Si Tampan Penyelamat Hidupku

Si Tampan Penyelamat Hidupku
Bab. 15 Salah paham jilid 2


__ADS_3

Hari ini, Benjamin berencana akan menemani Shakira menghantarkan Mama Seila ke bandara, balik ke Belanda.


"Maria, tolong kosongkan semua jadwal hari ini, jika ada yang urgent tolong wakilkan saya dahulu", perintah Benjamin melalui sambungan telepon.


Mama Seila menghampirinya "Benjamin, apa kamu yakin ingin mengantarkan mamamu ini ke bandara, hemm??", selidik Mama Seila yang mendengar percakapan Benjamin dengan asistennya di ruang tv.


"Sudahlah ma, stop mengganggu ku", pinta Benjamin sambil melengos kearah samping.


"Kamu tidak ingin melepaskan Shakira sendirian pasti... bukankah ada Nola yang setia mengawalnya?" sahut Mama Seila lagi tidak puas dengan jawaban anaknya.


Benjamin pun menarik nafas panjang sambil mengangkat kedua kakinya diatas meja dengan mata masih berfokus pada tayangan di televisi..


"Ini semua karena mama dan papa memutuskan sepihak dengan siapa aku harus menikah, coba kalau dulu kalian mau mendengarkan aku".


Mama Seila pun merasa bersalah terhadap putra semata wayangnya itu.


"Apa yang terjadi lagi, Benji? Coba ceritakan pada mama mu ini", sambil mengusap rambut anaknya yang hitam dan tebal seperti saat dulu ketika Benjamin masih kecil dan bersedih ketika tidak mendapatkan juara pertama di kelas. Merasa risih dengan perlakuan mamanya, Benjamin berdiri menuju dapur mengambil air botol kemasan di kulkas.


Benjamin pun menceritakan kejadian kemarin bagaimana Lena mencoba merayunya dan bagaimana Benjamin merasakan jijik yang luar biasa terhadap perempuan seperti tidak punya harga diri. Lalu bagaimana Lena menghadang Shakira di parkiran bawah mobil pada malam hari serta mengancamnya.


"Benar-benar diluar dugaan anak itu", ucap Mama Seila setelah mendengar semua penjelasan Benjamin.


"Oiya, bagaimana dengan orang-orang suruhannya? Apakah sudah kamu temukan siapa dalang dibalik penguntitan itu?".


"Ada beberapa nama muncul menurut laporan Dio. Tapi aku tidak ingin gegabah bertindak, karena saat ini mereka tahu bahwa aku dan Shakira dekat. Aku tidak ingin Shakira masuk dalam bahaya, Ma", jawab Benjamin sambil meremas botol kemasan air mineral dan membuangnya ketempat sampah.


"Baik, terus berikan mama laporan tentang hal ini, Benji. Mama akan cerita semuanya kepada papa untuk mengambil tindakan tentang rencana pertunanganmu dengan Lena. Resiko paling terburuk adalah, mereka akan mencabut saham di beberapa anak perusahaan, tapi nominalnya tidaklah seberapa, kamu tidak perlu khawatir.


Benjamin pun menggangguk lalu melihat jam di pergelangan tangannya.


"Apakah mama sudah siap? Sebentar lagi Shakira pasti akan menekan bel".


Teetttt...tepat dugaan Benjamin.

__ADS_1


Pintu apartemen pun terbuka dari dalam, Shakira beserta Nola masuk kedalam menyapa Nyonya besar dan Tuan Muda.


"Pagi menjelang siang, Nyonya dan Tuan", sapa Shakira.


"Shakira please..jangan bersikap terlalu formal, panggil saja Mama Seila, ok..", ucap Mama Seila tersenyum padanya.


"Baik Mama Seila..", jawab Shakira malu-malu.


"Ayolah kita berangkat, waktunya sudah mepet", kata Benjamin kepada semua.


Setibanya di bandara, mereka bertiga terkecuali Nola, saling berpelukan.


"Jaga diri kalian baik-baik. Dan Kira, kita akan bertemu lagi, pastinya", ucap Mama Seila sambil melambaikan tangan menuju ruang VIP Lounge. Ternyata Nyonya Besar tidak sejahat seperti yang kupikirkan..", sahut Shakira masih memandang Mama Seila yang semakin menjauh.


"Dia seorang ibu dengan hati yang baik. Meskipun sempat termakan oleh hasutan Lena, tapi dia tetap percaya padaku, ucap Benjamin yang mendengar ucapan Shakira.


"Ya... mengingat siapa aku dan posisiku, jelas siapapun akan berpikir negatif mengenai aku, itu wajar sih...", jawab Shakira sambil berbalik menuju mobil mereka yang telah menanti.


"Antarkan Nona Shakira ke kantor terlebih dahulu", ucap Benjamin kepada sopirnya.


