Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 56. Pesan misterius


__ADS_3

Halo readers tersayang. Shakira dan Benji telah kembali, maafkan uda bolong-bolong up nya


Jangan di unfavorit dulu please🙏🙏 terima kasih atas dukungannya selalu 😍


...********...


Bab sebelumnya,


"Dimana mereka sekarang, Benji?"


"Sabarlah dulu, nanti akan kubawa dirimu kesana," jawab Benjamin dengan tersenyum manis, yang sangat jarang ditunjukkan kepada siapapun.


"Terima kasih...." bisik Shakira seraya memeluk Benjamin dengan sepenuh hati.


"Duh, uwu banget sih mereka...."bisik Mama Seila..


Hati siapa yang tidak bahagia, disaat mengira dunia sudah tidak berpihak lagi kepada kita. Mengetahui bahwa kedua orang tuanya masih ada, membuat seorang Shakira merasa bahwa dirinya sangat beruntung. Seandainya saja malam itu Benjamin tidak mencegahnya untuk lompat dari jembatan, maka dia tidak akan bertemu dengan papa dan mama untuk selamanya.


Lagi-lagi suasana haru menyeruak dalam ruangan tersebut.


"Akhirnya, Nona Shakira bisa berkumpul kembali dengan keluarganya," ucap Dio terharu melihatnya.


Plakk! Terdengar pukulan di pundaknya.


"Dio! Kamu menangis lagi?!" goda Maria menahan tawa.


Dio berusaha menyembunyikan air mata yang telah menggenang hendak mengalir di rahang kokohnya.


"Pffttt....benar-benar halus hatimu, Dio," timpal Nola menutup mulutnya menahan agar tawanya tidak terlepas keluar.


"Hah! Kalian ini para wanita, senang sekali menggodaku. Aku hanya kena debu, debu, debu dan debu saja!" jawab Dio dengan muka memerah menahan malu.


Shakira dan Benjamin yang melihat Dio terus digoda oleh Maria dan Nola pun ikut tertawa, namun tetap saling memeluk satu dengan yang lainnya.


"Benar kata Kira, badan boleh bertubuh kekar, menyeramkan. Namun hati tetap saja hati Hello Kitty...hahahaha...." tawa Mama Seila pun pecah.

__ADS_1


"Jadi, kapan aku bisa bertemu mereka Benjamin?" tanya Shakira setelah semua tawa diruangan tersebut mereda.


"Secepatnya, Kira. Sabarlah sebentar. Kita harus berkoordinasi dengan asisten Tuan Prajogo," jawab Benjamin.


Hanya dengan kalimat Benjamin, Maria pun langsung menghubungi Yohan, asisten Tuan Prajogo.


Tiba-tiba disaat semua sedang dalam pikiran masing-masing, terdengar bunyi notifikasi pesan masuk ke ponsel Benjamin.


"Tak perlu mencariku...aku tahu yang sedang kalian coba lakukan" ~ unknown number.


Raut wajah Benjamin berubah dingin seketika.


"Benji...ada apa? Siapa yang mengirimkan pesan kepadamu?" tanya Shakira penasaran karena melihat perubahan wajah pria yang sedang berdiri disebelahnya serasa tegang.


Kilat mata Benjamin berapi-api. Tidak merespon pertanyaan Shakira, melainkan memberikan kepada asistennya, Maria untuk melakukan sesuatu.


"Ada apa sih Benji? Cepat katakan padaku?!" kejar Shakira.


"Tunggu info dari Maria. Aku perlu tahu siapa yang mengirimkan pesan padaku," jawab Benjamin dengan datar.


Sebelum sempat Benjamin pertanyaan dari ketiganya, Maria memasuki ruangan kerja atasannya.


"Tuan, ada yang meretas sistem kita. Dengan mengirimkan pesan yang sama. Namun, kali ini ada inisialnya yaitu S," info Maria dengan tegang.


"Samuel...." ucap semua orang yang ada didalam ruangan serempak.


Terdengar bunyi notifikasi pesan kembali di ponsel Benjamin. Dengan cepat, tangannya mengusap layar kaca ponselnya serta membaca pesan tersebut dengan keras.


"Aku yang akan mendatangimu, adikku tersayang...." ~ unknown number.


Semua yang mendengar saling berpandangan. Bertanya-tanya, apa yang sesungguhnya melatar belakangi motif Samuel melakukan ini semua.


"Tuan Muda, asisten Tuan Prajogo telah memberikan jawaban," sahut Maria sembari membaca pesan yang dikirimkan oleh Yohan.


"Apa kata Om Yohan, Maria?" tanya Shakira yang penasaran. Dirinya ingin segera bertemu dengan kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Pak Yohan menyampaikan bahwa Anda bisa bertemu dengan Tuan Prajogo," jawab Maria.


"Akhirnya aku bisa bertemu papa dan mama...." ucap Shakira dengan bahagia.


"Ayo Benji, antarkan aku kesana," pintanya dengan senyum manis yang menawan.


Hati pria mana yang tidak meleleh melihat senyuman Shakira yang menggoda.


"Ehm..baiklah, ayo kita berangkat sekarang. Namun, kita harus berhati-hati Kira, karena orang yang mendalangi kecelakaan tersebut masih diluar sana," Benjamin mengingatkan.


"Siap Pak Bos...yang penting saat ini aku bisa memeluk mereka lagi," jawab Shakira seraya memeluk Benjamin kembali.


"Duh duh...ini ya anak-anak jaman sekarang, memangnya kami disini ngontrak ya?!" sindir dan goda Mama Seila seraya mendorong keduanya keluar dari ruangan secepatnya.


"Ish....Mama, mau kukirim pulang ke Belanda sekarang?!" ancam Benjamin membalas ibunya.


"Ohhh berani ya memulangkan ibumu? Papa masukkan kamu kedalam perutnya kembali baru tahu rasa!" timpal Tuan Abimanyu seraya menjewer telinga Benjamin yang sudah merah merona menahan malu didepan Shakira dan yang lainnya.


"Hish...Papa kebiasaan! Baiklah, kami pergi dahulu," pamit Benjamin kepada orang tuanya.


"Oh ya satu lagi Maria, lacak keberadaan Samuel. Secepatnya!" perintah Benjamin dengan tegas.


"Baik, Tuan Muda," jawab Maria dengan patuh.


"Dio dan Nola, ikutilah mereka dari belakang. Jangan sampai lepas dari pandangan kalian!" Mama Seila memberi perintah kepada kedua.


"Sekalian kalian pdkt lah satu dengan yang lainnya. Siapa tahu tertular Benji dan Shakira. Hahahaha...." tawa Mama Seila menggema diruangan membuat kedua malu bukan main.


"Haduh, Nyonya Besar nih bisa saja. Ayo Nola, secepatnya kita menyingkir dari sini", Dio menarik tangan Nola dengan cekatan.


"So sweet mereka berdua ya Pa...." kerling Mama Seila membuat Nola semakin ingin mengajak duel si pria hello kitty itu saking jengkelnya dijodohkan dengannya.


...********...


Bersambung bab baru.

__ADS_1


terima kasih kaka² yang sudah setia membaca karyaku. Mohon maaf lama up karena ada kesibukan di RL, menyiapakan rangkaian Upacara Ngaben 🙏 mulai hari ini, author sudah bisa up terus seperti biasanya.


__ADS_2