
Setelah melihat penampakan yang membuat hatinya berkedut-kedut tidak jelas, Shakira lantas memutuskan untuk segera pulang.
"Nona maaf kalau saya lancang bertanya. Hari ini Nona terlihat sangat berbeda", tanya Nola fokus memandang kejalanan karena saat ini mereka sedang berkendara pulang ke apartemen.
Biasanya Nola selalu memanggil Shakira dengan panggilan akrabnya, namun semenjak Benjamin mengetahui jika Nola memanggil Shakira hanya dengan nama panggilan, dirinya terkena teguran keras. Diam-diam Benjamin melarang siapapun memanggil Shakira hanya dengan namanya saja melainkan Nona Muda. Aneh kan....
"Aku enggak apa-apa, Nola. Kepalaku sedikit pusing", jawab Shakira sekenanya sembari memejamkan mata.
Nola pun terdiam memberikan kesempatan kepada Shakira untuk beristirahat.
Sesampainya di apartemen, Shakira bergegas menuju kamar dan membantingkan dirinya di atas tempat tidur, lengkap dengan pakaian kerja.
Ada apa denganku...kenapa hatiku sakit banget lihat mereka berdua batin Shakira berusaha mencerna hati dan perasaannya.
Tidak mau terlalu larut dalam suasana hatinya, Shakira bergegas menuju walk in closet melepas baju kantornya dan mengganti dengan setelan baju olah raga. Dirinya bermaksud ingin jogging disekitar areal apartemen.
Nola pun mengikutinya, mereka berdua menghabiskan waktu sambil bersenda gurau, membicarakan apa saja yang mereka temui sepanjang jalan.
Hingga mendekati lobby apartemen, seseorang telah menantinya disana.
"Reyhann???" panggil Shakira.
Reyhan yang mendengar panggilannya langsung berdiri dan mendekati.
Nola bersikap siaga, karena sangat tahu siapa Reyhan ini sesungguhnya.
"Ada perlu apa kamu disini? Mau ketemu seseorang?" tanya Shakira penasaran.
"Tidak Kira, aku hanya ingin bertemu dengan kamu", jawab Reyhan.
Shakira pun dibuat kaget oleh jawabannya "Aku? Kok kamu bisa tahu aku ada disini?".
__ADS_1
Reyhan pun salah tingkah "Hm...iya ada yang bilang kalau kamu sekarang tinggal di apartemen ini, karena kemarin aku sempat singgah ke kontrakan lamamu, dibilang kalo kamu sudah pindah kemari".
"Oiya? Benarkah itu Reyhan?" Shakira tambah penasaran.
"Lalu, apa mau mu sekarang mencari aku?"
Seperti mendapatkan angin segar, Reyhan pun menjawab dengan cepat "Aku ingin bicara denganmu, Kira. Berdua saja", tambahnya sambil melirik Nola yang terlihat tidak suka hanya dengan tatapan matanya saja.
Shakira menimbang perkataan Reyhan, "Baiklah aku hanya punya waktu 10 menit, gak lebih. Kita bicara ditaman dekat lobby saja".
Ketika Shakira dan Reyhan berjalan menuju taman, Nola mengirimkan pesan kepada Benjamin.
Ketika mereka berdua sudah duduk di bangku taman...
"Ok, apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Shakira dengan duduk agak menjauh dari Reyhan.
"Begini Kira, aku ingin menjelaskan padamu apa yang terjadi pada malam itu", ucap Reyhan.
"Semua yang kamu lihat hanya kesalahpahaman saja. Aku enggak pernah ada hubungan apapun dengan Juliana, Kira. Dia yang telah menjebakku pada malam itu", jelas Reyhan.
"Aku mendengar juga melihatnya sendiri dengan telinga dan mataku, bagaimana kalian berdua bisa...bisa begituuu!!!!"
"Aku dijebak, Kira!! Juliana datang ketempatku membawa makanan dan minuman setelah itu tiba-tiba terjadilah hal itu..", Reyhan dengan putus asa berusaha menjelaskan kepada Shakira.
"Hah...kamu mau aku percaya begitu saja kah, Rey? Aku melihat jelas bagaimana bernafsunya kamu meniduri Juliana, sahabatku sendiri! Kamu kira aku bodoh percaya aja dengan semua omanganmu?" Shakira berdiri duduknya.
"Terus, maumu apa sekarang?".
"Aku ingin kembali padamu, Kira", ucap Reyhan pelan.
