Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab 47. Cerita dibalik kejadian


__ADS_3

Dio yang saat ini telah bergabung dengan sesama rekan tim Black Klan, sedang mengintai segala kegiatan yang dilakukan oleh Reyhan.


Tak lama kemudian, terlihat Reyhan muncul membawa tas hitam besar terburu-buru menaiki mobil yang terparkir tepat di depan mobil Dio.


Ketika mobil yang dikendarai oleh Reyhan perlahan meninggalkan area apartemen, Dio dan kawan-kawan mengikuti mereka dari jauh. Tak lupa dirinya memberikan berita terbaru kepada Benjamin bahwa saat ini mereka sedang mengikuti Reyhan.


...********...


Di rumah kediaman Tuan Prajogo saat ini, Benjamin dan Mama Seila masih saja berbincang dengan Yohan, kali ini mereka telah pindah di ruang keluarga agar percakapan mereka tidak terdengar oleh Tuan Prajogo.


"Yohan, ayo lanjutkan penjelasanmu yang tertunda," perintah Mama Seila sambil rebahan di sofa mengingat sudah dini hari.


"Iya Pak Yohan, kasih tahu kami dimana ibu Shakira berada, beliau belum meninggal kan?" Benjamin menimpali.


"Huft...nyonya belum meninggal, Tuan. Tapi keadaannya cukup menyedihkan. Saat ini, nyonya sedang berada di Korea Selatan untuk melakukan operasi bedah plastik. Dan sampai saat ini, beliau sudah dua kali melakukan operasi karena kasusnya cukup berat. Rusaknya wajah nyonya akibat pecahan kaca dan terkena pecahan besi dari kerangka mobil," dengan panjang lebar Yohan menjelaskan.


Benjamin mengusap wajahnya dengan kasar.


Tapi aku bersyukur Ma, bahwa kedua orang tua Shakira masih ada hingga saat ini, meskipun dalam keadaan tidak sepenuhnya sehat," ucap Benjamin setengah lega.


"Betul Nak, Mama pun juga bersyukur masih bisa bertemu dengan kawan lama kami," jawab Mama Seila dengan tersenyum.


"Oh ya Yohan, selain wajah Kirana yang rusak, bagaimana dengan anggota badannya? Apakah ada yang terluka atau mengalami kelumpuhan seperti yang dialami oleh Darius, suaminya?"


"Nyonya mengalami patah tulang di bagian tulang belikat dan terdapat luka-luka disekujur tubuhnya, Nyonya," jawab Yohan pelan, menahan kantuk yang menyerang.


Terdengar bunyi pesan masuk di ponsel Benjamin.


"Hmm...saat ini Dio sedang mengikuti Reyhan, Ma. Semoga ada petunjuk, karena sudah dua hari sejak menghilangnya perempuan bawel itu...."


Mama Seila dan Yohan tersentak mendengar ucapan terakhirnya.

__ADS_1


"Bawel kamu bilang?!" tanya Mama Seila dengan tatapan menggoda.


Benjamin yang menyadari telah kelepasan bicara hanya diam tidak merespon kata-kata ibunya.


"Yohan, sepertinya jika Shakira kita temukan aku harus berbicara dengan Darius dan Kirana," ucap Mama Seila sambil mengerlingkan matanya pada Benjamin.


Yohan yang saat ini hanya tinggal lima watt, saking mengantuknya bingung dengan ucapan Mama Seila. "Untuk apa ya, Nyonya?"


"Dih kamu nih, dari dulu selalu saja slow response untuk hal beginian, ya untuk melamar Shakira jadi menantu lah?!" jawab Mama Seila sambil memukul lengan Yohan dengan kerasnya.


Ckckck...Benjamin hanya menggelengkan kepala, situasi begini sempat-sempatnya Mama bercanda.


"Pak Yohan, jangan tidur dulu dong, ini belum selesai pembahasannya. Saya mau semuanya clear, jelas pada hari ini," dengus Benjamin melihat Yohan yang akan tertidur dikursi.


"Apalagi yang Tuan Muda ingin ketahui?"


"Aku ingin kesimpulan. Hingga bisa terpecah semua teka teki yang super jelimet ini!" tukas Benjamin dengan kesal.


Yohan yang mendengar suara Benjamin naik satu oktaf langsung membetulkan posisi serta kacamata minusnya yang telah melorot ke hidung.


"Betul, Tuan Muda. Kami mencurigai mereka dengan bukti digital yang telah saya serahkan pada Anda, maksud saya Dio tangan kanan Anda," jawab Yohan dengan tegas.


