"Orang yang tidak akan bisa ditembus hanya olehmu seorang. Saranku, bekerja samalah dengan orang yang membayar kekasihmu. Dia adalah lawan yang sepadan bagi mereka," ~ informan.
"Siapa orang tersebut?" ~ Juliana.
"Tanyalah kepada kekasihmu siapa dan bagaimana cara menghubunginya. Karena, dia bukanlah sosok sembarangan," ~ informan.
"Tapi aku mem-"(belum selesai berbicara, sambungan telah diputuskan sepihak).
"Dasar menyebalkan! Aku belum selesai berbicara, dia seenaknya saja mematikan sepihak," sungut Juliana.
__ADS_1
Setelah melanjutkan mandinya, Juliana duduk didepan meja riasnya. Memikirkan semua informasi yang didapatkannya.
"Aku harus menengok Reyhan di sel. Semoga laki-laki itu mau bercerita padaku. Kira-kira, siapa yang melindungi perempuan sial itu selama ini? Bukannya dia hanya sebatang kara, yah?" Juliana berpikir keras sambil mengetukkan jarinya di meja kaca.
Selama ini, Juliana memang fokus dengan pekerjaannya dikantor. Dia jarang mencari tahu berita tentang Shakira yang terbaru, karena ayah tirinya, CEO Ramli sudah memberikan peringatan padanya agar bekerja lebih serius. Dan juga, sudah beberapa minggu terakhir, Reyhan jarang mengirimkan pesan ataupun sekedar bertemu.
Maka dari itu untuk mendapatkan jawaban yang diinginkan, Juliana dengan cepat bersiap-siap dan tak lupa membawakan pakaian serta makanan favorit Reyhan.
40 menit perjalanan, tibalah Juliana di tempat Reyhan sedang ditahan. Seorang petugas polisi mengantarkannya hingga kedepan sel.
Polisi tersebut berteriak memanggil nama Reyhan. Terlihat satu sel berisi 6 orang tahanan dengan berbagai macam kasus.
Juliana tidak kuat melihat lelaki yang dicintainya dalam keadaan lusuh serta tidak terawat. Sudah lewat beberapa hari sejak penangkapannya. Semua tahanan pria terkecuali Reyhan memandangnya dengan penuh minat. Bagaimana tidak, saat ini dia salah mengenakan pakaian.
Seharusnya aku mengenakan celana panjang, bukannya rok diatas lutut. Juliana.
Reyhan yang mendengar namanya dipanggil mendongakkan kepala dari tidur ayamnya.
"Rey ... ini aku ..." bisik Juliana tidak kuasa meneteskan air matanya.
Reyhan pun dengan cepat berdiri dan menyongsong wanita tersebut.
"Aku mendapatkan informasi dari seseorang, kalau kamu ditahan karena penculikan. A-apakah itu benar, Rey?" tanya Juliana dengan pelan.
Reyhan hanya menarik nafas panjang dan membuangnya dengan kasar.
"Semua karena Shakira sialan itu!" maki Reyhan, mengeratkan genggaman jarinya pada jeruji besi.
"Maksudmu, apa? Dan kenapa kamu menculiknya?" cecar Juliana yang tidak terima bahkan merasa cemburu, bahwa hingga saat ini Reyhan masih saja memikirkan mantannya.
"Kamu tidak perlu tahu alasannya. Yang pasti karena dialah aku berada disini sekarang, Juli."
"Lalu, bagaimana aku bisa membantumu jika kamu tidak mau bercerita apapun padaku?!" tukas Juliana sedikit marah.
Mendengar perkataan wanita didepannya, raut wajah Reyhan berubah seketika menjadi lebih cerah.
"Apakah benar kamu mau membantuku?"
__ADS_1
"Tentu saja, bo^doh! Aku ini kekasihmu, siapapun pasti tidak akan diam saja melihat kekasihnya mendekam di penjara?!" bentak Juliana kesal.
"Sorry, Juli. Aku tidak bermaksud meremehkanmu," ucap Reyhan dengan lembut.
"Cepatlah, waktuku tidak banyak. Sebentar lagi penjaga akan mengusirku. Kata informanku, orang yang melindungi Shakira tidak main-main. Selama ini kupikir dia hanya sebatang kara," ucap Juliana sembari mengerutkan alisnya.
"Dia dilindungi oleh Tuan Muda Benjamin, pemilik Three Siblings Corp, asal kamu tahu," jawab Reyhan dengan mimik kesal.
Kedua bola mata Juliana pun membesar, seakan tidak percaya akan pendengarannya.
"Sialan! Pantas saja, dia bisa tinggal di apartemen mewah dan punya pekerjaan bagus. Ternyata memang benar dia menjual dirinya untuk itu semua, huh dasar murahan!"
"Lalu, siapa yang bisa kuhubungi untuk membantuku, Rey?" tanya Juliana kembali.
"Hubungi nomor ini. Hanya dia yang bisa membantumu. Katakan padanya bahwa dirimu adalah kekasihku," pesan Reyhan sebelum akhirnya seorang Polisi memberitahu Juliana bahwa waktu berkunjung telah habis.
"Siapa orang ini? Namanya siapa?!" tanya Juliana setengah berteriak karena seorang petugas menghalaunya untuk segera pergi.
Terdengar sayup-sayup suara Reyhan membalasnya. "Samuel namanya!"
Sepanjang perjalanan menuju apartemennya, Juliana mencoba menghubungi nomor yang diberikan oleh Reyhan.
Meskipun terdengar nada sambung, tapi tidak sekalipun ada yang menerima diujung sana.
"Baiklah akan kukirimkan pesan terlebih dahulu. Mungkin dia tidak mau menerima jika tidak dikenal," gumam Juliana pada dirinya sendiri.
Juliana mempercepat laju kendaraan hingga tiba di parkiran dan bergegas menuju apartemennya.
Setiba di apartemen, Juliana langsung mengirimkan pesan untuk orang yang bernama Samuel. Sesungguhnya siapa si Samuel ini, Juliana tidak pernah mengetahuinya. Karena selama berhubungan dengan Reyhan, tidak pernah sekalipun bercerita tentang pekerjaan sesungguhnya.
Terkirim!
"Baiklah, sekarang tinggal menunggu respon balasan darinya," gumam Juliana seraya membersihkan dirinya. Hari ini dia memang mengajukan cuti beberapa hari kepada CEO Ramli.
Didalam benak Juliana, inilah terakhir kalinya dia akan membalaskan rasa sakit hati bertahun-tahun kepada mantan sahabatnya itu. Dan sesungguhnya, Juliana tidak mengetahui dengan siapa dia berhadapan. Siapa Benjamin dan siapa Samuel ini. Yang penting Juliana, pada akhirnya semua terbalaskan. Melihat Shakira menderita.
...********...
__ADS_1
Bersambung ♥️♥️♥️♥️