Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 7. Urusan kita belum selesai


__ADS_3

Malam itu juga, Benjamin membawa pulang Shakira ke kota S.


Didalam pesawat, "Apakah kamu baik-baik aja sekarang?" tanya Benjamin kepada Shakira.


Yang ditanya hanya mengganggukkan kepala. Berusaha menolak kenyataan akan kejadian beberapa jam lalu. Lalu teringat dengan barang yang tertinggal dikamar hotel. "Benji, bagaimana dengan barangku? Apa bisa dikirimkan ke rumahku?" tanya Shakira.


Semua sudah saya bereskan Nona, besok barang bisa anda terima", sahut Nola.


"Tuan Muda, semua sudah menunggu anda setibanya kita di kota S", bisik Nola pelan kepada Benjamin.


"Siapkan semuanya", perintah Benjamin kepada Nola.


"Shakira, aku ingin kamu malam ini tinggal bersama Bik Ima di apartemen. Dan ini bukan permintaan, melainkan perintah atasan", Benjamin berkata sambil menatap kedua mata Shakira dengan pancaran mata yang membuat wanita siapapun baper.


"Baiklah kalo itu mau kamu, asalkan aku tidak merepotkan kalian dan tidak ada calon tunanganmu itu", jawab Shakira sambil menggoyangkan jari telunjuknya. "Tenang saja, tidak ada yang perlu kamu kawatirkan", jawab Benjamin sambil mengibaskan tangan.


Sesampainya di kota S, Benjamin berpisah dengan Shakira dan Nola. Tanpa diketahui oleh Shakira, Benjamin bertolak menuju suatu tempat, sedang mobil yang ditumpangi Shakira dan Nola menuju apartemen.


Tiba di apartemen, Bik Ima sudah menantinya.


"Syukurlah anda selamat Nona Shakira", sambil memegang kedua tangannya., silahkan bersihkan dulu tubuh anda, semua sudah Bik Ima siapkan, setelah itu mari makan malam", ucap Bik Ima lagi sembari mengantarkan Shakira menuju kamar tamu.


"Bik Ima, terima kasih, saya terus merepotkan kalian ", jawab Shakira menahan haru didalam dada, sedang Bik Ima memberikan senyum hangat layaknya seorang ibu kepada anaknya.


Didalam kamar mandi, Shakira mengisi air hangat di bathup dan meneteskan sedikit aromatherapy lavender. Berharap dengan berendam dapat menghilangkan bekas jejak b**ingan tersebut dan menetralkan pikiran.


Teringat juga dengan Benjamin, bagaimana mungkin secepat itu bisa ada di kota J padahal yang dia tahu, bos besarnya saat itu sedang berada di kota ini. Hatinya pun bertanya-tanya akan sikap Benjamin kepadanya


"Aku gak boleh baper dong ya, dia sudah punya calon tunangan dan aku juga gak sepadan dengan mereka berdua", mengingatkan dirinya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepala.


30 menit berlalu, Shakira menuju ke ruang makan, perutnya terasa perih minta diisi, karena di perjamuan makan tadi belum sempat memakan makanan yang sudah disajikan.


Ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 dini hari, Shakira beranjak kekamar dan bertanya pada Nola mengapa sampai sekarang Benjamin belum pulang.

__ADS_1


"Nona silahkan beristirahat dahulu. Tuan Muda masih ada urusan penting yang harus diselesaikan".


Dan Nona, maafkan atas keteledoran saya tadi. Semua terjadi karena saya tidak becus menjagamu", ucap Nola sambil menundukkan kepalanya.


Shakira merasakan ungkapan tulus tersirat dari perkataan Nola. Bagaimana bisa orang yang baru sehari bersamanya bisa bersikap tulus dibandingkan Juliana dan Reyhan yang telah bertahun-tahun dikenal, ternyata menikungnya.


Shakira pun memeluk Nola tiba-tiba. Yang dipeluk kaget menerima perlakuan seperti itu.


"Hari ini entah sudah berapa kali aku ngucapin terima kasih padamu. Kalo kamu gak ada saat itu, entah apa jadinya aku", ucap Shakira padanya.


"Saya akan selalu ada buatmu Nona, bukankah saya sudah berjanji..."


"Panggil aku Shakira, aku minta kamu panggil aku Shakira mulai saat ini, tetaplah disampingku", pinta Shakira di sanggupi oleh Nola.


Disuatu tempat, dipinggiran kota S, dimana banyak pabrik-pabrik kosong ditinggalkan oleh pemiliknya, terdengar suara teriakan orang yang meminta tolong.


"Tolong lepaskan aku!!!! Siapa saja yang mendengar tolong lepaskan akuuu!!!!"


"Buka tutup mata mereka", ucap seorang pria dengan suara dalam dan berat.


Setelah itu, orang yang meminta tolong tadi berteriak dengan kencang. "Siapa kaliaann beraninya menculik aku?!".


