
Semalaman Shakira berpikir keras memikirkan langkah untuk mengantisipasi agar Reyhan tidak mencarinya lagi, baik ke apartemen maupun ketempat kerjanya. Shakira memikirkan Benjamin, karena ini adalah tempatnya dan perusahaan itu adalah miliknya. Shakira tidak ingin membuat keributan.
Dalam perjalanan menuju kantor "Nola, gimana caranya agar Reyhan berhenti untuk tidak menggangguku terus ya? Aku semalaman berpikir nih and enggak nemu solusinya", kata Shakira sembari memainkan handphonenya, sibuk men scroll mencari cara bagaimana menghindari stalker di internet.
"Nona, sebaiknya berbicara langsung dengan Tuan Muda. Mungkin beliau bisa memberikan solusi yang terbaik untuk Nona", jawab Nola.
"Atau bagaimana kalau kita bikin laporan aja ke kantor Polisi? Gimana Nola, setuju gak dengan ide ku?" sahut Shakira lagi.
"Saya pasti akan mengikuti semua perintah, Nona. Tapi menurut saya lebih baik dibicarakan dulu dengan Tuan Muda, saya yakin beliau akan memberikan solusi yang terbaik untukmu, Nona", jawab Nola diplomatis.
"Hmmm ya sudahlah, nanti aku bicarakan dengannya kalau si Bos punya waktu ya untukku...", ucap Shakira dengan wajah cemberut.
"Maafkan saya, Nona. Karena saya hanya bisa bertindak sesuai dengan perintah Beliau, termasuk mengawal dan melindungimu, Nona. Saya sudah berjanji dan bersumpah bahwa tidak akan ada orang yang bisa menyentuh atau menyakitimu", jawab Nola dengan penuh kesabaran.
"Maaf ya Nola, aku enggak bermaksud meragukan dirimu. Hanya saja aku bingung sendiri menghadapi mantan yang enggak tahu diri itu. Aku lelah Nola berhubungan dengan masa lalu terus menerus..aku pengen banget bisa move on...", curhat Shakira mencoba mengeluarkan uneg-uneg yang dipendam selama ini.
Nola cukup mengerti yang dirasakan Shakira saat ini. Tetapi dengan posisinya, Nola sadar dia hanya bisa bekerja sesuai perintah Tuan Muda.
Sesampainya di kantor, ketika Shakira berjalan di koridor menuju arah ruangannya, terdengar bisik-bisik para karyawan. Shakira berusaha mencuri dengar.
"Eh kalian lihat enggak perempuan yang baru aja masuk keruangan Tuan Benjamin? Buset dehh, gayanya sok asyik banget. Kata Maria, perempuan itu sekretaris pribadi Tuan Tampan kitaa genks..", bisik Wina si ratu gosip.
"Ahh ciyuss jadi beneran yah, itu yang dibilang tunangan Tuan Tampan kita..oh noo", sahut yang lainnya.
Mendengar ratu gosip asyik bercerita, semakin banyak karyawan berkumpul mengelilingi meja Wina.
"Ehm..ehmm.. pagi semuanya. Ada acara apaan nih kok pada ribut sepagi ini?" Shakira menyela di tengah-tengah keributan itu.
" Ahh... selamat pagi Mbak Kira..", sahut semua timnya yang sedang asyik bergosip tanpa mengetahui atasan mereka sudah berada di tengah-tengah ikut mendengarkan gosip yang sedang dibicarakan.
"Yukk kabur dulu ke meja masing-masing genks..." kata Wina tersenyum lebar dengan muka tidak berdosa.
Shakira hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak buahnya.
"Win, ikut saya dong", Ucap Shakira seraya berjalan menuju ruangannya.
"Siap Madam.."jawab Wina membuat Shakira tepok jidat.
Nola hanya tertawa melihat kelakuan anak buah Shakira.
"Yuk kita duduk di sofa aja biar lebih enak", ajak Shakira pada Wina.
__ADS_1
Yang diajak pun merasa senang, karena sebelumnya berpikir akan kena teguran akibat membicarakan hal lain diluar pekerjaan.
"Gimana Mbak Kira, ada hal penting apa yang harus saya kerjakan?" tanya Wina membuka percakapan.
"Begini Win, kemarin Tuan Benjamin sempat berbicara denganku. Beliau ingin memberikan penghargaan kepada Tim Marketing dan Komunikasi", perlahan Shakira mulai menjelaskan rencana makan malam tim mereka.
Wina pun terkejut mendengar berita ini, "Serius Mbak Kira?? Wah tumben banget?! Seumur-umur Wina kerja disini baru kali ini ada event begini nih. Biasanya setahu Wina, Tuan Muda akan memberikan bonus dan makan siang bersama di kantin kita sebagai apresiasi lah Mbak.." ungkap Wina jujur apa adanya.
"Hmm...mungkin bukan biasanya, Win. Ingatkan kamu, kita berhasil mendapatkan projek CEO Ramli berikut dengan beberapa anak perusahaan mereka? Lalu ada perusahaan techno dari Korea Selatan juga. Itu enggak kecil lho nilainya, asal kamu tahu", jawab Shakira sambiĺ membaca data berapa tepatnya angka yang sudah mereka hasilkan untuk perusahaan.
"Bener juga ya Mbak Kira, Wina enggak kira, beliau mau mendukung karyawannya sampai seperti ini. Ok lah, kalau begitu apa yang harus Wina kerjakan?".
"Tuan Muda ingin kita mengadakan makan malam antar kita saja. Tolong buatkan proposal dan RAB /estimasi (Rencana Anggaran Biaya) secepatnya ya Win. Khusus untuk tim Marketing dan Komunikasi. Inget Win, jangan terlalu berlebihan", Shakira mengingatkan.
