
Tak disangka oleh Shakira dan yang lainnya yang berada didalam ruangan yang sama saat itu.
"Tuan Prajogo, mohon ijinkan saya mulai saat ini untuk menggantikan Anda, selaku orang tua dari Shakira, untuk selalu melindungi putri Anda dari segala macam hal yang akan mengancam keberadaannya."
Deg...deg...deg....
Shakira membeku...Dengan cepat dirinya menatap wajah tampan tersebut, seakan meminta kepastian. Karena tidak pernah menyangka pria berwajah datar yang selalu menyeramkan ini mampu mengucapkan kalimat sakti itu. Bahkan, penuh penekanan disetiap kata yang terucap. Bagi telinga yang mendengarnya, tidak ada satupun orang yang akan meragukan keseriusannya.
Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan perkataanmu? Apa artinya kalimat itu, Benji? Shakira.
Tuan Prajogo yang mendengar ucapan dari Benjamin, seorang pria muda dan matang, yang jelas terlihat sangat berwibawa dengan aura yang mendominasi, ikut terkejut.
Dirinya menatap kedua bola mata berwarna coklat milik Benjamin. Berharap menemukan sedikit cela maupun keraguan. Namun sayangnya, anak dari Abimanyu Negara itu benar-benar serius dengan ucapannya.
Anak gadisku sangat beruntung bertemu denganmu, anak muda. Tuan Prajogo.
"Kira...Papa percaya kepadanya," sahut Tuan Prajogo dengan nafas pendek.
Shakira yang semula yakin bahwa papanya tidak akan mengijinkannya, ternyata tidak sesuai perkiraan.
"Apakah Papa yakin? Kira bisa menemani Papa disini sampai mama kembali," jawab Shakira setengah heran.
Tuan Prajogo hanya menggelengkan kepala.
"Kira, yakinlah padaku. Disini belum aman, hingga kita bisa menemukan Samuel," ucap Benjamin membantu Tuan Prajogo menjawab pertanyaan putrinya.
"Tapi Benji, aku ingin sekali berada didekat papa..." pinta Shakira.
Tuan Prajogo memegang tangan Shakira seakan memberikan kekuatan kepada anak gadisnya agar mau mengikuti perintahnya.
Shakira yang tidak ingin mengecewakan kedua lelaki tersebut pun akhirnya mengalah dan mengiyakan keinginan papanya meski hatinya tidak puas.
"Tuan Muda, ini sudah lewat tengah malam. Sebaiknya kalian segera kembali, agar Tuan Besar bisa beristirahat kembali," sahut Yohan dari balik punggung Benjamin.
"Papa...cepatlah sehat dan kuat seperti dulu lagi. Kira tidak sabar untuk berkumpul lagi dengan papa dan mama," ucap Shakira sendu.
"Pergilah, Nak. Papa akan baik-baik saja..." jawab Tuan Prajogo meyakinkan Shakira.
Mendengar jawaban papanya, Shakira hanya diam dan kemudian memeluk erat tubuh yang sedang berbaring diranjang tersebut.
"Anak muda, berjanjilah padaku kamu akan menjaganya dengan nyawamu," ucap Tuan Prajogo dengan tegas.
"Dengan nyawa saya, Tuan Prajogo. Anda tidak perlu khawatir," jawab Benjamin dengan anggukan kepala.
Dio dan Nola pun turun, menyiapkan mobil mereka sekaligus mengecek keadaan sekitar apakah ada sesuatu yang mencurigakan diluar sana.
Setelah memberi info kepada Tuan mereka bahwa keadaan sekitar aman, Nola bergegas menjemput keduanya.
Sekali lagi, pelukan hangat antara ayah dan anak. Kemudian pelukan teletubbies antara Nona Muda beserta dengan para pengasuhnya.
"Jagalah dirimu baik-baik ya, Nona Muda," ucap mbak Nining dan Pak Cipto.
"Baik...aku pasti baik-baik saja. Lihatlah mereka, tidak diragukan lagi bukan keahliannya?!" jawab Shakira sambil menatap kearah Benjamin dan Nola.
"Ayo, kita harus bergegas," ucap Benjamin seraya mengucapkan salam kepada Tuan Prajogo dan menitipkannya kepada Mbak Nining dan Pak Cipto yang selalu setia mendampingi orang tua Shakira.
"Nona telah bertemu dengan jodohnya ya Pak?" bisik Mbak Nining kepada Pak Cipto, suaminya.
__ADS_1
"Iya...syukurlah bukan manusia laknat itu. Semoga cepat dapat karmanya ya, Yang...." jawab Pak Cipto seraya membetulkan posisi tidur Tuan Prajogo.
Mbak Nining hanya menganggukkan kepala, sekaligus mengamini.
Benjamin dan Shakira berjalan dengan cepat keluar dari kamar sang ayah, menuruni tangga dan bergegas memasuki kendaraan mereka yang sebelumnya telah di siapkan oleh si Hello kitty, yaitu Dio.
Kedua Jeep Wrangler Rubicon berjalan beriringan keluar dari pekarangan rumah orang tua Shakira, membelah jalanan kembali menuju markas Black Klan.
Didalam perjalanan kembali, dua mahkluk berbeda jenis itu hanya diam membisu. Tidak ada satupun yang berusaha memecahkan kesunyian. Sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Mengapa Benjamin tidak ada berbicara sama sekali? sungguh akward lah ini. Shakira.
Shakira terus memandang kearah keluar. Bukannya berpikir bagaimana caranya bisa menyelamatkan keluarganya dari bahaya yang masih mengancam keluarganya, pikirannya justru hanya penuh dengan perkataan Benjamin. Pernyataan pria tersebut kepada papanya.
