
Halo readers tersayang. Shakira dan Benji telah kembali🥰🥰
...********...
Jam sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Benjamin dan Shakira yang telah menerima konfirmasi dari Yohan sang asisten langsung meluncur menuju kawasan pinggiran kota di Surabaya, kediaman Tuan Prajogo saat ini.
Diikuti oleh Dio dan Nola, yang terus berada di belakang kendaraan yang dikemudikan Benjamin.
Dua buah mobil Jeep Wrangler Rubicon melaju beriringan di jalan raya yang telah sepi dari para pengendara kendaraan.
Didalam mobil, sebelum tiba di tujuan. Banyak hal yang disampaikan oleh Benjamin kepada Shakira mengenai keadaan kedua orang tuanya tanpa ada yang ditutupi.
"Jadi, mama sedang berada di Negeri Ginseng dan papa sedang dalam keadaan tidak stabil saat ini....." ucap Shakira setengah berbisik, terkejut mendengar semua penjelasan pria disampingnya yang sedang fokus mengemudikan kendaraan.
Benjamin tahu apa yang sedang dirasakan oleh Shakira.
"Paling tidak, kamu masih dapat berkumpul kembali dengan mereka, Kira...." sahut Benjamin dengan lembut meski pandangannya masih fokus pada jalanan.
"Huft...kamu benar Benji, aku sangat bahagia sebenarnya. Kukira aku telah kehilangan semuanya. Terima kasih ya, sudah hadir dalam kehidupanku ini," ucap Shakira dengan tersenyum manis menatap rahang kokoh yang telah menghiasi hari-harinya.
Sesungguhnya kita ini apa Benji? Pacar kah atau hanya TTM bagimu? Shakira.
Benjamin yang sadar bahwa dirinya ditatap sedemikian rupa, hanya bisa menganggukkan kepala.
Aku harus belajar pada Andre bagaimana caranya menghadapi wanita yang sesungguhnya. Benjamin.
Karena dirasa Benjamin tidak akan berkata-kata lagi, maka Shakira bermaksud untuk menyandarkan diri sejenak pada sandaran kursi dan memejamkan mata.
Sayup-sayup terdengar bunyi dengkuran halus.
Benjamin melihat Shakira telah tertidur pulas dikursi penumpang. Dengan tangan kiri, dirapikannya anak rambut yang menutupi wajah wanita cantik itu.
Aku menyukaimu, Kira. Tapi aku belum bisa mengatakannya, aku bingung dengan perasaanku sendiri. Benjamin.
Tak terasa, mereka telah sampai dikediaman Tuan Prajogo, ayah Shakira.
Beberapa penjaga yang khusus ditempatkan oleh Benjamin, langsung mengenali mobil yang dikendarai oleh pimpinan mereka. Dengan sigap membukakan pintu gerbang agar kedua mobil tersebut bisa memasuki pekarangan rumah.
Terlihat Yohan sang asisten telah menanti mereka didepan pintu rumah.
Kedua mobil telah terparkir dengan rapi. Namun, Shakira masih nyenyak dengan tidurnya. Benjamin tidak tega membangunkannya, maka dengan inisiatif entah darimana, dengan cekatan menggendong tubuh ramping wanita tersebut yang justru semakin nyenyak dalam gendongannya.
"Haiya...Nona tertidur rupanya," sahut Yohan yang melihat Benjamin sedang menggendong nona mudanya.
"Mari Tuan Muda, kita letakkan nona muda dikamar barunya bersebelahan dengan Tuan Besar," ajak Yohan sembari menunjukkan kamar Shakira yang baru.
Ketika kaki Benjamin hendak menapak pada tangga kedua, tiba-tiba Shakira menggeliat dan membuka matanya lebar-lebar.
Sesaat, kedua mata mereka saling memandang dalam diam. Dan sesaat kemudian Shakira menjerit lalu melompat dari gendongan Benjamin karena dirinya sangat kaget berada dalam dekapan pria tersebut.
"Aduh Kira, hati-hati! Syukur kamu tidak jatuh dari tangga," sahut Benjamin langsung menggapai tubuh wanita tersebut yang oleng akibat mendadak lompat.
__ADS_1
"Huft?! Aku sangat kaget, Benji. Kenapa kamu tidak membangunkan aku tadi?!"
"Tidurmu sangat nyenyak. Aku tidak tega membangunkanmu...." jawab Benjamin dengan muka merah merona karena ketahuan telah menggendong tanpa seijin Shakira.
"Haishh...sudahlah. Justru aku yang seharusnya malu telah tertidur," timpal Shakira mengibaskan tangannya.
Kenapa dia yang malu? Justru akulah yang seharusnya malu. Oh my God, jantungku mau lompat aja. Pantaslah rasanya nyaman sekali tidurku, ternyata digendong olehnya. Shakira.
"Putri tidur sudah bangun, tuh..." ucap Dio sambil menyenggol lengan Nola yang baru saja masuk kedalam rumah setelah berkeliling mengecek situasi.
"Hei! Bilang saja iri, Bos?!" ledek Nola sambil menjulurkan lidahnya.
"Siapa yang iri?! Apa kamu mau kugendong juga? Nanti ya...setelah sah, akan kugendong ala bridal style," dengan cengiran Dio berlalu meninggalkan Nola yang sudah akan melemparkan pukulannya.
