
Setelah mendapat informasi dari Wina mengenai Juliana dan Reyhan yang sempat singgah dikafe depan gedung perkantoran mereka, Shakira tidak bisa fokus kembali bekerja. Pikirannya selalu kembali pada video tersebut. Apakah benar Reyhan masih menyukaiku...pikirnya. Bimbang dirasakannya saat ini. Teringat bagaimana Reyhan memohon untuk kembali padanya.
Dan ternyata kedua orang tua Reyhan pun belum tahu jika dirinya dan anak lelaki mereka satu-satunya sudah tidak menjalin kasih. Jika dihitung, sudah berjalan 6 bulan semenjak kejadian malam kelam itu.
Ketika rekaman peristiwa itu kembali berputar dikepalanya, hati Shakira kembali merasakan sakit hati yang tidak terkira. Selama ini dirinya selalu menjaga kehormatan untuk seseorang yang akan menjadi suaminya kelak. Dibayangannya, pada saat itu, Reyhan adalah lelaki yang akan menemaninya hingga hari tua, mengingat perjuangan mereka untuk menjadi sepasang kekasih tidak semudah yang dibayangkan.
Ternyata, Tuhan menunjukkan padanya siapa Reyhan sesungguhnya. Tampang bak malaikat tetapi kelakuan dan hati minus pikir Shakira kembali mengingat kelakuan lelaki tersebut.
Aku harus berusaha menghindar jangan sampai dia bisa mengganggu kehidupanku lagi. Shakira.
Kemudian, Shakira memandang frame foto yang tidak begitu besar terletak di meja kerjanya. Sepasang pria dan wanita yang sudah berumur setengah abad sedang memeluk seorang gadis memakai toga tanda kelulusannya berhasil menjadi seorang sarjana. Papa, mama. Kira sudah berhasil, bekerja seperti cita-citaku selama ini...tangan terus mengusap foto tersebut dengan hati penuh kerinduan..
Tok tok...terdengar ketukan pintu diluar ruangannya.
Nola sang asisten yang sedang sibuk di meja kerjanya sendiri, memerintahkan orang yang berada diluar untuk masuk.
"Nona..ini ada kiriman buket bunga untuk Nona Shakira", ucap Pak Rudi, OB yang menghantarkan seraya meletakkan diatas meja sofa.
"Dari siapa, Pak Rudi?" tanya Nola mengecek buket tersebut, mencari nama pengirimnya, tetapi tidak ada satupun petunjuk.
"Tidak ada namanya, Nona Nola, receptionis di lobby menerima dari kurir ekspedisi", jawab Pak Rudi menjelaskan kepada Nola
"Baik Pak Rudi, terima kasih", ucap Nola dengan muka ragu untuk menyerahkan buket bunga itu pada Nona Mudanya.
"Nona...mau diapakan bunga ini?"
Shakira hanya diam memandangi bunga yang ditata rapi. Bunga Lily, bunga kesukaanku sejak kecil, bunga kesayangan mama....
Hanya keluarganya saja yang mengetahui bunga kesukaannya. Kecuali 1 orang..ya Reyhan..bahkan di hari wisudanya, Reyhan memberikan bunga Lily meski hanya setangkai.
"Nola...bagaimana kalau itu bunga dari Reyhan??"
"Apa mau saya buang Nona?" jawab Nola sambil menunggu persetujuan Shakira akan nasib bunga tersebut.
"Biarkan saja, Nola. Dan jangan lupa taruh ditempat yang cocok kemudian rawat dia", perintah Shakira, berusaha mengalihkan pandangannya dari bunga tersebut dan kembali fokus pada pekerjaan.
Ekor matanya masih menangkap buket bunga yang diletakkan Nola di meja sofa. Teringat perkataan Mamanya sewaktu Shakira ikut membantu merapikan taman.
Flashback on..
Saat itu di bulan April, bunga-bunga yang ditanam ditaman orang tuanya lagi pada bermekaran. "Sungguh sangat cantik", ucap sang mama sambil mencubit pipi Shakira.
__ADS_1
Mama dan Shakira sedang asyik melewatkan hari minggu pagi dengan merawat tanaman, ketika melihat Shakira yang sangat telaten merawat bunga-bunga Lily yang sedang bermekaran, "Kira..apakah kamu tahu arti bunga lily yang selalu kamu kagumi?"
Shakira yang pada waktu baru berumur 10th hanya menggelengkan kepalanya.
"Mama kasih tahu yah..bunga lily yang selalu kamu kagumi, ini dilambangkan sebagai lambang kesucian, kemurnian, ketulusan, kemuliaan, pengabdian juga persahabatan. Salah satu jenis lily yang berwarna putih, favorit kamu adalah Casblanca Lily. Bunganya benar-benar melambangkan sesuatu yang suci, bersih dan sangat menawan bahkan wangi bukan, bunganya...??"
Shakira mencium bunga Lilynya dan berkata, "Mama, suatu saat aku ingin seorang pangeran tampan memberikan bunga lily untuk ku".
Shakira dan sang mama tertawa lepas saat itu.
Flashback off..
"Nona..Nona..", panggil Nola kesekian kalinya.