"Kira...dengarkan ucapanku ini," Benjamin tiba-tiba memecah kesunyian.
Shakira yang masih bingung bagaimana bersikap kepada pria disampingnya ini hanya menoleh sekilas.
"Apakah kamu mendengarkanku, Kira?" tanya Benjamin kembali seraya meraih tangan wanita tersebut dengan tangan kirinya.
"Aku mendengarkanmu, Benji..." jawab Shakira dengan pelan, sibuk menata debar jantungnya akibat bersentuhan dengan Benjamin.
Telapak tangannya sungguh hangat dan menenangkan. Seandainya benar apa yang dikatakannya kepada papa tadi, aku akan sangat bahagia. Tapi, apa mungkin dia merasakan hal yang sama? Shakira.
"Dengarkan aku, mengenai ucapanku tadi. Maaf karena tidak meminta persetujuanmu terlebih dahulu. Semua aku lakukan demi melihat ketenangan Tuan Prajogo, papamu," jelas Benjamin yang seakan mengerti sumber diamnya Shakira.
"Kamu bisa membaca pikiranku, Benji?" jawab Shakira seraya melihat kearah pria yang saat ini pun sedang melihat kearahnya.
"Aku cukup mengerti apa yang sedang kamu pikirkan dan rasakan, semua demi kebaikan kita bersama," jawab Benjamin kembali fokus pada jalanan dimuka sana.
Dengan kasar pula, Shakira melepaskan genggaman tangan Benjamin dan kembali memandang kearah luar jendela serta melipat kedua tangannya didada.
Benjamin hanya melirik Shakira dengan ekor matanya.
Sorry Kira, aku tahu apa yang kamu pikirkan sebenarnya. Aku bingung menjelaskan perasaanku padamu. Benjamin.
Karena merasa canggung dengan suasana didalam mobil, akhirnya Benjamin menyalakan radio.
Terdengar alunan musik mengiringi perjalanan mereka.
...I need a lover to keep me sane...
...Pull me from hell, bring me back again...
...Play me the classics, something romantic...
...Give him my all when I don't even have it...
...I always dreamed of a solemn face...
...Someone who feels like a holiday...
...But now I'm in pieces, barely believing...
...Starting to think that I've lost all feeling...
...You came out the blue on a rainy night, no lie...
__ADS_1
...I'll tell you how I almost died...
...While you're bringing me back to life...
Shakira pun ikut bernyanyi kecil. Benjamin tersenyum simpul melihatnya.
...********...
Di apartemen Juliana.....
Beberapa saat lalu, Juliana yang terus mencari keberadaan kekasihnya, Reyhan mendapatkan berita bahwa saat ini pria tersebut berada di balik jeruji menjadi tersangka atas kasus yang menimpanya. Dirinya tidak terima karena yang menyebabkan Reyhan tertangkap siapa lagi kalau bukan Shakira. Meski sesungguhnya, Juliana tidak pernah tahu apa yang dikerjakan oleh Reyhan bersama Samuel dan komplotannya dan apa penyebab Reyhan tertangkap oleh pihak kepolisian.
Yang dia tahu, Reyhan tertangkap karena menculik Shakira.
"Sialan!!! Dasar perempuan sial!" teriak Juliana seraya melempar segala barang yang ada didekatnya.
"Gara-gara dirimu, Reyhan sekarang mendekam di penjara...akan kupastikan kamu menerima balasannya, Kira. Aku sendiri yang akan memastikan kematianmu," ucap Juliana pada dirinya sendiri dengan penuh dendam.
Juliana pun bersiap-siap, hendak menemui seseorang yang dianggap bisa membantunya mencari keberadaan Shakira.
...********...
Sesampainya di markas Black Klan, jam telah menunjukkan pukul 4.30 pagi.
"Hoammm....aku ngantuk dan capek sekali," ucap Shakira bergegas turun dari mobil selagi Benjamin memarkirkan kendaraannya.
Nola pun mendekatinya. "Nona....selamat yah," sambil mengerlingkan mata.
"Ckkk Nola, aku kesal sekali dengan Tuanmu itu. Dia hanya ingin membuat papaku merasa lega, tidak memikirkan ku terus menerus," ungkap Shakira dengan bibir manyun.
"Hahahaha....Nonaku ini memang harus di berikan pernyataan khusus yah...." goda Nola lagi dengan tawanya.
"Ssttt...tuanmu sedang berjalan kearah sini bersama dengan kekasih Hello Kittymu...hahahaha," balas Shakira.
Raut wajah Nola pun merah padam seketika.
Pintar sekali nona satu ini membalikkan kata-kata. Nola.
"Ayolah, kita masuk kedalam dan beristirahat sejenak. Hari mulai pagi nih," ajak Benjamin kepada mereka bertiga.
"Bye...Nola. Istirahat yah jangan mimpi si Hello Kitty....Hahahahhaa," tawa Shakira menular kepada Benjamin yang mengerti ucapannya.
Sedang Dio yang tidak mengerti apapun hanya menggelenggkan kepala.
"Kalau jatuh cinta memang begitu, Nola. Semua terasa indah..." sahutnya pada Nola yang sudah merah padam menahan malu.
"Dasar oon!" bentaknya pada Dio dan bergegas meninggalkannya.
"Salah apalagi aku sama mahkluk jadi-jadian itu..." ucap Dio sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
...********...
Bersambung semuanya ♥️
terima kasih ya dukungannya yang tiada henti kepada Shakira and Benji. Lope Lope Lope buat kaka² tersayang.
Happy Weekend all 😍
__ADS_1