
2 minggu tak terasa berlalu begitu saja. Hari demi hari dilalui oleh Shakira. Saat ini, tuntutan pekerjaan dan deadline proyek cukup menyita waktu dan pikirannya. Bahkan hingga kini dirinya masih tinggal bersama Bik Ima dan Nola sang asistennya tentu saja.
Saat masih berjibaku dengan proposal yang harus di cek olehnya, terdengar ketukan pintu diluar ruang kerjanya.
"Silahkan masuk", ucap Shakira.
Ternyata Maria yang datang mencarinya. "Maaf Nona, saya langsung datang kemari mencari anda", ucapnya dengan wajah agak sedikit panik, berbeda dengan Maria yang biasa dilihatnya selalu datar tanpa ekspresi persis seperti Tuan Mudanya.
"Bicara dengan jelas Maria, kamu membuatku ikut panik nih", jawab Shakira mengerutkan kening.
"Begini Nona, saat ini Mama Seila, sedang dalam perjalanan menuju apartemen Tuan Muda, dan kita harus berada disana sebelum beliau tiba", kata Maria mencoba menjelaskan kepada Shakira.
Yang dijelaskan pun semakin bingung. Nola pun membantu menjelaskan siapa Mama Seila ini dan apa hubungannya dengan Tuan Muda Benjamin.
"Apaaaa...?!!" tidak sengaja Shakira pun menggebrak meja.
"Ayo kita sekarang pulang ke apartemen sebelum kena damprat nih..!" ajaknya kepada Nola dan Maria.
Secepat kilat Nola membawa mobil menuju apartemen yang jaraknya tak sampai 30 menit.
Sesampainya di apartemen ternyata Mama Seila tiba lebih awal dibanding mereka bertiga. Dan membuat Shakira lebih terkejut lagi bahwa saat ini Mama Seila tidak sendirian ada Benjamin dan Lena ikut menemaninya. Mereka bertiga sedang duduk di sofa ruang tamu menanti kedatangannya sesuai dengan informasi yang dia dapatkan dari Maria dan Nola. Debar jantung Shakira berdetak kencang. Karena Ibu dari bos besarnya sudah mengetahui bahwa dia tinggal di apartemen tersebut meski tidak ada hubungan apapun dengan sang pewaris tahtanya.
"Selamat siang Nyonya, maafkan saya terlambat datang", ucap Shakira memberikan salam. Pandangannya pun beralih kepada Benjamin dan Lena yang duduk di sofa panjang tengah, sedang Mama Seila duduk di sofa yang membelakangi jendela.
Setelah kejadian beberapa waktu lalu di Kota S, baru kali ini Shakira bertatap muka kembali dengan Benjamin. Timbul perasaan tidak suka melihat Lena bersandar di bahu Benjamin dengan manja. Tanpa sadar, Shakira merasa mual melihatnya. Lalu, pandangan mata Shakira bertemu dengan Benjamin, seketika Shakira dengan refleks membuang muka.
"Jadi..inikah yang bernama Shakira?", tanya Mama Seila menunjuk Shakira dari tempat duduknya sembari menilainya dari atas hingga ujung kaki.
"Iya Nyonya, saya yang bernama Shakira", tidak ada nada takut sedikitpun yang terdengar dari suaranya. "Senang bertemu dengan anda, Nyonya", ucap Shakira kembali sambil menundukkan kepala.
"Wanita pemberani...siapa nama lengkapmu?"tanya Mama Seila sekali lagi. "Saya Shakira Putri Prajogo, Nyonya", jawabnya dengan tersenyum.
Sekilas terlihat raut muka Mama Seila berubah mendengar namanya.
"Apa hubunganmu dengan anak kesayanganku? Serta apa niat terselubungmu mendekatinya?" walaupun bertanya dengan nada halus dan pelan, bisa dirasakan bahwa Mama Seila mencurigainya dan memandang penuh selidik ke arahnya.
Shakira pun kaget ditanya seperti itu. Ketika hendak menjawab pertanyaan Mama Seila, Benjamin pun langsung berdiri dari tempat duduknya menghampiri Shakira kemudian memeluk pundaknya seraya berkata "Dia adalah kekasihku, Ma", hanya dengan jawaban pendek dari Benjamin membuat semua orang yang berada di ruang tamu tersentak terlebih lagi Shakira.
__ADS_1
Shakira pun spontan menggelengkan kepala ingin menyanggah perkataan Benjamin, kemudian dia merasakan pundaknya serasa di tekan oleh lelaki disampingnya seakan memberi kode untuk diam. Shakira pun menurutinya meski dalam hati memberontak.
"Tidakkk itu bohong, Mama. Perempuan itu bukan kekasih Benji, dia hanyalah benalu disini!! teriak Lena tidak terima sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Diam Lena! Biarkan Mama yang menyelesaikannya" bentak Mama Seila.
Shakira pun tidak terima disebut benalu oleh Lena. Rasanya ingin mencakar mulut betina itu.
Benjamin seakan mengetahuinya kemudian berkata pelan "Nanti akan kujelaskan".
"Benji, tolong jelaskan pada Mama, apa maksud semua ini? Dan bagaimana dia bisa tinggal di apartemen kamu jika benar dia bukan benalu seperti yang Lena katakan".
