
"Benjiii...kamu mau bawa aku kemana??!! Shakira setengah berteriak melihat Benjamin mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dijam-jam yang rawan kemacetan seperti ini.
Ya saat ini, adalah waktunya kebanyakan para pekerja kantoran pulang dari tempat kerja mereka masing-masing. Bisa dibayangkan, di kota besar dengan masyarakat yang dapat memiliki kendaraan dengan mudahnya, memenuhi jalan raya. Dan Benjamin mengemudikan mobil dengan berzig-zag serta membunyikan klakson mobil tiada henti, sehingga memekakkan telinga bagi siapa saja yang dilewatinya.
Benjamin tidak menghiraukan teriakan Shakira. Dirinya hanya tersenyum tipis dengan pandangan mata yang terfokus melihat jalanan di depannya.
Shakira kesal bukan main dibuatnya, tangan kanannya mencoba mencubit paha Benjamin, yang terjadi malah sebaliknya tangan Shakira digenggam oleh Benjamin secara tiba-tiba..
Deg...deg..deg...jantung Shakira seketika berdebar dengan kencang tak menentu. Berusaha ingin lepas, Benjamin justru semakin mengeratkan genggaman tangannya, seakan tidak ingin melepaskan barang sedetikpun. Shakira bingung dibuatnya. Apa arti ini semua. Maksud pria disebelah ini apa sih..Shakira membatin tiada henti. Mengatur debar jantung seperti hendak keluar dari tempatnya.
Shakira pun akhirnya luluh, tidak berusaha memaksakan diri untuk melepas genggaman tangan tersebut.
Benjamin dapat merasakan penerimaan dari sikap yang Shakira tunjukkan, akhirnya menurunkan kecepatan mobil.
Mereka berkendara dalam diam. Hening pun tercipta. Tidak ada satupun yang ingin membuka percakapan. Meski tangan masih saling tergenggam...
Tak berapa lama kemudian, mobil yang dikemudikan Benjamin memasuki pelataran parkir mall terbesar di kota tersebut.
"Ayo kita turun..", Benjamin akhirnya bersuara terlebih dahulu seraya melepaskan seatbelt yang digunakan Shakira dan dirinya sendiri.
Telapak tangan Shakira terasa kebas setelah sekian waktu digenggam erat oleh pria menyebalkan itu.
"Aku bisa turun sendiri!" bentak Shakira bergegas turun tidak memberikan kesempatan pada Benjamin untuk membukakan pintu untuknya.
"Dasar laki-laki nyebelinn!" omel Shakira berjalan mendahului Benjamin yang hendak memegang tangannya kembali.
Benjamin pun hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, bingung dengan kelakuan wanita satu ini.
"Ya Lord...apa yang harus aku lakukan...", Benjamin berkata pada dirinya sendiri.
Shakira sudah berjalan agak jauh didepan. Benjamin membiarkannya dan tetap mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Shakira yang masih dalam keadaan emosi tidak stabil terus saja berjalan lurus entah kemana kaki akan membawanya. Ketika Shakira berhenti di salah satu gerai pakaian ternama, tiba-tiba terdengar bisik-bisik dibelakangnya.
"O my God...itukan Tuan Muda Benjamin CEO termuda dan paling gantengggg!!"
"Duhh ganteng bingitsss bawa adek dong bang...", celoteh para SPG di gerai tersebut.
Shakira langsung membalikkan badannya, ketika mengetahui bahwa selama ini Benjamin masih mengikutinya dari belakang.
Sedangkan orang yang sedang dibicarakan oleh para SPG dan pengunjung gerai butik tersebut hanya diam tidak merespon, tetapi kedua matanya memandang lurus kearah Shakira. Mata elang itu menghujam jauh dalam lubuk hati Shakira. Sinarnya seperti mengobok-obok isi jiwa. Segera Shakira menundukkan kepalanya, merunduk tidak berani menatap langsung mata yang bercahaya kemilau tersebut. Entah mulai kapan dan bagaimana mata itu telah menikam hatinya hingga bayangan-bayangan wajahnya selalu hadir dalam setiap tarikan nafas Shakira tanpa disadari olehnya.
Dan tak disangka oleh Shakira, dilihat dari ekor matanya, salah seorang pelanggan wanita dengan dandanan elegan, berparas cantik dengan berani mencoba mendekati Benjamin.
"Hai Tuan Muda Benjamin...saya adalah salah satu pengagum anda..", ucap wanita itu dengan kerlingan mata yang nakal serta tak lupa, jari jemari tangannya mencoba memegang legan sang Tuan Muda.
Shakira yang dari pagi hari telah diliputi emosi tidak berkesudahan, melihat Benjamin yang diam saja didekati oleh wanita tersebut langsung meletakkan barang yang sedang dipegangnya dan berjalan cepat ke arah Benjamin.
"Jangan pernah seujung kukupun menyentuhnya!" Shakira menepis tangan wanita tersebut dan berkata dengan setengah berbisik dengan nada tegas dan mengancam "Pergi jauh-jauh darinya!". Wanita tersebut terkejut bukan main mendapat perlakuan bar-bar dari Shakira.