"Buat apa kembali? Buat nyakitin aku lebih banyak lagi gitu, maksud kamu?" Shakira pun tak sabar lagi menghadapi Reyhan.
__ADS_1
"Sudah lewat dari 10 menit. Aku harus kembali".
Reyhan pun langsung berdiri dan memegang pergelangan tangan kanan Shakira "Aku mohon Kira, beri aku kesempatan sekali lagi. Aku minta maaf sudah menyakiti hatimu", ucap Reyhan memelas dan memohon.
Entah mengapa, perasaan yang dirasakan bertahun-tahun terhadap lelaki dihadapannya ini menguap begitu saja. Lelaki yang telah menemaninya dari awal bangku kuliah hingga akhir. Susah senang telah dilalui bersama, hanya tinggal kenangan. Pengkhianatan yang dilakukan oleh Reyhan tidak dapat ditolerirnya.
"Reyhan..cukup sudah. Aku pun meminta maaf bahwa aku sudah tidak mencintaimu lagi. Aku juga memohon padamu, tolong jangan cari aku lagi, jangan temui aku lagi. Kisah kita sudah selesai...", ucap Shakira dengan tegas namun penuh kelembutan ingin mengakhiri semua.
Lalu Shakira pun melepaskan pegangan tangan Reyhan dan berjalan balik menuju lobby dimana Nola sedang menunggunya.
"Ayo Nola, kita naik", ajak Shakira sambil menggamit lengan Nola.
Tampak dari kejauhan, Reyhan mengepalkan kedua tangannya. Sialll...awas kau Shakira, kamu pikir bisa semudah itu lepas dari aku...lihat saja nanti. Reyhan pun pergi dari tempat itu.
"Aman Nona, ayo kita bisa naik sekarang", info Nola kepada Shakira, yang ternyata bersembunyi di balik pilar lobby, berjaga-jaga seandainya Reyhan mengikuti mereka.
Sesampainya di apartemen, mereka membersihkan diri dan kemudian bergabung dengan Bik Ima di meja makan, untuk bersantap malam.
Selama Shakira tinggal di apartemen Benjamin, Bik Ima dan Nola selalu menemaninya di meja makan, meski hanya sekedar bertukar cerita. Karena pernah disuatu waktu, Shakira tidak berselera makan sama sekali, walaupun Nola sudah membelikan berbagai macam makanan kesukaannya. Setelah dicari tahu oleh Bik Ima, Shakira merindukan saat-saat kebersamaannya dengan kedua orang tuanya, yang biasa mereka habiskan dengan bercerita di meja makan.
Akhirnya, mulai saat itu, Nola dan Bik Ima dengan persetujuan Benjamin, sepakat menemani Shakira di meja makan.
"Nola..menurutmu aneh enggak, seorang Reyhan tahu dimanapun tempat tinggal ku?" tanya Shakira sambil menonton drakor, serial kesayangannya di ruang tv bersama Nola dan Bik Ima yang sudah selesai berbenah.
"Sangat aneh Nona, seorang Reyhan tidak akan bisa tahu kecuali dia selalu mencari tahu tentang dirimu, Nona", jawab Nola dengan hati-hati.
"Kok aku tiba-tiba jadi takut ya...seperti stalker si Reyhan sekarang bagi aku. Coba bayangkan, dia sampai tahu apartemen ini loh. Padahal aku berusaha sebaik mungkin menjaga privasi Tuan Benjamin. Apalagi dia bilang katanya, tuan rumah kontrakan lama yang bilang kalau aku sudah pindah. Berarti dia terus cari info tentang aku kan, Nola? Semoga dia enggak berani muncul di kantor, bisa malu aku", ucap Shakira dengan kedua alisnya bertaut.
"Stalker itu apa, Non? apa sejenis stocking ya, Non?" tanya Bik Ima membuat keduanya tertawa.
"Bukan Bik, stalker itu bahasa indonesianya adalah seorang penguntit, seseorang yang secara ilegal mengikuti dan mengawasi seseorang yang lain, terutama wanita. Sudah banyak kejadian, terutama dikota-kota besar. Nyeremin pokoknya kalo kita di stalking.." Shakira menjelaskan sambil bergidik ngeri membayangkan.
__ADS_1
"Duh amit-amit ya Non, semoga Nona dijauhkan dari hal-hal seperti itu", do'a Bik Ima, Shakira dan Nola pun mengamininya.
Bersambung ya kakak2 tersayang. Jangan lupa like and favorit ya..mohon dukungannya. Makasih banyakkk🥰🥰