Shakira tersentak dari lamunannya.
"Ahhh sorry...sorry Nola, aku teringat mamaku..", dengan lirih Shakira menjawabnya.
"Saya mengerti, Nona. Apakah pekerjaan anda masih banyak? Apakah ada yang perlu saya bantu kerjakan, Nona?", tanya Nola kembali.
"Tidak perlu Nola, hanya tinggal beberapa aja lagi yang harus selesai hari ini".
"Oiya Nola, apakah Tuan Muda Benjamin sangat sibuk? Karena, aku sudah lama tidak bertemu dengannya", tanya Shakira pada Nola.
Kening Shakira mengkerut, " Dengan Nona Lena??".
Terlihat Nola setengah berat enggan untuk menjawab, "Iya...Nona".
"Ah baiklah.. tak perlu ditanyakan lagi bukan.." Shakira kembali menekuni pekerjaannya.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 7 malam
"Ahhhh capek banget badan aku..rasanya mau tidur...", ucap Shakira meregangkan ototnya.
Nola yang baru saja kembali dari pantry membuat 2 buah cangkir kopi hitam untuk dirinya dan Shakira, terkejut melihat setangkai bunga lily yang ditempelkan pada luar pintu ruangan kerja Shakira. Mencoba mencari tahu siapa yang telah menempelkan bunga tersebut, tidak ada seorangpun yang dapat ditemuinya, mungkin karena sudah jam pulang kerja, jadi tidak mungkin ada orang yang tahu....Nola berpikir dengan keras bahwa ini adalah hal yang cukup aneh.
"Nona, ini kopi hitamnya", ucap Nola seraya meletakkan cangkir dihadapan Shakira.
"Terima kasih, Nola", kemudian menikmati kopinya dan tak sengaja melihat Nola memegang setangkai bunga lily.
"Bunga siapa itu, Nola?" Shakira menaikan alis kanannya.
"Entah Nona, bunga ini ditempelkan pada pintu luar ruangan..".
__ADS_1
"Maksudnya? Ada orang yang sengaja menempelkan bunga lily ini di pintu kita??"
Nola menarik nafas panjang..,"Iya Nona, maaf saya tidak menemukan siapapun yang berbuat ini".
Shakira yang melihat Nola merasa bersalah memakluminya.
"Ayo kita pulang segera, Nola. Aku merasa takut.. hari ini ada buket bunga dan sekarang bunga lily ditempelkan pada pintu kerjaku", sahut Shakira sambil membereskan barang-barangnya dengan cepat.
Shakira dan Nola bergegas menuju parkiran basement. Saat sampai di mobil, Nola dengan cepat menghidupkan mobilnya dan mengemudikan mobil dengan cepat, keluar dari gedung tersebut. Nola mengecek kaca spion kanan dan kiri, memastikan tidak ada yang mengikuti mereka
Sesaat mereka merasa tenang, hingga tiba-tiba ketika mereka melewati perempatan jalan sepi menuju arah apartemen, sebuah mobil mini van berwarna hitam terlihat mengikuti dan berusaha mengejar mereka berdua. Nola yang mengetahui hal tersebut langsung mendial nomor Dio, tangan kanan Tuan Muda Benjamin.
"Diooo, kami diikuti!!", Nola berkata pada orang diseberang sana setelah nada sambung diangkat.
"Berikan posisimu, Nola. Orang-orangku yang terdekat akan segera menjemput kalian!" jawab Dio melalui speaker yang di on kan oleh Nola.
Secepat kilat, Nola menghidupkan GPS mobil dan mengirimkan live location mereka kepada Dio.
Mobil mini van berwarna hitam itu masih berada di belakang mereka dan terus mencoba mendekat.
Nola menambahkan kecepatan mobil, menginjakkan kaki di pedal tanpa ragu. Mobil melesat dengan kencang. Shakira sudah tidak begitu kaget lagi akan hal seperti ini. Dirinya telah mengalami peristiwa sama seperti ini sebelumnya pada saat pergi bersama Benjamin.
Tetapi, tetap saja Shakira merasa takut. Tanpa disadarinya, tangannya memencet nomor handphone Benjamin.
"Halo Kira..", terdengar suara Benjamin diujung sana.
"Benjiiiii tolong, aku dan Nola dikejar orang lagi. Kami didalam mobil sekarang!!!" teriak Shakira.
Terdengar suara Benjamin waspada, "Stay sama Nola, jangan melakukan hal-hal bodoh, tetaplah diam didalam mobil, apapun yang terjadi dan hidupkan terus telepon genggammu!" perintah Benjamin dengan tegas.
"Ok Benji..." jawab Shakira pasrah.
"Bagaimana ini? Kenapa aku bisa mengalami hal seperti di film-film, Nola??"
"Tenang Nona, biarkan saya berkonsentrasi dulu melepaskan diri dari kejaran mereka".
Dan kejar-kejaran pun masih berlangsung. Hingga tak disadari oleh mereka semua..
*********
bersambung dulu ya.🥰🥰
mohon dukungannya selalu teman² semua. like, favorit dan komen spy semakin semangat uppp.
__ADS_1