"Siap, Tuan".


Mendengar perintah Benjamin, Shakira pun bertanya "Memangnya kamu gak ikut ke kantor juga?".


Yang ditanya hanya menggelengkan kepala dan menjawab "Aku harus pergi ke suatu tempat, ada yang perlu di selesaikan".


Satu jam kemudian, sampailah Shakira beserta asisten pribadinya, Nola di lobby Three Sibling's Corp.


Ketika mereka berjalan melintas lobby, terdengar bisik-bisik karyawan yang berjalan dibelakang mereka, menyebutkan nama Shakira.


"Uda pada denger gosip baru belum? denger-denger nih, Nona Shakira kekasih gelap Tuan Muda...", ucap salah satu karyawan lelaki kepada teman-temannya yang juga berjalan menuju lantai ruangan kerja masing-masing.


"hmm pantes perlakuannya beda banget", timpal yang lainnya.

__ADS_1


"Hooh aku pun pernah lihat mereka ngobrol berduaan, padahal kalo gak salah Tuan Muda uda punya tunangan", timpal yang lainnya lagi..


Nola yang mendengar Nonanya di jadikan bahan omongan langsung memutar balikkan badan, tanpa banyak omong hanya dengan sekali tatapan membunuh, membuat para karyawan tersebut kocar kacir memisahkan diri.


Didalam lift, Shakira pun membaur dengan karyawan lainnya. Seperti biasa, Shakira akan selalu menyapa ramah meski berbeda departemen dan ruangan. Tetapi, entah kenapa hari ini semua bersikap tidak seperti biasanya. Bahkan ada yang terang-terangan menyindirnya.


"Cantik sih cantik, tapi kalo jual tubuh hanya demi harta dan posisi hihss aku ogah...", seorang karyawan wanita yang berdiri tepat dibelakang sengaja berbisik sedikit keras agar dapat didengar semua yang berada di didalam lift.


"Jika kalian masih ingin bekerja di perusahaan ini, tutup mulut kalian", suara Nola yang terdengar sangat dingin membungkam mulut-mulut nyinyir tersebut. Suasana di lift dingin seketika.


Ting...pintu lift terbuka di lantai 25. Shakira keluar diikuti oleh Nola dan beberapa karyawan yang juga bekerja di lantai yang sama.


Sesampainya di ruangan Shakira langsung merebahkan dirinya di sofa.


"Nola...siapa yang menyebarkan gosip murahan seperti itu, menurutmu?", tanya Shakira sambil memejamkan mata, memijit pelipisnya.


Nola yang meengetahui keresahan hati Shakira mencoba menenangkannya.


"Ini akan lewat dengan berjalannya waktu. Jangan terlalu dipikirkan apa kata mereka. Netizen mah selalu maha benar.....".


"Maklum, selama ini mereka selalu melihat Tuan Muda tidak pernah tersenyum, bahkan bisa berkomunikasi biasa dengan para wanita. Melihat mu dengan Tuan Muda, membuat mereka berpikir bagaimana seorang Shakira bisa membuat seorang lelaki dingin, terbilang kejam bisa tersenyum dan tertawa", jelas Nola panjang lebar.


Shakira hanya manggut-manggut mendengar penjelasan asistennya.


Tapi feeling Shakira tidak pernah salah, dia yakin pasti ada seseorang yang menyebarkan berita bohong seperti ini. "Nola, bantu aku. Apakah kalian bisa membantuku coba mengecek kira-kira nih, apa bener atau enggak perasaan aku, ada orang yang coba menyebarkan fitnah dikalangan karyawan".


Nola yang mendengar permintaan Shakira pun menyanggupinya dan akan memberitahukan hasilnya. "Jika kita menemukan sumbernya, apa yang akan kita lakukan?", tanya Nola balik pada Shakira.


"Kita lihat saja, Nola. Aku jenuh dengan kesalahpahaman ini. Enggak pernah terbesit di pikiranku untuk merebut seorang lelaki dari wanita lainnya, apalagi sampai menjual tubuhku...idihhhh amit-amit!!!!!" Shakira merasa geli dan jijik hanya dengan memikirkannya.


"Ahh aku jadi kepengen makan siomay plus krupuk dan es lemon tea... si singa sudah mengaum diperutku", sahut Shakira menutup pembicaraan mereka, lalu melanjutkan pekerjaan yang telah menggunung karena ditinggalkannya selama setengah hari.


Nola pun akhirnya tepuk jidat kembali. duh Nona, Nona....tiap hari kok makannya siomay terus..besok akan kuminta Maria menempatkan abang siomay di kantin karyawan, alamat nih aku harus pergi keluar beli....Nola pun pamit untuk membeli makanan dan minuman yang diinginkan Shakira.

__ADS_1


__ADS_2