"Nanti akan Benji jelaskan pada Mama. Sekarang bukan waktu yang tepat dan bukan didepan banyak orang seperti ini, Benji harus menjelaskan kepada Mama bukan?" jawab Benjamin dengan lemah lembut. Mendengar jawaban anak kesayangannya Mama Seila pun menimbang-nimbang bahwa benar tidak mungkin dia mengkonfrontasi anak kesayangannya dihadapan anak buah dan orang lain, akan menjatuhkan harga dirinya sebagai oramg nomor satu yang cukup ditakuti.
"Hmm..baiklah, kalau begitu Mama akan tinggal disini selama di Indonesia, dan tidak ada yang boleh protes! Mama akan menunggu penjelasanmu Benji dan ingat, kamu tidak akan bisa berkelit", jawab Mama Seila
Semua yang mendengar kaget bukan kepalang terkecuali Lena, senang bukan main merasa ada teman yang bisa membantunya mendekati Benjamin.
"Ma, bolehkah Lena juga menemani disini?", dengan tatapan memohon.
Hanya dengan sedikit lirikan, Mama Seila berkata "Big No!".
Shakira pun bingung, apakah dia harus balik ke kontrakannya.
"Maaf Nyonya, biarkan Nona Lena menemani anda, saya akan membereskan barang dan kembali ke kontrakan", sahut Shakira tiba-tiba memberikan solusi.
Lena pun tak menyia-nyiakan peluang emas "Tuh kan, benalunya aja mau pergi kok, Ma....".
Mama Seila tidak bergeming mendengar ucapan mereka berdua.
Benjamin menarik Shakira untuk duduk di sofa dekat dengan Mama Seila "Ma, ijinkan Shakira menemanimu disini, aku yakin Mama tidak akan kesepian".
Mendengar ucapan Benjamin, Lena hendak memprotes tidak terima.
"Diamlah Lena, telingaku sakit mendengar mulutmu berisik. Pulanglah, sopirku akan mengantarkanmu pulang", potong Benjamin sambil menjentikkan jari kepada Maria yang mengetahui kode dari Tuan Mudanya.
Lena pun merasa malu diperlakukan demikian oleh Benjamin. Mama Seila juga tidak menghiraukannya.
"Ok aku akan pergi sekarang, tapi aku tidak terima akan hal ini, aku akan lapor ke mama papa ku!"
__ADS_1
"Pulanglah Lena, kepala mama mau pecah rasanya", sahut Mama Seila kepada Lena.
Lena kemudian berlalu dari ruang tamu tersebut dengan amarah yang membuncah.
"Akan saya rapikan kamar Nyonya sekarang, agar Nyonya bisa beristirahat", kata Shakira hendak berdiri, ditahan oleh Mama Seila.
"Apakah kamu seorang ART?" yang ditanyapun menggelengkan kepala dan hendak menjawab tetapi didahului oleh Bik Ima yang datang dari kamar tamu, " Nyonya besar, kamar anda sudah menunggu, mari saya antarkan kekamar untuk beristirahat".
Saat ini diruang tamu apartemen itu hanya tertinggal Benjamin dan Shakira berdua saja.
Shakira merasa bingung dihadapkan situasi seperti ini. Dia pun meminta penjelasan kepada lelaki disampingnya ini.
"2 minggu lebih kita tidak bertemu, dan tiba-tiba ini buah tanganmu untuk aku??? Well kamu berhutang penjelasan penuh!", tuntut Shakira dengan telunjuknya mendorong bahu Benjamin.
Sungguh lucu ekspresi wanita ini kalau sedang marah batin Benjamin sambil tersenyum miring.
"Ehhhhh kok malah senyum-senyum sendiri gak jelas dikira aku ini ondel-ondel ya??!!" Bentak Shakira lagi.
Aku akan menjelaskan semuanya tapi tidak sekarang, pasti akan kujelaskan padamu, ok?!" jawab Benjamin dengan tegas tapi lembut.
"Aduhh jadi baper kan akunyaa", ucap Shakira meski pelan tetap terdengar di telingan Benjamin.
"Gak boleh baper tar sakit hati jadinya sambil menarik ujung rambut Shakira pelan.
"Sakittt tauu!!! Kamu ini jahat sekali jadi laki. KDRT ini lo, bisa kulaporin kamu", cerocos Shakira lagi.
Nola dan Maria yang berdiri jauh dari Tuan dan Nona nya saling berpandangan dan seakan isi hatinya pun sama-sama berteriak duhh nasib jomblo nihh..
Akhirnya tak lama kemudian, Shakira pun ditetapkan untuk menemani Mama Seila di apartemen dengan menggunakan kamar Benjamin. Hatinya pun terasa tak karuan. "Sudah ditugaskan menemani Nyonya besar, sekarang pun tidur diranjang si bos pula hahahahaha hidupku penuh dramaaa!!!!" ucap Shakira kepada Nola, yang sedang fokus menyetir mengantarkan Nona nya kembali ke kantor. Tanpa Shakira sadari, Nola tersenyum tipis.
"Welcome to the gank, Nona....", ucap Nola dalam hati.
******************
To be continue
Ahhh uwuu sekali Benji dirimuuu..auuu auu
Terima kasih bagi yang sudah melewatkan waktu untuk membaca karya recehku ini. Mohon dukungannya selalu ya 😘
__ADS_1