
Masih episode tentang Benjamin dan Shakira...
"Non...Tuan Muda menunggu di ruang tamu", bisik Bik Ima memberi tahu Shakira yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kerja.
"Hahh... sepagi ini, Bik?" buru-buru keluar dari kamar sambil menenteng tas kerjanya.
Sambil berjalan menuju kearah ruang tamu, Shakira berusaha mengatur degup jantung yang tidak beraturan.
"Ehm...selamat pagi Benji..."
"Ohhh..pagi...", sahut Benjamin pendek, masih sibuk berkutat dengan tabletnya. Memeriksa email laporan yang dikirimkan oleh Maria semalam karena tidak sempat hadir dikantor kemarin.
Shakira jadi salah tingkah. Mau mendekat salah mau menjauh juga takut salah. Akhirnya...
"Kira!!!!!" teriak Benjamin memanggilnya karena dilihat lewat ekor mata, Shakira diam-diam membuka pintu, akan berangkat ke kantor tanpanya.
Deg.. ketahuan deh eike batin Shakira.
"Ehh iya..ada apa?", kali ini Shakira benar-benar bingung bersikap semenjak kejadian tadi malam.
"Mau kemana diam-diam seperti itu???" selidik Benjamin dengan mata masih memandang ke arah tabletnya.
"Kan mau berangkat kerja...ee..ya kan, Nola?" Shakira mengedipkan mata memberi kode kepada Nola untuk membantunya.
"Dih pagi-pagi uda ngajak duet maut nih", ucap Shakira berbisik pelan namun masih saja terdengar oleh Benjamin.
"Emang mau nge dangdut pake duet maut segala??!!"
"Hahhhhh..!" mulut Shakira pun terbuka lebar.
Benjamin kemudian bergegas membereskan tablet dan berkas-berkas pekerjaan untuk dibawa ketempat kerja hari ini. Meskipun CEO dan pemilik sah Three Sibling's Corp., tidak pernah terlambat untuk datang kerja kecuali hal-hal tertentu yang harus diwakilkan oleh Maria.
"Nola, bawa mobil saya", ucapnya sambil menyerahkan kunci mobil.
"Hmmm maaf Benji, apa aku juga berangkat dengan dirimu pagi ini?" tanya Shakira sedikit bingung.
Benjamin yang ditanya pun hanya melengos dan berjalan keluar apartemen.
"Non, ikutlah dengan Tuan Muda", Bik Ima menepuk pundak Shakira lembut melihat Shakira bengong dan kebingungan.
Shakira pun setengah berlari mengejar Benjamin yang sudah menunggunya di lift untuk menuju basement tempat Benjamin memarkir mobilnya semalam.
Meski terlahir sebagai pewaris utama dari perusahaan yang menduduki peringkat 3besar di indonesia dan se asia tenggara, tidak pernah sedikitpun Benjamin bersikap angkuh dan arogan. Justru bersikap rendah hati, bersikap normal layaknya orang-orang kebanyakan. Jarang sekali dirinya memakai jasa sopir, paling enak menyetir sendiri prinsip Benjamin.
Didalam mobil, Benjamin pun masih sibuk dengan tabletnya. Terlihat saat ini Benjamin tidak bisa diganggu. Shakira yang melihat raut muka atasannya pun hanya terdiam dan menarik nafas panjang. Dirinya gelisah memikirkan bagaimana reaksi karyawan melihatnya berangkat bersama Tuan Muda mereka yang diidolakan karyawan wanita. Wah bisa-bisa habis digosipin nih batinnya sambil terus memainkan tali tas kerjanya.
"Ada apa dengan kamu hari ini, Kira?" tanya Benjamin tiba-tiba.
__ADS_1
Shakira yang tidak mendengar karena asyik dengan pikirannya sendiri lantas bermain handphone siapa tahu bisa mengalihkan kegelisahan pikirnya.
Tak ingin lama menunggu jawaban dari Shakira, Benjamin sengaja menarik ujung rambutnya untuk mencari perhatian.
"Aduhhh... sakit!" teriak Shakira.
"Apakah telingamu juga bermasalah seperti otakmu hari ini??" tanya Benjamin sekali lagi.
"Maksudmu apa??? telinga dan otakku baik-baik aja kok", sambil merapikan rambutnya kembali.
Benjamin kembali fokus melihat tabletnya.
Shakira bergerak gelisah, tangannya terus memainkan tali tasnya. Benjamin yang melihat menjadi gusar "Bisa enggak sih jangan bersikap seperti ini? Dari tadi aku lihat tanganmu tak hentinya bermain dengan tali tas mu itu".
"Aku gugup Benji!!!!!!!" akhirnya Shakira pun meluapkan isi hatinya.
"Gugup kenapa?? Bilang dong yang jelas!".
"Karena aku berangkat bareng sama kamu! Nanti enggak henti-hentinya aku digosipin semua karyawan. Enggak enak tahuuu! Apalagi karyawan wanitamu itu menyeramkan. Kamu tahu enggak, mereka sampe buat aliansi pecinta Tuan Muda Benjamin!" ungkap Shakira tanpa titik koma membuat Benjamin dan Nola pun tertawa terbahak-bahak akhirnya.
"Nolaaaa kamu berani ngetawain aku yaa?!" kali ini Nola langsung terdiam menahan tawa.
"Astaga hanya karena itu kamu dari tadi bertingkah kayak cacing kepanasan" ucap Benjamin sambil menggelengkan kepala tak percaya.
"Terserah kamu aja deh, percaya aku atau enggak!" Shakira pun merajuk membuang pandangannya keluar jendela.