"Siap Madam, kasih waktu 1 hari ya biar bisa cek ricek tempat yang ok", jawab Wina.
"Oiya Win, kalau boleh tahu, tadi itu kalian lagi gosipin apa sih, kok heboh banget??"
Wina tertawa, tidak menyangka Shakira pun penasaran, "Mbak Kira kepo nih ah...hihihi".
"Ishh dasar minta di warning nih anak!", sahut Shakira sambil melempar lintingan kertas kearah Wina.
"Iya iya.. bu boss kuberitahu deh..Itu loh, Tuan Muda Tampan kita sekarang punya sekretaris pribadi. PRIBADI..", jawab Wina sambil dieja perkata.
"Bener Mbakkk, Wina enggak bohong. Mulai per hari ini, Tuan Muda Tampan uda ada stempel kepemilikan, karena denger kabar, sekretarisnya itu tunangannya sendiri! Takut kali diambil ama wewe gombel", kata Wina dengan tertawa.
"Ya ya udah kalau begitu. Sana balik ke meja kerja. Ingat ya, kerjakan proposalnya dan jangan gosip-gosip, Win. Ingat dosa. DOSA!! Shakira pun kembali ke mejanya melanjutkan pekerjaan yang kemarin sempat tertunda akibat migren menyerang.
"Mbak Kira", panggil Wina lagi dengan kepala menyembul dari pintu, "Semangat ya..Wina lebih suka kalau Tuan Muda yang tampannya selangit itu jadinya ama dirimu...", sambil tertawa, Wina pun keluar dari ruangan kerja Shakira.
"Eitsss dasar ratu gosippp!!!" teriak Shakira.
Huftt...apa bener ya Lena satu office sama Benji? Kenapa aku enggak tahu hal ini? Rasanya memang banyak hal yang aku enggak tahu tentang dia batin Shakira.
Tiba-tiba pintu ruang kerja Shakira terbuka, masuklah Benjamin kedalam ruangan tersebut.
"Pagi Pak..ada yang bisa saya bantu, hingga bapak datang keruangan saya?" Shakira kaget kedatangan bos besar.
"Duduklah Shakira, ada yang ingin saya bicarakan denganmu. Ini mengenai.." belum selesai Benjamin berbicara, "Benjiiii, kenapa aku ditinggal..", teriak suara seorang wanita diluar ruang kerjanya, yang Shakira sangat kenal betul dengan pemilik suara tersebut.
"Nona Lena, apa kabar?" sapa Shakira sambil menganggukkan kepalanya setengah hati.
__ADS_1
"Huh..ternyata kamu, si benalu itu", sahut Lena sambil mendekat pada Benjamin dan tidak menghiraukan sapaan Shakira.
Shakira pun geram dibuatnya. Mencoba menahan emosi yang bergejolak.
"Benji, kenapa aku ditinggal?? Kan mulai hari ini aku sekretarismu loh..lupa ya sama aku?" sambil bergelanyut manja di lengan kekar Benjamin, Lena melirik Shakira dengan tatapan menghina.
"Lena sudahlah, ini ruangan kerja, di kantor", Benjamin merasa risih dengan kelakuan Lena.
"Kok marah sih? Enggak suka ya dilihat karyawanmu?", jawab Lena sambil cemberut dengan gayanya yang masih seperti cicak menempel pada tubuh Benjamin.
Shakira yang tidak betah dan mual melihat kelakuan absurd wanita didepannya pun berkata "Maaf Tuan, jika tidak ada yang ingin dibicarakan, saya mohon, dengan tidak mengurangi rasa hormat silahkan keluar dari ruangan saya", sambil menunjukkan pintu yang masih terbuka lebar.
"Kamu yaaa enggak sopan sama atasan!! bentak Lena sambil berkacak pinggang.
"Ini ruangan saya! Kalau anda mau bermesraan silahkan cari tempat, bukan disini. Maaf! Jawab Shakira dengan tegas serta merta menarik lengan Lena dan mendorongnya keluar dari ruangannya.
"Dan anda?? Apa masih perlu dengan saya???" tanyanya pada Benjamin.
"Kira..dengarkan penjelasanku. Kamu salah paham", sahut Benjamin dengan lembut.
Air mata mulai menggenang di kedua mata Shakira, Benjamin hendak menghapusnya "jangan sentuh aku, keluarlah dari sini, Benji. Jangan buat aku dipecat olehmu..", bisik Shakira menahan air mata menetes.
Lalu keluarlah Benjamin dari ruangan Shakira, sebelum menutup pintu, Benjamin berkata "Maafkan aku, Kira".
Shakira hanya membuang muka tidak ingin meresponnya.
Nola bergegas masuk dan menghampirinya dan berusaha menenangkan Shakira yang terlihat menahan gejolak emosi..
"Nona..."
"Tolong keluarlah Nola, aku hanya ingin sendiri saat ini", mencoba menahan air mata agar tidak tumpah.
Disaat hanya sendiri, Shakira termenung. Kenapa aku marah melihat mereka berdua? Aku enggak berhak marah-marah pada Benji, apa aku cemburu pada Lena? No way...tapi sakit banget lihat mereka, ucapnya pada dirinya sendiri.
Dan akhirnya, Shakira pun mencoba mengumpulkan niat dan mengembalikan mood untuk bekerja. What a great way to start a day.....
************
Bersambung bab selanjutnya ya gais...
mohon dukungannya selalu🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
terima kasihh yang buanyakk