"Dasar orang gila kurang kasih sayang?!" desis Nola setengah melotot.
...********...
Didepan pintu kamar Tuan Prajogo, nampak Shakira gelisah ingin segera masuk menemui papa tersayangnya.
"Ayo dong Om Yohan, bukalah pintunya," perintah Shakira pada Yohan sang asisten.
"Baik Nona, tapi saya mohon jangan kaget dengan kondisi papa anda," jawab Yohan mengingatkannya.
Shakira hanya mengganggukkan kepala dan mengangkat jempol tanda setuju.
Saat itu juga Yohan memasukkan sandi untuk membuka pintu.
Shakira berlari bergegas mendekatinya.
"Papa....huhuhu....Kira kangen, Papa...." tangisnya pun pecah, kedua tangannya memeluk erat tubuh pria setengah baya tersebut yang masih saja di pasangi berbagai macam alat untuk memantau keadaannya, meski selang oksigen telah dilepaskan.
"Kira pikir kalian semua sudah pergi meninggalkan Kira sendiri....huhuhu...." masih dengan tangisan yang berderai, Shakira meluapkan segala perasaannya yang selama ini tidak bisa diungkapkan olehnya.
Tuan Prajogo yang merasakan pelukan erat, pelan-pelan membuka matanya.
"Ki-kira...a-anakku...kamu disini...." ucap Tuan Prajogo dengan sangat lemah.
Shakira yang mendengar ucapan tersebut semakin mengeratkan pelukannya. Seakan-akan tidak ingin melepaskannya lagi.
"Kira disini, Papa. Kira tidak akan pergi," bisiknya di telinga Tuan Prajogo.
Terasa olehnya, kedua tangan pria setengah baya tersebut sedang memeluk punggungnya meski lemah.
Terima kasih Tuhan, atas kesempatan kedua ini. Shakira.
Semua yang ada didalam ruangan tersebut tidak dapat menahan haru melihat pertemuan antara ayah dan anak tersebut. Bahkan, seorang Benjamin yang sangat jarang menunjukkan ekspresi, terlihat menahan tetesan air mata disudut matanya.
Perjuanganmu tidak sia-sia, Kira. Benjamin.
"Nona Muda...!" teriak sepasang pria dan wanita memasuki kamar tersebut.
__ADS_1
Shakira yang mendengar panggilan tersebut menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Mbak Nining! Pak Cipto!" teriak Shakira dan bergegas menyongsong mereka berdua yang merupakan pengasuh Shakira semenjak kecil.
Lagi-lagi suasana kembali penuh haru. Pelukan teletubbies diantara mereka bertiga.
"Kalian berdua sangat jahat! Aku ditinggalkan sendirian tanpa pemberitahuan apapun?!" ucap Shakira setengah membentak mereka berdua dengan manja.
"Maafkan kami, Nona. Semua ini adalah perintah dari Om Yohan anda, Nona. Kami tidak diperbolehkan memberitahukan apapun kepada Nona," jawab Mbak Nining seraya melirik sadis kepada Yohan.
Yohan yang dilirik pun pura-pura tidak tahu.
"Semua karena ada alasannya, Kira. Mereka takut Reyhan akan mengetahui bahwa rencananya tidak berhasil," sahut Benjamin membantu Yohan untuk menjawab.
"Ckkckck semua gara-gara setan iblis itu! Karena dialah aku kehilangan kalian semua serta kehidupanku?!" ucap Shakira dengan penuh amarah.
"Kira...anakku, kemarilah...." panggil Tuan Prajogo dengan suara lemah.
Shakira pun menoleh lalu berjalan mendekati ranjang Tuan Prajogo.
"Iya Papa...."
Tuan Prajogo mengambil nafas sebelum berbicara.
"Tetaplah selalu bersama anak Tuan Negara. Disini tidak aman untukmu, Nak."
"Tapi, Pa...Kira tidak mengerti, kenapa memangnya Papa?" tanya Shakira dengan raut muka yang bertanya-tanya.
Benjamin yang melihat Tuan Prajogo susah berbicara mencoba mendekat.
Saat ini Shakira dan Benjamin sedang berdiri berdampingan.
"Samuel beserta komplotannya belum mengetahui kenyataan bahwa kedua orang tuamu selamat dari kecelakaan tersebut," ucap Benjamin dengan penuh kelembutan. Mencoba membuat Shakira untuk mengerti akan keadaan yang ada saat ini.
Kedua bola mata indah Shakira membulat. Kedua telapak tangannya menutup mulutnya.
"Jadi, kami masih dalam bahaya kah, Benji?"
Terdengar helaan nafas berat dari pria yang sedang berdiri disebelahnya.
Lalu, tanpa disadari oleh Shakira, Benjamin yang berdiri disebelah kiri, memeluk pundaknya dengan setengah meremas, Benjamin pun berkata kepada papanya.
"Tuan Prajogo, mohon ijinkan saya mulai saat ini untuk menggantikan Anda, selaku orang tua dari Shakira, untuk selalu melindungi putri Anda dari segala macam hal yang akan mengancam keberadaannya."
Deg...deg...deg....
Shakira membeku....
...********...
Bersambung🥰🥰
__ADS_1
stay tune yah tunggu bab selanjutnya hari ini juga kakak²...terima kasih😍