
Pagi ini, Shakira sarapan ditemani oleh Mama Seila. Sedang Benjamin sudah dalam perjalanan menuju kantor.
"Kira, apakah kamu bisa meminta ijin pada Benjamin untuk menemani mama hari ini?"
"Hmmm kalo sepagi ini Kira rasa tidak bisa ma, kami ada meeting dengan tim keuangan untuk masalah proyek A. Kira rasa setelah jam makan siang kalo semisal mama tidak keberatan, Kira bisa menemani. Bagaimana menurut mama?"jawab Shakira sambil menyuap suapan kedalam mulutnya.
"Baiklah, nanti setelah makan siang Mama akan langsung menjemput mu", sahut Mama Sheila.
"Sebetulnya Kira akan menemani Mama kemana sih kalo boleh tahu?" tanyanya kepada Mama Seila.
"Lihat aja nanti Kira..", jawab Mama Seila sambil mengulum senyum.
15 menit kemudian Shakira dalam perjalanan menuju kantor. Sibuk memikirkan perubahan sikap yang terjadi dengan Mama Seila. Selama beberapa waktu tinggal disini, sangat jarang beliau menyempatkan waktu bertegur sapa dengannya. Bahkan, tersenyum pun tidak jika sesekali mereka bertemu tidak sengaja. Dan pagi ini, tiba-tiba tidak ada hujan, tidak ada angin, datang minta ditemani sarapan. Lalu yang anehnya lagi diminta menemaninya keluar entah kemana. Shakira menjadi was was merasa takut seperti kata pepatah ada udang dibalik batu.
Nola yang sedari tadi fokus mengendarai mobil, merasakan perubahan sikap Shakira. Tak berani menanyakan apa yang ada dibenaknya. Tapi Nola paham betul kemungkinan yang melanda Shakira membuatnya galau sepagi ini. Pasti berhubungan dengan Nyonya Besar.
Sesampainya di kantor, seperti biasa Shakira turun di lobby dan berjalan menuju lift. Tak disangka olehnya bertemu dengan Benjamin. Detak jantungnya berdetak tak menentu. Kerisauan dan kegalauan yang melandanya sirna begitu saja melihat lelaki tampan, gagah menggunakan jas berwarna abu-abu, kemeja putih bersih dengan kancing atas terbuka tanpa menggunakan dasi. Aroma after shave Benjamin sangat menggoda sisi kewanitaannya.
Benjamin yang melihat kedatangan Shakira pun langsung tersenyum. Entah mengapa perasaannya selalu merasa bahagia melihat Shakira, meskipun hanya melihatnya dari jauh. Kibaran rambutnya yang selalu terurai, wangi rambut beraroma buah-buahan. Walaupun dirinya tahu bahwa semua orang mengenal dirinya dengan gaya yang cuek tidak pernah merespon godaan serta rayuan dari wanita manapun, bertemu dengan Shakira membuatnya merasakan hal yang berbeda.
"Selamat pagi....", ucap keduanya berbarengan dan suasana pun menjadi canggung. dan seketika mereka berdua tertawa terbahak-bahak akan kelakuan konyol mereka.
Lalu memasuki lift CEO berdua.
"Kata mamaku dulu, kalau 2 orang bilang sesuatu pada saat yang sama berarti mereka itu sehati", ucap Shakira tersenyum mengenang perkataan mamanya.
"Berarti kita sehati dong ya...", jawab Benjamin sambil menoel pipi Shakira sekilas.
Yang pipinya merasa di toelpun langsung merah padam dan membalas mencubit lengan Benjamin tapi tak berhasil membalas karena lengan Benjamin sangatlah beorotot "Ni lengan apa batu bata sih keras bangettttt!!!!", sahut Shakira.
Ting....
Pintu lift terbuka, Maria dan Nola pun sudah berdiri menyambut Tuan dan Nona nya, langsung memalingkan muka melihat adegan cubit-mencubit didepan mereka secara langsung.
