
Disuatu tempat tidak jauh dari gedung Three Sibling's Corp.
Juliana dan Reyhan sedang berada di coffee shop yang terletak di seberang jalan gedung tersebut. Setelah memesan secangkir kopi hitam dan vanilla latte untuk mereka berdua, Reyhan memilih tempat duduk dekat dengan kaca yang dapat melihat pemandangan langsung ke luar.
Mereka berdua sedang asyik menikmati minumannya sambil berbincang-bincang dengan serius. Entah apa yang sedang dibicarakan, tetapi nampak sangat serius. Bahkan tidak jarang terdengar intonasi suara yang cukup tinggi dari pihak Juliana.
Tak lama kemudian, datanglah beberapa karyawan yang mengenakan tag Three Sibling's Corp. yang tergantung di leher mereka. Setelah memesan kopi dan beberapa cemilan, mereka mencari tempat strategis untuk menikmati minuman dan menghabiskan waktu istirahat mereka dengan damai. Dikarenakan waktunya tidak terlalu banyak untuk sekedar beristirahat, mereka menggunakan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya.
Juliana melihat kedatangan mereka menuju meja yang terletak di pojok ruangan hanya berjarak beberapa meja dari kursinya, dengan pandangan sedikit tidak suka.
Salah satu karyawan yang berada dalam rombongan tersebut adalah Wina dan teman-teman sekantornya.
Juliana dan Reyhan pun kembali membahas topik yang sedang mereka bicarakan, yang terhenti akibat kedatangan Wina dan teman-temannya.
"Rey sayang...kembali ke pokok permasalahan kita..", ucap Juliana yang mencari perhatian Reyhan, yang saat ini sedang memandang kosong ke arah luar.
"Rey....kamu dengar enggak sih?"
Reyhan tergagap mendengar panggilan dari kekasihnya itu "Hmm..oiya..sorry. Gimana, Juli?"
"Aku mau kita bicarakan tentang lamaran kita, Rey..!", nada Juliana mulai meninggi tidak sabaran melihat reaksi Reyhan.
Mendengar ucapan Juliana, membuatnya menarik nafas panjang.
"Bukannya aku sudah bilang dari beberapa waktu lalu, aku perlu waktu Juliana, enggak semudah itu aku membawa mereka untuk melamarmu, asal kamu tahu Juli, kedua orang tuaku belum tahu perihal ini, bahkan mereka pun mengira kalau aku masih bersama Shakira".
"Jangan bilang kalau hatimu masih nyangkut ke dia?! Atau apa aku ini kurang sederajat dengan kalian??" bentak Juliana tidak bisa menahan diri lagi dihadapan Reyhan.
Mendapat serangan seperti itu dari Juliana, Reyhan mencoba menahan diri untuk tidak terpancing emosinya.
Mencoba mengingatkan Juliana, bahwa ini ditempat umum, banyak mata mulai memandangi mereka.
"Aku enggak peduli Rey..aku hanya mau kamu datang dan melamar aku didepan kedua orang tuaku", terdengar Juliana menahan tangis yang tertahan di tenggorokan, semua sudah aku lakukan demi kamu Rey...", air mata Juliana mulai menetes di pipinya, emosi yang membuncah terasa sesak didada seakan-akan ingin melompat.
__ADS_1
"Jawab aku Reyhan...apakah kamu masih mencintainya?"
"Dia itu siapa maksud kamu, Juli??" terlihat Reyhan mulai tidak sabar dengan percakapan yang baginya tidak ada artinya ini. Sambil terus melihat kearah luar kaca, seakan-akan berharap melihat seseorang atau sesuatu yang sedang dinantinya.
"Shakira!!!! Shakira Putri Prajogo, dasar sialan!!!", Juliana setengah berteriak mengungkapkan kekesalan hatinya.
"Sstttt kecilkan suaramuu!!! Kamu lupa kalau ada karyawan dari tempatnya bekerja sedang beristirahat disini?? tegur Reyhan berbisik.
"Aku enggak peduli. Buat apa coba kita datang kemari? Kamu pikir aku enggak bisa membaca pikiranmu? Aku sangat yakin kalau kamu masih mengharapkannya!", bentak Juliana sekali lagi.
"Asal kamu tahu ya, Rey...banyak hal yang sudah aku korbankan buat kamu, Reyhan..", terdengar lirih bisikan Juliana dengan tangan gemetar memcoba menghapus air mata yang terus berjatuhan dipipinya.