Shakira tidak peduli dirinya menjadi tontonan banyak orang saat ini, yang terpenting adalah menyelamatkan Tuan Mudanya ini dari terkaman buas para singa betina.
Sayangnya pada saat kejadian ini, diantara para pengunjung dan karyawan mall yang melihat hal tersebut, secara tidak sengaja seseorang melihat Shakira bersama Tuan Muda Benjamin yang tengah terlihat sedang bergandengan tangan.
"Dasar perempuan sial! Nasibnya sungguh baik sekali. Ada hubungan apa mereka berdua, aku harus mencari tau..", Juliana yang sedang berkunjung kesalah satu kantor cabang yang berada di dalam mall tersebut melihat kejadian tersebut.
Sedangkan Benjamin yang tangannya terus di tarik oleh Shakira, berusaha menyadarkan Shakira. Dan kini mereka sedang menuju area taman yang terletak di tengah-tengah mall tersebut. Karena saking lelahnya memanggil Shakira tanpa dipedulikan oleh sang empunya nama, akhirnya Benjamin terpaksa menarik balik kedua tangan mereka dan tanpa diduga oleh keduanya, hal tersebut membuat Shakira oleng dan berbalik arah dan tak sengaja membentur dada bidang Benjamin.
Seketika waktu terasa berhenti disekeliling mereka.
Debar jantung mereka terdengar keras oleh kedua telinga masing-masing. Shakira yang tidak mengira hal ini akan terjadi padanya, mencoba menyembunyikan wajahnya yang telah merah merona pada dada bidang tersebut. Meski tertutup oleh jas dan baju kerja, tidak dapat di pungkiri, Shakira betah berlama-lama menyandarkan dirinya. Kehangatan yang terpancar membuat otaknya tidak bisa diajak bekerja sama. Tuhann biarkan waktu berhenti sebentar saja...pinta Shakira dalam hati berdoa.
"Uhukk..uhuk...", Benjamin mencoba menyadarkan Shakira akan posisi mereka saat ini yang berada di tengah taman, di dalam area mall dan ditonton oleh banyak orang. Bahkan tidak sedikit orang yang mengambil gambar mereka berdua membuat Benjamin gelisah tidak suka dirinya dijadikan bahan berita untuk media.
"Kira..sadarlah, kita sedang didalam mall, semua orang sedang memandang kita..", bisik Benjamin tepat ditelinga Shakira, membuatnya seketika sadar akan kelakuannya.
__ADS_1
"Astaga...maaf..maaf Tuan Benjamin, saya tidak sengaja", ucap Shakira dengan fornal dan bolak balik menundukkan kepala meminta maaf.
"Kira, stop it's okay..ayo kita pergi dari sini sebelum media memberitakan hal ini", sahut Benjamin sambil menggamit lengan Shakira dan bergegas kembali keparkiran mobil dan masuk kedalam mobil dan secepatnya pergi dari mall tersebut.
Dalam perjalanan yang entah akan membawa mereka kemana, Benjamin menghubungi Maria untuk membungkam media agar tidak memberitakan hal-hal yang terjadi di mall tadi.
"Ah...Tuan Muda yang bikin masalah, aku yang pusing nih Nola...", keluhnya pada Nola yang saat ini sedang menikmati makan malam bersama Maria, sahabatnya yang menjadi asisten Tuan Muda Benjamin semenjak Tuan Muda dididik menjadi pewaris utama kerajaan Three Sibling's Corp.
"Cinta mereka yang enggak jelas statusnya yang membuat kita kena getahnya Mar...", jawab Nola sambil tersenyum.
"Apakah sama dengan yang aku pikirkan?" tanya Maria kembali.
"Iya..sama. Mereka berdua sama. Sama-sama tidak sadar akan perasaan masing-masing dan pada tinggi egonya. Entahlah mau sampai kapan. Kalau enggak cepat kelar masalah perasaan, bisa-bisa aku akan kurus nih enggak makan seharian...", membuat keduanya tertawa.
"Ah...seandainya kita juga punya pacar ya, Nola...", sahut Maria sambil menghayal.
"Mimpi ajahhhhh", sahut Nola sambil melempar tisu kepada sahabatnya tersebut.
Kembali pada Shakira dan Benjamin.
Akhirnya perjalanan mereka yang tidak tentu arah, berakhir di pedagang sate pinggir jalan. Karena seharian bertahan tidak makan, melihat pedagang sate ayam perut Shakira pun meronta-ronta minta diisi.
Benjamin yang memang tidak pernah memakan makanan pinggir jalan menggelengkan kepala melihat Shakira sanggup menghabiskan 20 tusuk sate dan 3 buah lontong serta 2 es teh manis.
"Lapar apa doyan nih?" goda Benjamin melihat Shakira.
"Enak tau..apalagi kalau abis emosi tingkat dewa, makan sate ayam paling top markotop", sahut Shakira sambil melahap lontong dan sate nya sekaligus serta menghabiskan minumannya.
Benjamin hanya tersenyum dingin...tanpa mencoba merespon sindiran Shakira.
Cemburukah dia pada ku dan Lena....apakah itu jawabannya? Ya dia oasti cemburu...batin Benjamin.
Bersambung yaa..makasih semuanya, jangan lupa laik, komen n vote 🤩🤩
__ADS_1