Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 36. Misteri apa lagi??


__ADS_3

...Terima kasih kaka² readers yang sudah setia menemani perjalanan Shakira dan Benjamin serta Black Klan ganks hingga bab 36. Mohon dukungannya terus ya kak agar dilancar dan authornya semangat menulis cerita untuk semuanya. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan sebagainya. Jangan lupa kritik dan saran yang membangun yah..🙏🙏...


...*************************...


Jam dimobil menunjukkan pukul 2.30 pagi.


Dio membawa mobil sang mantan asisten melaju dengan kencang, diikuti kedua mobil jeep yang dikendarai oleh Willy dan Topan, sedang Rio bertugas mengawasi sekitar mereka.


Ketiga kendaraan tersebut mendekati area markas BK.


Dimobil sang mantan asisten, sebelum memasuki kawasan markas, Dio memasangkan penutup mata pada pria tersebut.


Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam. Tidak ada satupun yang berkata-kata. Bahkan sang mantan asisten alm. Tuan Prajogo sama sekali tidak melakukan perlawanan.


Aneh sekali. Apa karena dia takut akan kuumpankan pada Bobo ya? Dio.


Mobil-mobil tersebut memasuki parkiran Markas. Bergegas, Willy dan Rio mengeluarkan tawanan mereka dan membawanya kesebuah ruangan.


Kali ini ruangannya ada lampu, bahkan ada tempat tidur serta meja dan kursi. Tidak seperti ruangan yang dihuni oleh Lena.


Kain penutup mata terbuka. Sang mantan asisten memandang sekitarnya. Mencoba menebak-nebak dimanakah dirinya berada sekarang dan siapakah orang-orang ini?


"Tuan, tolong katakan saat ini kita berada dimana?", tanyanya pada Willy.


"Entahlah, aku pun bingung sesungguhnya kita berada dimana sekarang", sambil mengedikkan bahu lantas berjalan menuju pintu keluar.


Sial. Tidak mungkin dia tidak tahu. Sang mantan asisten.


Diruang kontrol BK, Dio mengawasi kamera pengawas yang berada didalam ruangan tersebut. Siapapun orang yang berada didalamnya, tidak akan mengetahui bahwa dirinya tengah diawasi.


Willy, apakah kamu merekam semua percakapan yang terjadi dirumah tersebut?".


"Iya, Bos kecil", jawab Willy sembari menyerahkan rekaman audio pada Dio.


"Hmm..baik, ayo kita dengarkan. Aku sangat penasaran siapa sesungguhnya yang diam dirumah itu. Karena, sungguh aneh dan tidak biasa, aku tidak menemukan satu foto pun dirumah itu".


Selagi mereka sedang menyelidiki penemuan dirumah penuh misteri tersebut, dilain tempat....


Shakira sedang terlelap di tempat tidurnya, bermimpi indah, karena saat ini waktu menunjukkan dini hari.


Terdengar suara getar ponselnya diatas meja rias.


Drttt...drtttt....drtttt....panggilan berulang kali, Shakira tidak mendengarkannya karena saking lelah pikiran dan tubuhnya.


Tak lama kemudian, masuk sebuah notifikasi pesan melalui SMS dan sebuah panggilan lagi masuk. Kali ini membuatnya terbangun dari mimpi indah.


"Hufftttt siapa sih yang telpon jam segini, tau gitu aku matikan aja ponselku", ucap Shakira pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju meja riasnya.

__ADS_1


Ponselnya terus bergetar tidak ada hentinya.


Private Number calling..


Shakira menimbang antara ragu menerima atau menolak panggilan tersebut.


Rasa penasaran mengalahkan ketidak peduliannya. Jari lentiknya menggeser tombol hijau.


"Halo....halo..siapa ini???? Jawab sialan!!!!"


Tidak terdengar apapun diujung sana. Bahkan, suara nafas pun tidak terdengar hanya hening menyapa.


Siapa kira-kira yang menelponku di jam dini hari gini ya? Ah lebih baik aku biarkan aja ponselku menyala biar habis sekalian pulsanya, salah siapa ngerjain orang segala.Shakira.


Kemudian berjalan menuju kamar mandi dan meletakkan ponselnya dalam keadaan hidup di atas wastafel begitu saja lalu kembali ketempat tidurnya untuk melanjutkan mimpi yang tertunda.


Ketika pagi menjelang, sinar matahari masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, seperti hendak membangunkan Shakira yang masih terbuai oleh mimpi.


Terdengar ketukan diluar pintu.


Tok..tok..tok..."Nona Kira, Tuan Muda sedang menunggu anda...", panggil Bik Ima.


Tidak ada sahutan dari dalam. Bik Ima pun berlalu dan kembali menemui Tuan Mudanya.


Tak lama kemudian...


"Aduhhh...jam berapa ini ya", akhirnya si tukang tidurpun terbangun.


Hah...apa ini kok seperti..ah aku hanya bermimpi. Shakira.


Jari jemari Shakira masih asyik mer*mas-r*mas benda yang lembut namun keras itu dengan mata yang masih saja tertutup.


"Ehm...ehmm.....", suara berat namun seksi terdengar ditelinga Shakira.


Seketika terbuka lebar kedua mata Shakira.


"Aaaaaaaaaaaaa......", teriaknya langsung terduduk dan mundur menjauh.