"Aku sudah bilang urusan kita belum selesai bukan?", ucap pria tersebut.


"Tuan Benjaminnn???!!! Tolong lepaskan aku, ini semua salah paham saja, aku tidak ada melakukan apapun terhadapnya", Tuan Roy memohon belas kasihan.


"Hah!!! Dasar laki-laki pengecut. Kau pikir aku tidak tahu apa yang telah kalian lakukan pada minuman Shakira serta siapa yang membiusnya?" jawab Benjamin dengam aura dingin serta tatapan yang ingin membunuh lawannya.


"Tuan Benjamin tolong lepaskan saya, ini semua atas perintah Tuan Roy dan Juliana, teman Nona Shakira", ucap Bobby mengiba.


Terdengar tawa yang cukup keras diruangan itu. Tawa yang terdengar sangat menyeramkan.


"Apakah kalian lupa dengan siapa berhadapan saat ini?!" bentak Dio, tangan kanan Benjamin yang saat ini berdiri tak jauh dari Tuannya.

__ADS_1


"Maafkan saya Tuan Benjamin, saya bersalah, tolong ampuni nyawa saya", dengan suara bergetar Tuan Roy memohon ampun agar tidak dilenyapkan nyawanya.


"Terlambat...bereskan mereka", perintah Benjamin kepada Dio dan beranjak keluar dari ruangan tersebut diiringi teriakan ketakuta dan memohon ampun.


Ya... dikalangan pebisnis di kota S bahkan hampir diberbagai wilayah, siapa yang tidak tahu Benjamin sesungguhnya dibalik topeng seorang pebisnis handal. Sang pewaris utama dari Three Sibling's Corp. adalah ketua gangster yang sangat ditakuti. Tidak ada satupun orang dengan kekuasaan apapun yang dimilikinya berani menyenggol bahkan merampas sesuatu yang sudah berada di genggaman tangan seorang Benjamin kalau tidak ingin berakhir mengenaskan. Benjamin selalu didukung oleh Dio dan Maria, kedua tangan kanan dan kirinya yang sanggup melakukan apapun demi Tuannya.


Semenjak kejadian malam itu, Shakira untuk sementara menginap di apartemen Benjamin bersama Nola dan Bik Ima, sedang Benjamin tinggal di apartemen lainnya yang masih berada di satu gedung berbeda lantai.


"Nola, aku harus pulang ke kontrakan malam ini. Hampir seminggu aku merepotkan kalian semua", ucap Shakira pada waktu istirahat makan siang.


Nola pun menjawab sesuai dengan perintah Tuan Muda "Shakira, ini semua demi kebaikanmu. Tuan Muda merasa tidak tenang setelah kejadian di Kota J, kami bertanggung jawab akan keselamatanmu".


"Hufftt.. bukannya si ba***gan itu sudah ditangkap oleh Polisi kan? Berarti aku aman kan untuk sendiri?" jawab Shakira menuntut penjelasan Nola.


Nola pun mencoba merayu Shakira untuk tetap tinggal bersama Bik Ima dan dirinya. Karena perintah Tuan Muda adalah Shakira harus tetap tinggal di apartemen itu.


"Lalu, bagaimana dengan Benjamin? Bagaimana jika Lena, calonnya datang tiba-tiba? Aku bukan pelakor loh, Nola...", dengan bibir cemberut Shakira memukul-mukulkan garpunya keatas meja. "Hmmm kamu cemburu nih ceritanya...", goda Nola membuat kedua mata Shakira membola.


"Hisssss ngawur kamu. Kalo orang lain denger bisa-bisa aku dibilang pelakor lohhhh", jawab Shakira sambil mencubit lengan Nola berusaha menyembunyikan degupan jantungnya takut terdengar sampai ke telinga Nola.


Nola pun tertawa melihat muka Shakira yang merah merona..


"Ayoo kita kembali keruanganku, masih banyak nih desain dan program dari anak-anak yang musti ku cek lagi", ajaknya kepada Nola.


Setibanya di ruangan kerja Shakira, yang tertata rapi dengan desain minimalis dengan 2 buah sofa single dan 1 meja bundar sebagai pelengkapnya. "Nola, aku sudah beberapa hari gak melihat Tuan Mudamu, apakah dia ada urusan diluar kantor sampe tidak datang ke kantor?" tanya Shakira penasaran.


Yang ditanya pun gelagapan karena Nola tahu persis dimana Tuan Mudanya berada dan urusan apa yang sedang dikerjakannya.


"Ah mana ku tau, kan aku hanya asistenmu ", menjawab dengan tertawa.


"Iya sih, karena biasanya aku akan melihat dia lewat dikoridor kita... ya sudahlah mungkin memang dia sibuk sekali", kata Shakira lagi sambil menggumam. Kenapa aku kangen lihat tampangnya yang dingin itu....batin Shakira.


to be continue..mohon dukungannya ya temanΒ² semua..terima kasihh πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2