Semua mata memandang mereka. Yang laki tampannya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ketampanan yang hakiki..gagah dengan setelan jas yang sangat pas di badan dengan dasi yang berwarna merah maroon, membuat Benjamin menjadi perhatian para wanita, sedang Shakira meskipun berdandan sesimple mungkin tidak bisa menutupi kecantikannya. Apapun yang dikenakan olehnya selalu saja terlihat elegan dengan ciri khas rambut panjang bergelombang selalu di gerai.
Bisik-bisik pun mulai terdengar dikejauhan.
Benjamin terus berjalan disamping Shakira, tidak sedikitpun dibiarkannya Shakira lepas dari sampingnya.
"Tegakkan kepalamu, tidak ada yang salah dengan dirimu", Benjamin membesarkan hati Shakira.
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh pria disampingnya membuat Shakira melambung ke udara..ah indahnya...sambil tersenyum sendiri.
Benjamin mengamati tingkah laku Shakira pagi ini tidak seperti pagi-pagi sebelumnya. Merasa agak berbeda dari biasa entah sarapan apa perempuan satu ini batinnya.
Benjamin tiba diruangan kerjanya. Maria sibuk membacakan semua agenda Tuan Muda sampai dengan agenda Black Klan juga disebutkannya.
"Maaf Tuan, pagi ini Dio telah mengirimkan kepada saya rekaman CCTV di parkiran basement gedung kita. Ada seseorang yang memang sengaja menyabotase ban mobil Nona Shakira".
"Sudah kutebak. Apakah kalian sudah mendapatkan orangnya?" tanya Benjamin sambil bangkit berdiri dan menuju ke lemari buku yang terletak dibelakang sofa.
"Menurut Dio, dia sudah mendapatkan ciri-ciri pelakunya. Untuk lebih detil informasi Dio menanti kedatangan Tuan".
Ceklek..bunyi suara SDB atau yang dinamakan Safety Deposit Box terbuka setelah Benjamin menekan kode.
__ADS_1
Dikeluarkannya satu map plastik yang berisi sebuah dokumen. Urus ini berkas ini sesuai dengan perintah saya" perintahnya kepada Maria.
Maria pun bergegas pamit undur diri dari ruangan Benjamin dan menyelesaikan tugas dari atasannya tersebut.
"Shakira..datanglah ke ruanganku sebentar", ucap Benjamin melalui sambungan telepon.
Setelah menerima panggilan dari Benjamin, Shakira bergegas keruangannya.
"Ada yang bisa saya bantu, Pak?" Shakira selalu bersikap formal jika sudah berada di lingkungan pekerjaan, bagi dia, atasan adalah orang yang harus dihormatinya karena beliaulah Shakira bisa berdiri diatas kakinya sendiri, meski belum sepenuhnya bisa mempunyai tempat tinggal sendiri.
"Shakira, aku tahu pekerjaanmu semakin banyak, mengingat dirimu dan tim komunikasi dan tim marketing telah sukses mendapatkan proyek-proyek besar, untuk itu aku ingin memberikan apresiasiku dalam bentuk hadiah" ucap Benjamin menjelaskan maksud dari panggilannya.
Shakira yang tak menyangka akan hal ini pun tertawa bahagia tak sanggup menutupi kegirangannya.
"Wahhh Bapak...terima kasih banyak atas apresiasinya terhadap kerja kami. Ini semua berkat kerja keras tim loh Pak.." jawab Shakira dengan rona bahagia.
"Aku tahu... Maka dari itu aku akan memberikan hadiah. Menurutmu bagaimana kalau kita adakan makan malam bersama dengan rekan-rekan tim komunikasi dan marketing sebagai ucapan syukur dan terima kasih serta bonus agar kalian terus bersemangat?"
"Boleh banget Pak..boleh banget, saya setuju sekali", jawab Shakira dengan menggebu-gebu.
"Baiklah, kalian yang atur dimana dan kapan tepatnya".
"Siap akan kami atur sesuai dengan rekomendasi anda, tentunya. Baiklah kalau begitu, apa saya bisa undur diri balik keruangan? Ingin memberi tahukan hal baik ini kepada tim", tanya Shakira tak sabaran.
"Silahkan..", jawab Benjamin.
Ketika Shakira hendak membuka pintu, terdengar Benjamin memanggilnya lagi "Kira, ini aku Benji..."
Deg...jantung Shakira seketika terasa berhenti.
"Maukah kamu makan siang denganku, nanti?",
Shakira membeku seketika tak menyangka pertanyaan itu akan keluar dari Benjamin.
"Aku tahu tempat siomay yang paling enak dikota ini......dengan porsi yang besar..", ucap Benjamin tak ketinggalan, membuat Shakira terbatuk-batuk kaget bagaimana atasannya ini bisa tahu hampir tiap hari Nola membelikannya siomay dengan porsi besar dan es lemon tea dua gelas.
Dengan muka merah merona Shakira akhirnya menjawab masih dengan membelakangi Benjamin, dengan tangan kanan berpegangan pada kenop pintu "ehmm...mau sih tapi..."
"Tapi apa...??" tanya Benjamin penasaran.
"Tapi aku malu....!" jawabnya kemudian bergegas keluar dari ruangan tersebut dengan detak jantung tak beraturan.
"Hahahahahahahha.......", tawa Benjamin pun meledak membuat Maria yang mendengarnya diluar mengelus dada. Jatuh cinta membuat orang jadi berbeda pikirnya dalam hati.
Bersambung ya..
mohon dukungannya ya gaisss biar bisa semangat terus untuk upp buat kalian. makasihhh🥰🥰🥰🥰
__ADS_1