Shakira pun langsung kabur menuju keruangannya.
Sedangkan Benjamin seketika berubah ekspresi datar seperti biasa dan berkata "Anggap kalian tidak melihat apapun!"
__ADS_1
Keduanya langsung mengganggukkan kepala tanda mengerti.
Hingga tiba waktunya makan siang, Shakira kembali gelisah. Nola yang merasakan kegelisahannya pun menyeletuk "Tenanglah, gak akan terjadi apapun nanti. Saya yakin nyonya besar tidak sejahat itu", sambil tersenyum pada Shakira.
Mendengar perkataan Nola, Shakira pun tersenyum. Baiklah aku akan bersiap dan menunggu beliau di lobby. Kamu akan ikut dengan ku kan Nola?" yang ditanyapun mengganggukkan kepala.
Ketika Shakira dan Nola tiba di lobby, pada waktu yang bersamaan sebuah mobil mercedez benz berhenti tak jauh dari mereka. Kaca penumpang diturunkan, tampak wajah Mama Seila tersenyum melihatnya.
Shakira pun langsung membuka pintu penumpang dan duduk disebelah Mama Seila, sedang Nola duduk disebelah asisten Mama Seila yang bertugas membawa kendaraan.
"Maaf Mama harus menjemput Shakira, jadi merepotkan..", Shakira membuka percakapan dengan nyonya besar.
"Gak usah dipikirin, Mama juga gak ada kesibukan".
Sebuah notifikasi pesan masuk di handphone Shakira. Tringg....
"Nikmati makan siangmu dengan Mama 😀. Benji", Shakira tersenyum membacanya.
Mobil yang dikendarai oleh Andi, asisten Mama Seila pun memasuki pelataran salah satu mall terbesar dikawasan daerah tengah kota. Andi turun dari kursi pengemudi dan membukakan pintu Mama Seila, sedang Nola membukakan pintu Shakira. Mereka menuju ke salah satu restoran Jepang dan memilih VIP room agar lebih leluasa untuk berbicara.
Didalam ruangan VIP hanya terdapat Mama Seila dan Shakira, sedang Nola dan Andi selalu siap berjaga diluar seandainya diperlukan.
"Sorry Kira, Mama perlu mengatakan sesuatu kepadamu berdua saja dan kurasa ini waktu yang tepat".
"Benjamin telah menjelaskan semuanya pada mama, bahwa kamu bukanlah kekasih dari anakku, bahkan kalian berdua tidak ada hubungan khusus, hanya sebatas atasan dan bawahan. Semua ini hanya alasan Benjamin untuk membatalkan rencana pertunangannya dengan Lena. Bahkan mama pun tahu alasan dibalik mengapa kalian bisa bertemu".
Shakira pun menundukkan kepala, mengingat kejadian di jembatan malam itu, dirinya merasa malu.
"Lalu, jika anda sudah mengetahuinya, apa yang Nyonya kehendaki dari saya?" Shakira pun menjawab dengan formalitas meski nada suara yang keluar bergetar.
Mama Seila tersenyum simpul mendengar pertanyaan itu.
"Apakah kamu pernah bertanya pada Benjamin mengapa dia menyelamatkanmu dan bisa berada dijembatan itu?"
"Pernah Nyonya, tetapi anak Nyonya tidak mau memberitahu alasannya, dan bahkan sampai detik ini pun saya tidak mengetahui alasan semua dibalik perlakuan yang dia berikan kepada saya" jawab Seila.
"Baiklah, aku yang akan memberitahukan padamu. Kuharap kamu tidak akan terkejut mendengarnya".
__ADS_1
Shakira semakin menjadi penasaran, karena selama ini dirinya tidak permah sempat bisa berduaan dengan Benjamin pada waktu senggang. Bahkan untuk berdiskusi masalah pekerjaan pun harus diwakilkan oleh Maria.
Mama Seila mulai bercerita "5 tahun yang lalu, di tempat yang sama, kekasih Benjamin terjun dari jembatan tersebut...." hening sesaat.
