
Disaat setengah dari para anggota Black Klan beserta Nola dan Maria mencoba beristirahat dengan tenang dibilik mereka masing-masing, lain halnya dengan dua manusia yang berlawanan jenis ini, Shakira dan Benjamin.
Benjamin melangkahkan kakinya menuju bathroom membersihkan diri lalu ke walk-in closet, mengganti pakaian yang seharian digunakan dengan kaos oblong serta celana tidur panjang, bernuansa hitam. Semakin menambah ketampanan dan kegagahannya.
Shakira hanya dilewati olehnya, tanpa berkata apapun dan berjalan menuju meja kerja yang berada dibalik lemari besi.
Lalu aku harus bagaimana nih, masa iya harus tidur bareng? Shakira.
Kemudian tanpa menunggu pria itu kembali kedalam, dengan cepat, ia berlari menuju bathroom membersihkan dirinya tanpa mengganti pakaian.
Bergegas mengambil bantal dan selimut yang diberikan Benjamin padanya, merebahkan tubuh di lantai kamar dan mencoba untuk memejamkan mata. Berharap semua ini hanyalah ilusi semata.
Pagi harinya..
Bunyi alarm dari ponsel Shakira berbunyi. Dengan cepat tangannya mencoba meraih benda pipih tersebut. Tetapi, tangan rampingnya tidak menemukan ponsel kesayangannya. Suara alarm berbunyi terasa jauh. Masih dengan memejamkan mata, ia tetap berusaha menggapai kearah sumber suara ponsel yang seingat dia, semalam diletakkan disamping bantal. Tak disangka, jemari tangannya menyentuh sesuatu. Sesuatu yang dapat mengeluarkan nafas, tulang hidung yang kokoh dan mancung. Masih dengan meraba-raba tanpa sadar bahwa yang sedang di sentuh dan diraba adalah wajah atasannya.
Seketika Shakira pun tersadar dari tidurnya.
"Hahhh...kok terasa empuk lantainya?", berbicara pada dirinya sendiri.
Ia pun membuka mata dan langsung terduduk ketika menyadari bahwa ia telah berbaring di tempat tidur disebelah pria yang telah memporakporandakan hati dan pikirannya.
Setelah mengumpulkan kesadaran, ia pun mendekati sang pemilik hidung mancung itu.
"Ah..syukurlah dia masih tidur dan aku pun masih lengkap memakai baju. Bagaimana caranya aku tidur diatas sini..bukannya semalam aku tidur dilantai..", gumam Shakira setengah berbisik pada dirinya sendiri.
Matanya bergerak kian kemari mencari ponsel yang sudah tidak ada suaranya.
Pelan-pelan, Shakira turun dari tempat tidur takut menimbulkan suara dan membangunkan atasannya.
Tidak disadari, Benjamin hanya berpura-pura tidur karena sejak alarm ponsel Shakira berbunyi, ia tidak bisa memejamkan matanya kembali. Bunyi ringtone yang memekakkan telinga. Ingin rasanya melempar ponsel itu hingga hancur. Bagaimana tidak, ponsel Shakira berada tepat di bawah bantalnya..
Shakira yang tidak mengetahui jika Benjamin saat ini tengah memandanginya dari tempat tidur, berjingkat-jingkat masuk kedalam bathroom, membersihkan dirinya.
Benjamin yang telah lama menunggu kurang lebih 45menit untuk membersihkan diri terpaksa menggedor pintu dengan tidak sabaran.
Tokkk tookkk tokkkk....terdengar suara gedoran pintu dari luar bathroom.
"Aduhh, kenceng banget gedorannya", omel Shakira yang telah selesai menuntaskan hasratnya.
Ceklek..pintu terbuka.
"Oh my God......", mata Shakira membola besar melihat sosok tampan yang sedang berdiri tepat dihadapannya. Tak lupa kedua tangan menutup mulutnya yang terbuka lebar.
__ADS_1
Duh ciptaan Tuhan yang satu ini komplit abis plus plusnya. Shakira.
Mata elang itu menghujam bola mata Shakira yang terus terpaku menatapnya. Saat ini jarak antara mereka semakin dekat dan dekat. Benjamin semakin mendekatkan diri dan wajahnya hingga jarak yang tersisa hanya sejengkal .
Shakira menahan nafas, merasakan dentuman jantung bertalu-talu, seakan-akan ingin keluar dari tempatnya.
Dengan pandangan mata yang semakin dingin dan menyipit, Benjamin berkata dengan suara berat dan sedikit serak, "Kamu ingin membunuhku? Kamu ingin melihat aku kencing di celana??!!"
"Hah...apa..apa...enggak kok..", cicit Shakira sambil melirik kearah bawah sana, kearah telunjuk Benjamin mengarah. Matanya melihat sesuatu sedang mengeras dan menjulang.
Semakin merah merona muka Shakira dibuatnya.
"Aaaa enggak kokk enggakk !!!!!!!", secepat kilat berlari dari hadapan pria yang dianggapnya mesum.
"Aduh gimana ini, mataku melihat ituuu?!!!", sambil mengusap-usap matanya mencoba membuang hal me**m di pagi hari.