"Apa yang kamu lakukan dikamar ku, Benjiiiii...?!"


Benjamin hanya sibuk memandangi wanita didepannya tanpa berkedip.


Bagaimana tidak, Benjamin berusaha menelan air liur, melihat gaun tidur yang dikenakan oleh Shakira. Mencetak jelas bentuk lekuk tubuh wanita tersebut. Dengan rambut tergerai di bahu, kulit seputih gading, leher jenjang terekspos yang selama ini tidak pernah dia perhatikan, ingin rasanya menyusuri leher itu, hingga sepasang mata Benjamin berhenti tepat pada kedua bukit sintal yang menggoda kelakiannya. Karena saat ini gaun tidur yang dikenakan Shakira memang menunjukkan belahan bukit duonya.


Shakira yang baru menyadari arti tatapan pria yang sedang duduk dipinggir tempat tidurnya langsung meraih selimut dan menutupi tubuhnya hingga leher.


"Heiii..pria mesum!!! Apa yang kamu lakukan dikamarku?!" teriaknya sambil melempar bantal kemuka Benjamin.

__ADS_1


Bugh...bunyi lemparan bantal mengenai muka Benjamin.


Reaksi Benjamin pun tidak terduga, tiba-tiba saja Benjamin menerjang Shakira serta mengukungnya. Membuatnya kaget bukan kepalang.


Tubuh Benjamin tepat diatas Shakira, tatapan kedua mata mereka saling bertemu. Deru nafas pun saling bersahutan dengan yang lainnya.


Shakira langsung tersadar dan berusaha lepas dari kungkungan Benjamin yang bertubuh besar. Namun kedua tangan Benjamin dengan cepat menahan kedua tangan Shakira agar tidak berontak.


"Benjii apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku sialan!!!!" teriak Shakira berusaha lepas.


"Diam...jangan bergerak. Pahamu sedang membangunkan sesuatu dibawah sana", sahut Benjamin tepat di telinga Shakira, dengan suara berat dan serak berusaha menahan gejolak kelakiannya.


Shakira menatap kedua bola mata pria yang saat ini sedang menatap wajahnya. Ia merasa sangat malu saat ini, merasa ditelanjangi oleh pria tersebut. Tetapi entah kenapa, debar jantungnya berkata lain. Ingin merespon namun tidak berani, karena belum pernah ada yang berusaha menyentuhnya bahkan Reyhan sekalipun.


"Benji...please..lepasin aku. Ini salah Benji..please..", Shakira mengiba dengan wajah memelas.


Duhhh jantungku mau lepas, ganteng banget sih, harum pulak. Duh...duhh...gimana ini aku belum sikat gigi. Shakira.


Benjamin yang masih berada diatas tubuhnya tersenyum sinis, lalu berkata dengan berbisik parau, "Ini adalah hukumanmu karena sudah terlambat bangun dan membuat ku terlambat menghadiri rapat penting pagi ini", kemudian mengecup pipi Shakira dan melepaskannya lalu berdiri di samping tempat tidur. Membuat kedua pipi Shakira merah merona.


Aura seorang Benjamin memang tidak diragukan lagi. Ketampanan yang hakiki. Tubuh tegap dan kekar, tidak lupa roti sobek yang terlintas di pikiran Shakira saat ini.


Shakira yang masih terlentang di tempat tidur beringsut duduk dan bersandar pada sisi tempat tidur berusaha menenangkan debar jantung yang berdetak kencang.


"Apa maksudmu hukuman untukku? Ini masih pagi, Benji", jawab Shakira dengan gemetar.


"Hah...apa kamu tidak bisa melihat waktu sekarang, Kira? Sambil berkacak pinggang, Benjamin menunjukkan waktu dipergelangan tangannya.


"Apaa??? Jam 8.30 pagi??", Shakira lalu melompat secepat kilat menuju kamar mandi lupa dengan tubuhnya yang terekspos begitu saja membuat Benjamin kembali menelan air liurnya.


"Sialan..baru kali ini aku merasakan gairah terhadap wanita", ucapnya pada dirinya sendiri sambil memukul kepalanya.


"Kiraaa...aku kasih waktu bersiap-siap 30 menit. Setelah itu kita langsung ketempat rapat pagi ini, bertemu dengan CEO Ramli. Kamu harus ikut!" teriak Benjamin didepan pintu kamar mandi.


"Iya iya...tunggu bentar!", sahut Shakira dari dalam kamar mandi.


Benjamin pun berlalu.


"Haisss aku lupa, subuh tadi ada yang menghubungiku. Dimana ponsel ku, kuletakkan ya?", Shakira berbicara pada dirinya sendiri setelah selesai membersihkan diri.


Wastafel...Shakira bergegas mengambil ponselnya lalu mengecek hingga pukul berapa sambungan telpon tersebut hidup.


15 menit...siapa yang coba menghubungi aku? Aku harus cerita hal ini ke Benjamin dan Nola, siapa tahu mereka bisa membantu mencari tahu.


***************


Bersambung :)

__ADS_1


mohon dukungannya kaka², baca, like dan komen. kalo belum favorit, tolong di favoritkan ya biar semangat up up nya🙏


Terima kasih lope lope lope banyak😍


__ADS_2