Mendengar penjelasan dari Mama Seila membuat Shakira shock bukan main. Mengingat bagaimana malam itu cara Benjamin menyelamatkannya, tatapan mata serta pelukan Benjamin kepada dirinya....
"Benjamin merasa bersalah atas kejadian itu, Kira. Bertahun-tahun sudah berlalu, dia masih berduka. Bahkan setiap malam setelah pulang dari kantor, dia akan melewati jembatan itu hanya untuk mengenangnya. Namanya Tiara, anak dari sahabat kami di Belanda, mereka sudah menjalin asmara semenjak masih dibangku SMA. Bisa kamu bayangkan bukan, bagaimana hancurnya hati Benjamin saat itu?"
Mengapa Tiara memutuskan mengakhiri hidupnya Nyonya? apakah mereka bertengkar atau bagaimana?"
Mama Seila lama terdiam memutuskan untuk bercerita lebih detil atau cukup. Pesanan makanan pun datang. Sambil menikmati makan siang, Mama Seila pun memutuskan untuk bercerita lebih lanjut padanya.
"Tiara mengalami kejadian yang tidak menyenangkan sewaktu berlibur bersama dengan para sahabatnya ke Pulau K. Salah satu orang dari sahabat Tiara, ternyata menjebaknya karena iri dengan hubungan Tiara dan Benjamin", mata Mama Seila pun tampak meredup begitu menceritakan kisah Tiara.
"Menjebak bagaimana, Nyonya? Apakah menyakitinya?"
Sambil menarik nafas panjang Mama Seila pun melanjutkan "Tiara dijebak pada saat malam terakhir dipulau tersebut, pada minumannya diberikan Blue Wizard atau Potenzol dan malam itu juga Tiara mengalami pelecehan fisik yang mengakibatkan kehamilan diluar nikah hingga pada akhirnya, Tiara yang tidak sanggup menjalani memutuskan mengakhiri hidup".
Shakira pun tersentak mendengar penuturan Mama Seila, tak sanggup berkata apapun.
Oh Benji...gak kusangka ini terjadi padamu batin Shakira sambil terus memainkan makanannya.
"Kira, Mama mengajakmu untuk menemani hari ini karena penasaran bagaimana denga perasaanmu terhadapnya. Aku tidak mau memaksamu untuk menyukai Benjamin", ucap Mama Seila lagi.
Shakira pun gelagapan ditanya seperti itu. "Nyonya...jika memang saya mempunyai perasaan tersebut, apakah saya diijinkan? Benjamin sangatlah jauh dari jangkauan saya. Dia adalah sosok yang sangat berkuasa, apalah saya, saya hanya yatim piatu yang diselamatkan oleh anak Nyonya", sembari menundukkan kepala.
Mama Seila pun menyentuh kedua tangan Shakira "Kau tahu Kira, aku menyukaimu pada awal kita bertemu. Kamu adalah wanita pemberani, tidak mau ditindas. Dan bagiku, pada dirimu aku melihat sosok seseorang yang sudah lama aku rindukan".
Shakira pun tersenyum lega mendengar semua kata-kata yang diucapkan oleh Mama Seila, semua kekawatirannya hilang begitu saja.
"Lalu, Nyonya ingin saya melakukan apa?"
"Aku hanya ingin apapun yang terjadi, apapun yang kamu ketahui nantinya, tetaplah disamping Benjamin. Berkat dirimu, aku bisa melihat senyumannya kembali", jawab Mama Seila sambil memeluk Shakira, dan dirinya pun membalas pelukan Mama Seila dengan eratnya.
Makan siang pun berjalan dengan penuh kebahagiaan. Tak disangka olehnya, semua berjalan tak seperti yang di takutkannya.
Bersambung ya..
__ADS_1
Terima kasih kakak² semuanya untuk like, vote dan taburan bunganya...terus dukung ya supaya semangat updatenya.
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