Reyhan yang merasa jika Juliana akan semakin menjadi-jadi, dan mereka sudah menjadi tontonan di dalam kafe tersebut, dengan cepat ia berdiri dan menarik tangan Juliana untuk keluar dari kafe tersebut tanpa lebih lama lagi.
Wina dan teman-temannya yang kebetulan ada ditempat itu, saling memandang satu dengan yang lain.
"Wahhhh...hot news nih..", ucap Wina dengan mata berbinar.
"Mbak Shakira kan yang mereka perdebatkan barusan?" tanya seorang kawan Wina yang kebetulan duduknya berseberangan dengan Juliana dan Reyhan, jadi setiap perkataan mereka terdengar dengan pasti ditelingannya.
"Mencurigakan sih menurut aku. Kenapa juga cari coffee shop yang dekat banget sama gedung kita, kalau enggak ada niatan lain. Apa dia nyesel ya dan pengen balikan sama mantannya", Wina pun asyik berkata pada dirinya sendiri sambil asyik memainkan cangkir kopinya yang telah lama habis.
"Ayo, kita kembali yuk, uda jam nih", ajak Wina kepada kawan-kawannya sambil berdiri merapikan baju kerjanya.
Dan mereka pun keluar dari coffee shop tersebut berjalan beriringan menuju gedung telekomunikasi.
"Winn gak sabaran banget sih..pelan-pelan woiiii..!" teriak salah satu kawannya berusaha mengejarnya.
"Buruann!!!!! Udah enggak tahan nih mau ketemu sama bu bos" Wina setengah berteriak karena malu terdengar.
"Bu Bos???? semua pada terkejut dan berganti ketakutan, takut seandainya dianggap akan menyebarkan berita kebohongan. Bakalan kena hukuman oleh pihak Management.
Tapi siapa yang tidak tahu seorang Wina, si ratu gosip.
__ADS_1
"Sudah, biarkan aja. Enggak akan bisa kita stop, remnya uda blong si Wina", ucap salah kawannya yang ikut bersama dengan lainnya.
"Nolaaa...dimana Mbak Kira? Aku perlu bicara penting dengannya", tanyanya pada Nola yang tidak sengaja berpapasan dengan dirinya yang sedang menuju koridor menuju toilet.
"Beliau diruangan, Win", jawab Nola kemudian menghilang dibalik pintu toilet. Sudah tidak tahan kayanya si Nola hehehe...
"Kenapa, Win?? Kok sepertinya urgent banget", timpal Shakira dengan -geleng terpaksa mengambil karet dan mengikat raambutnya keatas.
"Hot gosip nih Mbak Kira..".
Shakira dibuatnya penasaran, "Gosip apaan Win?"
Lalu, Wina mengeluarkan telpon genggamnya dan menunjukkan sebiah foto dan video dengan durasi pendek yang berisi percakapan keduanya.
"Inikan Reyhan dan Juliana??"
Wina mengganggukkan kepalanya dengan semangat 45.
"Mereka berantem Mbak...awalnya biasa aja lama-lama mereka cekcok tuh sampe nangis yang perempuan", tunjuk Wina kearah layar video tersebut.
Shakira yang mendengar namanya disebut-sebut oleh Juliana dan Reyhan yang tidak merespons pertanyaan yang diajukan membuatnya penasaran sekaligus takut.
"Apa yang sedang kamu rencanakan Rey...kenapa raut wajahmu berbeda?", ucap Shakira perlahan tapi tetap terdengar oleh Wina.
Jiwa kepo seorang Wina pun meronta-ronta ingin mencari tahu, "Emangnya ada hal apa Mbak Kira? Apa perlu Wina jadi detektif untuk selidik-selidik hal ini? Wina jago lohh", mempromosikan dirinya.
"Ada apa Nona, kok terlihat gusar?" tanya Nola sang asisten yang baru saja kembali dari makan siangnya bersama Maria, asisten Tuan Muda.
Shakira hanya memberikan kode pada asistennya tersebut untuk tidak berbicara lebih banyak, terlebih ada Wina, sang ratu gosip.
"Win..share semua foto dan video tersebut ke saya yah..", pinta Shakira.
"Ok Mbak, sekarang Wina balik. Oiya ini kopi hitam sama Tuna Sandwich pesanan Mbak Kira..", kemudian setelah meletakkan pesanan di meja Shakira, Wina pun melesat kembali ke meja kerjanya.
__ADS_1
Bersambung 🥰🥰🥰 tetap dukung Benjamin dan Shakira yah...like komen vote hadiah...🤗🤗🤗😅