Benjamin pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyolnya, dan masuk kedalam bathroom secepatnya.
"Kiraa!!! Tolong siapkan bajuku yang lengkap, please..", teriak Benjamin dari dalam bathroom.
Shakira yang mendengar teriakannya bergumam tidak jelas.
"Dasar Tuan Muda Manjaaaaa", sambil menjulurkan lidahnya kearah bathroom.
"Masa iya aku harus menyiapkan hingga daleman juga?? Idih...seumur-umur punya papa aja aku enggak pernah lihat", sambil mengomel panjang lebar, Shakira terus memadu padankan baju Benjamin hingga kaos kaki bahkan dasi sekaligus.
"Hei...sudah selesai kah mengomelnya??", tanya Benjamin tiba-tiba saja telah berdiri, bersandar pada kaca besar yang menempel di walk-in closet dengan tangan terlipat didada, tetesan air berjatuhan dari rambut, belum lagi roti sobek yang menghiasi perut si tampan itu....
Jika aku punya tongkat sihir, ingin aku stop waktu berjalan. Shakira.
Tiba-tiba, "Aduhhh...suka banget tarik-tarik rambut orang sihh!" Shakira berteriak mengaduh.
"Itu mulut terbuka lebar sekali, takutnya ada lalat nyasar masuk", sahut Benjamin sambil lalu bergegas memakai pakaiannya tepat didepan Shakira.
"Aduhh mata poloskuu...", Shakira menutup kedua matanya menggunakan tangannya meski sesekali mengintip lewat celah-celah jarinya.
Harum aroma maskulin memenuhi ruangan. Otak Shakira semakin tidak sinkron dengan hatinya yang memerintahkan untuk keluar dari situ.
Pukkk sebuah handuk melayang dikepalanya.
"Heii Nona mes*m, gunakan pakaian didalam tas ini, Nola dan Maria telah menyiapkannya untukmu", bisik Benjamin ditelinganya.
Shakira hanya mengganggukkan kepala tanpa melihat pria tersebut telah berlalu dari kamar dan telah menghilang dari hadapannya.
__ADS_1
"Hufftttt lega..legaaa!! Aku selamat kali ini. Terima kasih, aku masih selamat dari dosa memandang mahkluk tampan...", sambil mengelus dada.
15 menit pun berlalu dari kejadian roti sobek. Shakira telah siap untuk menghadapi hari yang baru. Dengan dandanan flawless, tetap saja aura yang terpancar tidak mengurangi kecantikan seorang Shakira.
Serasa mendapatkan suntikan semangat dipagi hari, "Ok, sekarang aku telah siap. Papa, Mama, lihat ya, aku akan buktikan bahwa Shakira Putri Prajogo tidak mudah disingkirkan oleh siapapun!" ucapnya dengan tekad membara.
Terdengar suara orang bertepuk tangan. Shakira menoleh pada sumber suara tersebut.
"That's my girl", sahut Benjamin dengan mengerlingkan mata.
"Ayo semua telah menunggu kehadiranmu".
****
Berbekal Tuna Sandwich dan Lemon juice yang Nola siapkan untuk mereka berdua, Benjamin membawa Shakira ke salah satu ruangan yang sempat dilihatnya semalam. Ruangan yang berisi alat-alat berteknologi paling mutakhir keluaran dari perusahaan TSC, Three Siblings Corp. sebutan orang awam agar lebih mudah dibahasakan.
Terdapat monitor berlayar lebar yang bisa disentuh dengan tangan alias touch screen, berada ditengah ruangan.
"Wow...Benji, ruangan ini amazing sekali", ucap Shakira sambil mengagumi peralatan yang ada.
"Kamu tahu Benji, kalau aku tidak tahu bahwa kamu adalah Presiden Direktur TSC, aku akan mengira kamu adalah mata-mata negara atau tentara bayaran".
Semua yang ada diruangan itu hanya saling memandang. Sedang Benjamin berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Kira, ayo kita lanjutkan diskusi kita semalam", sambil menarik kursi agar wanita itu duduk dan tidak banyak berkomentar.
"Apakah kita akan mencari orang yang merencanakan pembunuhan terhadapku dan menemukan pelaku pembunuhan kedua orangtuaku, Benji?" tanya Shakira dengan raut muka yang tidak seperti biasanya seraya menduduki kursi yang sudah pria itu sediakan.
"Betul..., ayo kita pecahkan teka-teki ini", tegas Benjamin.
Disalah satu ruangan, gelap dan dingin tidak berjendela hanya dikelilingi oleh tembok, terdengar suara teriakan meminta tolong.
"Benjiii...kamu dimana??? Tolong siapa saja bukaaa pintunya??!!!!!"
Kedua orang yang berjaga diluar pintu hanya diam tidak merespon.
***********
Bersambung yah..
Terima kasih untuk kaka² yang sudah nyempetin waktu ngebaca karya recehku ini🙏🙏🙏
mohon terus dukung Benji and Shakira yah biar mereka semangat untuk menemani kaka² semua. Baca, lalu komen, laik, favoritkan yah. maaciii🥰🥰🥰🥰
__ADS_1