Kemudian, si Mr. X ini berniat mengambil alih PT. Prata Mulia untuk dijadikan sebuah sindikat perdagangan obat bius yang mereka kelola dengan Reyhan sebagai kaki tangan mereka. Tapi, sebelum itu terjadi, perusahaan telah kalian tutup dengan cepat," papar Benjamin lagi.


"Benar sekali, Tuan Muda. Wah padahal sudah dini hari tapi Tuan Muda masih bisa berpikir dengan jernih," ucap Yohan dengan tertawa.


Plakk!! Sebuah pukulan mendarat lagi di lengan Yohan, siapa lagi kalau bukan Mama Seila yang ringan tangan.


"Jangan bangunkan singa yang lagi tidur, Yo...." bisik Mama Seila sambil mengedipkan mata.


"Lanjut! Aku mau semua ini jelas. Kasian Shakira, dia telah hilang selama dua hari dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika aku lambat mencarinya!" bentak Benjamin kepada mereka berdua.

__ADS_1


"Pak Yohan, apakah Anda tahu siapa Mr. X ini sesungguhnya?" tanya Benjamin dengan sorot mata kejam.


"Berdasarkan hasil penyelidikan kami, Mr. X ini berwarga negara Amerika. Tidak ada satupun yang tahu mengenai sosoknya. Bahkan ketika kami menyelidikinya, tidak pernah ditemukan foto bahkan jejak digitalnya sekalipun. Seperti nama panggilan, rupanya seperti apa. Kami hanya mendapatkan informasi bahwa Mr. X ini adalah keturunan Indonesia namun berkewarganegaraan sana. Maka dari itu, kami menamakannya Mr. X dan sesuai hasil penyelidikan kami yang buntu, klien kami memutuskan tidak bekerja sama dengan kartel Mr. X tersebut."


Benjamin diam mencerna dan menganalisa informasi tersebut.


"Bagaimana kalau sebenarnya Reyhan mampu membobol informasi Mr. X tersebut namun dia menyimpannya sebagai kartu As untuk dirinya sendiri?" sahut Benjamin menerka-nerka.


"Hmm...bisa jadi, Benji. Setelah perjanjian kerjasama tersebut batal, lantas dia mencoba menghubungi Mr. X ini dan gayungpun bersambut," Mama Seila menimpali argumen Benjamin.


"Kita berhadapan dengan sekelompok orang yang sangat berbahaya, Benjamin. Meskipun Mama tahu betapa berkuasanya dirimu, namun..." ucapan Mama Seila terhenti memikirkan kasus ini yang ternyata sangat menguras pikiran. Gembong narkoba kelas kakap nih. Mama Seila.


"Tidak seperti itu yang kami temukan Tuan Muda Benjamin. Menurut informan kami, setelah perjanjian kerjasama mereka batal, Mr. X mencari tahu tentang privat investigator yang disewa oleh calon rekan bisnisnya dan mengakibatkan kerugian bagi kartel si Mr. X tersebut lalu masuk kedalam sistem kami dan disitulah mungkin Reyhan berkenalan dengannya," sahut Yohan sekuat tenaga menahan kantuk.


"Ahh...i see...ya ya bisa saja hal itu terjadi. Jadi memang sudah seharusnya kita mengikuti Reyhan. Kita temukan Shakira melaluinya dan akan aku pastikan dia mengakui perbuatannya telah mencoba melakukan pembunuhan berencana," Benjamin merespon perkataan Yohan.


"Oh ya Yohan, mengapa Darius dan Kirana diberitakan meninggal dunia? Apakah semua ini rencana kalian untuk menutupinya?" tanya Mama Seila tiba-tiba.


Yohan menjawab dengan tegas. "Betul, demi menjaga keamanan mereka, agar tidak ada yang berusaha mencoba membunuh mereka kedua kalinya."


"Hah...mereka kau pikirkan dengan detil. Tapi anak mereka kamu biarkan begitu saja. Berulang kali orang-orang bren^sek tersebut mencoba mencelakainya, termasuk Lena sekalipun. Jika dia tidak pernah bertemu denganku, apalah jadinya...." kenang Benjamin dengan raut wajah sedih, lalu mengusapnya dengan kasar.


"Maafkan saya Tuan Muda, saya memang salah. Saya berpikir dengan adanya pengawal yang Tuan sediakan, nona akan baik-baik saja. Bahkan, seharusnya saya memberitahukan nona keadaan orang tuanya."


"Sekarang kita menunggu kabar dari Dio dan kawan-kawannya. Aku sangat berharap hasil yang menyenangkan kali ini," ucap Benjamin sambil menyandarkan tubuhnya di sofa tak lupa ponselnya diletakkan disebelah tangannya.


...********...


Bersambung ya..


Terima kasih kaka² yang selalu mendukung kami. Jangan kapok dan bosen yah...see you tomorrow..:)

__ADS_1


__ADS_2